Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Kanker kelenjar getah bening atau limfoma merupakan pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel di sekitar kelenjar getah bening. Limfoma biasanya ditandai dengan adanya benjolan di daerah node seperti di ketiak, belakang leher, dan pangkal paha. Tidak semua limfoma bisa tumbuh di daerah terdeteksi. Waspadalah bila terdapat benjolan, munculnya benjolan bisa disebabkan oleh:
1. Infeksi virus, penyembuhannya bisa dengan mudah dilakukan dengan antibiotik dan biasanya berlangsung satu atau dua minggu.
2. Tuberkulosis, yang terdeteksi lebih dini bisa dengan mudah disembuhkan dan yang membutuhkan perawatan medis yang lebih khusus.
3. Kanker, hanya bisa didiagnosis dengan biopsi. Bila ada beberapa benjolan yang sudah berkembang selama beberapa waktu, maka sebaiknya segera periksakan ke hematologi.
Tanda-tanda lain adalah keringat dingin saat malam hari, penurunan berat badan yang signifikan, kehilangan napsu makan, dan kelesuan.
Ada berbagai jenis dan subtipe limfoma namun umumnya bisa dibagi menjadi dua kategori besar, yakni Hodgkins dan Non-Hodgkin. Limfoma Hodgkins jauh lebih mudah disembuhkan dan prognosisnya amat baik ketimbang limfoma Non-Hodgkin.
Stadium 1 Limfoma berada pada satu kelompok kelenjar geth bening
Stadium 2 Limfoma berada pada dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening dan terletak di satu sisi diafragma (sekat antara rongga perut dan rongga dada).
Stadium 3 Terdapat lebih dari dua kelompok kelenjar getah bening yang ada di dua sisi diafragma.
Stadium 4 Limfoma telah terjadi di organ tubuh lain seperti di paru-paru, perut atau di sumsum tulang.
Bila tahapan kanker sudah pada stadium 3 dan 4, maka proses penyembuhan bisa dilakukan dengan kemoterapi.
Setelah dilakukan biopsi dan didiagnosisbahwa tumor adalah kanker, maka CT scan akan dilakukan untuk tahap kanker. Pada limfoma, susmsum tulang akan diperiksa apakah sumsum tulang membawa kanker juga. CT scan dapat dilakukan dengan teratur selama kemoterapi untuk menentukan reaksi dari pengobatan tersebut.
Pada akhir perawatan, CT scan dan akhir PET scan dilakukan untuk mengkonfirmasi adanya sel-sel kanker. Pengobatan kemoterapi dapat berlangsung antara enam sampai delapan bulan dan satu bulan lebih untuk memulihkan diri dari efek Kemoterapi.

DokterSehat.com – Kanker tiroid terjadi di sel-sel tiroid, yakni kelenjar yang ada di leher dan berbentuk seprti kupu-kupu. Tiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur denyut jantung, suhu tubuh, tekanan darah, dan berat badan.
Penyebab
Kanker tiroid terbentuk saat sel-sel tiroid mengalami perubahan genetik atau mutasi yang memungkinkan sel tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Sel-sel yang abnormal bisa menyerang jaringan di sekitarnya dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.
Gejala
Awalnya kanker tiroid tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun. Namun, gejala bisa muncul saat kanker sudah berkembang, antara lain:
Terdapat benjolan di pangkal leherSulit menelanSuara menjadi serakPembengkakan kelenjar getah beningSakit pada leher dan tenggorokanDiagnosis
Berikut ini pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosa kanker tiroid:
Pemeriksaan fisik di bagian leher untuk melihat adanya benjolan tiroid dan pembengkakan kelenjar getah bening.Pemeriksaan darah, termasuk pengukuran kadar thyroid-stimulating hormone (TSH) di dalam tubuh.USG yang dipandu dengan jarum biopsiTes pencitraan, seperti USG di leherPengobatan
Pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan kanker yang diderita. Adapun pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain:
OperasiKemoterapiTerapi hormon tiroidRadioaktif yodiumEksternal terapi radiasiPencegahan
Pola makan sehatMendapatkan kecukupan garamLakukan deteksi dini"Rokok itu secara langsung dapat memicu kanker karena 3 hal. Pertama, karena rokok itu karsinogen, jadi dia dapat memicu DNA dalam sel-sel untuk bermutasi dan menjadi kanker. Kedua, rokok itu toksik, banyak mengandung racun. Ketiga, rokok itu adiktif, jadi orang yang kecanduan sulit berhenti merokok," kata Dr. Sita Andarini, SpP(k), PhD kepada detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Dr Sita yang merupakan staf pengajar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan spesialis kanker paru di RSUP Persahabatan ini menjelaskan, ada berbagai jenis racun yang bersembunyi dalam dalam sebatang rokok. Selain terkandung tar dan nikotin, ada lebih dari 4.000 zat kimia dan 60 zat pemicu kanker.
"Pada perokok aktif, kemungkinannya untuk mengidap kanker adalah 13,6 kali lebih besar ketimbang yang non perokok. Sedangkan pada perokok pasif, kemungkinannya untuk berkembang menjadi kanker 4 kali lipat lebih besar ketimbang yang non perokok," terang dr Sita.
Oleh karena itu, merokok jelas merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Sudah sejak lama pula bahaya merokok ini digaungkan, namun masyarakat masih banyak yang belum menyadari atau menganggap remeh risikonya. Padahal jika dilihat secara statistik, angka kejadian kasus kanker seiring dengan laju pertambahan jumlah perokok.
"Dari data statistik kami melihat, sejak terjadinya kenaikan jumlah perokok di Indonesia, terjadi kenaikan angka kasus kanker. Berbagai penelitian tentang rokok yang dapat memicu kanker juga sudah banyak. Jadi efek langsungnya memang ada," papar dr Sita.
(pah/up)
"Pada kanker paru, kemungkinan bertahan hidup pasien rata-rata 6 - 9 bulan. Penyebabnya karena kebanyakan pasien datang saat penyakitnya sudah dalam stadium lanjut. Penyebab utamanya adalah rokok," kata Dr. Sita Andarini, SpP(k), PhD, spesialis paru di RSUP Persahabatan kepada detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Pada stadium rendah, yaitu stadium I dan II, umumnya kanker paru tidak menimbulkan gejala yang berarti. Dr Sita menguraikan, penyebabnya karena di dalam paru tidak terdapat saraf untuk merasa nyeri, jadi kanker seringkali berkembang tanpa peringatan dini. Berbeda dengan kulit atau beberapa organ lain yang memunculkan rasa nyeri apabila terjadi sesuatu yang tak beres.
"Kalau masih kecil kankernya, sekitar 3 - 5 cm, pasien tidak akan merasa apa-apa. Bahkan terkadang suka tidak ketahuan dengan pemeriksaan. Kalau sudah merasa sesak napas dan batuk-batuk darah, biasanya kanker sudah mulai menyebar ke paru-parunya," jelas dr Sita.
Lebih lanjut lagi, dr Sita yang juga bertugas sebagai staf pengajar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI ini menyarankan, sebaiknya orang yang berisiko terkena kanker paru memeriksakan diri setiap setahun sekali. Deteksi dini bisa dilakukan lewat pemeriksaan foto toraks atau rontgen.
Apabila mengalami gejala batuk-batuk parah selama 2 minggu atau lebih, segera periksakan diri, terutama bagi mereka yang berisiko. Adapun yang berisiko terkena kanker paru adalah mereka yang punya kebiasaan merokok, bekerja di tempat yang berisiko terpapar karsinogen, serta berusia 40 tahun ke atas.
"Untuk tindakan preventifnya ya berhenti merokok, hindari polusi, pakai perlindungan saat bekerja di lingkungan yang berisiko, banyak berolahraga dan deteksi dini," imbuh dr Sita.
Pekerjaan yang berisiko terkena kanker paru seperti yang dimaksud dr Sita adalah pekerjaan seperti pembuat kaca karena berisiko menghirup silika, pengolahan aspal, pertambangan, serta pabrik logam. Terkadang, faktor genetik juga ikut memainkan peran.
(pah/up)
Menurut data Kementerian Kesehatan, diperkirakan ada sekitar 61,4 juta perokok aktif di Indonesia. Sekitar sekitar 97 juta warga Indonesia yang tidak merokok terpaksa berisiko ikut terkena penyakit karena menghirup asap rokok. Pada anak-anak, yang terpapar asap rokok jumlahnya sekitar 43 juta. Sebanyak 11,4 juta di antaranya masih berusia 0 - 4 tahun.
"Pada perokok aktif, kemungkinannya untuk mengidap kanker adalah 13,6 kali lebih besar ketimbang yang non perokok. Sedangkan pada perokok pasif, kemungkinannya untuk berkembang menjadi kanker 4 kali lipat lebih besar ketimbang yang non perokok," kata Dr. Sita Andarini, SpP(k), PhD, spesialis paru di RSUP Persahabatan kepada detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Asap rokok yang dibakar dan meracuni sekitar dapat terhirup oleh orang-orang di sekitarnya. Inilah yang membuat perokok pasif pada akhirnya berisiko juga terkena kanker. Dr Sita menjelaskan, ada 2 jenis asap yang dihasilkan saat seseorang membakar rokok, yaitu asap mainstream dan sidestream.
Asap mainstream adalah asap rokok yang dihisap dan dihembuskan kembali oleh perokok. Sedangkan asap sidestream adalah asap hasil pembakaran rokok. Dari segi kandungan senyawa kimia, ternyata di dalam asap sidestream konsentrasi senyawa berbahayanya lebih banyak ketimbang asap mainstream.
"Di dalam asap sidestream, partikel-partikelnya lebih kecil dan halus, sedangkan dalam asap mainstream partikel-partikelnya lebih besar. Nah, pada perokok pasif, kebanyakan yang masuk adalah partikel sidestream yang lebih kecil dan halus. Inilah yang memicu kanker. Makanya pada perokok pasif kanker parunya biasanya di daerah tepi," terang dr Sita.
Dr Sita menambahkan, selain terkandung tar dan nikotin, ada lebih dari 4000 zat kimia dan 60 zat pemicu kanker dalam sebatang rokok. Dengan partikel rokok yang lebih halus dan kecil, tak heran jika perokok pasif ikut berisiko terserang kanker paru.
(pah/up)
"Di Indonesia, di RSUP Persahabatan, memang angka kanker paru meningkat pesat dalam waktu 10 tahun ini. Jika dulu angka TB (tuberkolusis) banyak, sekarang mulai bersaing dengan kanker paru," kata Dr. Sita Andarini, SpP(k), PhD, spesialis paru di RSUP Persahabatan kepada detikHealth, Kamis (30/5/2013).
Indonesia memang tercatat sebagai negara penyumbang kasus TBC nomor 4 di dunia setelah India, China dan Afrika Selatan. Diperkirakan ada 430 ribu kasus TBC baru dan 169 orang di antaranya meninggal setiap hari.
Dr Sita yang juga bertugas sebagai staf pengajar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI ini menjelaskan, pada pasien kanker paru, angka kematiannya terhitung tinggi. Penyebabnya karena pasien baru datang ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut, yaitu stadium III-B hingga IV.
"Pada pasien kanker paru dengan stadium III-B sampai stadium IV, itu sudah stadium lanjut, umumnya pasien hanya bisa bertahan 3 - 6 bulan. Kalau stadium I dan II masih bisa diatasi," terang dr Sita.
Peningkatan pasien kanker paru ini tak lepas dari peningkatan jumlah perokok. Data WHO tahun 2008 menyebutkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia menduduki peringkat 3 terbanyak di dunia setelah China dan India. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sebanyak 67,4 persen laki-laki dan 4,5 persen perempuan Indonesia adalah perokok aktif.
Jika dihitung, diperkirakan ada sekitar 61,4 juta perokok aktif di Indonesia. Di satu sisi, sekitar 97 juta warga Indonesia yang tak merokok terpaksa ikut berisiko terkena penyakit karena menghirup asap rokok. Pada anak-anak, yang terpapar asap rokok jumlahnya sekitar 43 juta. Sebanyak 11,4 juta di antaranya masih berusia 0 - 4 tahun.
Yang menyedihkan, peningkatan jumlah perokok justru banyak dijumpai pada remaja dan anak-anak. Di antara anak-anak berusia 10 - 14 tahun, terdapat peningkatan jumlah perokok hingga 6 kali lipat dari tahun 1995 hingga 2007. Jika yang merokok di tahun 1995 ada 71.126 anak, maka di tahun 2007 jumlahnya melonjak jadi 426.214 anak.
Akibatnya, diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang yang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok, tak terkecuali kanker paru. Penyakit ini tak hanya mengganggu kesehatan, namun juga finansial. Di tahun 2010, beban ekonomi makro akibat penggunaan tembakau mencapai Rp 245,41 Trilyun.
"Untuk kanker sendiri, angka pasien dengan kanker paru dalam 10 tahun ini meningkat 5 kali lipat," pungkas dr Sita.
(pah/up)
DokterSehat.com – Khasiat minyak zaitun sudah dikenal sejak dulu. Hampir seluruh dunia menggunakan minyak yang diperoleh dari buah zaitun atau Olea europaea ini untuk mengolah makanan sampai terapi penyakit tertentu.
Ada tiga jenis minyak zaitun, yakni:
1. Extra Virgin Olive Oil, jenis ini paling banyak khasiatnya.
2. Olive Oil, biasa digunakan sebagai pengganti minyak untuk menggoreng.
3. Virgin Olive Oil, biasa untuk campuran masakan atau hidangan tumisan.
Minyak zaitun mengandung monounsaturated fattu acids dan juga unsur-unsur anti oksidan yang tinggi di dalamnya. Jadi, tak heran bila minyak ini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Berikut ini khasiat minyak zaitun bagi kesehatan tubuh:
1. Mengurangi Kolesterol Jahat (LDL)
Minyak zaitun jenis extra virgin efektif menurunkan kolesterol LDL. Sudah banyak riset yang membuktikan bahwa minyak zaitun mampu menurunkan secara total kadar kolesterol dan kolesterol jahat.
2. Mencegah Kanker
Mengonsumsi minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari sejumlah penyakit kanker seperti kanker rahim, kanker colon, kanker ovarium.
3. Khasiatnya sama dengan ASI
Menurut hasil riset di Spanyol tahun 1996 menunjukkan bahwa kandungan lemak dalam ASI termasuk jenis lemak yang berantai tunggal. Kandungan ini juga ditemukan dalam minyak zaitun. Karena itulah minyak zaitun bermanfaat layaknya ASI.
4. Membunuh Kutu di Kepala
Minyak zaitun juga berkhasiat membunuh kutu di rambut. Dalam beberapa jam saja minyak zaitun bisa membunuh kutu di kepala hingga 276.
5. Menekan Radang Sendi
Hasil penelitian terhadap 145 orang pengidap radang sendi di Yunani menunjukkan bahwa minyak zaitun baik untuk melindungi tubuh dari penyakit radang sendi.
6. Mengurangi Risiko Terkena Tukak Lambung
Menurut hasil studi dari kandungan gizi dalam minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi timbulnya penyakit tukak lambung.
7. Merawat Kesehatan Kulit dan Kecantikan
Dalam bidang kecantikan dan perawatan kulit minyak zaitun sering digunakan dalam body lotion dan cream. Untuk perawatan wajah, minyak zaitun bisa dicampur dengan masker lalu dioleskan langsung di kulit wajah. Produk kecantikan yang mengandung minyak zaitun dipercaya bisa membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit serta memperlancar proses regenerasi kulit sehingga membuat kulit tidak mudah berkerut dan terjaga kelembabannya.
Minyak zaitun juga berkhasiat mengencangkan payudara, menghaluskan kulit, menguatkan kuku, serta mengurangi kulit yang menebal di telapak kaki. Untuk merawat kesehatan kulit di tubuh secara keseluruhan bisa dioleskan ketika mandi. Kulit tubuh pun akan terjaga kelembabannya dan terlihat lebih bercahaya.
Khasiat Minyak Zaitun dari Menghaluskan Kulit Hingga Mencegah Kanker, 5.0 out of 10 based on 1 ratingDokterSehat.com – Retinoblastoma merupakan kanker di retina, yakni daerah mata bagian belakang yang peka terhadap cahaya. Kanker ini umumnya menyerang anak yang berusia kurang dari 5 tahun.
Penyebab
Kanker di retina ini disebabkan tidak adanya gen penekan tumor yang bersifat genetik. Sekitar 10% penderita retinoblastoma memiliki saudara yang juga menderita retinoblastoma dan mendapatkan gennya dari orang tua.
Jenis kanker ini bisa menyerang salah satu ataupun kedua mata dan bisa menyebar sampai ke kantung mata dan otak melalui saraf penglihatan.
Gejala
Penderita retinoblastoma bisanya akan mengalami gejal berikut ini:
Mata julingPupil berwarna putihNyeri dan mata merahIris di kedua mata berwarna tidak samaGangguan penglihatanBisa menimbulkan kebutaanDiagnosa
Diagnosa akan ditegakkan setelah dilakukan pemeriksaan berikut ini:
CT scan kepalaPemeriksaan mata dengan kondisi pupil melebarUsg mata (ekoensefalogram kepala dan mata)Pemeriksaan sumsum tulangPemeriksaan cairan serebrospinalPengobatan
Pengobatan yang dilakukan tergantung dengan ukuran dan lokasi tumor. Tumor yang masih kecil bisa diobati dengan bedah laser. Sementara tumor yang sudah menyebar ke luar mata akan dilakukan terapi penyinaran dan kemoterapi.
Bila pengobatan tidak berpengaruh terhadap kanker maka kemungkinan perlu dilakukan tindakan pengangkatan. Bila kanker hanya menyerang satu mata maka keseluruhan bola mata diangkat bersamaan dengan sebagian nervus optikus.
Bila kanker menyerang kedua mata maka akan dilakukan teknik bedah mikro khusus untuk menghancurkan atau mengangkat tumor agar kedua mata tidak perlu diangkat. Atau salah satu mata diangkat dan pada mata yang lainnya dilakukan terapi penyinaran atau bedah mikro untuk mengendalikan tumor.
Setelah dilakukan pengobatan usahakan untuk memeriksakan mata setiap 2-4 bulan. Bila kanker kembali kambuh maka kemoterapi bisa diulang.
Pencegahan
Jika memiliki keluarga dengan riwayat retinoblastoma, sebaiknya segera lakukan konsultasi genetik untuk membantu meramalkan resiko terjadinya retinoblastoma pada keturunannya
Secara spesifik, studi ini menemukan bahwa pria yang paling bugar ketika berusia 50 tahun di tahun 1970-an berpeluang paling kecil untuk terserang kanker paru-paru atau kanker usus 20-25 tahun kemudian.
Bahkan semakin bugar seorang pria yang divonis mengidap kanker paru-paru. kanker usus atau kanker prostat ketika menginjak usia di awal 50-an, maka semakin kecil kemungkinan mereka untuk meninggal karena penyakitnya tersebut.
"Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang tak hanya ingin menurunkan risiko penyakit jantung tapi juga kankernya. Pasalnya ada dua hal yang tak bisa Anda ubah yaitu gen dan usia Anda. Tapi Anda bisa jadi lebih bugar," tandas Dr. Susan Lakoski, seorang dokter ahli penyakit jantung dari University of Vermont, AS yang memimpin studi ini seperti dilansir NBCNews, Selasa (21/5/2013).
Temuan ini didasarkan pada pengamatan terhadap data rekam medis lebih dari 17.000 pasien Cooper Institute, Dallas yang didirikan oleh penemu istilah 'aerobik', Dr. Kenneth Cooper. Awalnya seluruh partisipan menjalani tes kebugaran pada kunjungan pertama mereka ke institut tersebut, kemudian institut ini mencatat rekam medis setiap partisipan.
Tingkat kebugaran partisipan diukur dengan MET atau metabolic equivalent of task. "Satu MET itu sama dengan duduk di sofa," terang Lakoski.
Saat diminta menjalani tes treadmill dimana partisipan diminta berjalan cepat di sebuah tanjakan, rata-rata pria paruh baya dapat mencapai 9 MET, sedangkan para atlet dapat mencapai lebih dari 15 MET dan atlet elit 20 MET.
Tapi dalam studi ini, partisipan yang paling tak bugar mampu tetap berada di treadmill dengan kecepatan penuh kurang dari 13,5 menit jika usianya 40-49 tahun; kurang dari 11 menit jika usianya 50-59 tahun dan kurang dari 7,5 menit jika usianya lebih dari 60 tahun.
Lalu 20-25 tahun kemudian, 2.332 partisipan dilaporkan didiagnosis dengan kanker prostat, 276 terkena kanker usus, sedangkan 277 partisipan divonis kanker paru-paru. 347 partisipan lainnya diketahui meninggal dunia akibat kanker-kanker tersebut, disamping 159 partisipan yang diketahui meninggal karena penyakit jantung.
Dari situ peneliti menyimpulkan jika partisipan yang paling fit berpeluang 68 persen lebih kecil untuk terserang kanker paru-paru dan berisiko 38 persen lebih kecil untuk mengidap kanker usus dalam kurun waktu 20 tahun mendatang. Kalaupun partisipan mengidap kanker, mereka yang paling bugar dikatakan secara signifikan berpeluang lebih kecil untuk meninggal dunia akibat ketiga jenis kanker tersebut.
Dengan kata lain, Lakoski menyatakan bahwa untuk setiap penambahan tingkat kebugaran pada pria maka risikonya untuk meninggal dunia akibat kanker berkurang hingga 14 persen dan dari penyakit jantung sebesar 23 persen. Tapi obesitas tidak berpengaruh sama sekali terhadap hal ini.
Namun Lakoski dan American Society of Clinical Oncology (ASCO) sepakat jika temuan ini bukan berarti menunjukkan bahwa pria yang paling bugar pasti lebih kuat dan lebih mampu bertahan dari kanker yang diidapnya. Sebab hormon-hormon seperti prostaglandin dan insulin tampaknya juga memainkan peranan penting, disamping sistem kekebalan dan sebuah proses yang disebut dengan oksidasi yang dapat merusak sel-sel tubuh berikut DNA-nya.
(vit/vit)
Tim dokter menemukan gen penanda kanker prostat yaitu BRCA2 dalam tubuh pria yang tak disebutkan namanya ini setelah ia menjalani percobaan klinis di Institute of Cancer Research, London.
Baru-baru ini aktris terkemuka Hollywood, Angelina Jolie juga memutuskan untuk melakukan prosedur mastektomi ganda atau pengangkatan kedua payudaranya setelah ditemukan gen BRCA1 dalam tubuhnya yang memberinya risiko terkena kanker payudara sebesar 87 persen.
Sebelumnya, baik gen BRCA2 maupun gen BRCA1 diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium namun belakangan kedua gen ini juga dikaitkan dengan kanker prostat.
Usut punya usut, ternyata pria yang memiliki beberapa anak dan tinggal di London ini diketahui mempunyai sanak keluarga yang juga menderita kanker payudara dan kanker prostat tapi kemudian meninggal dunia.
Tak mau mengalami nasib yang sama, pria yang mengaku gelisah dengan risiko yang dimilikinya ini pun memutuskan untuk mengangkat prostatnya meski sebenarnya dari luar kelenjar prostatnya tampak sehat-sehat saja.
Tim dokter juga sempat enggan melakukan operasi terhadap pria ini karena khawatir jika prosedur tersebut dapat membuatnya mandul, termasuk menimbulkan efek samping seperti beser permanen dan disfungsi seksual yang akan menghantuinya seumur hidup.
Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (21/5/2013), nyatanya setelah dilakukan scan MRI dan tes antigen spesifik prostat (mendeteksi peningkatan kadar protein yang berkaitan dengan kanker), tim dokter juga tak menemukan adanya kecacatan pada prostat pria ini.
Hingga akhirnya tim dokter sepakat dan bersedia melakukan prosedur pengangkatan prostat pada pria ini setelah mereka mengambil sampel jaringan dari kelenjar prostat pria ini dan menemukan adanya perubahan ganas yang meskipun sangat kecil namun ditengarai sebagai indikasi kanker prostat pertama pada pria ini.
Dokter bedah yang terlibat dalam prosedur ini, Profesor Roger Kirby mengaku ia mungkin akan tetap menolak untuk melakukannya jika pada pasien ini tidak ditemukan gen BRCA2.
"Meski jumlah sel-sel kanker yang kami temukan pada pria ini relatif rendah sehingga sebenarnya tidak perlu buru-buru dilakukan operasi untuk mengangkat kelenjarnya, tapi mengingat apa yang kami ketahui tentang karakteristik BRCA2, ini jelas merupakan keputusan yang terbaik bagi si pasien," ujar profesor yang juga merupakan salah seorang dokter bedah prostat terkemuka di dunia ini.
Terbukti kondisi pria ini sekarang dikabarkan baik-baik saja, terlepas dari sejumlah efek samping yang diprediksi akan terjadi padanya cepat ataupun lambat.
(vit/vit)
DokterSehat.com – Kanker leher metastatik merupakan kanker leher yang terjadi akibat sel kanker yang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan di leher.
Penyebab
Kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening leher. Kanker bisa berasal dari laring (kotak suara), faring (tenggorokan), tonsil (amandel), dasar lidah, payudara, paru-paru, lambung, ginjal, usus besar, dan prostat.
Gejala
Penderita penyakit ini akan merasakan adanya benjolan di leher yang menyebar ke getah bening dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, penyakit ini juga ditandai dengan perubahan suara, pendarahan, pertumbuhan dalam mulut, serta kesulitan menelan.
Diagnosa
Diagnosis akan dipastikan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut ini:
1. CT scan kepala, leher, dan dada
2. Bronkoskopi (pemeriksaan bronkus)
3. Laringoskopi (pemeriksaan laring)
4. Esofagoskopi (pemeriksaan kerongkongan)
5. Biopsi (pengangkatan contoh jaringan untuk diperiksa secara mikroskopis).
Pengobatan
Bila sel-sel kanker ditemukan di dalam kelenjar getah bening leher yang membesar dan sumber kankernya tidak dapat ditemukan, maka dilakukan terapi penyinaran terhadap faring, tonsil, dasar lidah dan kedua sisi leher. Selain itu, dilakukan pula pengangkatan getah bening dan jaringan lain yang terkena.
DokterSehat.com – Pola hidup tidak sehat serta makanan cepat saji merupakan kombinasi yang dapat pemicu munculnya penyakit, seperti kanker payudara pada wanita.
Kedua hal tersebut bisa menyebabkan virus maupun bakteri masuk dan berkembang dalam payudara. Risiko terkena kanker akan meningkat berkali-kali bila seorang wanita memiliki gen kanker dalam tubuhnya.
Kanker payudara terjadi saat sel normal dalam jaringan payudara mengalami perubahan genetik hingga mengakibatkan sel-sel kanker berkembang tanpa kendali dan membentuk tumor.
Menurut American Cancer Society, satu dari delapan wanita akan terkena kanker payudara. Oleh karena itu, perlu diketahui sejak dini penyebab munculnya kanker agar Anda bisa mencegah lebih awal. Lalu, apa saja penyebab yang bisa memicu kanker payudara. Berikut ini beberapa penyebab yang bisa meningkatkan munculnya kanker:
Memiliki gen kanker
Perubahan genetik tertentu bisa mempengaruhi secara signifikan munculnya kanker payudara. Pada wanita gen BRCA1 dan BRCA2 sering bermutasi hingga menjadi kanker payudara. Wanita yang memiliki gen bermutasi BRCA berisiko 80 persen terkena kanker payudara.
Selain itu, gen HER2 juga berperan dalam perkembangan sel-sel kanker di payudara. Biasanya, wanita yang didiagnosa terkena kanker payudara akan ditentukan status HER2 tumor dan diputuskan hasilnya HER2-positif atau HER2-negatif. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif menderita kanker payudara, maka kondisi ini berguna untuk membantu menentukan pilihan terbaik dalam mengobati tumor.
Pemakaian pil KB
Menurut American Cancer Society dan Mayo Clinic, penggunaan pil KB bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Sementara itu, risiko kanker payudara akan secara otomatis menurun jika pemakaian pil KB dihentikan.
Obesitas
The National Cancer Institute menjelaskan jika kadar lemak dalam tubuh wanita bisa meningkatkan kadar estrogen dan risiko terkena kanker payudara. Selain itu, wanita yang mengalami menopause dan berbadan gemuk juga berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor dalam payudara.
Mengonsumsi alkohol
Penelitian yang dilakukan oleh The American Cancer Society menunjukkan jika wanita yang mengonsumsi lebih dari dua gelas minuman beralkohol tiap harinya maka lebih besar kemungkinannya mengalami kanker payudara.
"Pemeriksaan dini harus menjadi inisiatif perempuan dalam melindungi dirinya sendiri dari kanker serviks. Melalui deteksi dini dengan metode IVA ini, perempuan dapat terlindungi dari risiko kanker serviks," ujar dr Laila Nuranna, SpOG (K), spesialis obstetri ginekologi RSCM dan Koordinator Female Cancer Program Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FCP-FKUI).
Hal itu disampaikan dia dalam Peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) 2013 yang dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa, Jl H. Dogol, Jakarta, Selasa (14/5/2013.
Dalam acara ini, dr Laila yang juga sekaligus sebagai Ketua Panitia Bucekas 2013 melanjutkan pencegahan kanker serviks ini dapat dilakukan di puskesmas. Dari keseluruhan puskesmas yang ada di DKI Jakarta, sebanyak 240 puskesmas telah dilatih untuk memberi pelayanan pemeriksaan IVA.
Periode pemeriksaan IVA gratis ini berlangsung dari bulan Mei-Juni 2013, dengan waktu pelayanan mulai pukul 8 pagi hingga 12 siang. Pengerahan peserta pemeriksaan IVA gratis ini melibatkan para kader dan anggota PKK melalui sosialisasi program di puskesmas, serta didukung juga oleh anggota Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Propinsi DKI Jakarta.
"Program Bulan Cegah Kanker Serviks ini merupakan langkah positif untuk menyadarkan kaum perempuan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan," ungkap Veronika Basuki Tjahaja Purnama, Ketua YKI Propinsi DKI Jakarta, sekaligus istri dari Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM, dalam kesempatan yang sama.
Puskesmas pelaksana "Bulan Cegah Kanker Serviks 2013" antara lain:
1. Jakarta Pusat: Kec Gambir (Gambir, Petojo Selatan. Kec Johar Baru (Johar Baru, Galur, Johar Baru I, Johar Baru II, Kampung Rawa, Tanah Tinggi. Kec Kemayoran (Kemayoran, Cempaka Baru, Harapan Mulia, Kebon Kosong, Serdang, Utan Panjang. Kec Senen (Senen, Bungur, Kenari, Kramat, Kwitang, Paseban).
2. Jakarta Timur: Kec Cakung (Cakung, Cakung Barat). Kec Cipayung (Munjul). Kec Ciracas (Ciracas). Kec Duren Sawit (Duren Sawit, Malaka Jaya, Pondok Bambu II, Pondok Kelapa, Pondok Kopi I, Pondok Kopi II). Kec Jatinegara (Jatinegara, Balimester, Cipinang Besar Selatan I, Cipinang Besar Selatan II, Cipinang Besar Utara, Cipinang Cimpedak, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Rawa Bunga). Kec Kramat Jati (Kramat Jati). Matraman (Matraman, Kayu Manis, Palmeriam, Utan Kayu Selatan I, Utan Kayu Selatan II, Utan Kayu Utara). Kec Pulogadung (Pulogadung, Kayu Putih, Rawamangun).
3. Jakarta Utara: Kec Cilincing (Cilincing, Kalibaru, Semper Barat I, Sukapura). Kec Kelapa Gading (Kelapa Gading, Pegangsaan Dua). Kec Koja (Koja). Kec Pademangan (PKC Pademangan, Pademangan Barat). Kec Penjaringan (Penjaringan). Kec Tanjung Priok (Tanjung Priok, Sunter Agung, Warakas).
4. Jakarta Barat: Kec Cengkareng, Kec Grogol Petamburan, Kec Kalideres, Kec Kebon Jeruk, Kec Kembangan (Kembangan, Meruya Selatan, Srengseng), Kec Palmerah, Kec Taman Sari, Kec Tambora.
5. Jakarta Selatan: Kec Cilandak (Cipete Selatan, Pondok Labu). Kec Jagakarsa (Jagakarsa, Ciganjur, Srengseng Sawah). Kec Kebayoran Baru, Kec Kebayoran Lama, Kec Mampang Prapatan, Kec Pancoran (Pancoran, Duren Tiga, Pengadegan, Rawajati II). Kec Pasar Minggu (Pasar Minggu, Cilandak Timur). Kec Pesanggrahan (Pesanggrahan, Bintaro, Petukangan Selatan, Petukangan Utara, Ulujami). Kec Setiabudi (Setiabudi, Menteng Atas, Pasar Manggis). Kec Tebet (Tebet, Bukit Duri, Kebon Baru, Tebet Barat, Tebet Timur).
DokterSehat.com – Kanker paru merupakan penyakit ganas yang menyerang jaringan paru-paru. Perlu diketahui bahwa 90 persen penderita kanker paru adalah prokok aktif atau mantan perokok. Merokok satu pak per harinya bisa meningkatkan risiko kanker paru 10 kali lipat. Sementara merokok dua pak per hari bisa meningkatkan risiko kanker 25 kali lipat.
Jenis-Jenis Kanker Paru
Terdapat dua jenis utama kanker paru yang memiliki sifat yang berbeda dan memerlukan penanganan yng berbeda pula.
1. Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), yang terdiri dari:
Karsinoma squamosa, jenis ini merupakan jenis kanker paru paling umum. Kondisi ini bisa berkembang dalam sel yang menggarisi saluran udara. Kanker jenis ini kerap kali disebabkan oleh rokok.Adenokarsinoma, jenis kanker ini berkembang dari sel-sel yang memproduksi lendir atau dahak pada permukaan saluran udara.Karsinoma sel besar, sel kanker jenis ini bila dilihat dari mikroskop berbentuk sel-sel bulat besar yang disebut juga undifferentiated carcinoma.2. Small Cell Lung Cancer (SCLC)
Dari 80 persen kasus kanker paru merupakan jenis NSCLC.
Mesotheolima merupakan jenis kanker yang menyerang mesothelium, yakni membran tipis yang melapisi dada dan abdomen. Kanker jenis ini kadang dialami oleh orang-orang yang terpapar asbestos.
Penyebab Kanker Paru
Asap rokok merupakan penyebab utama munculnya kanker paru (tipe karsinoma). Diketahui bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia, sementara 50 jenis kandungan di dalamnya bersifat karsinogen dan beracun. Tercatat, 90 persen penderita kanker paru memiliki riwayat aktif merokok.
Faktor risiko kanker paru, antara lain:
PriaBerusia lebih dari 40 tahunMenggunakan tembakau untuk merokokHidup dalam lingkungan asap tembakau, asbes, dan radonGejala Kanker Paru
Tanda dan gejala kanker paru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diketahui dan seringkali dikacaukan dengan gejala sakit pada umumnya.
Sesak napasBatuk yang tak mereda lebih dari 2 mingguMengi saat bernapas pada orang yang bukan penderita asmaDahak berubah warna dan jumlahnya meningkatBatuk berdarahPerubahan suara menjadi kasar atau serak saat bernapasWajah dan leher membengkakBerat badan turun drastisNyeri saat menarik napas dalam-dalamDokterSehat.com – Kanker testis terjadi pada testis yang terletak di dalam skrotum atau biasa disebut dengan buah zakar. Pada dasarnya testis berfungsi untuk memproduksi hormon seks dan sperma. Kanker testis jarang terjadi, namun di Amerika kanker testis umum dialami pria yang berusia 15 dan 34.
Kanker testis masih bisa disembuhkan, bahkan saat kanker sudah menyebar ke luar testis. Pengobatan kanker testis tergantung pada jenis dan tahap kanker tersebut. Pemeriksaan testis secara teratur dapat membantu mengidentifikasi pertumbuhan kanker sejak awal, sehingga kanker lebih mudah diobati.
Gejala
Tanda dan gejala kanker testis termasuk:
Adanya benjolan atau pembesaran di salah satu testisBuah zakar berat sebelahRasa sakit di perut atau selangkanganAdanya timbunan cairan dalam skrotumRasa sakit atau ketidaknyamanan di testis atau skrotumPayudara membesarKanker testis biasanya hanya dialami oleh satu testis. Segera periksakan diri ke dokter bila Anda merasa sakit, bengkak atau muncul benjolan di testis atau daerah selangkangan, terutama jika tanda-tanda dan gejala berlangsung hingga lebih dari dua minggu.
Penyebab
Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya kanker testis. Normalnya, sel-sel sehat dalam testis tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga fungsi tubuh. Namun, terkadang beberapa sel mengalami kelainan sehingga menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkontrol dan tertimbun di dalam testis.
Hampir semua kanker testis berawal dari sel germinal, yakni sel di testis berfungsi memproduksi sperma. Namun, belum diketahui pasti apa penyebab perkembangan abnormal sel germinal menjadi sel kanker.
Pengobatan
Pilihan pengobatan kanker testis tergantung pada jenis, tingkat keparahan kanker, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker testis antara lain:
Operasi
Tindakan pengangkatan testis merupakan pengobatan utama bagi hampir semua tahap dan jenis kanker testis. Untuk mengangkat testis Anda, dokter bedah akan membuat sayatan di pangkal paha dan seluruh testis melalui lubang. Umumnya semua prosedur bedah berisiko menimbulkan nyeri, perdarahan dan infeksi.
Pada kanker testis stadium awal, pembedahan mungkin menjadi satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan. Setelah itu dokter akan menyarankan Untuk menjalani tes darah, CT scan dan prosedur lain untuk memastikan kanker kembali atau tidak. Prosedur ini biasanya dilakukan setiap beberapa bulan untuk beberapa tahun pertama dan kemudian lebih jarang setelah itu. Bila kanker testis lebih parah maka dokter akan merekomendasikan perawatan lain setelah operasi.
Terapi radiasi
Terapi radiasi merupakan pilihan pengobatan yang sering digunakan pada orang yang memiliki jenis kanker testis seminoma. Terapi radiasi juga digunakan dalam situasi tertentu pada orang yang memiliki jenis nonseminoma kanker testis. Terapi radiasi menggunakan sinar energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel kanker. Efek samping dari terapi ini bisa termasuk kelelahan, kulit kemerahan, iritasi pada perut, dan daerah selangkangan.
Kemoterapi
Pengobatan kemoterapi biasanya menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi akan mengalir ke seluruh tubuh untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin telah berubah dari tumor. Dokter Anda mungkin menyarankan kemoterapi setelah operasi. Kemoterapi dapat digunakan sebelum atau setelah pengangkatan kelenjar getah bening. Efek samping dari kemoterapi tergantung pada obat yang digunakan. Efek samping yang umum termasuk kelelahan, mual, rambut rontok, infertilitas dan peningkatan risiko infeksi.
DokterSehat.com – Dalam tubuh manusia terdapat dua organ ginjal yang berbentuk seperti kacang. Masing-masing ginjal berukuran kepalan tangan Anda. Kanker ginjal merupakan kanker yang berasal dari ginjal. Pada orang dewasa, jenis yang paling umum dari kanker ginjal adalah karsinoma sel ginjal. Sementara jenis kanker ginjal yang kerap diderita oleh anak-anak disebut tumor Wilms. Angka terjadinya kanker ginjal diduga akan meningkat meski belum diketahui benar apa penyebabnya. Penggunaan alat tomografi terkomputerisasi (CT) terlalu sering diduga dapat mengakibatkan terjadinya kanker ginjal.
Gejala
Kanker ginjal jarang menunjukkan tanda-tanda atau gejala pada tahap awal. Pada stadium akhir, kanker ginjal akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini:
Munculnya darah dalam urin, baik berwarna merah muda atau merahNyeri punggung tepat di bawah tulang rusuk yang tak kunjung meredaPenurunan berat badanKelelahanDemam intermitenPenyebab
Belum diketahui dengan pasti apa penyebab karsinoma sel ginjal. Menurut dokter kanker ginjal berawal saat beberapa sel ginjal mengalami mutasi dalam DNA mereka yang mengakibatkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat. Tumpukkan sel abnormal akan membentuk tumor yang dapat menjalar hingga ke luar ginjal. Beberapa sel dapat pecah dan menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lainnya.
Pengobatan
Lakukan konsultasi kepada dokter untuk menentukan pilihan pengobatan yang tepat dan aman untuk Anda. Berikut beberapa pengobatan untuk mengatasi kanker ginjal:
1. Operasi
Pembedahan adalah pengobatan awal untuk sebagian besar kanker ginjal. Prosedur bedah yang digunakan untuk mengobati kanker ginjal termasuk:
2. Perawatan saat operasi tidak memungkinkan untuk dilakukan
Bagi sebagian orang operasi bukanlah suatu pilihan yang tepat untuk mengatasi kanker ginjal. Dalam situasi ini, pengobatan kanker ginjal bisa dilakukan dengan:

DokterSehat.com – Belum diketahui pasti penyebab munculnya kanker kandung kemih. Tapi, pada dasarnya kanker kandung kemih bisa disembuhkan bila diobati lebih awal.
Terjadinya perubahan genetik (DNA) dari sel kandung kemih kemungkinan besar dapat menyebabkan terjadinya kanker kandung kemih. Bahan kimia dalam rokok juga dapat memicu munculnya kanker kandung kemih. Ketika lapisan kandung kemih teriritasi dalam waktu yang lama, perubahan sel akan mengarah ke kanker. Beberapa hal yang menyebabkan hal ini adalah pengobatan radiasi, kateter dalam waktu yang lama, atau adanya parasit yang menyebabkan schistosomiasis.
Kanker kandung kemih dua kali lebih berisiko terjadi pada perokok ketimbang orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Para ahli menyakini bahwa merokok dapat menyebabkan kanker kandung kemih pada pria dan wanita. Selain itu, paparan bahan kimia dan zat lain seperti pewarna, cat, atau debu kulit juga dapat menyebabkan kanker kandung kemih.
Gejala
Gejala paling umum dari kanker kandung kemih meliputi:
Adanya darah atau pembekuan darah di urin (hematuria). Hematuria terjadi pada 8 atau 9 dari 10 orang yang memiliki kanker kandung kemih dan merupakan gejala yang paling umum, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.Nyeri saat buang air kecil (disuria)Kencing jumlah kecil seringInfeksi saluran kemih sering (UTI)Bila kanker kandung kemih menjadi lebih parah maka akan menunjukkan gejala berikut ini:
Sakit di sekitar ginjal (nyeri pinggang)Pembengkakan di kaki bagian bawahPertumbuhan di panggul di dekat kandung kemih (massa panggul)Gejala lain yang menunjukkan bahwa kanker kandung kemih telah menyebar meliputi:
Penurunan berat badanNyeri tulang atau nyeri di dubur, daerah anal, atau panggulAnemiaGejala kanker kandung kemih mungkin mirip dengan gejala penyakit kandung kemih lainnya.
Pengobatan
Dokter akan meresepkan beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker kandung kemih dan untuk meredakan gejala. Obat-obatan ini dapat diminum, disuntikkan ke pembuluh darah (intravena, atau IV), atau langsung ke kandung kemih melalui kateter.
Kemoterapi menggunakan obat untuk menghancurkan sel-sel kanker.Imunoterapi atau terapi biologi, menggunakan obat-obatan yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kanker pada kandung kemih Anda. Pengobatan ini paling sering digunakan pada tahap awal kanker kandung kemih. Pengobatan ini juga dapat digunakan setelah reseksi transurethral (TUR) untuk mencegah kanker datang kembali.Pilihan Obat
1. Kemoterapi obat-obatan
Gemcitabine dan cisplatinMVAC, kombinasi methotrexate, vinblastine, doxorubicin, dan cisplatinMitomycin, obat ini dapat digunakan untuk membantu menjaga kanker datang kembali2. Obat imunoterapi
Bacillus Calmette-Guerin (BCG)InterferonDokterSehat.com – Kanker vulva adalah jenis kanker yang terdapat di daerah permukaan luar vagina. Vulva merupakan kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia.
Kanker vulva biasanya berupa benjolan atau luka di vulva dan sering menimbulkan gatal. Penyakit ini bisa terjadi pada semua usia, namun yang paling sering mengalami kanker vulva adalah wanita yang usianya lebih tua.
Pengobatan kanker vulva biasanya dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kanker dan beberapa jaringan di sekitarnya. Terkadang operasi kanker vulva dilakukan untuk menghapus seluruh vulva. Kanker vulva yang didiagnosis lebih awal dapat memperkecil dilakukannya tindakan operasi yang luas sebagai pengobatan.
Gejala
Kanker vulsa biasanya menunjukkan gejala dan tanda berikut ini:
Gatal terus menerusRasa sakit dan nyeriPendarahan tapi bukan berasal dari darah menstruasiPerubahan kulit, seperti perubahan warna atau penebalan Benjolan seperti benjolan kutil atau luka terbuka (ulkus)Penyebab
Belum diketahui pasti apa penyebab kanker vulva. Secara umum, dokter tahu bahwa kanker dimulai ketika sebuah sel mengembangkan mutasi dalam DNA-nya. Mutasi memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat. Sel dan keturunannya terus hidup ketika sel-sel normal lainnya akan mati. Sel-sel mengakumulasi membentuk tumor yang dapat menyebabkan kanker, menyerang jaringan terdekat dan menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Jenis kanker vulva
Jenis kanker vulva dapat menentukan pengobatan yang harus dilakukan, berikut ini jenis kanker vulva:
Jenis kanker ini berawal dari sel datar yang melapisi bagian permukaan vulva. Kebanyakan kanker vulva adalah karsinoma sel skuamosa.
Kanker ini berawal dari sel-sel penghasil pigmen yang terdapat di kulit vulva.
DokterSehat.com – Kanker hidung atau kanker nasofaring (KNF) berbeda dengan jenis kanker lainnya. Kanker ini sulit dirasakan atau dilihat, karena itulah kanker nasofaring sulit dideteksi sejak stadium awal oleh dokter.
Gejala
Penderita kanker hidung sering tidak menyadari adanya gejala yang mengarah pada munculnya KNF. Meski begitu, penyakit ini bisa dideteksi dari gejala-gejal berikut ini:
Gejala pada hidung
Adanya sumbatan pada hidung yang disertai ingus kental dan biasanya pasien mengalami gangguan penciuman. Kondisi ini disebabkan tumbuhnya tumor dalam rongga nasofaring.Penderita akan mengalami pilek culup lama, sekitar satu bulan meski tidak memiliki gangguan hidung.Sering mengalami mimisan meski dalam jumlah sedikit.Gejala pada telinga
Gejala juga dapat diketahui dari telinga yang mengalami penurunan fungsi pendengaran seperti sukar mendengar atau suara terdengar kurang jelas. Selain itu, di telinga sering muncul suara mendengung pada salah satu telinga dan terasa seperti berisi cairan.
Gejala pada kelenjar leher
Penderita kanker hidung juga akan mengalami pembesaran kelenjar leher baik di salah satu sisi ataupun keduannya. Bila diraba leher akan terasa keras, sebenarnya pembesaran ini merupakan tanda bahwa kanker sudah menyebar.
Gejala tahap lanjut
Kanker tahap lanjut menyebabkan gangguan penglihatan akibat kelumpuhan otot kelopak mata yang tidak bisa membuka secara normal. Kanker yang menyebar ke daerah mulut dapat mengakibatkan penderita mengalami kesulitan menelan dan bersuara.
Parahnya, bila kanker sudah menyebar melalui pembuluh darah dan aliran limfa maka bisa mengenai organ vital lainnya seperti hati dan paru-paru. Bila sudah terkena organ tersebut akan rusak sehingga penderita akan mengalami rasa nyeri di tulang, gangguan pencernaan, dan sesak nafas. Jika sudah menyebar maka penderita sulit diobati.
Penyebab
Virus Epstein Barr merupakan penyebab utama munculnya kanker hidung. Virus ini tinggal secara permanen di nasofaring, orofaring, hingga kelenjar ludah dan akan aktif bila seseorang mengonsumsi ikan asin terus menerus dalam waktu lama. Kanker hidung juga bisa disebabkan konsumsi asinan atau makanan pengawet, ventilasi yang buruk, obat nyamuk bakar, dan membakar dupa.
DokterSehat.com – Multiple myeloma termasuk kanker ganas yang berasal dari sel plasma, yakni sejenis sel darh putih yang diproduksi di sumsum tulang. Pada dasarnya sel plasma berfungsi untuk menghasilkan antibodi yang melawan infeksi dan kanker.
Sel myeloma dapat tumbuh subur di sumsum tulang sehingga kondisi tubuh penderita akan mengalami masalah seperti nyeri tulang, anemia, patah tulang, imunitas menurun, gejala penyakit hypercalcemia, insufisiensi ginjal, dan proteinuria.
Penyebab
Belum diketahui pasti penyebab multiple myeloma, namun penyakit ini bisa disebabkan oleh radiasi pengion, stimulasi antigenik, virus EB atau sarkoma kaposi yang berhubungan dengan infeksi virus herpes. Penyakit ini juga bisa dikaitkan dengan beberapa sitokin, IL-6 yang merupakan faktor pertumbuhan untuk multiple myeloma.
Gejala
Multiple myeloma umumnya ditunjukkan dengan gejala berikut ini:
1. Infeksi, penderita multiple myeloma rentan mengalami infeksi pernapasan dan infeksi saluran kemih, penanganan yang terlambat dapat mengakibatkan kematian. Infeksi yang sering terjadi pada penderita usia lanjut patut diwaspadai. Segera lakukan pemeriksaan bila Anda mengalami anemia, nyeri tulang, dan pendarahan.
2. Anemia, sumsum tulang belakang penderita multiple myeloma biasanya mengalami tekanan sehingga mengakibatkan anemia.
3. Gangguan tulang, seperti nyeri tulang, patah tulang, massa lokal, bahkan kelumpuhan.
4. Hiperkalsemia, menunjukkan gejala seperti kelelahan, muntah, sembelit, kebingungan, poliuria, dan gejala lainnya.
5. Hiperviskositas, menunjukkan gejala seperti pusing, tinnitus, vertigo, kelainan jantung, kehilangan kesadaran scara tiba-tiba, mati rasa pada jari, gagal jantung kronis, dan gejala lainnya.
6. Gangguan fungsi ginjal
7. merasa sangat haus
8. Kehilangan berat badan
9. Sering buang air kecil
Pengobatan
Ada beberapa metode pengobatan myeloma, yakni:
1. Kemoterapi, yakni terapi konvensional untuk mengobati myeloma.
2. Radioterapi, terapi ini jarang digunakan tapi cocok untuk mengobati myeloma fokus dengan gejala nyeri tulang lokal hingga tekanan pada saraf tulang belakang.
3. Transplantasi sel induk hematopoietik, yakni transplantasi sel induk alogenik autologous dan transplantasi sel induk hematopoietik bisa dimanfaatkan untuk mengobati multiple myeloma.