Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Ahli gizi dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK menyebut berat badan akan semakin bertambah saat mengasup banyak kalori tanpa diimbangi kegiatan yang bisa membakar kalori. Karena itu saat berbuka sebaiknya jangan mengonsumsi takjil berlebihan.
"Seperti makan kolak, kemudian dilanjut dengan air kelapa, lalu teh manis. Karena dapat menghasilkan kalori yang berlebih yang dapat menyebabkan kita justru bertambah gemuk ketika puasa," terang dr Fiastuti pada acara 'Puasa Sehat dan Nikmat Bersama Buavita Frutarian' di Masjid Istiqlal Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Rabu (17/7/2013).
dr Fiastuti menganjurkan agar saat berbuka puasa minum segelas jus buah. Karena jus buah tidak memiliki banyak serat dan mampu menggantikan gula dalam tubuh yang sempat turun selama puasa.
Sedangkan saat sahur sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang manis dan makan berlebihan. Alih-alih 'menabung' makanan agar tidak cepat lapar, makanan manis dan berlebihan bisa menyebabkan gula cepat naik dan cepat turun.
"Akibatnya belum apa-apa sudah lemas, lapar, haus dan sebagainya," ujar dr Fiastuti.
"Pada waktu sahur sebaiknya juga konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks agar kita dapat kenyang lebih lama," imbuhnya.
dr Fiastuti juga menjelaskan mengapa ada keluhan lemas di sore hari pada beberapa orang yang berpuasa. Menurutnya, cadangan energi dalam tubuh pada dasarnya hanya bertahan 10 jam. Jadi hal yang wajar kalau seseorang yang berpuasa merasa lemas mulai pukul 16.00.
"Tapi kalau sebelum 10 jam tapi sudah lemas. Mungkin ada yang salah ketika kita sahur," ucapnya.
(vit/vit)
"Saya ingin menegaskan, puasa itu bukan alasan untuk tidak olahraga. Kalau mau tetap bugar saat berpuasa ya seharusnya tetap melakukan olahraga. Lakukan saja yang ringan, tidak perlu yang berat-berat," ungkap dokter kesehatan olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/7/2013).
Yang penting untuk diingat adalah intensitas olahraga, tujuan dilakukan olahraga, dan faktor kemampuan dari orang tersebut. Jika terlalu memaksakan, dikhawatirkan ia malah akan mengalami dehidrasi dan kesulitan untuk meneruskan puasanya.
Menurut dr Michael, ada 3 tahapan waktu terbaik untuk melakukan olahraga saat bulan Ramadan sesuai dengan tujuannya, antara lain:
Tujuan 1: Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh
"Untuk tujuan ini, sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah sahur. Mengapa pagi hari? Sebab saat pagi hari biasanya suhu masih segar, sehingga tidak akan menimbulkan haus berlebihan," tutur dr Michael.
Komposisi olahraga pagi ini adalah latihan kardio 70 persen dan latihan angkat beban 30 persen. Contoh latihan kardio yang bisa dilakukan antara lain jogging, jalan cepat, dan bersepeda selama lebih kurang 30 menit. Sementara latihan angkat beban yang bisa dilakukan misalnya push up dan sit up. Latihan pagi ini juga bisa dilakukan bersama dengan olahraga, sehingga selain sehat juga bisa mempererat hubungan antara anggota keluarga.
Tujuan 2: Mempertahankan kekuatan otot
"Sedangkan untuk tujuan ini, sebaiknya dilakukan pada sore hari, yaitu lebih kurang 1,5-2 jam sebelum berbuka puasa. Lakukan olahraga dengan komposisi latihan kardio 50 persen dan latihan angkat beban 50 persen," ujar dr Michael.
Contoh latihan kardio misalnya sprint, sedangkan latihan angkat beban dengan menggunakan alat yang biasa ada di gym. Jika setelah melakukan latihan ini dirasakan lelah dan haus, tidak perlu khawatir karena dilakukan menjelang waktunya berbuka puasa.
Tujuan 3: Meningkatkan kekuatan dan kemampuan otot
"Tujuan ketiga ini tingkatannya lebih tinggi lagi, sebab tujuan utamanya adalah meningkatkan kekuatan otot, tidak hanya mempertahankannya," terang dr Michael.
Karena latihan ini dirasakan cukup berat, disarankan untuk melakukan latihan pada malam hari setelah ibadah salat tarawih. Lelah dan haus pada waktu ini tidak akan terlalu berpengaruh karena orang tersebut masih bisa langsung minum seperti saat latihan biasa.
Komposisi latihan pada waktu ini adalah latihan kardio 30 persen dan latihan angkat beban 70 persen. Untuk latihan ini biasanya lebih dilakukan secara individual. Jika dirasakan mempengaruhi pola tidur, maka setelah latihan biasakan untuk minum cukup air, glukosa, dan elektrolit. Seluruh elemen ini bisa didapat dari cairan isotonik dan air kelapa murni.
(vit/vit)
Cindy memang lebih suka olahraga menjelang berbuka puasa. Bagi Cindy, olahraga tak cuma untuk menjaga kesehatan tetapi juga bisa menjadi pengisi waktu sambil menunggu saatnya buka puasa. Lalu apa jenis olahraganya?
"Paling jogging saja sih, atau olahraga ringan lainnya. Paling skipping," kata Cindy saat ditemui di Kantor Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Jl Imam Bonjol Jakarta Pusat, dan ditulis pada Kamis (11/7/2013).
Cindy yang tengah menempuh pendidikan S2 di Sekolah Bisnis Manajemen MBA ITB tidak merasa takut kelelahan lalu batal puasanya. "Skipping, mungkin capek kalau lama. Tapi kalau cuma setengah jam, itu pun waktunya udah mau buka puasa, ya sekalian capek, sambil nunggu sebentar lagi buka," terang Cindy.
Di hari-hari biasa, Cindy selalu menyempatkan diri berolahraga minimal seminggu 2 kali. Selain hobi berenang, ia juga senang jogging dan sering melakukannya bersama teman-temannya. Apakah saat puasa masih sering berenang?
"Kalau renang ya nggak mungkinlah ya, nanti malah nggak sengaja keminum airnya," ucap dia.
(up/vit)
"Di bulan puasa ini saya mengingatkan, kalau memang ingin mendapat hadiah takwa, ya jangan masukkan barang haram di antara bibir," kata dr Hakim dari Komnas Pengendalian Tembakau saat ditemui di Kantor Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Jl Imam Bonjol Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2013).
Dalam berbagai kesempatan, dr Hakim selalu mengungkit hasil penelitian di luar negeri yang mengungkap adanya kandungan hemoglobin (Hb) babi dalam filter rokok. Hemoglobin merupakan komponen darah yang berfungsi untuk mengikat oksigen (O2).
Dalam filter rokok, penambahan Hb diharapkan bisa mengikat racun CO atau karbon monoksida yang mematikan. Kekuatan Hb dalam mengikat CO menurut dr Hakim memang jauh lebih kuat, kurang lebih 600 kali lebih kuat dibanding ikatan Hb dengan O2.
"Celakanya yang dipakai dalam filter rokok adalah pig hemoglobin (hemoglobin babi)," kata dr Hakim.
Perihal kandungan hemoglobin babi dalam filter rokok sudah kerap diperdebatkan. Pada tahun 2010, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pernah meneliti 10 merek rokok dan hasilnya, seperti dikutip dari majalah detik, tidak ditemukan adanya kandungan darah babi dalam filternya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, bulan puasa memang bisa dimanfaatkan sebagai momen yang tepat untuk berhenti merokok. Banyak yang mencoba berhenti selama sebulan, lalu bisa bertahan tidak merokok di bulan-bulan berikutnya atau bahkan berhenti sama sekali.
"Asal ada niat, pasti ada jalan," kata Dr Dewi Motik, MSi, Ketua Kowani saat dimintai komentar soal motivasi beberapa orang untuk berhenti merokok di bulan puasa.
(up/vta)
"Saat puasa khususnya di bulan Ramadan, tubuh akan menjadi kekurangan tidur dan utang tidur makin banyak. Ini membuat tubuh beradaptasi dengan cara mengantuk lebih sering dan tubuh menjadi lemas. Sangat wajar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT, yang akrab disapa dr Ade, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/7/2013).
dr Ade juga menambahkan, saat puasa di bulan Ramadan jam tidur pasti akan berkurang karena aktivitas makan sahur setiap malam menjelang pagi. Dengan rutinitas ini, jam tidur otomatis akan berkurang, tidak seperti biasanya.
Saat tidak sedang di dalam bulan Ramadan, jam tidur yang dianjurkan setiap hari adalah sekitar 7-8 jam. Namun, dengan pengurangan ini maka jam tidur dipastikan akan berkurang. Untuk memenuhi pengurangan ini, tubuh akan tetap berusaha memenuhi jam tidur tersebut, sehingga siang hari orang akan mengalami kantuk berlebihan.
Adanya rasa kantuk yang berlebihan akan membuat seseorang justru menjadi kebanyakan tidur, akibatnya tubuhnya menjadi lemas. Sebaiknya tetap lakukan aktivitas di jam yang memang sudah seharusnya, namun berikan waktu lebih kurang sekitar 15 menit di sela istirahat siang untuk beristirahat.
"Misalnya siang hari dia ngantuk terus tidur sampai sore tanpa ada aktivitas lain, maka akan memberi efek yang tak baik juga. Intinya, ini terjadi karena utang tidurnya masih banyak dan masih butuh tidur lagi," ungkap dr Ade.
Tidur saat berpuasa di bulan Ramadan sebenarnya sangat penting, agar metabolisme tetap lancar. Selain itu, tidur cukup akan menjaga nafsu makan tetap wajar dan tidak tidak berlebihan. Menurut dr Ade, kurang tidur akan membuat nafsu makan meningkat dan terus berpengaruh sampai saat buka puasa.
(vit/vit)