Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Terinfeksi. Show all posts
Showing posts with label Terinfeksi. Show all posts

Monday, July 22, 2013

Selulitis, Kulit Bagian Dalam Terinfeksi

DokterSehat.com – Selulitis merupakan infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam akibat bakteri streptokokus atau stafilokokus atau bakteri lainnya. Dalam kondisi normal kulit memiliki berbagai jenis bakteri, namun kondisi kulit yang utuh menjadi penghalang yang efektif untuk mencegah masuknya bakteri dam pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Bila kulit robek, bakteri dapat masuk dan berkembangbiak sehingga menimbulkan infeksi dan peradangan.


Faktor resiko terjadinya selulitis:

Luka di kulitGigitan dan sengatan serangga, gigitan hewan, atau gigitan manusiaRiwayat diabetes dan penyakit pembuluh darah periferPemakaian obat imunosupresan atau kortikosteroidSetelah melakukan prosedur paru-paru, jantung, atau gigi

Gejala


Infeksi kerap kali ditemukan pada tungkai dan seringkali diawali dari:

Cedera ringan yang menyebabkan kerusakan kulitInfeksi jamur diantara jari-jari kakiLuka terbuka di kulit

Selulitis mengakibatkan munculnya beberapa gejala, antara lain:

Kulit tampak merahPeradangan yang terlokalisasiBengkakLicin diikuti nyeri saat ditekanKulit terasa hangat saat dirabaMuncul ruam kulit secara tiba-tiba dan berbatas tegasDapat disertai memar dan lepuhan-lepuhan kecil

Gejala lainnya adalah:

Sakit kepalaDemamMenggigilTidak enak badanNyeri otot

Pengobatan


Pengobatan yang tepat bisa mencegah penyebaran infeksi ke darah dan organ lainnya. Biasanya penderita akan diberikan penicillin atau obat jenis penicillin lain seperti cloxacillin. Bila infeksinya ringan maka bisa diberi sediaan per-oral (ditelan). Sebelum diberi sediaan per-oral biasanya pasien terlebih dahulu diberi suntikan antibiotik, bila:

Penderita sudah lanjut usiaDemam tinggiSelulitis menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya.

Bila selulitis menyerang tungkai, sebaiknya tungkai dibiarkan dalam posisi terangkat dan dikompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Sunday, May 12, 2013

3 Wanita Ini Meninggal karena Organ Donor Terinfeksi Virus Langka

Melbourne , Baru-baru ini dikabarkan tiga wanita asal Australia meninggal dunia satu bulan setelah menerima organ donor dari seorang pria. Ternyata kematian itu akibat serangan virus langka yang disebarkan oleh tikus.

Karen Wilkinson (44), Carmelina Sirianni (63) dan Gurpal Sandhu (64) sama-sama menerima donor organ dari seorang pria bernama Jovo Vranjesevic. Namun ketiganya meninggal dunia dengan jarak masing-masing enam hari dan hanya sebulan pasca transplantasi.


Vranjesevic sendiri meninggal dunia akibat stroke 12 hari setelah kembali ke Melbourne, Australia. Sebelumnya pria berusia 57 tahun itu sempat tinggal di rumah saudaranya di Serbia selama tiga bulan pada tahun 2006. Usut punya usut, ternyata ketika tinggal di Serbia, pria ini terserang lymphocytic choriomeningitis, sebuah infeksi akibat virus yang disebarkan oleh tikus rumahan kendati ia tidak meninggal karenanya.


Salah satu perwakilan dari tim koroner, Audrey Jamieson mengungkapkan ketiga wanita ini juga mengalami komplikasi yang serupa dengan Vranjesevic beberapa hari pasca prosedur transplantasi yang mereka jalani pada tahun 2007 dan kesemuanya terbukti meninggal dunia akibat virus tersebut.


Dari pemeriksaan intensif barulah diketahui jika keluarga Vranjesevic tidak dimintai keterangan oleh tim dokter terkait isu kesehatan yang (mungkin) dimiliki oleh pria ini sebelum memutuskan untuk mendonasikan organ-organnya.


Keterkaitan antara empat kasus kematian itu pun terungkap setelah dilakukan autopsi atas jenazah Carmelina Sirianni. "Penemuan virus LMCV ini terjadi pada bulan yang sama setelah kematian ketiga resipien," kata Jamieson seperti dilansir Telegraph, Kamis (9/5/2013).


"Hingga ditemukannya virus itu, saya sepakat jika strain virus ini tak pernah ditemukan pada manusia, dengan demikian tak dapat diidentifikasi ketika dilakukan pengambilan organ hingga transplantasi oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Virus LMCV ini dapat dikatakan jenis arenavirus (virus yang biasanya menginfeksi tikus) baru dan belum pernah terlihat sebelumnya," tambahnya.


Dari kasus ini Jamieson mengatakan kematian ketiganya sangatlah tragis namun tak dapat diramalkan. Itulah mengapa menurut Jamieson, prosedur screening sebelum menjalankan transplantasi organ dianggap sangat perlu. Jamieson juga meminta ditingkatkannya komunikasi antara para dokter, staf rumah sakit dan keluarga pasien.


"Tapi bukan berarti saya bermaksud mencegah orang-orang untuk mendonorkan organnya mengingat angka donor organ di Australia terbilang rendah dibanding negara-negara lainnya," tandas Jamieson.


Pasangan Wilkinson, Rae Moran mengaku ia menerima hasil temuan tersebut dan mengatakan kecelakaan yang terjadi saat transplantasi ini memang 'tak dapat diramalkan'.


"Saya kira risiko terulangnya kejadian seperti ini sangatlah kecil dan sebaliknya program transplantasi ini sendiri benar-benar bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya. Saya masih harus berterima kasih karena saya tahu keluarga pendonor tentu juga menghadapi keputusan yang sulit di waktu yang sama ketika ayah dan suami mereka meninggal dunia," pungkas Moran.


 


Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung