Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Pada trimester terakhir, ibu hamil rentan mengalami sesak napas. Hal ini pertumbuhan janin dalam kandungan yang mendorong naik sehingga terjadi perubahan pada diafragma dan paru-paru dari kondisi normalnya. Sesak napas pada ibu hamil juga bisa disebabkan gejala anemia dimana tubuh harus bekerja lebih keras untuk menyediakan oksigen yang cukup bagi ibu dan janin. Kondisi ini kemungkinan dapat menyebabkan gangguan dalam pemasokan oksigen sehingga mengakibatkan sesak napas. Berbeda halnya jika ibu memiliki penyakit bawaan seperti gangguan asma dan masalah pernapasan lainnya hingga memerlukan bantuan medis dalam pemberian penanganan yang sesuai.
Berikut ini beberapa cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil, yaitu:
1. Mengonsumsi makanan sehat
Selama kehamilan sebaiknya konsumsi makanan sehat untuk menjaga berat badan sehat Anda. Kurangi mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam sebab semua itu bisa meingkatkan berat badan Anda. Akibat ibu akan mengalami sesak napas yang lebih parah.
2. Perhatikan posisi tidur
Bila selama hamil Anda mengalami gangguan tidur malam hari sebaiknya tidurlah bersandar pada dua atau tiga bantal guna mengurangi sesak napas. Penyesuaian tidur yang lebih ekstra akan dialami pada kehamilan trimester ketiga. Anda mungkin akan mengalami gangguan tidur dua kali lebih besar dari masa kehamilan sebelumnya.
3. Lakukan Rileksasi
Rileksasi selama 10 menit tiap harinya terutama pada trimester akhir menjelang persalinan bisa membantu Anda dalam mengatur pernapasan menjelang persalinan dan bermanfaat menjaga kesehatan paru-paru Anda.
4. Hindari minuman berkafein dan bersoda
Sebaiknya hindari cola, kopi, dan teh selama hamil karena jenis minuman ini bisa meningkatkan pengeluaran cairan tubuh lebih tinggi dan bisa saja membuat Anda dehidrasi. Selain itu, teh dan kopi mengandung tannin yang bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang Anda konsumsi.
5. Perbanyak asupan zat besi
Makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran berwarna hijau gelap, daging merah, dan buah berry. Agar penyerapan zat besi dari makanan bisa maksimal sebaiknya tambahkan asupan makanan tinggi vitamin C seperti stroberi dan kiwi.
6. Lakukan olahraga teratur
Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau mengikuti latihan yoga sangat baik untuk mengatur pernapasan. Meski begitu, melakukan olahraga saat hamil harus mendapat persetujuan dari dokter terlebih dahulu.
Ternyata menyikat gigi saja tak cukup untuk menghilangkan penyebab napas tak sedap, sebab napas tak sedap bukan melulu disebabkan oleh gigi. Dikutip dari Boldsky, Selasa (14/5/2013) ini dia penyebab dari napas tak sedap di pagi hari:
1. Melewatkan Sarapan
Sarapan tidak hanya baik untuk perut Anda, tetapi juga untuk mulut. Makan pagi akan membantu untuk meningkatkan produksi air liur di dalam mulut dan membersihkan lidah Anda dari bakteri penyebab bau tak sedap.
2. Masalah Hati
Masalah hati seperti sindrom lemak hati atau penyakit kuning juga bisa membuat bau mulut. Hati bertanggung jawab untuk metabolisme lemak dan ketika itu tidak mampu dilakukan maka jumlah bakteri dalam mulut akan meningkat.
3. Luka di Dalam Mulut
Bisul atau luka-luka dibagian mulut dapat berubah menjadi penyakit. Hal ini juga dapat memungkinkan adanya perdarahan atau nanah di dalamnya. Inilah yang menyebabkan bau mulut karena pembentukan nanah dan infeksi.
4. Gusi Berdarah
Ketika menyikat gigi perhatikanlah apakah terdapat darah. Jika ya, kemungkinan besar terjadi gusi berdarah. Darah ini terkadang semakin terakumulasi dan menjadi basi. Darah basi akan menyebabkan kotor serta bau yang tidak sedap.
5. Infeksi Tenggorokan
Ketika Anda mengalami infeksi tenggorokan maka bakteri kadang-kadang memecah sel-sel dari saluran bronkial dan menghasilkan lendir yang berbau busuk.
6. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan salah satu alasan medis utama untuk bau mulut. Hal ini membuat mulut bau seperti ikan basi.
7. Diet
Diet kaya protein dapat menjadi salah satu penyebab mulut cenderung menjadi bau. Hal ini karena asam amino bertindak sebagai tempat berkembangbiaknya bakteri mulut.
8. Alkohol
Minum terlalu banyak alkohol dapat membuat kelenjar ludah mengering. Air liur biasanya bertindak sebagai media untuk membasuh bau yang menyebabkan bakteri di dalam mulut. Jika jumlahnya tidak cukup tentu akan menimbulkan bau mulut.
Nah, selain itu gangguan tidur atau sleep apnea serta obat-obatan (antidepresan dan beberapa obat yang menyebabkan diuretik) juga dapat menyebabkan keringnya produksi air liur di dalam mulut sehingga menimbulkan bau tak sedap.
Secara khusus peneliti menganalisis kandungan napas pasien yang disebut dengan volatile organic compounds (VOC). Dengan menganalisis VOC tersebut, peneliti mengaku sejauh ini metode yang mereka temuan ini mampu mendiagnosis risiko gagal jantung pada pasien yang baru saja diopname dengan akurasi mencapai 100 persen.
"Setiap individu memiliki 'jejak' napas yang berbeda antara satu orang dengan yang lain, tergantung pada apa yang terjadi pada tubuhnya. 'Jejak' itu dapat memberitahukan kepada kita segala aspek tentang pasien bersangkutan, termasuk apa saja yang memapari mereka dan penyakit apa yang mereka idap," terang ketua tim peneliti Dr. Raed Dweik dari department of pulmonary, allergy and critical care medicine, Respiratory Institute, Cleveland Clinic, AS.
"Itulah mengapa deteksi penyakit dengan analisis napas begitu menjanjikan karena metode ini bersifat non-intrusif sehingga tidak menimbulkan risiko apapun. Anda pun bisa melakukannya dimana saja, entah itu di klinik maupun rumah sakit," tambahnya.
Metode ini juga diklaim dapat memudahkan setiap orang untuk mengetahui risiko gagal jantungnya. Pasalnya, menurut US National Heart, Lung and Blood Institute, selama ini diagnosis gagal jantung harus mempertimbangkan sejumlah faktor seperti riwayat kesehatan, uji fisik agar tim dokter dapat mendengarkan detak jantung dan paru-paru pasien, termasuk pengecekan kaki dan perut pasien untuk memastikan apakah ada gejala penumpukan cairan pada organ-organ itu atau tidak.
Selain itu, tes darah dan penggunaan elektrokardiogram juga dapat memastikan risiko gagal jantung pada pasien.
Dalam studi ini, peneliti memastikan efektif tidaknya metode non-invasif untuk mengidentifikasi gagal jantung ini dengan cara mengumpulkan sampel napas 41 pasien yang telah diopname di Cleveland Clinic.
25 pasien diantaranya harus diopname di klinik karena didiagnosis dengan 'acute decompensated heart failure' sedangkan 16 pasien lainnya tidak menunjukkan gejala gagal jantung sama sekali namun pernah mengalami gangguan kardiovaskular lainnya.
Sampel napas tunggal partisipan diambil dari setiap pasien dalam kurun 24 jam setelah masuk klinik, begitu juga ke-36 pasien tambahan yang telah 'divonis' dengan acute decompensated heart failure sebagai perbandingan.
Dua jam setelah sampel napas dikumpulkan, keseluruhan sampel itu dianalisis menggunakan teknologi "mass spectrometry" untuk memindai kandungan molekuler dan kimiawi dari sampel-sampel tersebut. Sejumlah senyawa yang ditemukan dari sampel telah dipastikan berpotensi menjadi indikator gagal jantung.
Hasilnya menakjubkan, metode tes napas ini dapat mengidentifikasi seluruh pasien gagal jantung dengan tepat, bahkan cara ini benar-benar mampu membedakan antara kejadian gagal jantung dengan gangguan kardiovaskular lainnya.
"Teorinya, tes ini terbilang murah. Tapi tentu saja kami masih berada dalam proses sangat awal untuk menggali potensinya. Kami masih memerlukan banyak perbaikan agar metode ini dapat digunakan secara luas," tutupnya Dweik seperti dilansir dari health24, Jumat (29/3/2013).