Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Pekerjaan. Show all posts
Showing posts with label Pekerjaan. Show all posts

Tuesday, May 14, 2013

Stres karena Pekerjaan & Gaya Hidup Tak Sehat Bisa Berujung Kematian

Jakarta, Telah lama diketahui jika stres atau tekanan akibat pekerjaan sanggup memberikan risiko penyakit jantung bagi para pekerja. Apalagi kadang para pekerja ini tak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk mencegahnya disamping rutinitas kerja yang tak ada hentinya. Sebuah studi baru pun menemukan jika hal ini dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat.

Kesimpulan ini diperoleh setelah tim peneliti menganalisis data lebih dari 102.000 pria dan wanita berusia 17-70 tahun di UK, Perancis, Belgia, Swedia dan Finlandia. Gaya hidup setiap partisipan digolongkan dalam tiga kategori: sehat, cukup sehat atau tidak sehat, berdasarkan faktor-faktor risiko seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktif tidaknya melakukan aktivitas fisik dan tingkat obesitas.


Dalam hal ini partisipan yang dikatakan mempunyai gaya hidup sehat diketahui tidak memiliki faktor risiko apapun, sedangkan partisipan yang gaya hidupnya cukup sehat hanya memiliki satu faktor risiko. Namun partisipan dengan dua faktor risiko atau lebih dikualifikasikan mempunyai gaya hidup yang tak sehat.


Menurut studi yang baru saja dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal ini, 16 persen partisipan dilaporkan mengalami stres akibat pekerjaan. 10 Tahun kemudian, peneliti menemukan angka kejadian penyakit arteri koroner mencapai 18,4 per 1.000 orang yang mengalami stres karena pekerjaan dan 14,7 per 1.000 orang yang tak merasakan tekanan pekerjaan.


Sedangkan angka kejadian penyakit jantung pada orang yang memiliki gaya hidup tak sehat hampir mencapai 31 per 1.000 orang dibandingkan pada orang yang gaya hidupnya sehat yang hanya 12 per 1.000 orang. Tapi ketika gaya hidup dan pekerjaan digabungkan, angka kejadian penyakit jantungnya meningkat menjadi 31,2 per 1.000 orang pada partisipan yang mengalami stres akibat pekerjaan dan memiliki gaya hidup tak sehat, padahal pada partisipan yang mengaku stres karena pekerjaan namun mempunyai gaya hidup sehat jumlahnya hanya 15 per 1.000 orang.


"Jelas jika risiko penyakit arteri koroner paling tinggi terlihat di antara partisipan yang dilaporkan mengalami tekanan pekerjaan dan gaya hidupnya tak sehat, sedangkan partisipan yang tertekan dengan pekerjaannya tapi gaya hidupnya sehat hanya berisiko separuh," tandas Dr. Mika Kivimaki dari departemen epidemiologi dan kesehatan publik, University College London, Inggris.


"Dengan kata lain studi ini memperlihatkan bahwa gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko penyakit arteri koroner secara substansial pada orang-orang yang tertekan dengan pekerjaannya," tambahnya seperti dilansir Health.com, Selasa (14/5/2013).


Peneliti pun menyimpulkan jika kondisi ini tak semata dapat diselesaikan dengan konseling untuk mengatasi stres. Para dokter juga diminta untuk lebih memperhatikan faktor risiko dari gaya hidup pada pasien yang mengaku stres karena tekanan pekerjaan.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Thursday, April 11, 2013

Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak

Jakarta, Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.

"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.

Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.

Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.

"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.

"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).

Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.

Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues. Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak

Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.

"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.

Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.

Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.

"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.

"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).

Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.

Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues. Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak

Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.

"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.

Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.

Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.

"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.

"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).

Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.

Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues.

(vit/vit)

Konsultasi Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG)

Bag. Obgin RSCM Jl. P. DIponegoro 71 Jakarta Pusat Tel:021-31934009

Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)

Bag. Saraf RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar 90245 Tel:510675-9



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung