Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, June 9, 2013

Kemenkes: Tiap Hari 175 Orang di Indonesia Meninggal karena TB

Jakarta, Memberantas Tuberculosis (TB) atau dikenal juga dengan singkatan TBC tampaknya bukan perkara mudah bagi Kementerian Kesehatan. Meski sudah ada obatnya, korban tewas akibat penyakit ini masih terbilang tinggi.

"TB sudah ada obatnya, pemerintah sudah memberikan layanan, dokter dan rumah sakit juga ada. Tapi tiap hari 175 orang di Indonesia meninggal karena TB," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Gufron Mukti saat ditemui di "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia, Kamis (30/5/2013).

Banyaknya korban meninggal akibat infeksi TB membuat peringkat Indonesia masih bertahan di posisi 4 dari negara-negara lain di dunia. Di Indonesia sendiri, TB menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak bersama dengan penyakit-penyakit lainnya.

"Ini penyebab kematian nomor 2 atau nomor 3 di Indonesia," lanjut Prof Gufron.

Prof Gufron mengakui, pemerintah tidak mungkin berjalan sendirian dalam mewujudkan Indonesia bebas TB. Dibutuhkan kemitraan atau partnership dengan pihak lain termasuk swasta dan masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama melawan persebaran TB.

Mengenai resistensi atau kekebalan kuman TB, Prof Gufron mengakui bahwa kasusnya masih banyak dijumpai di Indonesia. Ia mengatakan, solusi untuk mengurangi kasus MDR-TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) adala deteksi dini dan terapi secepatnya.

TB atau dikenal juga dengan singkatan TBC merupakan infeksi paru yang menular melalui droplet atau bercak dahak yang keluar saat batuk, dan tidak menular lewat alat makan. Dengan pengobatan teratur, infeksi ini bisa disembuhkan dan dicegah penularannya.

Namun karena pengobatannya berlangsung dalam jangka panjang, tidak jarang pasien merasa bosan atau putus asa lalu berhenti alias DO (drop out). Kondisi ini memicu resistensi atau kekebalan, sehingga kuman TB menjadi lebih sulit disembuhkan.

(up/mer)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Tak Perlu Resah, Indonesia Masih Aman dari Virus Corona

Jakarta, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa virus jenis baru, virus corona, telah menjadi ancaman bagi seluruh dunia. Tapi masyarakat tak perlu resah karena belum ada laporan virus tersebut masuk Indonesia.

Virus jenis baru dengan nama lengkap novel coronavirus (nCoV) merupakan keluarga coronavirus, yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome, serta berbagai penyakit pada hewan.


Menurut WHO, virus ini telah menginfeksi 44 orang di seluruh dunia pada pekan lalu dan 23 diantaranya meninggal dunia, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Timur Tengah. Yang terbaru, seorang pria 65 tahun di Prancis baru-baru ini meninggal akibat infeksi virus corona setelah sebelumnya bepergian ke Dubai, seperti dilansir CNN.


"Tapi kita tidak perlu resah karena belum ada laporan virus tersebut masuk Indonesia," jelas Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Praktisi klinis dari FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Kamis (30/5/2013).


Kementerian Kesehatan beberapa waktu hari lalu juga menyatakan bahwa belum ditemukan kasus virus corona di Indonesia dan Asia. Namun, Indonesia terus memantau perkembangannya dan tetap melakukan upaya pencegahan.


"Sebagai kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya penyakit ini ke Indonesia maka kami telah membuat surat edaran ke Dinas Kesehatan dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) seluruh Indonesia," tulis Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama dalam emailnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.


Meski demikian, Dr Ari menghimbau agar orang-orang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri agar tetap waspada, terutama untuk tujuan Timur Tengah dan Eropa.


"Untuk yang di Indonesia tidak perlu risau, tapi orang-orang yang melakukan perjalanan harus waspada, terutama yang ke negara-negara terinfeksi seperti Timur Tengah dan Eropa," pesan Dr Ari.


(mer/up)





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, June 8, 2013

Kemenkes: Perokok Remaja di Indonesia Naik 12 Kali Lipat dalam 12 Tahun

Jakarta, Merokok sudah menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat perkotaan saat ini, termasuk remaja dan anak-anak. Menurut data Kemenkes, sejak tahun 1995-2007, jumlah perokok remaja meningkat hingga 12 kali lipat.

"Sangat mengenaskan melihat data seperti ini. Generasi muda pun kini sudah mulai terpengaruh dan melakukan kebiasaan merokok," ungkap Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI


Hal itu disampaikannya dalam acara seminar dan diskusi publik 'Urgensi Pelarangan Iklan Rokok dalam RUU tentang Penyiaran dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat' yang diadakan di Ruang GBHN Nusantara V, Gedung MPR-DPR, Jl Jend Gatot Subroto, Kamis (30/5/2013).


Menurut data Kemenkes, disampaikan oleh Dr Ekowati bahwa pada tahun 1995 jumlah perokok anak dan remaja berusia 10-14 tahun di Indonesia mencapai 71.126 orang. Angka ini kemudian meningkat 6 kali lipat menjadi 426.214 pada tahun 2007.


Padahal, anak dan remaja yang sudah mulai merokok saat usia dini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit-penyakit berbahaya dan mematikan.


"Anak wajib dilindungi oleh negara karena terkait dengan hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, seperti diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28B ayat 2," ujar Dr Sumarjati Arjoso, SKM, Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI, dalam acara yang sama.


Untuk itu, pemerintah memiliki peran penting untuk turut serta mengendalikan penjualan rokok, termasuk di antaranya mengendalikan iklan rokok. Sebab, 77 persen remaja berpendapat bahwa iklan rokok memberikan pengaruh yang besar untuk mencoba rokok.


Selain itu, Dr Sumarjati juga menyampaikan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua. Jika sejak kecil anak melihat salah satu orang tuanya merokok, maka saat dewasa ia cenderung akan merokok juga.


"Pengendalian rokok dalam lingkup remaja juga akan mengurangi risiko penyakit anak yang timbul akibat paparan asap rokok atau perokok pasif," imbuh Dr Ekowati.


(up/mer)




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Thursday, June 6, 2013

Wujudkan Indonesia Bebas TB, Forum Stop TB Partnership Diluncurkan

Jakarta, Tuberkulosis (TB) yang lebih akrab dikenal dengan TBC ternyata masih menjadi beban berat negara Indonesia. Untuk penyakit ini Indonesia menduduki peringkat 4 dunia.

"Karena TB masih menjadi masalah kesehatan yang tinggi, mari singsingkan lengan baju sesuai ruang lingkup masing-masing untuk berjuang untuk Indonesia bebas TB sebelum tahun 2050," ucap Arifin Panigoro Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia.

Hal ini disampaikannya dalam acara "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia, pada Kamis, (30/5/2013) bertempat di Soehanna Hall-Energy Building, Sudirman Jakarta. Arifin juga mengatakan bahwa langkah meresmikan forum ini adalah langkah awal yang masih panjang tindakan ke depannya.

"Bersama dengan forum ini saya berharap bisa menjangkau Indonesia khususnya sampai ke sebelah timur Indonesia (Halmahera utara, Manokwari, dan Merauke). Karena penyakit ini juga terkait dengan masyarakat miskin," ujar Arifin.

Tak hanya langkah secara langsung ke kota-kota, forum ini juga meluncurkan website: www.stoptbindonesia.org, Facebook: Stop TB Indonesia, dan twitter: @stopTBIndonesia. Hal ini dimaksudkan agar forum ini juga mendapat dukungan dan peran serta seluruh komponen bangsa Indonesia.

Usaha seperti ini dinilai Arifin masih sangat langka. "Mari kita lihat realitasnya. TB harus didorong keluar dari Indonesia," tutupnya.

(up/up)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Tuesday, June 4, 2013

Ini Langkah Kemenkes Biar Virus Corona Tak Masuk Indonesia

Jakarta, Setelah mewabah di Timur Tengah lalu meluas hingga ke negara-negara di Eropa, virus corona mulai diwaspadai juga oleh pemerintah Indonesia. Kementerian Kesehatan mengakui, risiko masuknya virus baru tersebut ke Indonesia memang ada.

"Kemungkinan masuk ke Indonesia juga ada. Karena banyaknya mobilitas warga Indonesia ke Timur Tengah," kata Prof Gufron saat ditemui dalam acara "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia di Energy Bulding, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Diakui oleh Prof Gufron, virus baru yang mirip dengan penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) ini memang belum ada vaksinnya. Namun langkah pencegahan tetap dilakukan dengan memberikan imbauan-imbauan antara lain kepada para calon jamaah haji.

Salah satu imbauan yang disampaikan adalah untuk menjaga kebugaran supaya daya tahan tubuhnya bisa menangkal risiko penularan. Vaksinasi untuk penyakit lain tetap diberikan, seperti vaksin meningitis seperti yang sudah diwajibkan selama ini.

"Bagaimana orang Indonesia agar tingkat kesehatannya, imunitasnya jadi lebih tinggi. Perilaku hidup bersih sehat ini yang kita dorong, agar tidak kelelahan dan tidak terinfeksi corona virus," tambah Prof Gufron.

Virus corona atau lengkapnya novel coronavirus (nCoV) merupakan virus yang mirip dengan penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Tahun lalu, virus ini sempat mewabah di wilayah Timur Tengah dan sekarang mencuat lagi setelah memakan menewaskan seorang paien pria di Prancis.

(up/mer)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, March 27, 2013

Indonesia Rugi USD 6,3 Miliar Tiap Tahun karena Sanitasi yang Buruk

Subang, Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia yang berkaitan erat dengan kesehatan dan membawa dampak pada ekonomi. Sayangnya, sanitasi buruk masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Akibatnya, Indonesia mengalami kerugian ekonomi hingga USD 6,3 miliar tiap tahunnya.

Populasi penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta jiwa, yang 100 juta diantaranya belum memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Bahkan 63 juta orang Indonesia masih buang air besar (BAB) sembarangan. Sanitasi yang buruk ini memiliki dampak sangat besar pada kesehatan, salah satunya menjadi penyebab menularkan penyakit tifus dan diare.

Menurut laporan Economic Impact of Sanitation in Indonesia, sanitasi buruk menjadi penyumbang bagi meningkatnya penyakit diare, dimana anak-anak menjadi korban terbanyak, bahkan lebih banyak dari masalah gizi buruk pada balita. Penyakit-penyakit akibat sanitasi buruk berhubungan langsung dengan lebih dari 40.000 kematian pada balita di Indonesia setiap tahunnya.

Selain konsekuensi kesehatan, sanitasi buruk ternyata juga berdampak pada ekonomi. Studi dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 2,4 persen dari keseluruhan Gross Domestic Product (GDP) atau sekitar USD 6,3 miliar tiap tahun karena sanitasi dan higienitas yang buruk dan kurangnya akses air bersih.
"Karena sanitasi yang buruk, Indonesia kehilangan USD 6,3 miliar setiap tahun," jelas Yosa Yuliarsa, Spesialis Komunikasi Kawasan Asia Timur, Water and Sanitation Program (WSP) The World Bank, saat berbincang dengan detikHealth, disela-sela acara kunjungan 'Hari Air Sedunia 2013' di Subang, Jawa Barat, Rabu (20/3/2013).

Menurut Yosa, kerugian ini dihitung dari keseluruhan aspek, mulai dari beban pencemaran air, besarnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan akibat penyakit berkaitan dengan sanitasi yang buruk, beban penyakit, beban pencemaran air, beban kenyamanan lain, absen di sekolah atau tempat kerja dan penurunan pemasukan di tempat wisata.

Sanitasi yang buruk juga akan menambah biaya untuk pengolahan air bersih. Perlu diketahui, air limbah yang tidak diolah menghasilkan 6 juta ton kotoran manusia per tahun yang dibuang dan berkontribusi terhadap polusi ke badan air, sehingga biaya pengolahan air bersih semakin mahal.

Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD (biochemical oxygen demand/kebutuhan oksigen biologis yang merupakan parameter kualitas air) sebesar 1 mg/liter pada sungai, meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9,17/meter kubik.

"Artinya menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional," papar Yosa.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung