Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Virus jenis baru dengan nama lengkap novel coronavirus (nCoV) merupakan keluarga coronavirus, yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome, serta berbagai penyakit pada hewan.
Menurut WHO, virus ini telah menginfeksi 44 orang di seluruh dunia pada pekan lalu dan 23 diantaranya meninggal dunia, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah. Yang terbaru, seorang pria 65 tahun di Prancis baru-baru ini meninggal akibat infeksi virus corona setelah sebelumnya bepergian ke Dubai, seperti dilansir CNN.
"Tapi kita tidak perlu resah karena belum ada laporan virus tersebut masuk Indonesia," jelas Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Praktisi klinis dari FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Kementerian Kesehatan beberapa waktu hari lalu juga menyatakan bahwa belum ditemukan kasus virus corona di Indonesia dan Asia. Namun, Indonesia terus memantau perkembangannya dan tetap melakukan upaya pencegahan.
"Sebagai kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya penyakit ini ke Indonesia maka kami telah membuat surat edaran ke Dinas Kesehatan dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) seluruh Indonesia," tulis Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama dalam emailnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Meski demikian, Dr Ari menghimbau agar orang-orang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri agar tetap waspada, terutama untuk tujuan Timur Tengah dan Eropa.
"Untuk yang di Indonesia tidak perlu risau, tapi orang-orang yang melakukan perjalanan harus waspada, terutama yang ke negara-negara terinfeksi seperti Timur Tengah dan Eropa," pesan Dr Ari.
(mer/up)
Virus jenis baru dengan nama lengkap novel coronavirus (nCoV) merupakan keluarga coronavirus, yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome, serta berbagai penyakit pada hewan.
Hingga saat ini, Indonesia masih dinyatakan aman dari virus mematikan tersebut. Tapi kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi orang-orang yang akan bepergian ke luar negeri.
"Orang-orang yang akan melakukan perjalanan perlu waspada, terutama ke negara-negara yang terinfeksi (virus corona), seperti Timur Tengah dan Eropa," tutur Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Praktisi klinis dari FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Menurut Dr Ari, yang juga pernah menjadi tim dokter petugas haji, virus corona masih tergolong baru sehingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk mencegahnya. Sebagai upaya pencegahan, orang yang akan melakukan perjalanan ke negara-negara terinfeksi seperti Timur Tengah dan Eropa, harus menyiapkan kondisi fisik yang benar-benar prima.
Orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah adalah yang paling rentan terinfeksi virus mematikan ini, seperti orang yang sedang sakit, lansia, anak kecil, orang yang sedang kelelahan, termasuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan dan makan tidak teratur.
"Untuk orang yang sedang berada di daerah yang terinfeksi, sebaiknya jangan dekat-dekat dengan orang yang sakit, gunakan masker dan sering-sering cuci tangan, karena virus tersebut banyak menyebar lewat lendir, batuk dan dahak, bisa lewat tangan atau pegangan pintu," lanjut Dr Ari.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang virus apapun. Dr Ari menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta suplemen vitamin jika diperlukan.
(mer/up)
"Kemungkinan masuk ke Indonesia juga ada. Karena banyaknya mobilitas warga Indonesia ke Timur Tengah," kata Prof Gufron saat ditemui dalam acara "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia di Energy Bulding, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Diakui oleh Prof Gufron, virus baru yang mirip dengan penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) ini memang belum ada vaksinnya. Namun langkah pencegahan tetap dilakukan dengan memberikan imbauan-imbauan antara lain kepada para calon jamaah haji.
Salah satu imbauan yang disampaikan adalah untuk menjaga kebugaran supaya daya tahan tubuhnya bisa menangkal risiko penularan. Vaksinasi untuk penyakit lain tetap diberikan, seperti vaksin meningitis seperti yang sudah diwajibkan selama ini.
"Bagaimana orang Indonesia agar tingkat kesehatannya, imunitasnya jadi lebih tinggi. Perilaku hidup bersih sehat ini yang kita dorong, agar tidak kelelahan dan tidak terinfeksi corona virus," tambah Prof Gufron.
Virus corona atau lengkapnya novel coronavirus (nCoV) merupakan virus yang mirip dengan penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Tahun lalu, virus ini sempat mewabah di wilayah Timur Tengah dan sekarang mencuat lagi setelah memakan menewaskan seorang paien pria di Prancis.
(up/mer)
Virus dengan nama lengkap novel coronavirus (nCoV) merupakan keluarga coronavirus, yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome, serta berbagai penyakit pada hewan.
"Ini merupakan virus turunannya SARS, disebut 'new SARS'. Virus ini berbahaya dan gejalanya susah dibedakan dari flu biasa," tutur Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Praktisi klinis dari FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Menurut Dr Ari, virus corona sangat berbahaya karena dapat menular dari orang ke orang, serta tingkat mortalitasnya yang tinggi. Dan karena masih tergolong baru, hingga saat ini belum ditemukan vaksin khusus yang diperuntukkan untuk mencegah virus corona.
Yang cukup mengkhawatirkan, gejala virus ini mirip dengan flu biasa, hanya saja lebih cepat menyebar ke paru, menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah atau pneumonia, serta radang paru.
"Gejalanya susah dibedakan dari flu lain, seperti batuk-batuk, bersin, demam tinggi," lanjut dokter yang pernah menjadi tim dokter petugas haji.
Orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah adalah yang paling rentan terinfeksi virus mematikan ini, seperti orang yang sedang sakit, lansia, anak kecil, orang yang sedang kelelahan, dalam perjalanan dan makan tidak teratur.
"Untuk pencegahannya, gunakan masker dan sering-sering cuci tangan karena virus tersebut banyak tersebar di lendir, batuk, dahak, tangan atau pegangan pintu," saran Dr Ari.
(mer/up)
"Kami tak tahu di mana virus ini bersembunyi. Kami juga tak tahu bagaimana orang-orang bisa terinfeksi. Hingga kami dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami tak punya apa-apa untuk mencegah serangan infeksi ini," kata Margaret Chan, direktur WHO dalam World Assembly ke-66 di Jenewa, Swiss baru-baru ini.
Lalu apa sajakah yang perlu diketahui tentang novel coronavirus (nCoV) tersebut? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Time.Healthland, Kamis (30/5/2013).
DokterSehat.com – Flu burung (AI / Avian Influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas dan mamalia. Jenis virus yang menyebabkan penyakit tersebut adalah subtipe virus Influenza A (H5N1), namun saat ini terdapat perkembangan baru penyebab Avian Influenza yaitu tipe virus baru Influenza A (H7N9) yang muncul di Cina.
Virus Influenza dapat bermutasi dan dapat menular kepada manusia, namun pada saat ini belum ditemukan data yang menyokong penularan dari manusia ke manusia untuk virus Influenza A (H7N9).
Virus flu burung terdengar sangat mengerikan karena sudah banyak korban jiwa. Program pengendalian flu burung di Indonesia dilaksanakan sudah sejak tahun 2005, namun dengan adanya perkembangan virus baru Influenza A (H7N9) di Cina, kita harus waspada karena dikhawatirkan akan menyebar ke negara lain bahkan ke seluruh dunia termasuk Indonesia.
Gejala:
Indikasi atas gejala yang timbul seperti tampak gejala flu pada umumnya yaitu batuk, demam dan memberat dengan gejala nyeri dada serta sesak napas. Gejala cepat mengalami perburukan dan akan terjadi peradangan paru (Pneumonia). Hal ini terlihat dari gambaran foto toraks(dada) yang dilakukan terhadap pasien.
Definisi kasus Avian Influenza ada 3 yaitu :
Kasus “Confirmed”: Pasien dengan gejala influenza dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi virus Influenza A (H7N9)Kasus “Probable”: Pasien dengan gejala seperti influenza dan dari hasil pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi virus Influenza A, namun tidak dapat ditentukan subtipenyaKasus “Suspek”: Pasien dengan gejala influenza dan ada riwayat kontak / terekspos dengan produk unggas/unggas yang terinfeksi atau kontak dengan kasus”Confirmed atau Probable” virus Influenza A (H7N9) dalam < 10 hari sebelum timbul gejala, atau baru saja bepergian ke negara yang terdapat kasus virus Influenza A (H7N9). Namun tidak/belum diketahui hasil konfirmasi laboratoriumnyaPenularaan terjadi melalui unggas yang terinfeksi, sedangkan penularan melalui manusia disinyalir merupakan media yang sangat tidak efektif, namun demikian masih terus dipantau dan ditiliti tentang penularan dari manusia ke manusia.
Oleh sebab itu kita perlu memahami tentang gejala dan cara penularannya sehingga diharapkan dapat dihindari dan dicegah penularannya.
Vektor utama penyakit ini adalah unggas, sehingga bersentuhan langsung dengan unggas yang sakit atau produk dari unggas sakit tersebut, kemungkinan akan membuat manusia tertular.
Penatalaksanaan :
Penanganan kasus Flu burung dapat dilakukan dengan pemberian obat antivirus dan tetap harus diberikan oleh/dalam pengawasan dokter atau rumah sakit, karena kesalahan dalam pemberian obat akan memicu timbulnya jenis virus baru yang labih ganas dan kebal terhadap obat.
Pencegahan:
Para peneliti terus berupaya untuk menciptakan vaksin flu burung guna pencegahan dengan cara pemberian vaksin, namun mengingat virus ini selalu bermutasi sehingga dirasakan manfaat pembuatan vaksin kurang efektif.
Cara-cara menghindarinya yang perlu diketahui yakni :
Waspada bila ada kematian unggas yang mendadakGunakan Alat Pelindung saat kontak dengan unggas (sarung tangan, masker dll)Hindari kontaminasi kotoran & sekret unggas, karena alat2 yang bersentuhan dengan kotoran unggas yang sakit akan menjadi media yang efektif untuk penularanUnggas yang mati mendadak dan produk unggas nya dibakar dan ditanamAlat peternakan dicuci dengan desinfektanKonsumsi daging unggas dan telurnya yang dimasak dengan suhu tinggi dan waktu yang cukupJaga kebersihan diri & lingkunganBerkonsultasi ke Dokter AndaDemikian, semoga dapat memberikan dampak kewaspadaan kesehatan diri dan lingkungan kita, semoga bermanfaat, salam sehat.
Oleh: dr. Zubaedah, Sp.P, MARS
Spesialis Paru di RS Meilia Cibubur

Karen Wilkinson (44), Carmelina Sirianni (63) dan Gurpal Sandhu (64) sama-sama menerima donor organ dari seorang pria bernama Jovo Vranjesevic. Namun ketiganya meninggal dunia dengan jarak masing-masing enam hari dan hanya sebulan pasca transplantasi.
Vranjesevic sendiri meninggal dunia akibat stroke 12 hari setelah kembali ke Melbourne, Australia. Sebelumnya pria berusia 57 tahun itu sempat tinggal di rumah saudaranya di Serbia selama tiga bulan pada tahun 2006. Usut punya usut, ternyata ketika tinggal di Serbia, pria ini terserang lymphocytic choriomeningitis, sebuah infeksi akibat virus yang disebarkan oleh tikus rumahan kendati ia tidak meninggal karenanya.
Salah satu perwakilan dari tim koroner, Audrey Jamieson mengungkapkan ketiga wanita ini juga mengalami komplikasi yang serupa dengan Vranjesevic beberapa hari pasca prosedur transplantasi yang mereka jalani pada tahun 2007 dan kesemuanya terbukti meninggal dunia akibat virus tersebut.
Dari pemeriksaan intensif barulah diketahui jika keluarga Vranjesevic tidak dimintai keterangan oleh tim dokter terkait isu kesehatan yang (mungkin) dimiliki oleh pria ini sebelum memutuskan untuk mendonasikan organ-organnya.
Keterkaitan antara empat kasus kematian itu pun terungkap setelah dilakukan autopsi atas jenazah Carmelina Sirianni. "Penemuan virus LMCV ini terjadi pada bulan yang sama setelah kematian ketiga resipien," kata Jamieson seperti dilansir Telegraph, Kamis (9/5/2013).
"Hingga ditemukannya virus itu, saya sepakat jika strain virus ini tak pernah ditemukan pada manusia, dengan demikian tak dapat diidentifikasi ketika dilakukan pengambilan organ hingga transplantasi oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Virus LMCV ini dapat dikatakan jenis arenavirus (virus yang biasanya menginfeksi tikus) baru dan belum pernah terlihat sebelumnya," tambahnya.
Dari kasus ini Jamieson mengatakan kematian ketiganya sangatlah tragis namun tak dapat diramalkan. Itulah mengapa menurut Jamieson, prosedur screening sebelum menjalankan transplantasi organ dianggap sangat perlu. Jamieson juga meminta ditingkatkannya komunikasi antara para dokter, staf rumah sakit dan keluarga pasien.
"Tapi bukan berarti saya bermaksud mencegah orang-orang untuk mendonorkan organnya mengingat angka donor organ di Australia terbilang rendah dibanding negara-negara lainnya," tandas Jamieson.
Pasangan Wilkinson, Rae Moran mengaku ia menerima hasil temuan tersebut dan mengatakan kecelakaan yang terjadi saat transplantasi ini memang 'tak dapat diramalkan'.
"Saya kira risiko terulangnya kejadian seperti ini sangatlah kecil dan sebaliknya program transplantasi ini sendiri benar-benar bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya. Saya masih harus berterima kasih karena saya tahu keluarga pendonor tentu juga menghadapi keputusan yang sulit di waktu yang sama ketika ayah dan suami mereka meninggal dunia," pungkas Moran.