Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Benarkah. Show all posts
Showing posts with label Benarkah. Show all posts

Tuesday, April 9, 2013

Benarkah Makanan Organik Bisa Bikin Subur dan Panjang Umur?

Jakarta, Makanan organik dianggap lebih sehat karena tidak banyak mengandung pestisida meski kandungan gizinya belum tentu setinggi makanan non-organik. Namun baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan makanan organik dapat meningkatkan kondisi kesehatan, meski manfaat ini baru terlihat pada lalat buah.

"Kami tak tahu mengapa kondisi lalat yang diberi makanan organik jauh lebih baik daripada yang tidak. Itu mungkin membutuhkan studi lebih lanjut. Namun tampaknya ini akan jadi awal yang baik untuk memahami potensi manfaat kesehatannya, terutama pada manusia," ungkap ketua tim peneliti Ria Chhabra, seorang pelajar dari Clark High School di Plano, Texas.


Studi ini dilakukan oleh Chhabra yang mendapatkan gagasan setelah mendengar orangtuanya mendiskusikan apakah perlu membeli makanan organik untuk alasan kesehatan. Beruntung salah seorang gurunya, Dr. Johannes H. Bauer yang juga asisten profesor biologi Southern Methodist University, Texas bersedia membimbingnya.


"Jarang-jarang ada seorang anak SMA memiliki posisi yang begitu menonjol di lab. Tapi Ria memiliki energi dan keingintahuan yang sangat besar, hal itu meyakinkan saya untuk memberi kesempatan pada proyek ini," kata Bauer.


Dalam studi ini, lalat buah (Drosophila melanogaster) diberi makanan organik ataupun makanan konvensional atau non-organik diantaranya kentang, kedelai, kismis dan pisang. Setiap serangga diberi ekstrak dari masing-masing bahan makanan yang sudah diuji secara independen untuk menghindari pencampuran bahan.


Hasilnya, lalat buah yang diberi makanan organik memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik, lebih resisten terhadap stres oksidatif (yang berkaitan dengan pembentukan penyakit), lebih tahan lapar (mengindikasikan tingkat keberlangsungan hidup) dan hidup lebih lama atau panjang umur.


"Yang mengejutkan, pada sebagian besar tes yang kami lakukan, lalat buah yang diberi makanan organik memiliki performa yang lebih baik dalam tes dibandingkan lalat yang diberi makanan biasa," tandas Bauer seperti dilansir dari cbsnews, Jumat (29/3/2013).


Kendati begitu, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal PLoS One ini Bauer mengakui jika tim peneliti belum yakin apakah makanan organik juga jauh lebih sehat bagi manusia.


Lagipula menurut Bauer, tim peneliti juga menemukan adanya hasil negatif atau netral pada sejumlah makanan seperti kismis. Artinya efek positif terhadap kesehatan bisa jadi spesifik pada makanan-makanan organik tertentu saja, tidak semuanya.



Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Monday, April 8, 2013

Benarkah Cabut Gigi Menyebabkan Buta?

DokterSehat.com – Banyaknya mitos mengerikan seputar cabut gigi kerap membuat orang menjadi enggan mencabutnya. Mungkin Anda kerap mendengar bahwa mencabut gigi atas bisa menyebabkan mata rabun bahkan buta.

Menurut Prof Bambang Irawan, pencabutan gigi yang dilakukan sembarangan memang bisa membahayakan. Namun, tidak sampai menyebabkan kebutaan, hanya yang dikhawatirkan adalah terjadinya infeksi yang mengakibatkan bengkak.

Faktanya saraf gigi dan saraf mata itu berbeda sehingga tidak ada hubungan antara cabut gigi dengan kerusakan mata. Bila saraf gigi ke-5, maka saraf mata ke-2. Yang terpenting adalah gigi harus dicabut kepada ahli, dalam hal ini tentunya dokter gigi.

Mencabut gigi merupakan tindakan terakhir yang harus dilakukan karena gigi sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Bila terjadi kerusakan gigi yang belum begitu parah, biasanya dokter akan mempertahankan gigi supaya jangan sampai dicabut.

Jika gigi yang bermasalah harus dicabut maka sebaiknya pastikan dulu gigi sedang tidak sakit. Pencabutan gigi tidak diperbolehkan saat gigi sedang sakit karena bisa memicu infeksi. Sebaiknya tunggu sampai gigi sudah tidak terasa sakit lagi bila ingin mencabutnya.

Rawatlah gigi dengan benar agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Sikatlah gigi secara teratur setidaknya 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.

Sehabis makan jangan langsung menyikat gigi. Kenapa? Setelah makan gigi sedang dalam kondisi asam akibatnya bisa menimbulkan iritasi gusi. Tunggulah 1 jam setelah makan supaya PH di mulut sudah naik dan sikat gigi pun menjadi lebih efektif. Selain itu, jangan lupa periksakan gigi secara ruti tiap 6 bulan sekali.



Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Thursday, March 28, 2013

Benarkah Minum Kopi Bisa Sembuhkan Kejang Epilepsi?

Jakarta, Masih kentalnya stigma terhadap penyandang epilepsi di masyarakat membuat penanganan epilepsi juga kental dengan mitos. Salah satunya adalah mengatasi epilepsi dengan memberikan kopi karena minuman ini mengandung stimulan. Benarkah hal ini?

"Kopi tidak boleh diminumkan ketika kejang. Tidak boleh memasukkan apapun ke dalam mulut ketika kejang," kata dr Suryo kata dr Suryo Dharmono, SpKJ(K), spesialis psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam diskusi media 'World Purple Day 2013: Mari Peduli Epilepsi' yang diselenggarakan Abott di Hotel Gran Melia Jakarta, Kamis (20/3/2013).

Dr Suryo menuturkan bahwa penanganan pasien epilepsi yang mengalami kejang adalah segera panggil bantuan, lalu tidurkan pasien dengan posisi miring. Jangan meletakkan pasien dengan posisi telentang agar tidak terganggu jalan napasnya. Setelah itu, longgarkan pakaian yang menekan.

"Tunggui pasien sampai selesai bangkitan (seizure atau kejang). Setelah bangkitan selesai, kadang-kadang pasien masih bingung. Keadaan ini membuat pasien rentan dibohongi, dicopet dan sebagainya," kata dr Suryani Gunadharma, SpS(K), spesialis saraf dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung

Apabila kejang-kejang yang dialami adalah kejadian yang pertama kali dialami, dr Suryani menyarankan untuk segera membawa pasien ke UGD karena sebabnya bisa dipicu oleh berbagai hal. Selain kopi, ada juga yang berpendapat bahwa memencet jempol ketika merasa akan mengalami kejang dapat mencegah munculnya epilepsi.

"Ada penelitian yang menemukan bahwa memencet jempol ketika merasa akan mengalami kejang bisa mencegah bangkitan. Tapi ini mungkin belum bisa digeneralisir. Ada juga pasien saya yang bilang ketika merasa mau mengalami kejang dia menepuk-nepuk badannya, lalu tidak jadi kejang," kata dr Fitri Octaviana, SPS, Mpd.Ked, ketua Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi Indonesia (PERPEI).

Menurut dr Fitri, adakalanya cara-cara tersebut ampuh mencegah bangkitan atau kejang epilepsi karena meningkatkan self aware (kesadaran diri) pasien. Kumatnya epilepsi biasanya terjadi karena dipicu oleh stres emosional, kelelahan, atau mengantuk. Namun metode-metode ini masih perlu diteliti lebih lanjut.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung