Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 80 sampai 90 persen penduduk di negara-negara berkembang bisa dipastikan terinfeksi bakteri H. Pylori, yakni bakteri penyebab borok lambung yang bisa berkembang menjadi kanker lambung yang cukup mematikan. Bakteri ini umumnya terdapat pada seseorang yang mengalami iritasi atau borok di lambung.
Biasanya infeksi bisa dengan mudah diatasi dengan mengkombinasi berbagai jenis antibiotik, tapi dari beberapa kasus seperti ini sekitar 15 sampai 20 persen sulit diatasi dengan pemberian antibiotik.
Sebagaiman yang dilansir dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, Jed Fahey dan rekan-rekannya menemukan bahwa sulforaphane yang merupakan salah satu komponen dari brokoli ternyata terbukti ampuh membunuh bakteri-bakteri resisten tersebut.
Jed menyatakan bahwa selama ini sulforaphane diketahui hanya memiliki aktivitas antibakteri yang sederhana. Meski demikian, nyatanya potensi yang dimiliki terhadap H. Pylori walaupun strain-nya telah resisten dengan antibiotik-antibiotik konvensional lainnya, namun reaksi kandungan brokoli ini sangat mengejutkan dan sangat menggembirakan.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna mengetahui bahwa mengonsumsi sumber dari sulforaphane seperti brokoli mampu membunuh bakteri-bakteri tersebut. Bila temuan ini bisa diperkuat dengan penelitian-penelitian berikutnya maka bisa jadi sayur-sayuran juga bermanfat mengatasi infeksi yang disebabkan oleh H. Pylori.
Para peneliti menyatakan bahwa sampai saat ini belum bisa mengatahui pasti bagaimana sulforaphane bekerja sebagai anti infeksi. Meski demikian, uji coba yang dilakukan pada hewan telah berhasil mengungkapkan bahwa kemampuannya dalam mencegah pertumbuhan kanker adalah melalui peningkatan produksi protein-protein tertentu yang ternyata memiliki kemampuan untuk mendetoxifikasi penyebab-penyebab dari kanker tersebut.

DokterSehat.com – Diet untuk menurunkan berat badan identik dengan menahan rasa lapar. Namun, berbeda halnya dengan diet protein. Diet ini justru merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi menu diet yang nikmat dan memberi rasa kenyang lebih lama. Bila dilakukan dengan benar diet ini dapat menurunkan berat badan Anda secara optimal.
Diet tinggi protein dilakukan dengan mengonsumsi protein harian minimal 1, 5 gram per kilo dari berat badan atau 30-40 persen dari total kalori zat gizi makro yang dianjurkan. Jika dalam sehari seseorang membutuhkan 1800 kalori maka selama diet dianjurkan untuk mengonsumsi protein sekitar 45 sampai 218 gram per hari.
Dari hasil penelitian di Skotlandia diketahui bahwa diet tingggi protein yang dilakukan selama 8-12 minggu mampu menurunkan berat badan sebanyak 6,5 kg sampai 10 kg. Lemak menurun dari 36, 7 persen menjadi 34 persen. Lingkar pinggang pun menyusut mulai dari 6 cm hingga 9, 4 cm. Hasilnya akan lebih baik bila diet tinggi protein dibarengi dengan diet tinggi serat dan aktivitas fisik secara rutin.
Selama menjalankan diet ini seseorang akan memperbanyak konsumsi protein, terutama hewani serta mengurangi konsumsi karbohidrat. Dengan begitu, tubuh akan dipaksa membakar timbunan lemak lalu diubah menjadi energi sehingga berat badan pun dapat menurun dengan cepat. Anda juga akan merasa kenyang kbih lama karena gula darah stabil sepanajng hari.
Namun sayangnya, konsumsi tinggi protein namun rendah kadar karbohidrat dan serat dapat mengganggu kerja dan fungsi organ tubuh lainnya. Kerja ginjal akan lebih berat akibat meningkatnya sisa metabolisme protein sehingga dapat berisiko menyebabkan batu ginjal.
Selain itu, Kurangnya serat bisa menyebabkan usus menimbun banyak lemak, tulang kehilangan kalsium dan tubuh mengalami dehidrasi karena tingginya kadar protein dalam tubuh. Tak heran bila, seseorang yang menjalani diet ini memiliki tubuh ideal tapi ginjalnya rusak sehingga sering melakukan cuci darah.
Diet tinggi protein sebenarnya tidak dapat dilakukan oleh semua orang dengan berbagai usia. Hanya orang dewasa dengan kondisi tubuh yang sehat dan fungsi ginjal normal saja bisa menerapkan diet ini.
Perlu diketahui bahwa diet tinggi protein bukan berarti mengganti karbohidrat dengan protein. Diet ini meningkatkan konsumsi protein yang normalnya berkisar 10-20 persen menjadi 30-40 persen. Bila dilakukan dengan benar maka diet ini akan berdampak positif pada tubuh, seperti normalnya kadar gula dalam darah, lemak darah, hormon insulin, status zat besi dan vitamin B12.
Diet protei yang benar adalah dengan memasukan gizi lengkap dan seimbang dengan jumlah proporsi yang tepat antara 50 persen karbohidrat, 20 persen lemak, dan 30-40 persen protein.
Studi ini mempelajari apakah kandungan cokelat seperti flavanol dapat melindungi sel otak dari penyakit degenerasi dan demensia. Dari hasil penelitian saat ini ditegaskan sifat antioksidan polifenol, yaitu kelas yang lebih besar dari senyawa dan termasuk di dalamnya flavanol, dan ditetapkan bagaimana mereka bekerja melindungi otak dari tingkat sel.
Penelitian yang dipimpin oleh Annamaria Cimini dari University of L'Aquila, Italia ini menciptakan model selular dari penyakit alzheimer, diperlakukan dengan plak A? dan peptida A?, dan dihubungkan dengan neurodegenerasi. Menambahkan polifenol cokelat pada sel-sel ini mencetuskan produksi brain-derived neurothropic factor (BDNF), yang mendorong pertumbuhan neuron dan melawan kematian sel yang diakibatkan oleh stres oksidatif.
"Studi kami mengindikasikan pertama kalinya bahwa polifenol pada cokelat tidak hanya semata-mata sebagai antioksidan, tetapi secara langsung maupun tidak langsung juga mengaktifkan jalur hidup BDNF untuk menangkal kematian neuronal', ujar Cimini.
Dikutip dari Medicaldaily, (Senin 15/4/2013) hasil penelitian ini membenarkan bahwa kandungan flavanol dalam cokelat dapat melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif, atau setidaknya dapat mengurangi risikonya, seperti dipublikasikan dalam Journal of Cellular Biochemistry.
Karena percobaan ini hanya dilakukan pada sel manusia yang terisolasi, maka masih belum dapat dipastikan berapa banyak bubuk cokelat yang diperlukan atau cukup untuk dapat meningkatkan efek neuroprotektif BDNF.
Jika Anda masih belum yakin untuk menambahkan cokelat dalam asupan makanan, hasil studi sudah menegaskan bahwa setidaknya cukup konsumsi coklat dapat mencegah penurunan kognitif dan kematian neuronal.
Penelitian lain saat ini juga menambahkan manfaat cokelat bagi kesehatan tubuh, seperti untuk menghilangkan batuk yang berkepanjangan, mencegah serangan jantung, dan risiko stroke. Tapi hati-hati, cokelat juga dapat menstimulasi enkephalin, komponen dalam otak yang mengendalikan keinginan untuk konsumsi secara berlebihan.
(vit/vit)
Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)Konsultasi Dokter Gigi (drg)
Adi Suryanto Budhipramono, Dr., Sp.A