Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Seks merupakan kegiatan yang paling menyenangkan. Ada banyak manfaat yang bisa Anda rasakan dengan berhubungan seks bersama pasangan. Namun, apa jadinya bila seks justru menyebabkan Anda menjadi trauma akibat rasa sakit saat bercinta.
Dispareunia merupakan istilah teknis yang digunakan untuk menjelaskan rasa sakit saat bercinta, yang berkaitan dengan faktor fisik maupun psikis. Bila Anda mengalami gangguan ini segeralah konsultasikan ke dokter guna mengetahui penyebabnya dan menentukan pengobatan yang tepat. Tapi ada baiknya bila Anda mengetahui terlebih dahulu beberapa penyebab munculnya rasa sakit saat bercinta berikut ini:
1. Vagina Kering
Pada dasarnya wanita memiliki pelumas alami dalam vagina. Pada wanita yang kadar estrogen rendah biasanya akan mengalami kekurangan pelumas vagina. Penurunan kadar estrogen ini biasa terjadi pada wanita hamil, memasuki menopause, dan dalam masa pengobatan kanker payudara. Kekeringan di vagina ini juga berkaitan dengn kondisi yang lebih serius seperti sindrom Sjogren, penyakit autoimun yang langka.
Untuk mengatasi vagina kering bisa dilakukan beberapa langkah seperti terapi hormon, mencukupi asupan lemak tak jenuh dalam diet, serta mengusahakan agar tubuh tetap terhidrasi. Tapi sebaiknya jangan gunakan semprotan pelembab vagina karena akan menghilangkan kelembaban alami vagina. Lebih baik gunakan produk alami atau pelumas buatan yang mengandung air. Foreplay yang tepat dan cukup juga bisa membantu meningkatkan lubrikasi di organ intim wanita.
2. Lichen sclerosis
Lichen sclerosis merupakan lapisan kulit tipis berwarna putih yang menyerupai tambalan di atas kulit Anda. Lichen sclerosis yang terdapat di vagina bisa membuat hubungan seks Anda menjadi menyakitkan. Kondisi ini bisa diobati dengan steroid topikal. Tapi, sebaiknya jangan asal mengobati sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter.
3. Pil KB
Pada sebagian orang munculnya rasa sakit saat berhubungan seks juga bisa diakibatkan penggunaan pil KB. Pil KB meningkatkan kadar hormon seks yang berikatan dengan globulin sehingga dapat mengikat testosteron bebas dan menyebabkan atrofi vagina. Untuk mengatasi sakit saat bercinta sebaiknya hentikan konsumsi pil atau melakukan pengobatan penyeimbangan kadar hormon.
4. Vulvodinia
Vulvodinia merupakan sindrom yang menyebabkan vagina menjadi hipersensitif. Kondisi ini diakibatkan terlalu seringnya terinfeksi jamur. Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan steroid. Sementara untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, terutama yang mengandung probiotik untukmelawan infeksi.Serta penting untuk menjaga vagina tetap bersih dan kering.
5. Vaginismus
Dalam beberapa kasus, rasa sakit yang dirasakan saat bercinta disebabkan oleh otot-otot dasar panggul yang menegang, yang dikenal dengan istilah vaginimus. Solusinya yaitu dengan melakukan terapi fisik dasar panggul serta foreplay yang lama.
6. Nyeri mendalam
Rasa sakit yang mendalam selama berhubungan seks bisa diakibatkan beberapa faktor, seperti fibroid, endometriosis, kanker, dan sindrom ovarium polisistik. Makin awal diobati maka semakin besar kemungkinannya untuk sembuh. Maka segeralah hubungi dokter jika mengalaminya.
7. Sakit sementara
Bila rasa sakit hanya terjadi sementara mungin berkaitan dengan siklus haid Anda. Selain itu, bisa juga berhubungan dengan posisi bercinta Anda yang tidak nyaman atau disebabkan oleh hubungan personal yang renggang dengan pasangan.
DokterSehat.com – Secara alamiah tubuh akan melemah seiring bertambahnya usia. Hampir seluruh bagian tubuh akan mengalami perubahan termasuk alat kelamin. Pada pria usia 40 tahunan ukuran alat kelamin akan mengalami penyusutan, terlebih jika Anda jarang melakukan seks atau masturbasi.
Semakin tua usia Anda, otot-otot pun mulai mengendur, tulang makin rapuh, dan kulit mulai berkeriput. Begitu pula dengan kelamin yang akan menyusut terlebih bila tidak sering-sering digunakan.
Menurut pakar seksolog, Dr Naek L Tobing, faktor usia memang dapat membuat alat kelamin menyusut. Namun, penyusutan juga bisa disebabkan jika alat kelamin pria maupun wanita jarang bahkan tidak pernah digunakan untuk berhubungan seks. Penyusutan dapat terjadi pada semua bagian tubuh termasuk tangan dan kaki.
Sejalan dengan Naek, sebuah studi yang dilansir dalam Journal of Sexual Medicine juga menyebutkan bahwa testis akan menyusut pada usia sekitar 40 tahun. Normalnya, ukuran penis pria usia 30 tahunan akan mencapai 6 inci dan di usia 60-70 tahun panjangnya hanya 5 inci saja.
Menurut Goldstein, penyusutan penis bisa disebabkan berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Selain itu, tumpukkan lemak juga mengakibatkan terhambatnya aliran darah menuju penis sehingga menyebabkan penis mengecil. Kondisi ini dapat dilihat pada orang-orang yang mengalami obesitas
Meski begitu, Naek menjelaskan bahwa penis pria lanjut usia yang masih aktif berhubungan seks ukurannya lebih besar ketimbang pria yang jarang melakukan hubungan seks.
Penis pria berusia 60 tahun yang jarang berhubungan seks berukuran lebih kecil dibanding pria yang seumuran tapi masih aktif berhubungan seks.
Makin tua pria akan kehilangan kemampuan dalam melakukan hubungan seks sebab hormon testosteron yang dihasilkan tubuh juga makin menipis. Kondisi ini dapat mengakibatkan gejala andropause seperti rambut rontok, mudah lelah, libido menurun, penis mengecil, bahkan impotensi.
Naek menegaskan bila sebenarnya seks masih bisa dinikmati saat sudah tua. Masih ada pasangan yang sudah berumur 70 tahun tapi masih senang melakukan seks. Melakukan seks di usia tua sebenarnya hanya masalah keyakinan diri saja.
Naek menyarankan supaya setiap pria dapat mempergunakan alat vitalnya sebisa mungkin untuk melakukan seks dengan istri. Bila belum memiliki pasangan resmi disarankan untuk melakukan masturbasi bila sudah tidak tahan.