Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Saturday, August 24, 2013

Penyebab Dari Penyakit Batu Ginjal

DokterSehat.com – Penyakit batu ginjal adalah penyakit yang terjadi pada ginjal atau saluran kencing dimana biasanya terasa adanya rasa sakit atau nyeri yang terasa dari bagian bawah pinggul hingga perut bagian bawah atau pangkal paha. Penyakit ini biasanya berupa adanya gumpalan yang keras dan membatu pada ginjal atau saluran kencing. Hal ini biasanya terjadi akrena adanya konsentrasi urine yang kemudian ditambah dengan adanya mineral yang menggumap dan adanya asam garam yang membentuk terjadinya batu ginjal.


Banyak sekali penyebab dari terbentuknya batu ginjal ini. Namun, pada umumnya penyebab utamanya berasal dari kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan konsumsi air putih mineral. Disamping itu ada juga faktor keturunan. Namun, faktor yang paling utama tentu saja pada gaya hidup, pola makan, dan juga ada tidaknya kebiasaan buruk yang dilakukan pada keseharian dari orang tersebut. Namun, ada juga penyebab-penyebab lainnya dengan berbagai kondisi yang beragam yang memicu adanya batu ginjal, yakni:

Jika asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki kandungan kalsium yang berlebihan. Ginjal pun dapat menyerap semua kalsium tersebut. Yang menjadi masalah adalah, kalsium berlebih tersebut dapat membentuk adanya batu kalsium fosfat.Telah adanya penyakit ginjal seperti renal tubular acidosis dan beberapa penyakit lain seperti diabetes atau hipertensi ternyata dapat meningkatkan resiko adanya pembentukan batu ginjal.Penyakit asam urat ternyata dapat memicu adanya pembentukan batu ginjal. Hal ini terjadi karena kadar asam urat dalam urine meningkat, yang kemudian membantu pembentukan batu asam urat secara signifikan.Penyakit radang usus besar juga dapat memicu pembentukan batu ginjalBerhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat kimia dalam waktu yang lama, karena ternyata dapa memicu resiko penyakit batu ginjal. Obat-obat tersebut diantaranya adalah diuretics, antacid berkalsium, indinavir, obat bagi penderita HIV, dan lain-lainnya.



Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, July 20, 2013

Kenali Penyakit Antraks Lebih Dekat

DokterSehat.com – Antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang dapat mnginfeksi kulit, saluran pencernaan, dan paru-paru. Antraks bisa menular dan berakibat fatal. Penyakit ini dapat menular ke manusia dari binatang seperti sapi, domba, dan kambing.


Penyebab


Bakteri Bacillus anthracis merupakan penyebab utama terjadinya penyakit ini. Bakteri ini dapat bertahan hidup dalam tanah dan produk hewan seperti wol selama puluhan tahun. Seseorang bisa terinfeksi antraks jika bakteri masuk melalui kulit, dan bisa juga akibat mengkonsumsi daging yang sudah tercemar atau disebabkan menghirup spora ataupun bakteri.


Gejala


Gejalanya dapat muncul dalam waktu 12 jam sampai 5 hari setelah terpapar bakteri. Infeksi kulit diawali munculnya benjolan merah-coklat yang membesar diikuti pembengkakan di sekelilingnya. Benjolan akan menjadi lepuhan dan mengeras, lalu tengahnya pecah dan mengeluarkan cairan bening, selanjutnya membentuk keropeng hitam. Kelenjar getah bening pada daerah yang terkena bisa membengkak dan penderita akan merasa tidak enak badam, sakit kepala, mual, muntah, demam, kadang otot terasa sakit.


Diagnosa


Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, didukung adanya riwayat kontak dengan hewan. Untuk mendiagnosis infeksi paru-paru, dapat diambil contoh dahak untuk dibiakkan; sayangnya  laboratorium tidak selalu bisa menemukan bakteri penyebabnya.


Pengobatan


Pengobatan dilakukan berdasarkan infeksinya. Infeksi kulit diobati dengan suntikan penisilin atau tetrasiklin maupun eritromisin per-oral. Sementara infeksi paru-paru diobati dengan penisilin intravena. Untuk mengurangi peradangan paru-paru bisa digunakan kortikosteroid. Bila pengobatan tertunda akibat diagnosis yang belum pasti maka kemungkinan bisa picu kematian.  Jika pengobatan tertunda (biasanya karena diagnosisnya belum pasti), maka kemungkinan akan terjadi kematian.


Pencegahan


Orang-orang yang memiliki resiko tinggi kontak dengan hewan (misalnya dokter hewan, teknisi laboratoriuim dan pekerja pemintalan tekstil yang mengolah bulu binatang) bisa mendapatkan vaksinasi.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Sunday, July 14, 2013

Vitiligo, Penyakit Kulit yang 'Menghantui' Para Perokok

Jakarta, Kebiasaan merokok tak hanya memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan jantung dan paru-paru, bahkan kulit pun bisa berisiko untuk terkena dampaknya. Vitiligo atau biasa disebut sebagai 'leucoderma' adalah salah satunya.

Vitiligo merupakan suatu kondisi di mana muncul bercak-bercak putih pada kulit, seperti dilansir Times of India, Kamis (11/7/2013).

Menurut Dr. Rickson Pereira, M.D, ahli dermatologi, mereka yang mengidap virtiligo umumnya mengalami harga diri rendah, sehingga enggan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bahkan bukan tidak mungkin vitiligo ini bisa berlanjut menjadi depresi.

Efek ini muncul karena sel-sel penghasil warna kulit yang disebut melanosit mengalami kematian. Meskipun penyebab kematian sel ini masih sulit dipahami oleh para ilmuwan, namun beberapa faktor seperti genetika, kesalahan sistem imun yang menyerang sel-sel tubuh itu sendiri (auto-immunity), dan peningkatan kerusakan sel akibat radikal bebas bisa menjadi penyebabnya.

Menurut para ilmuwan, salah satu penyebab penting kematian sel dalam vitiligo adalah akumulasi radikal bebas seperti hidrogen peroksida dan reactive oxygen species (ROS) atau spesies oksigen reaktif.

Merokok terbukti secara medis memiliki efek buruk pada hampir semua sistem tubuh manusia. Selain nikotin, perokok menghirup lebih dari 7.000 bahan kimia lain, sehingga kesehatan tubuh mereka secara umum menurun dan berdampak dalam jangka panjang.

Tak hanya berefek pada perokok aktif, perokok pasif pun bisa terkena dampak buruknya. Senyawa yang paling merusak dalam asap rokok antara lain tar, karbon monoksida, sianida, logam beracun (timbal, arsen, dan kadmium) dan radikal bebas. Merokok juga diketahui meningkatkan stres oksidatif dan menguras glutathione antioksidan alami dalam tubuh.

Sianida yang terkandung dalam asap rokok juga mencegah aktivasi vitamin B-12. Kekurangan vitamin B-12 memberi efek pada repigmentasi yang lambat. Oleh karena itu, merokok dapat mempercepat perkembangan penyakit dan menghambat proses repigmentasi.

Jika perokok sudah terkena vitiligo sebaiknya mengurangi atau berhenti merokok. Hindari juga terkena paparan asap rokok yang berlebihan agar tidak semakin parah kondisinya. Metode yang telah terbukti efektif untuk mengatasi vitiligo adalah dengan konseling individu maupun kelompok, serta terapi penggantian nikotin.

Selain itu, cobalah terapkan diet pelangi. Diet pelangi mencakup buah-buahan dan sayuran segar dalam berbagai macam warna untuk memenuhi kebutuhan antioksidan seperti karoten, anthocyanin, dan flavonoid yang membantu menghilangkan efek radikal bebas.

Selain melalui menu sehat, melakukan latihan yang menenangkan seperti meditasi dan yoga juga dapat membantu mengurangi stres terkait dengan vitiligo dan berhenti merokok.

(vit/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Saturday, July 13, 2013

Orang-orang Terkenal di Dunia yang Terus Berkarya Meski Punya 'Penyakit'

Jakarta - Setiap orang pasti ingin menjadi sempurna dan memiliki banyak kelebihan atau kemampuan. Tapi sayangnya tidak ada yang sempurna, bahkan orang terkenal sekali pun. Adapun yang harus kita lakukan adalah bagaimana melawan ketidakmampuan itu dan terus berkarya.

Berikut orang-orang dengan disabilitas dan penyakit yang dimilikinya, namun tetap mampu berkarya dan justru menginspirasi, seperti dirangkum detikhealth, Rabu (10/7/2013):



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, May 29, 2013

Hypochondriasis, Ketakutan Menderita Penyakit Serius

DokterSehat.com – Pola hidup yang tidak sehat membuat makin banyak orang yang menderita penyakit serius. Wajar saja bila Anda merasa khawatir jikalau penyakit serius berada di dalam tubuh Anda. Namun, bila rasa khawatir yang dialami berlebihan maka bisa jadi Anda menderita hypochondriasis.


Hypochondriasis merupakan gangguan psikologis yang membuat seseorang merasa terlalu takut bila mengalami penyakit serius. Gangguan ini paling sering dialami oleh orang yang berusia antara 20 sampai 30 tahun. Beberapa penderitanya juga mengalami kegelisahan atau depresi.


Penyebab


Normal saja bila tubuh manusia mengalami berbagai gejala dan sensasi seperti kedutan, nyeri, atau batuk. Pada penderita hypochondriasis, gejala ini dianggap sebagai suatu pertanda adanya penyakit serius dalam tubuh. Bila penderita mengalami sakit kepala maka pikirannya langsung tertuju pada tumor otak. Jika batuk maka penderita akan berpikir mengalami kanker paru-paru.


Belum diketahui pasti penyebab terjadinya hypochondria. Beberapa ahli menduga bahwa penyakit hypochondria merupakan jenis gangguan obsesif-kompulsif. Beberapa penelitian menemukan adanya perlawanan alami atau respon tubuh yang kemungkinan bertanggung jawab sebagai penyebab penyakit hypochondria. Orang dengan keadaan murung sering merasa cemas. Kecemasan bisa mengakibatkan rangsangan fisiologis dalam tubuh yang mencakup peningkatan denyut jantung, pusing, mual, sesak napas, berkeringat, dan sensasi lainnya. Jika Anda memiliki penyakit hypochondria, Anda salah menafsirkan tanda-tanda dan gejala sebagai bukti lebih lanjut dari penyakit, yang meningkatkan kecemasan Anda, dan pada gilirannya, mengintensifkan gejala Anda, menciptakan lingkaran setan.


Gejala


Penderita hypochondriasis terjadi pada orang yang sehat namun begitu mengkhawatirkan gejala ringan yang timbul ditubuhnya sehingga membuat pikirannya tidak tenang dan cemas terus menerus. Hubungan pribadi dan performa kerja seringkali menderita sebagaimana orang tersebut menjadi semakin terarah dengan isu kesehatan.


Diagnosa


Diagnosa pada hypochondriasis dipastikan saat kondisi berlangsung lama setidaknya 6 bulan dan gejala-gejala orang tersebut tidak dapat dihubungkan dengan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya.


Pengobatan


Pengobatan hypochondriasis sulit dilakukan karena penderita memiliki keyakinan bahwa sesuatu dalam tubuh merupakan kesalahan serius. Kondisi ini tidak bisa ditentramkan dengan mudah. Meski demikian, sangat diperlukan adanya kepercayaan dokter yang perduli, terutama bila jadwal kunjungannya teratur.


Bila gejala-gejala tidak mereda maka bisa dilakukan terapi untuk penelitian  dan pengobatan lebih lanjut. Pengobatan dengan Penghambat Reuptake serotonin, kelas antidepresan, kemungkinan efektif. Terapi cognitive-behavior bisa juga meringankan gejala-gejala.



Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Thursday, May 23, 2013

Awas, Penyakit Ricket Menyerang Anak-Anak

DokterSehat.com – Penyakit ricket umumnya dialami anak-anak kecil, namun sebenarnya orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini. Penyakit Ricket dapat muncul pada anak usia 6-18 bulan. Penyebab penyakit ini adalah kurangnya zat fosfor, kapur, atau vitamin D.


Rickets biasanya ditandai dengan gejala dahi selalu berkeringat, gampang tersinggung, gelisah, serta pembengkakan pada persendian dan tulang rawan yang menghubungkannya membentuk dua lingkaran yang keras. Benjolan ini akan terlihat jelas pada anak yang kurus dan pada penderita rickets yang gemuk biasanya bisa diraba.


Anak yang menderita rickets biasanya menunjukan perubahan fisik seperti berikut ini:

Kepalanya lama-lama akan berbentuk segi empatUbun-ubunnya akan tetap terbuka dalam waktu lamaPersendian tulang pergelangan lebih lunak dan lebih besar dari biasanya.Kaki penderita rickets akan berbentuk cekung atau cembungPerut menonjolMengalami sembelit

Dari hasil pemeriksaan darah, penderita rickets akan diketahui kekurangan fosfor dan zat kapur. Sementara hasil pemeriksaan sinar-X menunjukkan kekurangan perkembangan pada ujung tulang. Seorang wanita kecil akan menderita cacat pada panggul karena rakhitis maka akan mengalaminya sampai menginjak usia dewasa. Dia akan mengalami kesukaran dalam melahirkan anak.


Cacat yang disebabkan oleh rickets tidak bisa disembuhkan maka lebih diutamakan untuk melakukan pencegahan. Tapi, penyakit ini masih bisa diobati bila didiagnosis lebih awal.


Mengonsumsi asupan yang banyak mengandung zat kapur dan fosfor, seperti mengonsumsi susu murni bisa menjadi salah satu cara pencegahan yang efektif. Susu murni kaya akan fosfor, zat kapurm dan vitamin D. Selain itu, kandungan fosfor dan vitamin D juga bisa ditemukan pada kuning telur.


Tips yang harus anda lakukan:


1. Lengkapi asupan nutrisi anak dengan susu murni paling sedikit 1 liter tiap harinya. Kini sudah banyak susu yang dilengkapi dengan vitamin D.


2. Berikan satu kuning telur tiap hari untuk anak yang berumur lima sampai enam bulan ke atas.


3. Jemurlah setiap hari anak penderita ricket di bawah sinar matahari tentunya lebih baik bila dijmur sebelum pukul 9 agar kulit membentuk vitamin D.


4. Berikan sumber vitamin D lainnya seperti minyak ikan, mulai umur 3 sampai 4 minggu. Gantilah minyak ikan, berikanlah minyak hati halibut atau viosterol. Ini lebih baik bagi bayi yang gemuk. Berikan juga vitamin C secukupnya.


5. Sebagai pengganti sinar matahari berikanlah pengobatan dengan sinar quartz yang sudah ditingkatkan.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, April 24, 2013

Faktor Penyebab Penyakit paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Sesak nafas disebabkan oleh keterbatasan udara ke dan dari paru dimana saluran napas menjadi menyempit. Hal  ini diacu oleh bronkitis kronis dan emfisema, yang menimbulkan penyakit paru obstruktif kronik .


Berbeda dengan asma, keterbatasan aliran udara yang buruk reversibel dan biasanya akan semakin memburuk dari waktu ke waktu.


PPOK disebabkan oleh partikel berbahaya atau gas, paling sering dari merokok tembakau, yang memicu respon inflamasi abnormal pada paru-paru. Respon inflamasi di saluran udara yang lebih besar dikenal sebagai bronkitis kronis, yang didiagnosa secara klinis ketika orang secara teratur batuk dahak. Di alveoli, respon inflamasi menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru, proses yang dikenal sebagai emphysema. Kursus alami COPD ditandai dengan tiba-tiba worsenings sesekali disebut gejala eksaserbasi akut, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi atau polusi udara.


Merokok merupakan candu bagi setiap orang terutama para kaum adam.  Hal  ini dapat menyebabkan  resiko utama untuk COPD  karena tembakau kronis.  Di Amerika Serikat, 80 sampai 90% kasus PPOK disebabkan oleh merokok. Paparan asap rokok diukur dalam paket-tahun, rata-rata jumlah rokok yang dihisap paket harian dikalikan dengan jumlah tahun merokok. Tidak semua perokok akan mengembangkan PPOK, namun perokok terus menerus memiliki setidaknya risiko 25% setelah 25 tahun. Kemungkinan mengembangkan PPOK meningkat dengan bertambahnya usia dengan meningkatnya paparan asap kumulatif.


Paparan intens dan berkepanjangan untuk debu tempat kerja ditemukan di pertambangan batubara, pertambangan emas, dan industri tekstil kapas dan bahan kimia seperti kadmium, isosianat, dan asap dari pengelasan telah terlibat dalam pengembangan obstruksi aliran udara, bahkan dalam bukan perokok. Pekerja yang merokok dan terpapar partikel dan gas bahkan lebih mungkin untuk mengembangkan PPOK. Paparan debu silika intens menyebabkan silikosis, penyakit paru restriktif berbeda dari PPOK, namun, paparan debu silika kurang intens telah dikaitkan dengan kondisi seperti PPOK. Efek polutan kerja pada paru-paru secara substansial tampaknya kurang penting dibandingkan pengaruh merokok.


Studi di banyak negara telah menemukan bahwa orang yang tinggal di kota-kota besar memiliki tingkat yang lebih tinggi dari COPD dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah pedesaan. Perkotaan polusi udara dapat menjadi faktor yang berkontribusi untuk PPOK karena dianggap memperlambat pertumbuhan normal paru-paru meskipun penelitian jangka panjang diperlukan untuk mengkonfirmasi link belum dilakukan. Di banyak negara berkembang polusi udara dalam ruangan dari asap api memasak (sering menggunakan bahan bakar biomassa seperti kayu dan kotoran hewan) adalah penyebab umum dari PPOK, terutama pada wanita.


Beberapa faktor di samping paparan asap tebal diperlukan bagi seseorang untuk mengembangkan PPOK. Faktor ini mungkin merupakan kerentanan genetik. COPD adalah lebih umum diantara saudara-saudara dari pasien-pasien PPOK yang merokok dibandingkan perokok yang tidak berhubungan. Perbedaan genetik yang membuat paru-paru beberapa orang ‘rentan terhadap efek dari asap tembakau sebagian besar tidak diketahui.


Alpha 1-antitrypsin adalah suatu kondisi genetik yang bertanggung jawab untuk sekitar 2% dari kasus PPOK. Dalam kondisi ini, tubuh tidak membuat cukup protein, alpha 1-antitripsin. Alpha 1-antitripsin melindungi paru-paru dari kerusakan yang disebabkan oleh enzim protease, seperti elastase dan tripsin, yang dapat dirilis sebagai hasil dari respon inflamasi terhadap asap tembakau.


Sebuah kecenderungan untuk penyempitan jalan napas tiba-tiba dalam respon terhadap iritasi dihirup, hyperresponsiveness bronkial, merupakan karakteristik dari asma. Banyak orang dengan PPOK juga memiliki kecenderungan ini. Pada PPOK, kehadiran hyperresponsiveness bronkial memprediksi saja lebih buruk dari penyakit.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Penyakit yang Menandai HIV

DokterSehat.com – HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus ini melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan infeksi dan kanker. Pengidap HIV dikatakan memiliki AIDS ketika virus membuat penderita sangat sakit dan mereka mengembangkan infeksi tertentu atau kanker.


Kondisi Kulit Terkait dengan HIV / AIDS


HIV bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, pengidap AIDS kemungkinan besar akan menderita gangguan kesehatan, termasuk kulit. Bahkan, penyakit kulit seperti sarkoma kaposi (KS) bisa menjadi gejala awal seseorang terinfeksi HIV. Meski demikian, tidak semua orang yang terserang penyakit sarkoma kaposi menderita HIV/AIDS.


Sariawan dan HIV / AIDS


Sariawan merupakan infeksi mulut yang disebabkan oleh jamur candida. Umumnya sariawan ditandai dengan adanya bintik putih, lesi sedikit terangkat di mulut Anda yang biasanya di lidah atau pipi bagian dalam, terkadang di langit-langit mulut, gusi, amandel, atau belakang tenggorokan Anda. Lesi yang muncul mungkin bisa menimbulkan rasa sakit dan sedikit berdarah ketika menyikat gigi.


Infeksi candida bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti paru-paru, hati, dan kulit. Kondisi ini  lebih sering terjadi pada orang yang menderita kanker, HIV, atau kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Gejala yang muncul bisa lebih parah dan sulit ditangani bila penderita memiliki sistem kekebalan yang lemah.


Sarkoma Kaposi dan HIV / AIDS


Sarkoma Kaposi (KS) merupakan kanker yang terjadi pada kulit dan selaput lendir. Penyakit ini Kerap menyerang penderita HIV / AIDS. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes. Biasanya KS muncul seperti lesi keunguan atau gelap pada kulit. Karena sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat AIDS, KS dapat menyebar dengan cepat ke bagian lain dari tubuh, termasuk organ-organ vital.


KS dapat diobati dengan pembedahan (memotong lesi dan kulit di sekitarnya), kemoterapi (obat yang membunuh sel-sel kanker), terapi radiasi (dosis tinggi sinar-X atau radiasi lainnya), atau terapi biologis (menggunakan sumber daya tubuh sendiri untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Mengobati HIV itu sendiri biasanya merupakan pengobatan terbaik karena mengembalikan sistem kekebalan tubuh cukup untuk menyembuhkan KS.


Oral Hairy Leukoplakia Sebagai Tanda HIV / AIDS


Oral hairy leukoplakia adalah infeksi yang terjadi di dalam mulut berbentuk lesi putih di bagian bawah atau sisi lidah. Infeksi ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr dan dapat menjadi salah satu tanda-tanda pertama HIV / AIDS.


Penyakit ini bisa muncul rata dan halus atau timbul dan berbulu. Lesi tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun bisa sering kambuh. Jika perlu, oral hairy leukoplakia dapat diobati dengan asiklovir, obat untuk mengatasi herpes.


HIV / AIDS dan moluskum kontagiosum


Moluskum kontagiosum adalah infeksi yang ditandai dengan benjolan putih atau berwarna seperti daging halus pada kulit. Infeksi ini disebabkan oleh virus dan bisa menular. Kondisi ini tidak membahayakan, benjolan bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, pada penderita HIV yang daya tahan tubuhnya sangat lemah, infeksi bisa menjadi sangat kronis dan progresif. Jika perlu, benjolan bisa dihilangkan oleh dokter. Untuk mengobatinya, pasien akan diberikan obat asam retinoat atau imiquimod.





Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Monday, April 22, 2013

Penyakit Ginjal Polikistik Autosom Resesif

Juga dikenal sebagai penyakit polikistik infantil, gangguan autosom resesif yang jarang ini mungkin tidak terdeteksi sampai sesudah masa bayi. Selain kista pada ginjal, kista juga dapat ditemukan di dalam hati, pada penyakit hati yang bermakna.

PATOLOGI
Kedua ginjal sangat membesar dan secara makroskopis menampakkan banyak sekali kista di seluruh korteks dan medula. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan bahwa “kista-kista” merupakan dilatasi duktus kolektivus. Interstitium dan sisa tubutus mungkin normal pada saat lahir, tetapi perkembangan fibrosis inierstisial dan atrofi tubulus dapat mengakibatkan gagal ginjal.

Sebagian besar penderita juga mempunyai kista di dalam hati. Pada kasus-kasus yang berat, kista dalam hati dapat dihubungkan dengan sirosis, hipertensi porta, dan kematian karena varises esofagus. Apabila keparahan manifestasi butt melebihi keparahan manifestasi keterlibatan ginjal, gangguannya disebut fibrosis hati kongenital. Apakah penyakit polikistik infantil dan fibrosis ban kongenital merupakan ujung spektrum dari sebuah gangguan tunggal yang berlawanan atau gangguan autosom resesif tersendiri dengan manifestasi yang serupa, masih harus tetap ditentukan.

MANIFESTASI KLINIS
Penderita yang khas mempunyai massa pinggang bilateral pada saat lahir. Gangguan ini dapat dihubungkan dengan oligohidramnion, karena janin tidak menghasilkan urin yang cukup. Oligohidramnion dapat mengakibatkan sindrom Potter (hidung pesek, dagu berceruk, lipatan epikantus, telinga terletak abnormal rendah, kelainan tungkai), sebagai akibat kompresi janin, dan hipoplasia paru. Hipoplasia paru dapat menyebabkan kegawatan pernapasan neonatus, dengan pneumotoraks spontan. Hubungan antara gangguan perkembangan paru dan ginjal cukup sering untuk membenarkan pemeriksaan ultrasonografi ginjal pada semua neonatus yang menderita pneumotoraks spontan. Hematuria makroskopis atau mikroskopis dan hipertensi (yang mungkin berat) lazim ada. Fungsi ginjal dapat normal atau menurun, tergantung pada beratnya malformasi ginjal. Jarang, penderita sesudah masa bayi baru pertama kali datang dengan keadaan seperti-diabetes insipidus nefrogenik, insufisiensi ginjal atau hipertensi.

DIAGNOSIS
Diagnosis ditunjukkan dengan manifestast klinis dan didukung dengan ultrasonografi, yang menunjukkan pembesaran yang nyata dan hiperekogenik ginjal yang seragam. Karena pemeriksaan ultrasonografi ginjal dapat gagal menentukan kistanya, pielografi intravena dapat dipikirkan. Pictogram yang memuaskan akan menunjukkan kekeruhan duktus kolektivus yang mengalami dilatasi. Karena duktus-duktus ini berjalan dari korteks ke medula, mereka akan tampak seperti garis-garis radial yang serupa dengan jeruji roda. Tetapi pemeriksaan radiografi jarang dapat memperkuat diagnosis: (oleh karenanya pada keadaan yang bermasalah ini opsi pembedahan terBUKA terHadap hati dan ginjal kanan yang dilakukan pada akhir usia satu tahun adalah untuk memperkuat diagnosis dan memungkinkan nasehat gcnetik.

Diagnosis banding meliputi penyebab-penyebab lain pembesaran ginjal bilateral, seperti displasia multikistik, hidronefrosis, tumor William, dan trombosis vena renalis.

PENGOBATAN
Pengobatannya bersilat supportif, mencakup manajemen hipertensi yang cermat.

PROGNOSIS
Anak dengan pembesaran ginjal yang berat dapat meninggal pada masa neonatus karena insufisiensi paru atau ginjal. Anak-anak yang mampu bertahan dapat hidup selama beberapa tahun sebelum terjadi insufisiensi ginjal. Selama masa ini, ukuran ginjal mengkerut dan hipertensi menjadi kurang berat. Bila terjadi gagal ginjal, dialisis dan tranplantasi ginjal harus dipertimbangkan. Pada penderita yang sedang menderita fibrosis hati, sirosis dapat mengakibatkan hipertensi portal, karenanya prognosisnya jelek.



Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, April 17, 2013

Barah, Penyakit Kelamin Akibat Perilaku Seks Tidak Sehat

DokterSehat.com – Sudah diketahui bahwa kebiasaan sering gonta-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kelamin seperti sifilis bahkan HIV AIDS. Kini kebiasaan buruk tersebut juga berdampak pada penularan penyakit kelamin barah yakni kencing bernanah bercampur darah.

Penyebab

Menurut dr Abdullah Reza Sp.Kk, penyakit kelamin barah muncul akibat perilaku seks yang tidak sehat seperti sering gonta-ganti pasangan. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kadar mutasi meningkat.

Barag bisa dialami pria maupun wanita. Pada laki-laki bisanya cenderung terkena barah paru. Sementara pada perempuan biasanya menyerang payudara.

Barah berbeda dengan penyakit raja singa. Barah merupakan penyakit yang diakibatkan pembelahan sel yang berlebihan. Sementara raja singa merupakan penyakit yang disebabkan infeksi treponema palidum.

Pengobatan

Pengobatan barah tergantung pada lokasi barah, jenis barah, tingkat keparahan, dan penyebaran barah atau metastasis. Hal ini disebabkan pengobatan barah yang membutuhkan waktu lama. Barah akan makin parah atau bahkan tidak dapat disembuhkan bila penderita memiliki kebiasaan merokok.

Pengobatan barah terdiri dari dua katagori, yaitu:

1. Operasi

Operasi dilakukan dengan pengangkatan barah lokal sampai jaringan atau kelenjar getah bening yang sudah tersusupi sel darah.

2. Medis

Pengobatan dengan pendekatan medis dilakukan dengan memberi obat-obat kemoterapi atau pemberian  radioterapi.

pf button both Barah, Penyakit Kelamin Akibat Perilaku Seks Tidak Sehat

Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Monday, April 8, 2013

Pembekuan Darah, Penyakit Orang Pasif

DokterSehat.com – Pembekuan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT) umumnya terjadi pada orang yang cenderung pasif, seperti terlalu banyak duduk dan kurang olahraga. Selain itu, DVT juga rentan terjadi pada orang yang memiliki varises dan penyakit jantung.

Penggumapalan darah bisa menjadi masalah serius karena dapat mempengaruhi organ tubuh penting lainnya. Pembekuan darah akan berbahaya bila muncul gejala berikut ini:

1. Tubuh akan merasa sakit. Berolahraga tida dapat menghilangkan rasa sakit tapi malah memperparah rasa sakit.

2. Bagian tubuh akan membengkak saat ada pembuluh darah yang tersumbat.

3. Sering mengalami kram di kaki saat malam hari.

4.  Perubahan warna kaki menjadi putih dan biru.

5. Daerah yang bengkak terasa panas dan hangat saat disentuh.

Untuk mencegah terjadinya DVT segera ubah kebiasaan pasif Anda menjadi lebih produktif. Berikut ini cara menghindari DVT sebagaimana dilansir dari Health:

1. Bergerak
Darah bisa menumpuk di kaki saat Anda duduk dalam waktu lama. Bila pekerjaan Anda menuntut untuk duduk dalam waktu lama, sebaiknya luangkan waktu berjalan-jalan setiap 1 atau 2 jam.

2. Hidup sehat
Segera ubah kebiasaan buruk seperti merokok atau makan berlebih agar berat badan tetap normal. Selain itu, minumlah banyak air untuk mengurangi risiko penggumpalan darah.

3. Hati-hati dengan obat-obatan tertentu
Risiko DVT juga dapat meningkat saat mengonsumsi pil kontrasepsi. DVT juga bisa diturunkan dari keluarga yang telah mengalami penyakit ini.

4. Mengetahui tanda dan gejala
DVT terkadang sulit diidentifikasi karena gejala yang ditunjukkan hampir sama dengan gangguan lain. Perhatikan bila kaki menunjukkan gejala seperti membengkak, sakit, kemerahan, mengalami perubahan warna, dan kulit terasa hangat saat dipegang. Bila gumpalan darah sudah menjalar ke paru-paru biasanya dapat menimbulkan sesak napas secara tiba-tiba

5. Lebih proaktif
Bila tubuh menunjukan gejala pembekuan darah, cedera, atau akan melakukan operasi, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Informasikan kepada ahli meida bila sedang mengonsumsi pil kontrasepsi, pernah menjalani operasi, melakukan perjalanan panjang, atau cedera dalam 8 minggu sebelumnya.



Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, April 7, 2013

Penyakit Kelamin Berbahaya Pada Pria dan Wanita

DokterSehat.com – Penyakit kelamin bisa dialami oleh pria maupun wanita. Umumnya penyakit kelamin disebabkan beberapa faktor seperti jamur, virus, bakteri, dan kutu. Penularan penyakit kelamin bisa melalui hubungan seks oral maupun secara langsung antar kelamin.

Kebiasaan berganti-ganti pasangan seks berisiko tinggi mengalami penyakit kelamin. Sebaiknya gunakan alat kontrasepsi seperti kondom sebagai alternatif untuk mencegah penularan penyakit melalui hubungan seks. Berikut ini beberapa penyakit kelamin pada pria dan wanita yang perlu diketahui:

Penyakit Kelamin Pria

1. Syphilis

Penyakit kelamin syphilis bisa menular melalui hubungan seks. Penyakit jenis ini dapat dialami pria maupun wanita. Gejala syphilis akan muncul dalam waktu 3 bulan setelah berhubungan seks. Pengobatan syphilis dapat dilakukan dengan pemberian penicilin. Tapi, penyakit kelamin ini sangat rentan menular, tidak hanya pada alat kelamin saja tapi juga dapat menyerang seluruh tubuh.

2. Gonorhea dan Chlamiydia

Penyakit kelamin jenis Gonorhea dan Chlamiydia biasanya disebabkan oleh bakteri. Kelamin akan mengalami infeksi setelah berhubungan seks dalam beberapa minggu. Gejalanya, sering keluar cairan dari kelamin,  sakit saat buang air kecil, namun terkadang gejala yang ditunjukkan kerap diabaikan penderitanya. Sebagai upaya pencegahan dan pengobatan biasanya dokter akan memberikan antibiotik sesuai takaran.

3. Herpes

Penyebab utama herpes adalah virus herpesviridae. Penyakit ini memiliki risiko yang cukup membahayakan karena virusnya akan tetap berada di dalam tubuh dan bisa kambuh kapan saja. Penyakit ini sulit diobati secara total karena virus masih berada dalam tubuh. Seseorang bisa tertular dalam rentang waktu 3 – 10 hari setelah melakukan hubungan intim dengan penderita herpes dan menghilang dalam waktu 5-10 hari.

4. Infeksi jamur

Penyakit yang disebabkan oleh jamur bisanya menunjukkan tanda gatal-gatal dan memerah di bagian bawah kulit kelamin pria yang tidak sunat. Penyebab utama timbulnya penyakit ini adalah alat kelamin sering lembab dan kurang terjaga kebersihanannya seperti jarang mengganti pakaian dalam dan mencuci alat kelamin setelah buang air kecil. Penyakit ini bisa diobati dengan menggunakan krim anti jamur.

5. Bisul kutil kelamin

Virus Human Papiloma (HPV) menjadi penyebab utama timbulnya penyakit kelamin ini. Gejala penularan berupa bisul di alat kelamin dapat muncul setelah beberapa bulan melakukan hubungan seks. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil.

6. Kutu kelamin

Rambut kemaluan bisa menjadi sarang kutu yang berukuran sangat kecil. Untuk membunuh kutu bisa dilakukan dengan menggosokkan obat cair pada rambut kemaluan. Penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga daerah kemaluan supaya tetap kering dan tidak lembab. Gantilah pakaian dalam Anda minimal 2 kali sehari.

Penyakit Kelamin Wanita

1. Human papillomavirus (HPV)

HPV merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus akibat hubungan seks. Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya tapi perlu Anda ketahui bahwa salah satu jenis virus HPV merupakan penyebab kanker serviks. Munculnya HPV dapat diketahui dengan screening kesehatan seksual. Periksakan kesehatan organ reproduksi Anda minimal satu kali setiap tiga tahun.

2. Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Jika dibiarkan PID dapat mengakibatkan ketidaksuburan. Pid biasanya ditunjukkan dengan gejala seperti perubahan bau pada vagina, sakit bagian pinggul saat berhubungan seks, dan pendarahan yang tidak teratur. Terkadang gejala yang ditunjukkan tidak begitu kentara sehingga penderita terlambat menyadarinya.

3. Bacterial vaginosis

Penyakit kelamin jenis ini biasa menginfeksi vagina wanita diusia produktif. Gejala penyakit ini mirip dengan infeksi biasa seperti gatal, muncul aroma amis, dan perubahan lain dalam vagina. Bila Anda mengalami gejala tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter untuk menekan risiko PID.



Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung