Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Diskezia merupakan kesulitan buang air beasar (defekasi) yang diakibatkan oleh ketidakmampuan mengendalikan otot-otot panggul dan anus. Untuk melakukan buang air secara normal diperlukan relaksasi dari otot-otot panggul dan otot melingkar yang menjaga lubang anus tetap tertutup.
Bila relaksasi terjadi maka penderita harus mengejan sekuat tenaga untuk melakukan buang air besar.
Penyebab
Gangguan ini disebabkan oleh kondisi-kondisi yang melibatkan pergerakan otot, yakni:
1. Dissinergi dasar panggul (gangguan koordinasi otot panggul)
2. Rektokel (masuknya sebagian rektum ke vagina)
3. Anismus (otot-otot gagal berelaksasi atau berkontraksi saat defekasi)
4. Enterokel (masuknya sebagian usus kecil ke dalm rektum)
5. Prolapsus rektum
6. Tukak rektum
Gejala
Penderita diskezia biasanya sering merasa ingin buang besar tapi tidak bisa mengeluarkan tinja. Bahkan, tinja yang lunak juga sulit dikeluarkan.
Pengobatan
Pengobatan akan dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Pemberian pencahar tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan. Latihan relaksasi dan biofeedback bisa dilakukan pada dissinergi dasar panggul. Pembedahan mungkin dibutuhkan untuk memperbaiki enterokel atau rektokel yang besar. Tinja harus dikeluarkan secara manual atau dengan alat, untuk meringankan konstipasi.
Nah, dikutip dari Times of India, Senin (20/5/2013) ini dia nutrisi yang memainkan peran penting dalam menentukan tidur Anda.
Jika Durasi Tidur Pendek
Para ahli menyarankan bahwa tidur dalam waktu singkat adalah sebuah isu ketika tubuh tidak mendapatkan cukup air dan juga nutrisi sebagai berikut:
1. Vitamin C: Sumber yang baik dari vitamin C beranekaragam termasuk stroberi, jeruk, anggur, lemon, pepaya, kismis hitam, kiwi, dan paprika. Dalam jumlah yang cukup vitamin C juga dikenal dapat membangun sistem kekebalan yang kuat dan membantu melawan penyakit.
2. Selenium: Nutrisi ini ditemukan dalam kacang-kacangan, daging, dan kerang. Selenium adalah mineral penting bagi semua fungsi tubuh dan sangat penting untuk kekebalan. Sumber-sumber non-vegetarian untuk selenium adalah tuna, sarden, tiram, udahng, kerang, ayam, kalkun, daging sapi, hati, domba, babi, dan telur. Untuk vegetarian bisa didapatkan dari kacang-kacangan, biji bunga matahari, jamur, bawang, gandum, barley, beras merah, dan gandum.
Catatan: Lutein dan Zeaxanthin adalah dua karotenoid yang paling banyak ditemukan di sayur berdaun hijau. Para ilmuwan mengatakan bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap bahan kimia ini dapat menyebabkan gangguan tidur buruk.
Jika Durasi Tidur Panjang
Berdasarkan penelitian, tidur yang panjang dikaitkan dengan kurangnya asupan karbohidrat dan nutrisi lain seperti:
1. Theobromine: Theobromine dapat Anda temukan di dalam teh dan juga cokelat. Faktanya, theobromine ada di semua produk cokelat. Walaupun zat ini meningkatkan stimulasi pada detak jantung, tetapi theobromine juga dapat melebarkan pembuluh darah untuk menurunkan tekanannya.
2. Asam Dekanoat: Mungkin namanya jarang terdengar, tetapi asam dekamoat adalah lemak jenuh yang dapat ditemukan pada air susu ibu, produk susu, kacang-kacangan, biji-bijian da juga minyak dari kacang atau biji-bijian tersebut. Nutrisi ini juga baik untuk jantung dan membantu menurunkan kadar kolesterol dan juga dapat membantu memerangi gastitis.
3. Kolin: Kolin terdapat di dalam telur dan daging berlemak yang meliputi daging sapi, hati, ikan, kepiting, telur, kembang kol, tahu, Almond, selai kacang, dan kolin berdampak pada struktur membran sel tubuh manusia. Ini melindungi hati dari timbunan lemak dan kerusakan, dan juga menawarkan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular.
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh Perelman School of Medicine di The University of Pennsylvania. Para peneliti mengambil data tahun 2007-2008 dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).
Kunci untuk menurunkan tekanan darah dan mengontrolnya untuk tetap dalam batas normal diketahui adalah dengan membatasi asupan garam dalam menu makan sehari-hari. Selain itu, tidak kalah penting untuk mengatur nutrisi lain yang lebih banyak untuk membantu mempertahankan tekanan darah, antara lain dengan asupan kalium, kalsium, serat, asam lemak omega-3, dan magnesium.
Berikut 5 nutrisi penting untuk menjaga tubuh dari risiko hipertensi, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (26/4/2013):
1. Kalium
Banyak penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cukup kalium secara rutin dapat membantu mengurangi dan mempertahankan tekanan darah tetap normal. Sumber kalium terdapat pada buah-buahan dan sayuran seperti kentang, bayam, tomat, pisang, jeruk dan buah-buahan kering.
2. Kalsium
Kalsium dibutuhkan tubuh untuk mengatur kontraksi dan relaksasi otot-otot jantung, sehingga cukup konsumsi kalsium akan membantu menurunkan risiko hipertensi. Sumber kalsium terdapat pada susu rendah lemak, yogurt, sayuran hijau, kacang almond, biji wijen, dan tahu.
3. Serat
Konsumsi serat dalam jumlah tinggi membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik jantung. Sehingga jika mengonsumsi cukup serat akan membantu kerja jantung dan menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Sumber serat terdapat pada sereal, kacang-kacangan, kacang polong, kedelai, buah-buahan dan sayuran, gandum.
4. Asam Lemak Omega-3
Diketahui juga sebagai polyunsaturated fatty acids (PUFAs), asam lemak omega-3 mampu mengurangi peradangan dan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan radang sendi. Selain itu, asam lemak omega-3 juga terkonsentrasi di otak dan penting bagi kognitif memori dan kinerja otak.
Sumber asam lemak omega-3 terdapat pada ikan-ikanan, misalnya ikan sarden, tuna, salmon. Selain itu juga pada minyak ikan, kenari, gandum, dan kedelai.
5. Magnesium
Kekurangan magnesium berpengaruh pada rendahnya tingkat kalsium dan potasium dalam darah, serta perubahan dalam sistem jantung dan peredaran darah. Hal ini membuat magnesium merupakan bagian penting yang perlu ditambahkan saat tekanan darah sedang tinggi.
Sumber magnesium terdapat pada biji-bijian, kacang-kacangan, bayam, roti gandum, dan tahu.
(vit/vit)
"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.
Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.
"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.
"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).
Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues. Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak
Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.
"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.
Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.
"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.
"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).
Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues. Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak
Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.
"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.
Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.
"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.
"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).
Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues.
(vit/vit)
Konsultasi Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG)
Bag. Obgin RSCM Jl. P. DIponegoro 71 Jakarta Pusat Tel:021-31934009
Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)
Bag. Saraf RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar 90245 Tel:510675-9