Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Berdasarkan survei yang dilakukan tim peneliti dari Southampton University terhadap lebih dari 100.000 responden wanita ini pun terungkap bahwa pola kerja selain shift harian permanen dapat meningkatkan peluang gangguan siklus menstruasi hingga 33 persen dan keguguran sebesar 29 persen.
Dan bagi wanita yang hanya bekerja di malam hari, mereka berpeluang 80 persen lebih sulit untuk bisa mengandung dibandingkan wanita yang jam kerjanya siang hari. Mereka juga dua kali lebih mungkin dikategorikan ke dalam kelompok 'sub-fertile', atau gagal hamil dalam kurun waktu satu tahun.
Menurut Dr. Linden Stocker, seorang dokter anak yang juga sering mendapat shift malam, mengatakan bahwa masalahnya waktu tidur dan bekerja yang tak tentu tampaknya mengganggu jam biologis wanita, padahal hal itu juga membantu mengendalikan fungsi-fungsi kunci wanita seperti produksi hormon, mengatur suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung.
Walaupun begitu, Dr. Stocker juga tak dapat mengesampingkan faktor lain seperti pekerja sistem shift yang biasanya mempunyai gaya hidup tak sehat seperti makan sembarangan atau malas berolahraga.
"Kami tak benar-benar memahami mengapa pekerja shift berisiko tinggi terkena penyakit tertentu tapi shift kerja semacam ini jelas-jelas berdampak terhadap fungsi biologis, fungsi psikologis sekaligus fungsi sosial seseorang," terang Dr. Stocker seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/7/2013).
Lagipula meski Dr. Stocker menemukan kaitan antara gangguan tidur dan masalah kesuburan tapi itu tidaklah membuktikan bahwa satu hal menyebabkan lainnya, begitu juga sebaliknya.
"Kalaupun temuan kami telah dikonfirmasi studi lain, berarti ada implikasi yang akan diterima oleh pekerja shift dan rencana reproduksi mereka. Untuk itu pola shift kerja yang lebih 'ramah' bisa diadopsi," tambahnya.
Namun Dr. Stuart Lavery, pakar kesuburan dari Hammersmith Hospital, West London mendesak para wanita usia melahirkan (20 persen dari pekerja shift malam) untuk tidak berhenti dari pekerjaannya sampai penelitian ini dikonfirmasi.
"Toh tak ada buktinya berganti pekerjaan dapat meningkatkan kondisi reproduksi Anda," pungkasnya.
(vit/vta)
Bekerja dengan sistem shift merupakan sebuah tuntutan dan tidak bisa dielakkan lagi bagi petugas pemadam kebakaran, polisi atau pekerja medis. Sehingga Anda perlu menyusun rencana untuk membantu tubuh menyesuaikan diri dengan jam kerja yang tidak teratur.
Seperti dikutip Besthealth, Selasa (19/3/2013), berikut adalah tips-tips agar pekerja shift mampu mendapatkan kualitas tidur yang baik dan mengurangi risiko berbagai penyakit akibat pergeseran waktu tidur, antara lain:
1. Melewatkan peluang
Shift kerja benar-benar dapat memberikan tekanan yang besar bagi tubuh dan waktu. Hal ini menempatkan seseorang pada risiko kesehatan dan membuat waktu berkumpul dengan keluarga semakin berkurang.
Bahkan, meski Anda membutuhkan tambahan penghasilan pun, berpikirlah dua kali sebelum menerima tawaran untuk bekerja lembur atau shift malam. Biaya yang diperlukan untuk mengatasi risiko kesehatan ke depannya, mungkin jauh lebih tinggi dari pendapatan tambahan.
2. Komunikasikan dengan pasangan
Shift kerja membuat Anda tidak memiliki banyak waktu bersama keluarga, sehingga Anda perlu mengkomunikasikan pilihan Anda untuk bekerja shift malam dengan keluarga. Berikan pengertian pada pasangan bahwa Anda mungkin tidak mampu melakukan tanggungjawabnya untuk mengurus anak-anak sepenuhnya pada hari-hari kerja.
3. Berikan peringatan pada tubuh selama 3 hari
Ketika Anda mengalami perubahan besar dalam jadwal kerja yang mengharuskan Anda untuk bekerja shift malam, mulailah mengubah waktu tidur sejak 3 hari sebelumnya. Pada hari pertama, jika biasanya Anda tidur pukul 22.00, tundalah tidur hingga pukul 24.00.
Begitu juga pada hari kedua dan ketiga dengan menambahkan waktu tunda secara bertahap. Hal ini bertujuan agar tubuh tidak terlalu kaget dengan perubahan siklus tidur dan mampu menyesuaikan diri dengan cepat.
4. Pertahankan jadwal tidur
Anda perlu menjaga agar jadwal tidur-bangun teratur pada waktu yang hampir sama setiap harinya. Hal ini bertujuan agar tubuh dapat memahami siklus kapan Anda perlu terjaga dan kapan Anda perlu tidur.
5. Pergeseran shift disesuaikan searah jarum jam
American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan orang-orang yang bekerja dalam shift berputar, sebaiknya meminta sang manajer untuk menjadwalkan pergeseran berikutnya searah dengan jarum jam, dimana shift baru dimulai lebih lambat dari sebelumnya.
Misalnya, jika Anda baru saja menyelesaikan shift kerja dari pukul 03.00-11.00, Anda akan lebih waspada dan tidur lebih baik jika pergeseran shift berikutnya adalah dari pukul 11.00-07.00.
6. Bangun dan berjalan-jalan di luar rumah
Jangan menghabiskan waktu Anda di siang hari hanya untuk tidur, dengan alasan mengganti jam tidur di malam hari. Tetapi Anda juga perlu mendapatkan sinar matahari, sehingga begitu bangun tidur berjalan-jalanlah atau berolahraga di luar rumah.
Sinar matahari akan memberi isyarat jam biologis bahwa sudah waktunya untuk kembali waspada dan siap untuk bekerja kembali di malam hari.
7. Jangan mengemudikan kendaraan sendiri
Sebanyak dua per tiga dari pekerja shift melaporkan bahwa dirinya selalu pulang bekerja shift dalam keadaan mengantuk dan masih harus mengemudikan kendaraan. Padahal mengemudi sambil mengantuk merupakan penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar.
Lebih baik naik kendaraan umum, menyewa taksi, atau meminta salah seorang anggota keluarga untuk menjemput Anda seusai bekerja shift malam.
8. Menciptakan suasana rumah yang kondusif untuk tidur
Komunikasikan dengan pasangan dan anak-anak agar menjaga suasana rumah tetap tenang, sehingga Anda dapat tidur dengan nyenyak.
(vit/vit)
Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)
Bag. Saraf RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar 90245 Tel:510675-9
Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)
RS Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan