Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Merokok. Show all posts
Showing posts with label Merokok. Show all posts

Friday, June 7, 2013

Komnas PA: Iklan Pengaruhi Anak dan Remaja untuk Coba Merokok

Jakarta, Prevalensi perokok saat ini terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh iklan dan promosi yang gencar dilakukan oleh industri. Berdasarkan hasil survei, 93 persen anak dan remaja terpengaruh iklan di televisi.

Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) melakukan survei terhadap 10.000 anak usia SMP. Hasilnya, 93 persen melihat iklan rokok di televisi, 50 persen melihat iklan di billboard, dan 38 persen melihatnya di acara musik yang disponsori rokok. Dari hasil tersebut, data dari Kemenkes menunjukkan bahwa 77 persen anak dan remaja terpengaruh untuk mencoba rokok.


"Hasil ini sangat menyedihkan. Anak seharusnya dilindungi dan dijaga kesehatannya, sebab mereka adalah generasi penerus bangsa," imbuh Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA, dalam acara diskusi publik: 'Polemik Iklan Rokok', yang diadakan di Graha CIMB Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, yang ditulis pada Jumat (31/5/2013).


Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei besok menjadi momen di mana kesehatan anak dan remaja harus diprioritaskan. Arist memandang masih kurangnya peran pemerintah untuk membatasi iklan rokok.


"Tokoh di iklan rokok selalu digambarkan tampan, penuh percaya diri, saling gotong-royong, apapun yang positif. Inilah yang membuat anak dan remaja penasaran untuk mencoba rokok," ujar Ezki Suyanto, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, dalam kesempatan yang sama.


Secara psikologis, usia anak dan remaja cenderung memang sedang dalam tahap pencarian jati diri. Sehingga mereka masih mudah terpengaruh, apalagi oleh lingkungan sekitar dan media yang mereka lihat setiap hari.


"Selain itu, jika diperhatikan model iklan rokok mayoritas adalah anak remaja. Iklan rokok juga selalu membuat jargon yang 'anak muda', sehingga tentu para anak dan remaja menjadi terpengaruh," imbuh Arist.


Arist kini mengajak semua pihak untuk mau peduli dan memahami pentingnya menjaga hak anak, termasuk hak mendapatkan kesehatan dan perlindungan agar masa depannya lebih terjamin.


(up/up)





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, June 5, 2013

Wakil Ketua MPR: Tragis, Sekarang Anak Kecil pun Sudah Merokok

Jakarta, Merokok sudah menjadi hal yang umum jika dilakukan oleh orang dewasa, meskipun sebenarnya tidak baik. Namun, kini tak hanya orang dewasa, anak usia 5-9 tahun pun sudah ada yang mulai merokok.

"Merokok sudah jadi kebiasaan yang sangat umum di berbagai generasi. Tragisnya, kini anak kecil pun sudah ada yang merokok," imbuh Hj Melani Leimena Suharli, Wakil Ketua MPR RI, dalam acara seminar & diskusi publik: "Urgensi Pelarangan Iklan Rokok dalam RUU tentang Penyiaran dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat", yang diadakan di Ruang GBHN Nusantara V, Gedung MPR-DPR, Jl Jend Gatot Subroto, seperti ditulis pada Jumat (31/5/2013).


Padahal seharusnya anak usia 5-9 tahun masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Gizi masih sangat dibutuhkan agar tubuhnya tetap sehat dan mencapai keoptimalannya.


Di dalam satu batang rokok, terdapat kurang lebih 4.000 zat kimia, 40 di antaranya termasuk dalam kategori bahan berbahaya, seperti hidrogen sianida dan amonia.


Dengan merokok, organ-organ tubuhnya tentu sudah tidak sehat lagi. Seperti kita ketahui, merokok dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit seperti penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, dan kanker.


Faktanya, anak-anak usia 5-9 tahun sudah mulai merokok dan bahkan peningkatan prevalensinya sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 2001, anak usia 5-9 tahun yang sudah merokok prevalensinya adalah 0,4 persen. Sedangkan pada tahun 2010 jumlahnya meningkat menjadi 1,7 persen.


Banyaknya iklan dan promosi rokok, serta orang tua yang masih merokok di dalam rumah diakui sebagai penyebabnya. Anak pada masa tersebut cenderung masih meniru perilaku orang tua dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.


(up/up)




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung