Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Friday, May 3, 2013

Jenis-jenis Cedera yang Bisa Terjadi Saat Jatuh dari Motor

Jakarta, Karena tidak terlindungi oleh penghalang dengan lingkungan sekitarnya, risiko cedera yang dialami pengendara motor saat terjadi kecelakaan tentu lebih besar ketimbang pengemudi mobil. Ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor, ada beberapa cedera yang rentan dialami.

"Cedera yang terjadi saat kecelakaan motor ada bermacam-macam, misalnya luka berat akibat benturan. Kondisi lukanya pun tergantung dimana lokasi benturan tersebut ada. Jika di kepala, bisa gegar otak atau amnesia. Jika di dada atau perut bisa menimbulkan perdarahan atau luka dalam. Jika di lengan atau kaki akan menimbulkan patah tulang," kata Dr Firdaus Saleh SpB(K), ketika dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).


Dr Firdaussaleh yang merupakan dokter spesialis bedah dari RSCM ini menjelaskan bahwa luka dalam adalah luka pada bagian dalam tubuh dan biasanya sulit terdeteksi. Waktu yang dibutuhkan untuk penanganannya pun harus sangat cepat sebab bisa berisiko fatal.


Misalnya seseorang mengalami benturan di dada, tulang rusuknya patah lalu terkena liver dan mengalami luka di bagian dalam perutnya. Hal semacam ini jika diatas lebih dari 30 menit saja akan mengakibatkan kematian. Untuk mendeteksi adanya luka dalam, dr. Muki Partono, SpOT menjelaskan bahwa lukanya terkadang disertai memar.


"Luka dalam dapat ditandai dengan adanya memar di sekitar tempat trauma, misalnya akan berwarna kebiruan atau bengkak. Semua cedera yang terjadi dari kecelakaan motor bisa terjadi tergantung penyebabnya," terang dr Muki yang merupakan spesialis orthopedi dari RS Puri Indah ini.


Lebih lanjut lagi, dr Muki menjelaskan bahwa korban kecelakaan juga bisa berakhir dengan kematian jika mengalami perdarahan. Ketika kehilangan banyak darah, maka korban akan mengalami syok, lemas, pingsan, jantung kehilangan darah, kemudian berujung kematian.


"Begitu juga jika gegar otak, biasanya korban awalnya akan kehilangan kesadaran dulu, lama-lama jika tidak diatasi bisa meninggal," imbuh dr Muki.


Oleh karena itu, korban kecelakaan lalu lintas harus segera mendapat pertolongan gawat darurat ke rumah sakit terdekat. Selain untuk mengetahui adanya luka dalam dan gegar otak, pemeriksaan di fasilitas yang memadai juga memungkinkan korban mendapatkan penanganan dengan baik.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Thursday, May 2, 2013

Kopi, Kawan atau Lawan untuk Tubuh?

Jakarta, Tidak sedikit orang harus menyeruput kopi panas di pagi hari untuk menyegarkan tubuh. Tapi ada pula yang tak bisa minum kopi sama sekali. Lantas apa sih untung rugi minum kopi bagi tubuh?

Jutaan orang bergantung pada kafein dan kopi setiap hari. Ini membantunya beranjak dari tempat tidur, bersiap-siap untuk menghadapi hari, dan tetap terjaga dan fokus di tempat kerja. Tidak ada yang salah dengan minum kafein, tetapi substansinya tengah banyak diperbincangkan karena kafein juga terkandung di minuman energi.


Bila dikonsumsi dengan jumlah yang wajar, maka kafein atau kopi bisa bertindak menjadi kawan. Sebaliknya, kafein bisa menjadi lawan bila Anda terlalu sering mengandalkannya untuk mencegah kantuk.


Kafein adalah stimulan. Sebagai stimulan, kafein membuat sistem saraf bekerja lebih cepat, yang akan meningkatkan denyut jantung dan metabolisme tubuh. Semuanya bekerja dengan keadaan yang sedikit meningkat.


Tapi kadang-kadang kafein dapat menyebabkan kecemasan, denyut jantung tidak menentu dan cepat, tekanan darah meningkat, yang bukan merupakan efek samping sehat.


Sekitar 300 sampai 500 mg kafein masih dianggap aman untuk kebanyakan orang dewasa, hal ini setara dengan 3 sampai 5 cangkir kopi sehari. Jarang ada orang yang overdosis pada kafein. Namun bila itu terjadi, ada beberapa efek samping yang tidak menyenangkan, seperti dilansir Dailyhealthpost, Kamis (18/4/2013).


Menurut MayoClinic, beberapa efek samping tambahan dari mengonsumsi terlalu banyak kafein adalah insomnia, gugup, gelisah, lekas marah, sakit perut, detak jantung cepat, dan tremor otot.


Jika Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala tersebut, kafein pasti bukan kawan tetapi lawan. Jika sudah begitu, kurangi jumlah kafein yang Anda konsumsi.




 


Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Cedera Pergelangan Kaki Seperti Kobe Bryant? Ini Cara Mengatasinya

Jakarta, Pebasket Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, cedera saat menghadapi Golden State Warriors di lanjutan NBA pada Sabtu (13/4) lalu. Sang maestro basket itu terpaksa meninggalkan lapangan saat pertandingan belum berakhir lantaran mengalami cedera di pergelangan kaki, tepatnya mengalami ruptur tendon achilles.

Dokter spesialis bedah orthopedi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT menerangkan tendon achilles adalah tendon terbesar dalam tubuh. Tendon ini terletak di bagian belakang pergelangan kaki, menghubungkan otot betis ke tulang tumit.


"Berfungsi untuk menggerakkan telapak kaki ke bawah atau berjinjit sehingga sangat penting digunakan berjalan, berlari dan melompat," terang dr Megaputra kepada detikHealth, Kamis (18/4/2013).


Sebnarnya tendon ini dapat menahan tekanan besar saat berlari dan melompat, namun tendon achilles rentan terhadap cedera. Cedera tendon ini dapat berupa robekan hingga terputusnya tendon secara total. Umumnya cedera tendon achilles terjadi karena peningkatan intensitas dalam keikutsertaan olahraga atau karena suatu trauma benda tumpul maupun tajam.


"Jadi, cedera tendon achilles ini biasanya terjadi pada atlet di cabang olahraga
yang menuntutnya untuk melompat dan berlari, seperti sepakbola, bola basket,
badminton," sambung dr Megaputra.


Namun menurutnya cedera bisa saja terjadi saat seseorang berjalan, berlari, dan melompat biasa. Hal ini bisa disebabkan karena:


1. Orang usia lanjut dan minim aktivitas/olahraga
2. Memiliki riwayat radang tendon achilles sebelumnya.
3. Penderita dengan penyakit tertentu (seperti: diabetes)
4. Riwayat mengkonsumsi obat jenis tertentu (seperti: korticosteroid)


Cedera tendon achilles diawali dengan rasa sakit mendadak di bagian belakang
pergelangan kaki atau betis, disertai suara 'pop/snap' (pop/snap sound), yang
terdengar menyerupai putusnya suatu tali. Terlihat dan teraba adanya celah (gap) di
atas tumit. Lalu terjadi kelemahan atau ketidakmapuan untuk menggerakkan telapak kaki ke bawah atau
berjinjit.


"Untuk menegakkan diagnosis ini, tidak perlu dilakukan pemeriksaan rontgen (X-
Ray). Dengan melakukan pemeriksaan fisik yang baik, seorang dokter sudah dapat
menegakkan diagnosis ruptur total tendon achilles," paparnya.


Bagaimana dengan kasus ruptur sebagian? "Pada yang partial, yang meragukan dengan diagnosis yang lain, bisa dilakukan pemeriksaan Ultra Sono Graphy (USG) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI)," ucap dr Megaputra.


Nah, pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada seseorang yang mengalami ruptur tendon achilles adalah dengan melakukan 'CRIMES', yakni:


1.Compression: Lakukan pembebatan dengan menggunakan elastic bandage.
2. Rest: Mengistirahatan kaki yang mengalami cedera
3. Ice: Memberi kompres dingin/es,
4. Medication: Pemberian obat anti-inflamasi
5. Elevation: Meninggikan posisi kaki yang cedera terhadap tubuh (posisi tubuh
berbaring)
6. Support: Memakai alat bantu jalan, seperti kruk (crutches).


"Ruptur sebagian maupun ruptur total, pada kondisi tertentu dari pasien, dapat diterapi secara non-pembedahan, yaitu dengan penggunaan gips (cast) atau brace," kata dr Megaputra.


Dia menambahkan untuk kasus ruptur total, biasanya dilakukan pembedahan. Hal ini dimaksudkan untuk menyambung kembali tendon yang putus dengan tujuan untuk mengembalikan panjang normal dan ketegangan tendonnya sehingga memungkinkan penderita untuk melakukan apa yang dapat dilakukannya sebelum cedera.


"Masa pemulihan untuk cedera tendon achilles bervariasi. Untuk cedera akibat
regangan (strain) tendon achilles memerlukan waktu sekitar 3 minggu. Sementara
untuk kasus yang lebih berat (ruptur total) dapat memerlukan waktu 3-6 bulan
bergantung pada derajat keparahannya," tutur dr Megaputra.


Bagaimana agar terhindar dari cedera ini? "Pencegahan terjadinya cedera ini adalah pemanasan yang cukup sebelum berlatih (warm up) dilanjutkan dengan latihan-latihan pengkondisian otot yang benar," kata dr Megaputra.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Kondisi Sering Pingsan Dapat Diturunkan Orang Tua pada Anaknya

Jakarta, Jika Anda termasuk orang yang sering pingsan dalam kondisi tertentu, maka Anda perlu memberi peringatan pada anggota keluarga lain. Hasil penelitian yang baru dilakukan menemukan bahwa sering pingsan dapat diturunkan orang tua kepada anaknya.

Pingsan umumnya terjadi ketika otak tidak menerima cukup aliran darah, walaupun ada kondisi lain yang mengakibatkan seseorang pingsan.

"Kadang-kadang pingsan juga bisa terjadi karena ada masalah jantung yang serius, misalnya masalah dengan irama atau katup jantung," ungkap Samuel Berkovic, penulis utama dan peneliti epilepsi di University of Melobourne, Australia. "Beberapa dari mereka juga dapat diwariskan walaupun jumlah kasusnya masih jarang," lanjutnya seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (18/4/2013).

Para peneliti kemudian menelusuri kondisi genetik keluarga atau yang dikenal sebagai sinkop vasovagal, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat melihat darah atau berada dalam tekanan emosi yang tinggi. Studi yang dipublikasikan dalam Neurology ini menemukan 6 keluarga sering pingsan, dari total 44 keluarga yang terlibat.

Keluarga terbesar dalam penelitian ini memiliki 30 anggota yang secara teratur sering mengalami pingsan sejak usia 8-9 tahun, sementara keluarga yang lain beranggotakan 4 hingga 14 orang dengan kondisi serupa. Para ahli kini menyelidiki apakah gen memiliki peran di balik hasil penelitian ini.

"Harapannya jika kita dapat menemukan jumlah gen yang mampu menyebabkan sinkop tersebut, maka pada kasus yang parah dapat diberikan perawatan yang lebih baik dan dapat diungkapkan bagaimana mengatasinya," ungkap Berkovic.

"Perawatan yang diberikan saat ini pada dasarnya adalah hanya menghindari dehidrasi dan menghindari berdiri terlalu cepat. Banyak orang yang memiliki sinkop berulang. Namun kadang obat yang diberikan tidak terlalu efektif, sehingga bisa kambuh lagi dan belum ada pengobatan yang lebih baik selain itu," tambahnya.

Selain genetik, obat juga terkadang dapat menimbulkan efek pingsan. Sebuah studi menemukan bahwa obat prazosin, yang umumnya diberikan untuk mengobati tekanan darah tinggi, melepaskan pembuluh darah, dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh, pada orang dengan tekanan darah normal dapat memberikan efek kompresi pembuluh darah dan menyebabkan pingsan.

Hubungan genetik di dalam keluarga mengarah kepada suatu daerah pada kromoson 15 dan para peneliti yakin ada satu gen yang benar-benar menyebabkan kondisi tersebut, namun masih dilakukan proses identifikasinya.

(vit/vit)

Adnan Suryatna Wiharta, Dr., Sp.A(K)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, May 1, 2013

Kunci Awet Muda: Jangan Pernah Merasa Tua

Jakarta, Usia sebenarnya hanyalah bilangan angka. Orang tua bisa saja terlihat muda dan begitu juga sebaliknya, tergantung apakah mereka ambil pusing soal angka itu atau tidak. Lagipula sebuah studi baru menemukan seseorang akan terlihat tua jika ia merasa atau menganggap dirinya sudah tua.

Selain itu, studi ini mengatakan orang yang menganggap dirinya tua dan rapuh akan lebih enggan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat membantunya tampak awet muda seperti bersosialisasi dan rutin berolahraga.


Sebaliknya, orang yang memiliki sikap positif dan menganggap dirinya belum setua usia yang sebenarnya akan lebih cenderung untuk terus ambil bagian dalam aktivitas-aktivitas yang akan membantu mereka agar tetap bugar dan bersikap waspada.


Peneliti Krystal Warmoth dari University of Exeter, UK percaya jika orang dewasa yang menganggap dirinya sendiri tua dan jompo maka mereka akan lebih cenderung bertingkah laku layaknya lansia.


Kesimpulan ini diperoleh Warmoth setelah mewawancarai 29 lansia di barat daya Inggris untuk menanyakan pengalaman mereka ketika menghadapi proses penuaan.


Dari situ peneliti menemukan bahwa sikap yang dimiliki partisipan dapat membuatnya kehilangan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial maupun fisik, kondisi kesehatan yang memburuk serta menurunnya kualitas hidup.


"Jika seseorang berpikir bahwa mereka tua dan rapuh, maka mereka akan bertingkah laku seperti orang yang tua dan rapuh," simpul Warmoth seperti dilansir Daily Mail, Kamis (18/4/2013).


Tak hanya itu, Warmoth juga menemukan bahwa akan ada sebuah siklus penurunan dimana ketika seseorang menganggap dirinya sendiri rapuh maka ia akan cenderung melepaskan diri dari aktivitas-aktivitas yang (seharusnya) dapat mengurangi kecenderungan kerapuhan fisiknya seperti olahraga. Akibatnya, mereka akan menjadi lebih cenderung rapuh dan memiliki kualitas kehidupan yang buruk.


"Dengan kata lain studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana peran faktor psikologis terhadap kesehatan dan kadar aktivitas pada orang dewasa tua," pungkas Warmoth.






Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Jangan Takut Tes Darah, Ini 5 Manfaat Sehatnya

Jakarta, Takut pada jarum suntik seringkali membuat orang menghindari tes darah. Baru membayangkan jarumnya saja rasanya sudah linu, apalagi haru menjalani tes darah.

Tetapi, tes darah rutin memiliki banyak keuntungan lho. Dikutip dari Boldsky, Kamis (18/4/2013), ini dia beberapa alasan mengapa tes darah perlu Anda lakukan:


1. Untuk Menghitung Darah


Dengan menghitung total darah akan membantu Anda mengetahui semua statistik vital tubuh Anda. Jumlah hemoglobin dapat menginformasikan apakah Anda mengalami anemia. Sedangkan, jumlah trombosit akan menggambarkan apakah terjadi pembekuan darah. Dan jumlah sel darah putih akan memberitahu apakah terdapat infeksi dalam tubuh Anda.


2.Mencegah Infeksi


Jika Anda memiliki infeksi seperti hepatitis atau sifilis, dapat dideteksi hanya dengan tes darah rutin. Ini adalah penyakit yang tidak menunjukkan gejala lahiriah.


3. Mendeteksi HIV


Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat ditemukan hanya dengan menjalani tes darah rutin. Untuk beberapa orang ini akan sangat menolong. Jika diketahui lebih cepat maka masalah ini akan dapat ditangani dengan benar.


4. Mengontrol Gula Darah


Diabetes agak sulit dideteksi karena gejalanya yang umum. Namun, tes darah rutin dapat memberitahu Anda jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi.


5. Mengontrol Kelenjar Gondok


Ternyata banyak anak muda yang menderita gangguan tiroid atau kelenjar gondok. Ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Sehingga, dengan melakukan tes darah rutin gejala tiroid dapat dideteksi lebih awal.


Selain itu, dengan melakukan tes darah rutin sel kanker dalam tubuh dapat terdeteksi. Jika jumlah hemoglobin abnormal rendah atau sel darah putih terlalu tinggi, ini bisa jadi menunjukkan karsinoma atau pertumbuhan kanker dalam tubuh Anda.


Tes darah secara berkala ternyata sangat banyak manfaatnya. Sudahkah Anda melakukannya?





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Risiko Terkena Serangan Jantung Bisa Dilihat dari Rambut Seseorang

Jakarta, Biasanya untuk memeriksa kondisi kesehatan dan risiko serangan jantung, digunakan pemeriksaan laboratorium lewat tes darah. Namun baru-baru ini peneliti menemukan cara baru yang lebih sederhana, yaitu menggunakan rambut. Ternyata rambut juga menyimpan informasi penting tentang kondisi tubuh.

Di dalam rambut, terkandung informasi berharga mengenai kadar stres yang dapat digunakan untuk menentukan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Jika tes darah hanya dapat menentukan kadar hormon stres pada satu waktu, analisis rambut dapat mengungkapkan kadar hormon stres selama beberapa bulan.


Analisis sampel rambut, menurut para peneliti, bisa digunakan untuk mengukur kadar kortisol atau hormon stres demi menentukan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah secara akurat. Orang tua yang kadar kortisolnya tinggi untuk waktu yang lama cenderung mengidap penyakit jantung.


"Kadar kortisol yang tinggi merupakan sinyal penting bahwa seseorang berisiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena rambut kulit kepala dapat menangkap informasi perubahan kadar kortisol dari waktu ke waktu, analisis rambut memberikan kita alat yang lebih baik untuk mengevaluasi risiko itu," kata Dr Laura Manenschijn dari Erasmus MC di Rotterdam, Belanda seperti dilansir Counsel and Heal, Kamis (18/4/2013).


Dalam laporan yang dimuat Journal The Endocrine Society of Clinical Endocrinology & Metabolism, peneliti menjelaskan telah mengukur kadar kortisol 283 orang berusia 65 - 85 tahun yang dipilih secara acak. Para peneliti mampu mengukur kadar kortisol selama 3 bulan menggunakan sampel rambut sepanjang 3 cm yang diambil dekat kulit kepala.


Hasilnya menemukan bahwa orang dengan kadar kortisol tinggi di dalam rambutnya cenderung memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, penyakit arteri perifer koroner dan diabetes. Kadar kortisol yang amat tinggi diketahui berkaitan erat dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.


Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung