Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Anaknya. Show all posts
Showing posts with label Anaknya. Show all posts

Thursday, May 2, 2013

Kondisi Sering Pingsan Dapat Diturunkan Orang Tua pada Anaknya

Jakarta, Jika Anda termasuk orang yang sering pingsan dalam kondisi tertentu, maka Anda perlu memberi peringatan pada anggota keluarga lain. Hasil penelitian yang baru dilakukan menemukan bahwa sering pingsan dapat diturunkan orang tua kepada anaknya.

Pingsan umumnya terjadi ketika otak tidak menerima cukup aliran darah, walaupun ada kondisi lain yang mengakibatkan seseorang pingsan.

"Kadang-kadang pingsan juga bisa terjadi karena ada masalah jantung yang serius, misalnya masalah dengan irama atau katup jantung," ungkap Samuel Berkovic, penulis utama dan peneliti epilepsi di University of Melobourne, Australia. "Beberapa dari mereka juga dapat diwariskan walaupun jumlah kasusnya masih jarang," lanjutnya seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (18/4/2013).

Para peneliti kemudian menelusuri kondisi genetik keluarga atau yang dikenal sebagai sinkop vasovagal, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat melihat darah atau berada dalam tekanan emosi yang tinggi. Studi yang dipublikasikan dalam Neurology ini menemukan 6 keluarga sering pingsan, dari total 44 keluarga yang terlibat.

Keluarga terbesar dalam penelitian ini memiliki 30 anggota yang secara teratur sering mengalami pingsan sejak usia 8-9 tahun, sementara keluarga yang lain beranggotakan 4 hingga 14 orang dengan kondisi serupa. Para ahli kini menyelidiki apakah gen memiliki peran di balik hasil penelitian ini.

"Harapannya jika kita dapat menemukan jumlah gen yang mampu menyebabkan sinkop tersebut, maka pada kasus yang parah dapat diberikan perawatan yang lebih baik dan dapat diungkapkan bagaimana mengatasinya," ungkap Berkovic.

"Perawatan yang diberikan saat ini pada dasarnya adalah hanya menghindari dehidrasi dan menghindari berdiri terlalu cepat. Banyak orang yang memiliki sinkop berulang. Namun kadang obat yang diberikan tidak terlalu efektif, sehingga bisa kambuh lagi dan belum ada pengobatan yang lebih baik selain itu," tambahnya.

Selain genetik, obat juga terkadang dapat menimbulkan efek pingsan. Sebuah studi menemukan bahwa obat prazosin, yang umumnya diberikan untuk mengobati tekanan darah tinggi, melepaskan pembuluh darah, dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh, pada orang dengan tekanan darah normal dapat memberikan efek kompresi pembuluh darah dan menyebabkan pingsan.

Hubungan genetik di dalam keluarga mengarah kepada suatu daerah pada kromoson 15 dan para peneliti yakin ada satu gen yang benar-benar menyebabkan kondisi tersebut, namun masih dilakukan proses identifikasinya.

(vit/vit)

Adnan Suryatna Wiharta, Dr., Sp.A(K)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Friday, April 12, 2013

Semakin Sedikit Anaknya, Kemungkinan Panjang Umur Makin Besar

Jakarta, Sebagian besar masyarakat masih percaya dengan mitos banyak anak banyak rezeki. Namun alih-alih menambah penghasilan, beban keluarga yang harus ditangung malah semakin banyak. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa semakin sedikit anak, kemungkinan hidup seseorang juga semakin lama.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Gothenburg, Swedia. Hasilnya menegaskan adanya hubungan antara fungsi reproduksi dan umur seseorang. Salah satu faktor yang amat menentukan adalah telomere, yaitu tutup pelindung pada ujung kromosom spesies. Panjang telomere mempengaruhi usia individu.

Telomere akan memendek tiap kali terjadi pembelahan sel dari tahun ke tahun sampai tak lagi bisa melindungi kromosom hingga sel akhirnya mati. Panjang telomere sangat bervariasi antar individu, bahkan pada usia yang sama. Penyebabnya karena panjang telomere diwariskan dari orang tua dan dipengaruhi oleh paparan stres.

"Hal ini penting, paling tidak untuk spesies kita sendiri, karena kita semua harus berurusan dengan stres yang selalu meningkat," kata peneliti, Angela Pauliny seperti dilansir Medical Xpress, Senin (1/4/2013).

Dalam penelitian ini, para peneliti mempelajari angsa teritip, salah satu spesies burung yang berumur paling panjang, yaitu hingga 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan spesies burung lainnya, angsa teritip memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjaga panjang telomerenya.

Alasannya diduga karena spesies berumur panjang lebih banyak berinvestasi dalam mempertahankan fungsi tubuhnya ketimbang bereproduksi. Peneliti menemukan adanya hubungan antara fungsi reproduksi dan penuaan pada hewan. Misalnya gajah yang memiliki umur panjang tapi keturunannya sedikit, sementara tikus hidup untuk waktu yang singkat tapi menghasilkan banyak keturunan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa telomere terbaik ditemukan pada angsa jantan, sehingga telomere memendek lebih cepat pada angsa betina. Pada unggas, jenis kelamin yang berbeda memiliki kromosom berbeda. Menariknya, hal itu berlawanan pada manusia," kata Pauliny.

(pah/vta)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung