Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia ini telah menemukan bukti tentang besarnya perlindungan yang diberikan helm. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari bukti hubungan antara cedera kepala berat akibat kecelakaan dan penggunaan helm, seperti dikutip dari ABC Science, Kamis (9/5/2013).
Dr Michael Dinh, pemimpin peneliti dari University of Sydney, dan timnya mengkaji data 348 pasien berusia 15 tahun ke atas yang dirawat di 7 rumah sakit. Tim menemukan pesepeda yang tidak menggunakan helm 5,5 kali lebih mungkin menderita cedera kepala berat dibandingkan pesepeda yang menggunakan helm.
Sedangkan untuk pemotor, manfaat helm ditandai dengan penemuan data bahwa yang tidak menggunakan helm 3,5 kali lebih mungkin untuk menderita cedera kepala berat dibandingkan dengan pemotor yang tidak menggunakan helm.
"Berdasarkan data ini, bisa disimpulkan bahwa pesepeda juga harus mulai menyadari pentingnya penggunaan helm, tidak hanya pemotor," ungkap dr Dinh.
Selain ketidakmauan dari pengendara itu sendiri, belum tegasnya hukum di negara untuk mewajibkan warganya menggunakan helm saat mengendarai motor dan sepeda seringkali menjadi faktor tambahan.
Pertemuan tahunan Pediatric Academic Societes di Washington DC juga mendukung bahwa efektivitas hukum dan aturan penggunaan helm wajib ditegakkan. Australia merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki hukum tegas untuk mewajibkan warganya menggunakan helm saat mengendarai motor dan sepeda.
Dr William Meehan, dari Micheli Centre for Sports Injury Prevention, Amerika Serikat, menemukan data bahwa negara-negara dengan hukum tegas penggunaan helm memiliki tingkat lebih rendah dari kematian atau cedera setelah kecelakaan sepeda dan motor, dibandingkan dengan negara yang tidak memiliki aturan tersebut.
Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah membuat aturan tentang kewajiban penggunaan helm saat mengendarai motor, seperti dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, yaitu:
1. Pasal 291 ayat (1) jo pasal 106 ayat (8) tentang 'Tidak menggunakan helm standar Nasional Indonesia'.
2. Pasal 291 ayat (2) jo pasal 106 ayat (8) tentang 'Membiarkan Penumpangnya Tidak mengenakan Helm'.
Sayangnya belum ada aturan tegas tentang kewajiban penggunaan helm bagi pengendara sepeda dan dengan adanya aturan ini pun masyarakat masih enggan menggunakan helm dengan alasan ketidakpraktisan.
Kunci untuk menurunkan tekanan darah dan mengontrolnya untuk tetap dalam batas normal diketahui adalah dengan membatasi asupan garam dalam menu makan sehari-hari. Selain itu, tidak kalah penting untuk mengatur nutrisi lain yang lebih banyak untuk membantu mempertahankan tekanan darah, antara lain dengan asupan kalium, kalsium, serat, asam lemak omega-3, dan magnesium.
Berikut 5 nutrisi penting untuk menjaga tubuh dari risiko hipertensi, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (26/4/2013):
1. Kalium
Banyak penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cukup kalium secara rutin dapat membantu mengurangi dan mempertahankan tekanan darah tetap normal. Sumber kalium terdapat pada buah-buahan dan sayuran seperti kentang, bayam, tomat, pisang, jeruk dan buah-buahan kering.
2. Kalsium
Kalsium dibutuhkan tubuh untuk mengatur kontraksi dan relaksasi otot-otot jantung, sehingga cukup konsumsi kalsium akan membantu menurunkan risiko hipertensi. Sumber kalsium terdapat pada susu rendah lemak, yogurt, sayuran hijau, kacang almond, biji wijen, dan tahu.
3. Serat
Konsumsi serat dalam jumlah tinggi membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik jantung. Sehingga jika mengonsumsi cukup serat akan membantu kerja jantung dan menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Sumber serat terdapat pada sereal, kacang-kacangan, kacang polong, kedelai, buah-buahan dan sayuran, gandum.
4. Asam Lemak Omega-3
Diketahui juga sebagai polyunsaturated fatty acids (PUFAs), asam lemak omega-3 mampu mengurangi peradangan dan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan radang sendi. Selain itu, asam lemak omega-3 juga terkonsentrasi di otak dan penting bagi kognitif memori dan kinerja otak.
Sumber asam lemak omega-3 terdapat pada ikan-ikanan, misalnya ikan sarden, tuna, salmon. Selain itu juga pada minyak ikan, kenari, gandum, dan kedelai.
5. Magnesium
Kekurangan magnesium berpengaruh pada rendahnya tingkat kalsium dan potasium dalam darah, serta perubahan dalam sistem jantung dan peredaran darah. Hal ini membuat magnesium merupakan bagian penting yang perlu ditambahkan saat tekanan darah sedang tinggi.
Sumber magnesium terdapat pada biji-bijian, kacang-kacangan, bayam, roti gandum, dan tahu.
(vit/vit)