Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Pada trimester terakhir, ibu hamil rentan mengalami sesak napas. Hal ini pertumbuhan janin dalam kandungan yang mendorong naik sehingga terjadi perubahan pada diafragma dan paru-paru dari kondisi normalnya. Sesak napas pada ibu hamil juga bisa disebabkan gejala anemia dimana tubuh harus bekerja lebih keras untuk menyediakan oksigen yang cukup bagi ibu dan janin. Kondisi ini kemungkinan dapat menyebabkan gangguan dalam pemasokan oksigen sehingga mengakibatkan sesak napas. Berbeda halnya jika ibu memiliki penyakit bawaan seperti gangguan asma dan masalah pernapasan lainnya hingga memerlukan bantuan medis dalam pemberian penanganan yang sesuai.
Berikut ini beberapa cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil, yaitu:
1. Mengonsumsi makanan sehat
Selama kehamilan sebaiknya konsumsi makanan sehat untuk menjaga berat badan sehat Anda. Kurangi mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam sebab semua itu bisa meingkatkan berat badan Anda. Akibat ibu akan mengalami sesak napas yang lebih parah.
2. Perhatikan posisi tidur
Bila selama hamil Anda mengalami gangguan tidur malam hari sebaiknya tidurlah bersandar pada dua atau tiga bantal guna mengurangi sesak napas. Penyesuaian tidur yang lebih ekstra akan dialami pada kehamilan trimester ketiga. Anda mungkin akan mengalami gangguan tidur dua kali lebih besar dari masa kehamilan sebelumnya.
3. Lakukan Rileksasi
Rileksasi selama 10 menit tiap harinya terutama pada trimester akhir menjelang persalinan bisa membantu Anda dalam mengatur pernapasan menjelang persalinan dan bermanfaat menjaga kesehatan paru-paru Anda.
4. Hindari minuman berkafein dan bersoda
Sebaiknya hindari cola, kopi, dan teh selama hamil karena jenis minuman ini bisa meningkatkan pengeluaran cairan tubuh lebih tinggi dan bisa saja membuat Anda dehidrasi. Selain itu, teh dan kopi mengandung tannin yang bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang Anda konsumsi.
5. Perbanyak asupan zat besi
Makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran berwarna hijau gelap, daging merah, dan buah berry. Agar penyerapan zat besi dari makanan bisa maksimal sebaiknya tambahkan asupan makanan tinggi vitamin C seperti stroberi dan kiwi.
6. Lakukan olahraga teratur
Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau mengikuti latihan yoga sangat baik untuk mengatur pernapasan. Meski begitu, melakukan olahraga saat hamil harus mendapat persetujuan dari dokter terlebih dahulu.
DokterSehat.com – Puasa menjadi kewajiban bagi kaum muslim yang sudah dewasa. Namun, wanita hamil dan menyusui sebenarnya tidak diwajibkan untuk menjalankan puasa. Meski begitu, banyak wanita hamil yang tetap menjalankan ibadah puasa seperti biasa.
Selama kondisi ibu dan janin dinyatakan sehat setelah melakukan pemeriksaan dan telah konsultasi dengan ahlinya maka selama bulan Ramadhan ibu masih diperbolehkan berpuasa. Namun, puasa dalam kondisi mengandung tetap membutuhkan kiat-kiat khusus supaya puasa lancar dan janin pun sehat. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan ibu hamil selama berpuasa:
Ketika Sahur
Saat sahur usahakan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak dan protein yang cukup. Kedua jenis zat gizi ini bisa bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging karena kandungan kalori dan proteinnya sangat tinggi sehingga bisa disimpan tubuh dalam waktu yang cukup lama.Usahakan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.Hindari makanan manis saat sahur supaya tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.Minum air sebanyak-banyaknya hingga waktu sahur habis. Usahakan minum air putih dua liter sehari. Tambah juga dengan segelas susu hangat. Minumlah segelas susu tiap sahur untuk mengurangi risiko anemia saat hamil.Ketika Berpuasa
Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.Istirahat cukup, jika memungkinkan beristirahatlah dengan waktu yang lebih banyak dari sebelumnya.Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.Batalkan puasa bila ibu hamil mengalami:Muntah-muntah lebih dari 3 kali karena dapat mengakibatkan dehidrasiDiare disertai rasa mulas dan melilitMimisan akibat pecahnya pembuluh darah yang menandai kondisi tubuh tidak stabilLemas, pusing disertai mata berkunang-kunangKeringat berlebih terutama keringat dingin yang menandai ibu hamil tak kuat lagi berpuasaKetika Berbuka
Awali buka puasa dengan minuman hangat dan manis agar kadar gula darah naik. Namun, ibu hamil juga harus membatasi makanan dan minuman yang manis serta minuman dingin yang bisa menurunkan kerja lambung.Lanjutkan berbuka dengan makanan yang mengandung karbohidrat simpleks agar lebih mudah diserap tubuh, misalnya kolak atau kurma.Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.DokterSehat.com – Selama hamil ibu tidak diperbolehkan menggunakan produk kecantikan. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang terkandung dalam produk kecantikan meresap ke tubuh sehingga bisa menimbulkan masalah pada janin. Meski demikian, bukan berarti ibu boleh cuek dengan kondisi kulit selama hamil. Pasalnya, kulit menjadi meregang dan seperti retak-retak saar hamil. Bila tidak dirawat dengan benar kondisi kulit akan mengalami kerusakan permanen. Untuk meminimalisir perubahan pada kulit, ibu bisa melakukan langkah alami yang aman untuk janin, seperti berikut ini:
1. Konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.
2. Cukupi asupan makanan sehat seperti buah, sayuran hijau, vitamin, dan mineral.
3. Konsumsi makanan yang mengandung protein sebab protein berfungsi untuk pertumbuhan
sel-sel kulit.
4. Cukup istirahat, minimal enam hingga delapan jam tiap hari. Ketika beristirahat sel-sel kulit akan mempengaruhi sel kulit yang sudah lama.
5. Olahraga juga perlu dilakukan saat hamil dan menyusui agar sirkulasi darah tetap terjaga. Olahraga ringan yang dilakukan rutin seperti yoga, jalan santai, dan senam hamil baik dilakukan wanita yang sedang mengandung. Umumnya olahraga dilakukan saat usia kehamilan lebih dari tiga bulan. Dengan tubuh yang bugar ibu akan memperoleh berbagai manfaat seperti:
Mempermudah adaptasi ibu terhadap perubahan posturMempermudah persalinanMembantu pengembalian bentuk tubuh ibu setelah kehamilanJuga bisa menghilangkan ketegangan dan gejala-gejala lain akibat perubahan hormonal selama kehamilan.Sebelum melakukan olahraga sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Hentikan olahraga jika muncul nyeri akibat kontraksi rahim dan keluarnya darah/ cairan per vaginam.
6. Menjaga kebersihan tubuh terutama kulit dan lingkungan sekitar sangat penting dilakukan. Untuk melindungi kulit dari sinar matahari Anda bisa menggunakan tabir surya.
7. Gunakan pakaian yang bisa menutup kulit sehingga dapat membantu menahan dampak buruk sinar matahari bagi kulit.
8. Untuk mencegah timbulnya striae yaitu guratan berwarna putih terutama di bagian perut disebabkan perut yang semakin membuncit, maka sebelum striae itu timbul, di awal trimester kedua, mulai gunakan pelembab secara rutin pada daerah lipatan kulit, seperti perut, bokong, dan paha. Pelembab bisa juga diganti dengan minyak zaitun yang mengandung nutrisi bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit.
Berdasarkan survei yang dilakukan tim peneliti dari Southampton University terhadap lebih dari 100.000 responden wanita ini pun terungkap bahwa pola kerja selain shift harian permanen dapat meningkatkan peluang gangguan siklus menstruasi hingga 33 persen dan keguguran sebesar 29 persen.
Dan bagi wanita yang hanya bekerja di malam hari, mereka berpeluang 80 persen lebih sulit untuk bisa mengandung dibandingkan wanita yang jam kerjanya siang hari. Mereka juga dua kali lebih mungkin dikategorikan ke dalam kelompok 'sub-fertile', atau gagal hamil dalam kurun waktu satu tahun.
Menurut Dr. Linden Stocker, seorang dokter anak yang juga sering mendapat shift malam, mengatakan bahwa masalahnya waktu tidur dan bekerja yang tak tentu tampaknya mengganggu jam biologis wanita, padahal hal itu juga membantu mengendalikan fungsi-fungsi kunci wanita seperti produksi hormon, mengatur suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung.
Walaupun begitu, Dr. Stocker juga tak dapat mengesampingkan faktor lain seperti pekerja sistem shift yang biasanya mempunyai gaya hidup tak sehat seperti makan sembarangan atau malas berolahraga.
"Kami tak benar-benar memahami mengapa pekerja shift berisiko tinggi terkena penyakit tertentu tapi shift kerja semacam ini jelas-jelas berdampak terhadap fungsi biologis, fungsi psikologis sekaligus fungsi sosial seseorang," terang Dr. Stocker seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/7/2013).
Lagipula meski Dr. Stocker menemukan kaitan antara gangguan tidur dan masalah kesuburan tapi itu tidaklah membuktikan bahwa satu hal menyebabkan lainnya, begitu juga sebaliknya.
"Kalaupun temuan kami telah dikonfirmasi studi lain, berarti ada implikasi yang akan diterima oleh pekerja shift dan rencana reproduksi mereka. Untuk itu pola shift kerja yang lebih 'ramah' bisa diadopsi," tambahnya.
Namun Dr. Stuart Lavery, pakar kesuburan dari Hammersmith Hospital, West London mendesak para wanita usia melahirkan (20 persen dari pekerja shift malam) untuk tidak berhenti dari pekerjaannya sampai penelitian ini dikonfirmasi.
"Toh tak ada buktinya berganti pekerjaan dapat meningkatkan kondisi reproduksi Anda," pungkasnya.
(vit/vta)
DokterSehat.com – Nyeri pinggang, nyeri punggung, atau pegal-pegal merupakan hal yang wajar dialami saat hamil.
Seiring makin membesarnya perut ibu maka keluhan juga makin sering dirasakan. Kondisi ini disebabkan makin membesarnya janin sehingga beban perut makin besar dan otot-otot penyangga tulang punggung makin merenggang. Hal inilah yang memicu makin seringnya ibu hamil mengalami pegal-pegal.
Pijatan merupakan cara jitu yang mampu meringankan rasa pegal di daerah punggung. Sayangnya, banyak anggapan yang menyatakan bahwa pijatan di daerah punggung bisa mempengaruhi bentuk wajah bayi.
Faktanya, tidak ada masalah bila pemijatan dilakukan di daerah punggung, apalagi sampai mempengaruhi wajah bayi. Secara anatomi, dalam rahim bayi dilengkapi dengan air ketuban yang berfungsi menahan goncangan dari luar.
Rahim juga dilindungi oleh tulang punggung beserta otot-otot penyangganya. Karena itu, ibu hamil tidak perlu khawatir bila akan melakukan pemijatan di daerah punggung. Pemijatan boleh saja dilakukan asal jangan dilakukan di bagian perut.
Kebanyakan masyarakat masih percaya jika perut ibu hamil turun maka harus dibetulkan dengan pemijatan di bagian perut. Padahal, pijatan di perut bisa membahayakan janin. Plasenta yang melekat di rahim bisa lepas akibat pijatan. Jika hal itu terjadi maka bisa membahayakan janin, bahkan bisa menyebabkan kematian janin dalam rahim (IUFD/ Intra Uterine Fetal Death).
Pijatan di perut yang bertujuan membenarkan posisi janin yang sungsang hanya boleh dilakukan setelah memenuhi indikasi dan syarat-syarat tertentu. Selama pemijatan dilakukan oleh tenaga ahli dan berpengalaman serta ada alat moniyoring yang cukup memadai.
Bila ibu merasakan pegal-pegal di punggung cobalah untuk memintasuami memijatnya. Pijatan dari suami bisa memberikan relaksasi pada tubuh yang pegal. Selain itu, pijatan suami juga menjadi bukti perhatian dan dukungan dari suami kepada istri yang sedang mengandung buah cinta.
Kegiatan ini akan memberikan rasa aman dan mengurangi depresi yang mungkin muncul saat kehamilan.
DokterSehat.com – Memasuki trimester ketiga biasanya ibu hamil kerap merasakan gatal disekitar perut dan daerah payudara. Gatal di derah perut disebabkan oleh perubahan hormon dan pereganggan kulit karena perut yang kian membesar. Rasa gatal ini tidak berbahaya tapi tentu saja dapat mengganggu kenyamanan ibu. Bila rasa gatal tak kunjung reda ibu seringkali mengatasinya dengan garukan, padahal garukan bisa mengakibatkan munculnya iritasi, luka, bahkan meninggalkan bekas yang bisa merusak penampilan Anda.
Gatal selama kehamilan dapat disebabkan tiga hal, yakni stretch mark pada kulit perut, kulit kering, dan gejala PUPP. Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPP) terjadi akibat peningkatan hormon estrogen dan gonadotropin. Gatal yang diderita ibu hamil berbeda-beda tingkatannya. Ada yang muncul dengan gejala yang ringan hingga yang menimbulkan ruam pada tubuh. Bahkan ada yang menimbulkan bengkak dan bercak kemerahan. Kondisi seperti ini biasa dialami oleh wanita pada kehamilan pertama atau wanita yang mengandung anak kembar.
Gatal ini akan muncul sekitar perut atau stretch mark dan bisa menyebar ke paha dan lengan. Pada kasus yang biasa, biasanya ibu hamil akan diberikan salep tropis atau antihistamin. Sebenarnya kondisi ini normal dialami ibu hamil dan bisa hilang setelah melahirkan. Gatal biasanya akan muncul bila ibu hamil berada di tempat yang panas. Karena itu, ibu hamil sangat disarankan untuk menggunakan pakaian longgar dan berbahan katun. Selain itu, masih ada beberapa tips yang bisa membantu Anda mengurangi gatal selama hamil.
1. Menggunakan lotion pelembab
Menjaga kelembaban kulit selama hamil dapat menghindarkan ibu dari rasa gatal. Lotion pelembab juga bisa membantu mengurangi bekas garukan. Oleskan lotion ke daerah yang rawan mengalami gatal, seperti pada perut dan sekitar dada.
2. Konsumsi lebih banyak syur, buah, dan air putih
Sayur, buah, dan air putih secara alami mampu menjaga kelembaban kulit.Selain mencegah gatal, bahan-bahan tersebut juga baik untuk perkembangan bayi dalam kandungan.
3. Pakai baju yang menyerap keringat
Saat hamil Ibu akan sering merasa panas dan berkeringat. Pada masa ini produksi keringat akan meningkat. Hal itulah yang dapat memicu munculnya gatal. Pakailah baju hamil yang berbahan katun untuk mengurangi gatal dan ibu lebih nyaman.
4. Mandi dengan air dingin
Mandi dengan air hangat atau panas dapat meningkatkan risiko gatal. Sebaiknya gunakan pula sabun yang ber-pH rendah seperti sabun bayi.
Gatal selama kehamilan tidak membahayakan janin dan akan hilang dalam waktu beberapa hari setelah melahirkan, tapi rasa gatalnya tentu sangat mengganggu. Segera konsultasi ke dokter jika ibu mengalami gejala-gejala tersebut.
DokterSehat.com – Nyeri tulang belakang biasa dialami wanita hamil pada umumnya. Rasa nyeri akan mulai terasa saat kehamilan memasuki trimester ketiga dimana berat badan ibu meningkat secara signifikan.
Selama hamil, tubuh ibu juga menghasilkan hormon relaxin yang membuat ligamen penyokong tulang belakang menjadi tidak stabil sehingga membuat nyeri di bagian tulang belakang. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi nyeri punggung saat hamil:
1. Perhatikan posisi tubuh
Wanita hamil tidak disarankan untuk berdiri terlalu lama. Tapi, bila hal itu harus dilakukan sebaiknya pilih sepatu yang datar dengan alas kaki cukup lebar guna mencegah pembengkakan. Sementara bagi wanita hamil yang dituntut untuk duduk dalam waktu yang lama sebaiknya duduk dengan posisi yang tepat. Duduklah dengan posisi pinggul dan punggung bawah menyentuh bagian belakang kursi. Saat duduk pastikan lutut membentuk sudut 90 derajat. Anda juga bisa menambahkan bantal diantara punggung bawah dan kursi guna menjaga leher dan kepala agar tidak membungkuk.
2. Jangan angkat beban berat
Selama hamil sebaiknya Anda tidak mengangkat benda berat. Bila Anda diharuskan mengangkat benda sebaiknya lakukan dengan cara yang tepat. Dekatkan benda dengan tubuh Anda, luruskan punggung, tekuk lutut, lalu angkat benda dengan menggunakan tenaga kaki. Jangan angkat benda dengan menggunakan otot punggung. Bila harus memutar, putarlah seluruh tubuh, jangan hanya memutar bagian pinggang saja. Lebih baik lagi bila Anda meminta bantuan orang lain untuk mengangkat beban.
3. Olahraga secara teratur
Berolahraga saat hamil bisa membantu menguatkan otot punggung. Biasanya dokter akan menyarankan latihan kardiovaskuler seperti berenang atau berjalan. Gerakan renang bisa membantu menguatkan otot-otot, mengatasi varises, dan pembengkakan pergelangan kaki. Sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter bila akan melakukan olahraga agar kehamilan Anda tidak terganggu.
4. Tidur miring
Makin bertambahnya usia kehamilan, perut juga makin membesar. Supaya rahim tidak menekan vena cava sebaiknya Anda biasakan untuk tidur miring ke kiri. Vena cava merupakan vena utama yang terletak di sebelah kanan perut yang berfungsi mengalirkan darah. Supaya tulang belakang tetap sejajar sebiaknya tambahkan bantal di bawah perut atau di antara kaki. Tidur dengan posisi miring akan mengurangi beban pada otot perut dan panggul.
DokterSehat.com – Saat hamil tidak hanya kondisi kesehatan ibu saja yang wajib dipantau, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan pun perlu dipantau secara rutin. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dokter dapat dengan cepat melakukan tindakan jika terjadi kelainan atau gangguan pada kehamilan Anda. Berikut ini beberapa pemeriksaan umum yang dilakukan ibu hamil:
1. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengtahui kondisi kesehatan ibu hamil secara umum. Dalam prosedur ini akan dilakukan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein) pada kehamilan yang berusia sekitar 15 -20 minggu. Hasil pemeriksaan AFB berguna untuk memastikan ada tidaknya gangguan saluran saraf tulang belakang janin.
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan HB untuk memastikan kadar HB ibu hamil berada di atas 10. Jika kadar HB berada di bawah 10 maka perkembangan janin akan terganggu dan dapat menyebabkan risiko perdarahan pada ibu saat persalinan nanti.
2. Pemeriksaan Urine dan Gula Darah
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengatahui kondisi kesehatan ginjal serta mengontrol kadar gula darah ibu hamil. Dikhawatirkan ibu hamil akan mengalami preeklampsia yang berbahaya bila terdapat kandungan protein dalam pemeriksaan ini. Pengecekan kadar gula darah juga tak kalah penting guna mencegah diabetes pada ibu.
3. Pemeriksaan Berat Badan
Untuk mengetahui normal atau tidaknya pertambahan berat badan ibu saat hamil maka perlu dilakukan pemantauan berat badan secara rutin. Kenaikan berat badan yang tidak normal dapat disebabkan adanya gangguan pada perkembagan janin.
4. Pemeriksaan Perut
Pemeriksaan perut bertujuan untuk mengatahui posisi rahim, posisi janin, dan mengukur pertumbuhan janin. Lakukan pemeriksaan ini secara rutin kepada dokter kandungan atau bidan.
5. Pemeriksaan Tinggi Badan
Pengukuran tinggi badan dan panggul ibu dapat membantu ahli kandungan untuk memperkirakan persalinan mana yang akan dijalani nanti, normal atau caesar. Bila tinggi badan ibu tergolong pendek dan ukuran panggul sempit maka ibu tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal.
6. Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya tumor, gangguan dalam rongga panggul, papsmear, mendeteksi ada tidaknya erosi atau bisul pada mulut rahim, mendiagnosis ada tidaknya penyakit kehamilan, ukuran rongga panggul untuk jalan lahir bayi, dan mengetahui letak janin. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di awal kehamilan.
7. Pemeriksaan Kaki
Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kemungkinan terjadinya varises dan pembengkakan kaki. Normal saja bila kaki membengkak di saat minggu-minggu akhir kehamilan, tapi pembengkakan yang berlebihan bisa menjadi tanda preeklampsia.
8. Pemeriksaan Detak Jantung
Dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan janin dalam kandungan. Saat melakukan pemeriksaan detak jantung biasanya akan digunakan Teknik Doopler supaya ibu hamil bisa turut mendengarkan detak jantung janin dalam kandungannya.
9. Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit TORCH dalam tubuh ibu hamil. Bayi bisa mengalami cacat bahkan kematian akibat terinfeksi TORCH. Dalam pemeriksaan ini akan dianalisis kadar imunoglobin M (IgM) dan imunoglobin G (IgG)dalam serum darah ibu yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh.
Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah dapat menunjukkan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.

DokterSehat.com – Wanita yang terkena penyakit lupus sebenarnya dapat mempunyai anak setelah terkena penyakit ini tetapi perlu dilakukan perawatan kesehatan untuk menurunkan resiko kehamilan dan melahirkan bayi yang normal dan sehat.
Yang perlu diingat penyakit lupus anda harus dibawah kendali 12 bulan sebelum anda hamil. Jadi pastikan anda berkonsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu. Cobalah berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kehamilan (OB) anda terlebih dahulu dan usahakan beliau mempunyai pengalaman dalam kehamilan yang berisiko tinggi.
Rumah sakit yang anda pilih untuk melahirkan pun harus juga dapat mengelola pasien beresiko tinggi karena mungkin anda memerlukan perawatan khusus untuk anda dan bayi Anda. Konsultasikan untuk setiap obat yang akan anda konsumsi saat hamil.
Pada umumnya penderita lupus akan mengalami beberapa masalah saat hamil khususnya di trimester pertama dan kedua serta selanjutnya beberapa bulan setelah melahirkan.
Beberapa kasus ringan dapat diatasi dengan dosis kecil kortikosteron tetapi beberapa kasus yang lebih rumit misalnya pre-eclampsia. Pada kasus ini umumnya anda akan mengalami kenaikan tekanan darah, adanya protein dalam urin, atau keduanya. Pada kondisi ini segera lakukan penangan segeraIni adalah kondisi yang serius yang memerlukan perawatan segera dan konsultasikan pada dokter mengenai bayi anda.
Pada umumnya kemungkinan bayi mengalami kecacatan / keterbelakangan mental memiliki persentase yang sama pada kasus yang dilahirkan oleh penderita lupus dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan oleh orang normal. Jadi tidak perlu kawatir mengenai hal ini selama pemeriksaan dilakukan secara terus menerus dan teratur. Umumnya Dokter Kandungan anda akan memeriksa detak jantung dan pertumbuhan dengan sonograms untuk memastikan semuanya normal.
Pada kasus dimana bayi perlu dilahirkan prematur karena kondisi kesehatan (yang diputuskan oleh dokter kandungan anda) maka tidak ada salahnya mengikuti saran dari dokter anda. Pada umumnya rumah sakit yang mengkhususkan diri merawat bayi yang lahir prematur akan mampu memastikan bayi anda akan tetap sehat. Sekitar 3% dari bayi yang lahir dari ibu dengan lupus akan neonatal lupus (suatu kondisi yang dapat terjadi ketika antibodi anti-SSA/Ro melintasi plasenta pada kehamilan dari ibu kepada bayi yang dikandungnya).
Anda tetap dapat menyusui bayi anda tetapi konsultasikan ke dokter mengenai obat yang anda minum pada terapi Lupus ini pastikan obat tersebut tidak mempengaruhi bayi anda secara negatif.
Beberapa gejala kehamilan umum yang sering disalah artikan sebagai gejalan lupus bagi sebagian orang:
KulitUntuk kepastian perbedaan gejala fisik selama kehamilan dan lupus coba diskusikan dengan Dokter anda.
Penderita Lupus Dapat Hamil dan Mempunyai Anak, 9.0 out of 10 based on 1 ratingDokterSehat.com – Saat hamil ibu sering mengalami kontraksi otot-otot rahim akibat meningkatnya hormon oksitosin di akhir kehamilan dan bertambahnya reseptor hormon tersebut dalam rahim.
Saat terjadi kontraksi, rahim akan meregang dan mengecil sehingga membuat bayi terdorong menuju saluran kelahiran. Sehingga ibu seakan-akan terasa seperti akan melahirkan. Sebenarnya selama hamil seringkali terjadi kontraksi, seperti berikut ini:
Kontraksi Dini
Kontraksi ini biasa terjadi pada trimester pertama kehamilan. Pada kondisi ini tubuh sedang menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan selama kehamiln berlangsung. Kontraksi di awal kehamilan ini terjadi karena ligamen di sekitar rahim meregang dan biasanya disertai perut kembung, dehidrasi, dan konstipasi. Bila kontraksi disertai bercak darah maka segera periksakan diri ke dokter.
Kontraksi Palsu
Kontraksi palsu atau Braxton-Hicks terjadi pada saat usia kehamilan berjalan 32-34 minggu. Kontraksi ini bisa muncul tiba-tiba setiap 30 menit sekali dengan durasi kontraksi sekitar 30 detik. Kontraksi ini terasa seperti kram saat haid. Bila kontraksi tidak berlanjut dan kekuatannya melemah maka Anda tidak akan melahirkan dalam waktu tersebut. Tapi, bila kontraksi makin kuat dan interval makin pendek maka bisa pertanda bahwa Anda akan segera melahirkan.
Kontraksi Saat Berhubungan
Kontraksi juga bisa terjadi saat melakukan hubungan seks. Jika ingin berhubungan intim pastikan dulu bahwa kehamilan Anda dalam kondisi sehat. Kontraksi ketika melakukan hubungan seks tidak akan menyebabkan kelahiran prematur, selama kehamilan Anda sehat tanpa komplikasi.
Kontraksi Sebenarnya
Menjelang waktu melahirkan biasanya ditandai dengan kontraksi yang berlangsung selama 40-60 detik, dan terjadi setiap 10 sampai 20 menit bahkan satu jam dan kontraksi akan lebih sering terjadi lagi. Kontraksi akan disertai keluarnya cairan atau lendir berwarna kecoklatan yang merupakan pertanda bahwa Anda akan melahirkan.
Kontraksi di atas termasuk ke dalam kontraksi normal dan biasa terjadi pada masa kehamilan.
DokterSehat.com – Saat hamil calon ibu banyak mengalami perubahan di tubuhnya. Mulai dari bobot tubuh yang makin meningkat sampai munculnya masalah pada kulit seperti stretch marks. Hampir 70 % ibu hamil mengalami stretch marks selama kehamilan.
Stretch marks adalah tanda parut seperti guratan-guratan putih yang memanjang dan tidak beraturan. Stretch marks muncul karena jaringan elastis di bawah kulit robek akibat adanya peregangan pada kulit. Saat hamil kulit akan mengalami banyak peregangan sehingga ibu hamil menjadi rentan terkena stretch marks. Biasanya stretch marks sering dijumpai di bagian perut ibu hamil, lengan, dan paha.
Stretch marks biasanya hilang dengan sendirinya sekitar 6-12 bulan setelah melahirkan atau tergantung dengan kondisi kulit wanita itu sendiri. Bagi wanita yang sedang hamil tidak disarankan untuk menghilangkan stretch marks dengan cream yang mengandung Retin-A atau menggunakan laser sebab bisa menyebabkan gangguan pada janin. Untuk mencegah munculnya stretch marks selama masa kehamilan sebaiknya lakukan cara yang aman seperti berikut ini:
1. Cukup asupan air putih. Biasakan mengonsumsi minimal 8 gelas air putih tiap hari agar elastisitas kulit tetap terjaga. Selain itu, oleskan pelembab di daerah yang rawan terkena stretch marks.
2. Kontrol berat badan. Selama hamil usahakan berat badan naik dengan normal sekitar 12-15 kg. Kenaikan berat badan yang terlalu drastis dapat membuat kulit mengalami banyak peregangan sehingga rawan terkena stretch marks. Selain itu, berat badan yang naik drastis juga kurang baik bagi kehamilan.
3. Olahraga sesuai petunjuk dokter. Melakukan olahraga saat hamil dapat melancarkan sirkulasi darah dan oksigen sehingga ibu hamil pun bisa terhindar dari stretch marks.
4. Konsumsi makanan sehat dan berserat. Sayur dan buah-buahan kaya akan serat sehingga mampu membantu mencegah munculnya stretch marks. Selain itu, cukupi juga asupan makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E seperti susu, telur, dan wortel.
5. Memijat daerah yang rawan terkena stretch marks. Pijatan lembut pada perut, payudara, kaki, dan lengan bisa meningkatkan sirkulasi darah ke area-area rawan stretch marks. Anda bisa memijat dengan menggunakan vitamin E minyak yang sudah dirancang khusus untuk mengencangkan kulit selama hamil.
6. Hindari stres saat hamil. Meluangkan waktu santai tidak hanya membuat pikiran menjadi lebih rileks tapi juga berdampak positif bagi kulit.
Setelah melahirkan bukan berarti Anda bebas dari stretch marks. Penurunan berat badan secara drastis juga rentan terkena stretch marks. Oleh karena itu, jangan bosan-bosan menerapkan pola hidup sehat demi menjaga kesehatan.
DokterSehat.com – Saat hamil banyak kebiasaan yang harus dihindari demi kesehatan ibu dan janin. Salah satunya kebiasaan merawat tubuh. Berikut beberapa jenis perawatan tubuh yang harus dihindari saat hamil:
Perawatan Rambut Kimiawi
Perawatan rambut seperti pengeritingan, rebonding, dan pengecatan rambut tak lepas dari sentuhan bahan kimia yang menempel di rambut dan kulit kepala. Kandungan bahan kimia akan terserap ke pori-pori kulit kepala dan aliran darah sehingga bisa membahayakan janin serta meningkatkan risiko bayi terlahir cacat.
Selain itu, hindari pula penggunaan cream hair removers. Kandungan bahan kimia di dalamnya juga mudah diserap kulit sehingga dapat membahayakan kondisi janin.
Obat Jerawat
Kandungan Retinol A dalam obat jerawat biasanya dimanfaatkan untuk pengelupasan kulit mati. Pemakaian dalam dosis tinggi dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan bayi. Obat jerawat yang mengandung Benzoil Peroksida juga memberikan dampak buruk bagi janin.
Selain itu, pemakaian oral obat jerawat yang mengandung accutane dapat meningkatkan risiko kecacatan bahkan kematian pada janin. Kandungan lain dalam obat jerawat seperti hidrokortison dan salicylic acid juga bisa menimbulkan risiko bayi lahir cacat, keracunan, dan juga menyebabkan terjadinya komplikasi pada ibu hamil.
Perawatan Kulit
Tabir surya memang dapat melindungi kulit dari efek buruk paparan sinat matahari. Sayangnya, kandungan kimia seperti aksibenzon dan avobenzone yang diserap kulit dapat mempengaruhi perkembangan janin.
Penggunaan lotion atau pembersih kulit yang memiliki kandungan asam salisilat dalam dosis tinggi bisa meningkatkan risiko cacat pada janin. Selain itu, kandungan parabens dalam produk perawatan kulit lainnya juga dapat mempengaruhi sistem reproduksi bayi laki-laki.
Penggunaan produk pemutih kulit dengan kandungan hydroquinone dapat mempengaruhi enzim-enzim dalam tubuh dan menahan aliran bahan-bahan alami yang dibutuhkan janin. Kandungan bahan sintetis lainnya dalam produk pemutih juga bisa menimbulkan alergi pada ibu hamil.
Manikur dan Pedikur
Bahan kimia phathalates dalam cat kuku dapat menimbulkan masalah pada sistem reproduksi. Kandungan bahan kimia berbahaya lain dalam cat kuku adalah aseton, top coat, dan basecoat yang berpengaruh buruk terhadap kehamilan bila sampai terhirup. Akibatnya, bayi bisa cacat bahkan meninggal.
Produk yang aromanya sangat wangi
Aroma wangi pada produk perawatan tubuh sebenarnya berasal dari bahan kimia phthalates. Kandungan berbahaya ini banyak ditemukan dalam parfum, lotion, dan body spray. Bahan kimia ini dapat meracuni bayi dengan menekan perkembangannya.
Tanning
Penggelapan kulit atau tanning banyak digunakan kaum hawa untuk membuat kulit terlihat eksotis. Kandungan dihidroksiaseton (DHA) dalam proses penggelapan kulit ini akan diserap dalam aliran darah. Ada beberapa indikasi bahwa DHA mungkin menjadi penyebab kerusakan DNA
Bagi ibu hamil yang tetap ingin tampil cantik disrankan untuk merawat tubuh dengan bahan alami yang tidak menimbulkan risiko bagi janin.
DokterSehat.com – Normalnya, saat hamil sel telur yang sudah dibuahi sperma menempel di rahim dan tumbuh sampai 9 bulan. Namun, pada kehamilan yang tidak normal, telur yang sudah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim, biasanaya paling sering menempel di tuba fallopi. Kasus seperti ini disebut dengan kehamilan tuba atau kehamilan di luar rahim. Sementara pada beberapa kasus yang jarang terjadi, implan telur tumbuh dalam ovarium, serviks, atau perut.
Bila telur berkembang dala tuba fallopi secara terus menus, maka dapat menyebabkan tuba pecah sehingga berakibat terjadinya perdarahan hebat, bahkan menyebabkan kematian. Kondisi ini tidak bisa diperbaiki dengan memindahkan telur ke rahim.
Kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim harus segera diakhiri sebab bayi tidak akan bisa bertahan hidup di tempat selain rahim. Kehamilan ektopik awalnya sama seperti kehamilan normal. Ketidaknormalan baru bisa ditemukan di minggu ke 8.
Gejala
Segera lakukan perawatan bila kehamilan Anda menunjukkan gejala kehamilan ektopik berikut ini:
Perdarahan pada vaginaSakit atau nyeri di bagian perut dan pinggulNyeri saat berhubungan intimPusingLemahKehilangan kesadaranMuncul tanda-tanda shockMual dan muntahAkan muncul rasa sakit dan perdarahan hebat jika tuba falopi pecahPenyebab
Faktor yang dapat meningkatkan pecahnya tuba falopi dan risiko kehamilan ektopik antara lain:
Bawaan kelainan di tabung tubaRiwayat penyakit radang panggulTerkena penyakit menular seperti klamidia dan gonoreMemiliki riwayat kehamilan etopik sebelumnyaPernah melakukan operasi panggulGagal tuba ligasi (sterilisasi bedah) atau pembalikan ligasi tubaKebiasaan merokokPemakaian obat kesuburanPerawatan kesuburan seperti fertilisasi in vitro (IVF).Segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar terhindar dari ancaman kehamilan di luar rahim, terlebih bila Anda memiliki riwayat hamil ektopik sebelumnya.
DokterSehat.com – Banyak mitos seputar seks yang beredar di masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa melakukan hubungan seks di pagi hari dapat meningkatkan peluang kehamilan. Bagi beberapa pasangan, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks. Setelah beristirahat semalaman, tubuh akan lebih fit dan siap melancarkan sesi panas di ranjang. Alhasil, peluang kehamilan menjadi makin terbuka lebar. Benarkah demikian?
Dari hasil penelitian telah dibuktikan bahwa pada pagi hari jumlah sperma laki-laki memang lebih tinggi. Seorang ahli bidang kesuburan, Serena Chen, mengungkapkan bahwa belum diketahui pasti penyebab meningkatnya jumlah sperma laki-laki di pagi hari. Kondisi ini mungkin berhubungan dengan kondisi terbaik tubuh yang telah beristirahat di malam hari.
Kemungkinan terjadinya kehamilan sangat dipengaruhi oleh jumlah sperma yang dihasilkan pria. Makin banyak sperma yang dihasilkan maka makin besar pula kesempatan konsepsi. Peluang kehamilan akan lebih besar lagi bila kondisi sperma sehat dan mampu masuk ke sel telur. Hal itulah yang membuat banyak orang beranggapan bahwa melakukan hubungan seks di pagi hari dapat memperbesar terjadinya kehamilan.
Menurut Chen anggapan kebanyakan orang selama ini tidak sepenuhnya benar kerena jumlah sperma yang dihasilkan di pagi hari tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan jumlah sperma yang dihasilkan di waktu lain. Hal ini tidak akan mempengaruhi peluang kehamilan pada pasangan yang sehat. Kapan pun seks dilakukan wanita akan berpeluang untuk hamil jika jumlah dan kualitas sperma baik.
Anggap saja sperma yang dihasilkan pria pada sore hari berjumlah 87 juta dan bertambah menjadi 88 juta pada pagi hari. Meski terdengar banyak, namun kenyataannya hanya satu sperma saja yang dibutuhkan agar wanita bisa hamil.
Kehamilan bisa terjadi bila hubungan seks dilakukan pada waktu yang tepat seperti pada saat masa subur wanita yakni sekitar hari ke-14 setelah periode pertama. Pada masa ini wanita memiliki peluang kehamilan yang lebih besar.
Sebenarnya seks yang nikmat dan membahagiakan saat masa subur dapat membantu wanita untuk hamil, baik melakukan hubungan seks di pagi hari atau pun malam hari.
Meski tak banyak mempengaruhi peluang kehamilan, namun melakukan hubungan seks di pagi hari juga memiliki manfaat bagi kesehatan, yakni:
Melancarkan sirkulasi darah dan mencegah terserang tekanan darah tinggiMengurangi risiko terkena migrainMembantu membakar 300 kalori per jamMeredakan penyakit sendi sepertiarthritisMeningkatkan sistem imunMemproduksi hormon oksitosin yang dapat membuat pasangan makin dekat dan bahagia.Pria lebih tahan lama saat bercinta.Sebaiknya ibu hamil yang menderita penyakit tertentu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Berikut ini daftar beberapa obat yang aman dan yang perlu dihindari saat hamil:
Obat yang Relatif Aman
Obat alergi: obat semprot hidung.Obat anti-mual: vitamin B6 (sampai 100 mg per hari).Obat sembelit: pelunak feses.Pencegah flu: vaksin flu (jika ibu alergi terhadap telur atau daging ayam sebaiknya tidak melakukan vaksin flu sebab dalam vaksin terkandung bahan protein telur).Obat sakit maag: antasida.Multivitamin: pilihlah produk yang diformulasikan khusus untuk wanita hamil dan menyusui.Pengurang rasa sakit acetaminophen atau tylenol.Anti-jamur: krim vagina.Anti-biotik: golongan penicilin, cephalosporin, erythromycin, clindamycin.Obat asma: obat inhalasi yang mengandung steroid.Antasida dan Anti-ulkus.Antidepresan: obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) dan golongan trisiklik antidepresan seperti imipramine dan amitriptyline.Obat hipertensi: golongan metildopa.Obat yang Harus Dihindari Agar Tak Berpengaruh Pada Janin
1. Obat Anti-Inflamasi Nonsterold seperti asam mefenamat harus dihindari terutama pada usia kehamilan ketujuh sampai kesembilan, kecuali mendapat pertimbangan dokter karena manfaatnya lebih besar ketimbang risiko terhadap janin.
2. Obat Cacing Mebendazol, sebaiknya hindari obat itu karena belum diketahui aman atau tidaknya bagi ibu hamil.
3. Obat Asma Salbutamol belum diketahui persis tingkat keamanannya bagi ibu hamil. Bagi penderita asma yang sedang hamil sebaiknya gunakan obat asma yang disemprot ke mulut (inhalasi) untuk meminimalkan dampak buruk terhadap janin.
4. Obat Analgesik seperti antiplatelet asetosal dan antipiretik sebaiknya dihindari terutama pada usia kehamilan ketujuh sampai kesembilan. Obat ini bisa meningkatkan risiko pendarahan ketika proses persalinan. Penggunaan dalam dosis tinggi bisa mengakibatkan hipertensi yang menetap pda bayi yang baru lahir.
5. Penggunaan obat antimabuk seperti dimenhidrinat pada ibu hamil dan menyusui harus atas persetujuan dokter terlebih dahulu.
Dalam perjalanan seperti dimenhidrinat, ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan obat ini
6. Obat engurang rasa sakit seperti aspirin yang dosisnya lebih dari 81 mg dan obat-obat lainnya yang mengandung ibuprofen serta obat anti-inflamasi non steroid.
7. Obat sembelit seperti mineral oil.
8. Obat migren golongan ergotamin.
9. Obat rematik
10 Obat jerawat seperti roaccutane serta vitamin A oral lainnya.
Kehamilan kembar dinilai lebih berisiko ketimbang kehamilan tunggal, meski begitu calon ibu tidak perlu khawatir, kehamilan dan persalinan akan berjalan lancar bila selama masa kehamilan ibu hamil rajin memeriksakan kandungan dan mematuhi segala anjuran dari tenaga kesehatan.
Tanda-Tanda Hamil Kembar
Orang tua yang memiliki riwayat kembar kemungkinan besar akan mengalami kehamilan ganda ini. Untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Berikut ini tanda-tanda kehamilan kembar yang bisa Anda amati.
1. Muntah-muntah atau morning sickness yang lebih parah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kadar hormon hCG yang meningkat dua kali lipat dibanding kehamilan tunggal.
2. Pada trimester pertama berat badan meningkat cepat, kondisi ini bisa mengindikasikan bahwa ada lebih dari satu janin dalam kandungan.
3. Pada trimester kedua, Anda akan kesulitan bernapas, pembengkakan pada tangan dan kaki, pembesaran rahim yang tidak normal, anemia, cepat lelah, payudara membengkak, dan sering buang air kecil.
4. Rahim akan terus membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada kehamilan kembar rahim akan terleihat lebih besar dibanding kehamilan tunggal.
5. Meningkatnya kadar AFP (alpha fetoprotein).
6. Adanya dua detak jantung yang terpisah hingga usia kehamilan 12 minggu. Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan USG.
Pemeriksaan dengan USG dapat dilakukan sejak awal kehamilan. Bahkan jumlah embryo dan detak jantung janin yang kuat bisa dilihat 6 minggu sejak hari pertama menstruasi berakhir.
Perlakuan Terhadap Kehamilan Kembar
Perawatan kehamilan kembar tidak jauh beda dengan kehamilan tunggal. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secar rutin agar terhindar dari komplikasi yang muncul pada kehamilan kembar. Ibu hamil kembar dianjurkan untuk memeriksa kehamilan minimal 4 kali ke dokter kandungan atau bidan selama kehamilan.
Kehamilan kembar akan lebih sering melakukan kunjungan Antenatal Care agar kehamilan berjalan lancar sesuai saran dan petunjuk dokter atau bidan. Selain itu, perhatikan pula asupan makanan selama masa kehamilan. Konsumsilah makanan bergizi terutama yang mengandung zat besi dan asam folat. Selain itu, perhatikan pula jam istirahat Anda, usahakan Anda cukup tidur setiap harinya. Lakukan relaksasi dan senam hamil seijin dokter atau bidan. Melakukan yang terbaik selama kehamilan akan berdampak baik pula pada janin Anda.
Dari berbagai sumber
