Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Tahun. Show all posts
Showing posts with label Tahun. Show all posts

Saturday, June 8, 2013

Kemenkes: Perokok Remaja di Indonesia Naik 12 Kali Lipat dalam 12 Tahun

Jakarta, Merokok sudah menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat perkotaan saat ini, termasuk remaja dan anak-anak. Menurut data Kemenkes, sejak tahun 1995-2007, jumlah perokok remaja meningkat hingga 12 kali lipat.

"Sangat mengenaskan melihat data seperti ini. Generasi muda pun kini sudah mulai terpengaruh dan melakukan kebiasaan merokok," ungkap Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI


Hal itu disampaikannya dalam acara seminar dan diskusi publik 'Urgensi Pelarangan Iklan Rokok dalam RUU tentang Penyiaran dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat' yang diadakan di Ruang GBHN Nusantara V, Gedung MPR-DPR, Jl Jend Gatot Subroto, Kamis (30/5/2013).


Menurut data Kemenkes, disampaikan oleh Dr Ekowati bahwa pada tahun 1995 jumlah perokok anak dan remaja berusia 10-14 tahun di Indonesia mencapai 71.126 orang. Angka ini kemudian meningkat 6 kali lipat menjadi 426.214 pada tahun 2007.


Padahal, anak dan remaja yang sudah mulai merokok saat usia dini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit-penyakit berbahaya dan mematikan.


"Anak wajib dilindungi oleh negara karena terkait dengan hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, seperti diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28B ayat 2," ujar Dr Sumarjati Arjoso, SKM, Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI, dalam acara yang sama.


Untuk itu, pemerintah memiliki peran penting untuk turut serta mengendalikan penjualan rokok, termasuk di antaranya mengendalikan iklan rokok. Sebab, 77 persen remaja berpendapat bahwa iklan rokok memberikan pengaruh yang besar untuk mencoba rokok.


Selain itu, Dr Sumarjati juga menyampaikan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua. Jika sejak kecil anak melihat salah satu orang tuanya merokok, maka saat dewasa ia cenderung akan merokok juga.


"Pengendalian rokok dalam lingkup remaja juga akan mengurangi risiko penyakit anak yang timbul akibat paparan asap rokok atau perokok pasif," imbuh Dr Ekowati.


(up/mer)




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Sunday, June 2, 2013

Selama 15 Tahun, Pria Ini Tak Sadar Ada Pensil di Dalam Kepalanya

Jakarta, Seorang pria di Afghanistan hidup selama 15 tahun tanpa mengetahui bahwa ada sebatang pensil bersarang di kepalanya. Beruntung otaknya tidak mengalami kerusakan yang parah. Batang pensil sepanjang 10 cm tersebut kini sudah berhasil diambil oleh dokter di Jerman.

Pria berusia 24 tahun yang tak disebutkan namanya ini awalnya mengalami sakit kepala yang parah selama bertahun-tahun. Belakangan, gejalanya makin memburuk disertai pilek yang tak kunjung sembuh dan penglihatan pada salah satu matanya memburuk.

Tak tahan dengan penyakitnya, dia memutuskan untuk mencari bantuan dokter di tahun 2011 lalu. Ternyata, hasil pemindaian tomografi komputer menemukan di dalam kepala pria tersebut bersarang pensil yang melintang dari sinus ke faring, bahkan telah melukai sebagian rongga matanya.

Terang saja para dokter kaget mendapati hal ini. Ketika ditanya, pria tersebut mengaku tidak tahu menahu bagaimana bisa ada pensil yang bisa masuk ke dalam kepalanya. Namun yang dia ingat, ketika masih kanak-kanak, dia pernah pingsan dan mengalami mimisan yang parah.

Seperti dilansir Counsel and Heal, Kamis (30/5/2013), pria tersebut lalu menjalani operasi di Aachen University Hospital di Jerman untuk mengambil pensil dari dalam kepalanya. Dalam konferensi kedokteran di Essen, Jerman, profesor Frank Hoelzle dari Aachen University mengatakan bahwa kini pria tersebut sudah pulih.

Dalam presentasinya, selain menunjukkan kasus tersebut, Prof Frank juga mengatakan bahwa tidak ada efek samping yang dialami pria Afghanistan tersebut akibat operasi dan pengobatan yang dilakukan oleh timnya.

(pah/up)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Saturday, May 25, 2013

Jaga Kebugaran, Pria Bisa Terhindar dari Kanker Hingga 25 Tahun ke Depan

Jakarta, Berbagai jenis penyakit takkan mudah mendekat jika Anda konsisten menjaga kesehatan dan kebugaran. Hal yang sama juga diungkap sebuah studi baru yang menyatakan bahwa kebugaran dapat melindungi Anda dari kanker, bahkan hingga 25 tahun mendatang.

Secara spesifik, studi ini menemukan bahwa pria yang paling bugar ketika berusia 50 tahun di tahun 1970-an berpeluang paling kecil untuk terserang kanker paru-paru atau kanker usus 20-25 tahun kemudian.

Bahkan semakin bugar seorang pria yang divonis mengidap kanker paru-paru. kanker usus atau kanker prostat ketika menginjak usia di awal 50-an, maka semakin kecil kemungkinan mereka untuk meninggal karena penyakitnya tersebut.

"Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang tak hanya ingin menurunkan risiko penyakit jantung tapi juga kankernya. Pasalnya ada dua hal yang tak bisa Anda ubah yaitu gen dan usia Anda. Tapi Anda bisa jadi lebih bugar," tandas Dr. Susan Lakoski, seorang dokter ahli penyakit jantung dari University of Vermont, AS yang memimpin studi ini seperti dilansir NBCNews, Selasa (21/5/2013).

Temuan ini didasarkan pada pengamatan terhadap data rekam medis lebih dari 17.000 pasien Cooper Institute, Dallas yang didirikan oleh penemu istilah 'aerobik', Dr. Kenneth Cooper. Awalnya seluruh partisipan menjalani tes kebugaran pada kunjungan pertama mereka ke institut tersebut, kemudian institut ini mencatat rekam medis setiap partisipan.

Tingkat kebugaran partisipan diukur dengan MET atau metabolic equivalent of task. "Satu MET itu sama dengan duduk di sofa," terang Lakoski.

Saat diminta menjalani tes treadmill dimana partisipan diminta berjalan cepat di sebuah tanjakan, rata-rata pria paruh baya dapat mencapai 9 MET, sedangkan para atlet dapat mencapai lebih dari 15 MET dan atlet elit 20 MET.

Tapi dalam studi ini, partisipan yang paling tak bugar mampu tetap berada di treadmill dengan kecepatan penuh kurang dari 13,5 menit jika usianya 40-49 tahun; kurang dari 11 menit jika usianya 50-59 tahun dan kurang dari 7,5 menit jika usianya lebih dari 60 tahun.

Lalu 20-25 tahun kemudian, 2.332 partisipan dilaporkan didiagnosis dengan kanker prostat, 276 terkena kanker usus, sedangkan 277 partisipan divonis kanker paru-paru. 347 partisipan lainnya diketahui meninggal dunia akibat kanker-kanker tersebut, disamping 159 partisipan yang diketahui meninggal karena penyakit jantung.

Dari situ peneliti menyimpulkan jika partisipan yang paling fit berpeluang 68 persen lebih kecil untuk terserang kanker paru-paru dan berisiko 38 persen lebih kecil untuk mengidap kanker usus dalam kurun waktu 20 tahun mendatang. Kalaupun partisipan mengidap kanker, mereka yang paling bugar dikatakan secara signifikan berpeluang lebih kecil untuk meninggal dunia akibat ketiga jenis kanker tersebut.

Dengan kata lain, Lakoski menyatakan bahwa untuk setiap penambahan tingkat kebugaran pada pria maka risikonya untuk meninggal dunia akibat kanker berkurang hingga 14 persen dan dari penyakit jantung sebesar 23 persen. Tapi obesitas tidak berpengaruh sama sekali terhadap hal ini.

Namun Lakoski dan American Society of Clinical Oncology (ASCO) sepakat jika temuan ini bukan berarti menunjukkan bahwa pria yang paling bugar pasti lebih kuat dan lebih mampu bertahan dari kanker yang diidapnya. Sebab hormon-hormon seperti prostaglandin dan insulin tampaknya juga memainkan peranan penting, disamping sistem kekebalan dan sebuah proses yang disebut dengan oksidasi yang dapat merusak sel-sel tubuh berikut DNA-nya.

(vit/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, March 27, 2013

Indonesia Rugi USD 6,3 Miliar Tiap Tahun karena Sanitasi yang Buruk

Subang, Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia yang berkaitan erat dengan kesehatan dan membawa dampak pada ekonomi. Sayangnya, sanitasi buruk masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Akibatnya, Indonesia mengalami kerugian ekonomi hingga USD 6,3 miliar tiap tahunnya.

Populasi penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta jiwa, yang 100 juta diantaranya belum memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Bahkan 63 juta orang Indonesia masih buang air besar (BAB) sembarangan. Sanitasi yang buruk ini memiliki dampak sangat besar pada kesehatan, salah satunya menjadi penyebab menularkan penyakit tifus dan diare.

Menurut laporan Economic Impact of Sanitation in Indonesia, sanitasi buruk menjadi penyumbang bagi meningkatnya penyakit diare, dimana anak-anak menjadi korban terbanyak, bahkan lebih banyak dari masalah gizi buruk pada balita. Penyakit-penyakit akibat sanitasi buruk berhubungan langsung dengan lebih dari 40.000 kematian pada balita di Indonesia setiap tahunnya.

Selain konsekuensi kesehatan, sanitasi buruk ternyata juga berdampak pada ekonomi. Studi dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 2,4 persen dari keseluruhan Gross Domestic Product (GDP) atau sekitar USD 6,3 miliar tiap tahun karena sanitasi dan higienitas yang buruk dan kurangnya akses air bersih.
"Karena sanitasi yang buruk, Indonesia kehilangan USD 6,3 miliar setiap tahun," jelas Yosa Yuliarsa, Spesialis Komunikasi Kawasan Asia Timur, Water and Sanitation Program (WSP) The World Bank, saat berbincang dengan detikHealth, disela-sela acara kunjungan 'Hari Air Sedunia 2013' di Subang, Jawa Barat, Rabu (20/3/2013).

Menurut Yosa, kerugian ini dihitung dari keseluruhan aspek, mulai dari beban pencemaran air, besarnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan akibat penyakit berkaitan dengan sanitasi yang buruk, beban penyakit, beban pencemaran air, beban kenyamanan lain, absen di sekolah atau tempat kerja dan penurunan pemasukan di tempat wisata.

Sanitasi yang buruk juga akan menambah biaya untuk pengolahan air bersih. Perlu diketahui, air limbah yang tidak diolah menghasilkan 6 juta ton kotoran manusia per tahun yang dibuang dan berkontribusi terhadap polusi ke badan air, sehingga biaya pengolahan air bersih semakin mahal.

Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD (biochemical oxygen demand/kebutuhan oksigen biologis yang merupakan parameter kualitas air) sebesar 1 mg/liter pada sungai, meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9,17/meter kubik.

"Artinya menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional," papar Yosa.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung