Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Lingkungan memiliki peran penting dalam mempengaruhi sikap dan cara seseorang menilai sesuatu. Karena itulah penting sekali untuk memilih lingkungan pertemanan.
Sebuah studi menemukan bahwa cara orang sekitar menyikapi peristiwa yang buruk, baik postif maupun negatif, dapat menular. Terutama pada seseorang yang sedang dalam masa transisi, misalnya dari usia remaja ke dewasa. Pada masa ini seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh cara berpikir orang sekitarnya.
Studi yang dimuat dalam jurnal Clinical Psychological Science tersebut juga menyatakan bahwa pikiran negatif akan meningkatkan risiko mengalami depresi.
Penelitian ini menganalisa 103 pasang mahasiswa baru yang tinggal di kamar yang sama. Pada usia tersebut, mereka cenderung mudah tertular pikiran negatif atau disebut juga dengan kerentanan kognitif.
Hasil studi menemukan bahwa mereka yang kerentanan kognitifnya tinggi akan lebih berisiko mengalami peningkatan risiko depresi. Para peneliti menemukan kerentanan kognitif yang dialami para partisipan dipengaruhi oleh teman sekamarnya.
Dalam studi ini, teman sekamar dipilih secara acak, bukan dipilih sendiri oleh mahasiswa. Penularan ini bisa terjadi setelah mahasiswa tinggal tiga bulan dalam satu kamar.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami kerentanan kognitif selama tiga bulan, juga mengalami peningkatan gejala depresi hampir dua kali lipat ketimbang mahasiswa yang tidak mengalami kerentanan kognitif.
Selain lingkungan, para peneliti mencatat ada faktor lain yang mempengaruhi kerentanan kognitif, yaitu faktor genetika dan biologis.
DokterSehat.com – Dalam berinteraksi tingkah laku setiap orang sebisa mungkin disesuaikan dengan konsep diri. Setiap orang bisa saja menyadari keadaan atau identitas dirinya namun lebih penting bila Anda menyadari baik buruknya kondisi yang dimiliki sertra bagaiman sikap yang tepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Tingkah laku seseorang tergantung pada kualitas konsep dirinya yakni konsep diri positif atau konsep diri negatif.
Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki karakterikstik seperti berikut:
1. Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif dalam menyelesaikan masalah-masalah obyektif yang dihadapi.
2. Merasa sepadan dengan orang lain. Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki pemikiran bahwa saat dilahirkan manusia tidak membawa kekayaan dan pengetahuan. Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari bekerja dan proses belajar selama hidup. Hal inilah yang mendasari sikap seseorang yang tidak merasa kurang ataupun lebih dari orang lain.
3. Tidak malu saat dipuji. Konsep diri positif membangun pribadi yang memiliki pemahaman bahwa pujian atau penghargaan layak diterima seseorang berdasarkan hasil yang telah dicapainya.
4. Merasa mampu memperbaiki diri. Dengan memiliki konsep diri positif seseorang akan merasa mampu untuk memperbaiki sikap yang dirasa kurang.
Sementara seseorang dengan konsep diri negatif akan menunjukkan karakteristik seperti berikut ini:
1. Sensitif terhadap kritik. Pemilik konsep diri negatif biasanya kurang bisa menerima kritik dari orang lain sebagai upaya refleksi diri.
2. Senang dengan pujian. Sikap berlebihan terhadap tindakan yang dilakukan sehingga merasa perlu mendapat penghargaan terhadap segala tindakannya.
3. Merasa tidak disukai orang lain. Selalu muncul anggapan bahwa orang lain disekitarnya akan memandang negatif terhadap dirinya.
4. Suka mengkritik orang lain. Meski tidak suka dikritik namun pribadi ini senang sekali menghujani kritikan negatif kepada orang lain.
5. Bermasalah dengan lingkungan sosialnya. Pribadi yang memiliki konsep diri negatif merasa kurang mampu berinteraksi dengan orang lain.
Jadi, Anda ingin membentuk konsep diri yang mana?