Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Jangan. Show all posts
Showing posts with label Jangan. Show all posts

Wednesday, May 1, 2013

Kunci Awet Muda: Jangan Pernah Merasa Tua

Jakarta, Usia sebenarnya hanyalah bilangan angka. Orang tua bisa saja terlihat muda dan begitu juga sebaliknya, tergantung apakah mereka ambil pusing soal angka itu atau tidak. Lagipula sebuah studi baru menemukan seseorang akan terlihat tua jika ia merasa atau menganggap dirinya sudah tua.

Selain itu, studi ini mengatakan orang yang menganggap dirinya tua dan rapuh akan lebih enggan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat membantunya tampak awet muda seperti bersosialisasi dan rutin berolahraga.


Sebaliknya, orang yang memiliki sikap positif dan menganggap dirinya belum setua usia yang sebenarnya akan lebih cenderung untuk terus ambil bagian dalam aktivitas-aktivitas yang akan membantu mereka agar tetap bugar dan bersikap waspada.


Peneliti Krystal Warmoth dari University of Exeter, UK percaya jika orang dewasa yang menganggap dirinya sendiri tua dan jompo maka mereka akan lebih cenderung bertingkah laku layaknya lansia.


Kesimpulan ini diperoleh Warmoth setelah mewawancarai 29 lansia di barat daya Inggris untuk menanyakan pengalaman mereka ketika menghadapi proses penuaan.


Dari situ peneliti menemukan bahwa sikap yang dimiliki partisipan dapat membuatnya kehilangan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial maupun fisik, kondisi kesehatan yang memburuk serta menurunnya kualitas hidup.


"Jika seseorang berpikir bahwa mereka tua dan rapuh, maka mereka akan bertingkah laku seperti orang yang tua dan rapuh," simpul Warmoth seperti dilansir Daily Mail, Kamis (18/4/2013).


Tak hanya itu, Warmoth juga menemukan bahwa akan ada sebuah siklus penurunan dimana ketika seseorang menganggap dirinya sendiri rapuh maka ia akan cenderung melepaskan diri dari aktivitas-aktivitas yang (seharusnya) dapat mengurangi kecenderungan kerapuhan fisiknya seperti olahraga. Akibatnya, mereka akan menjadi lebih cenderung rapuh dan memiliki kualitas kehidupan yang buruk.


"Dengan kata lain studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana peran faktor psikologis terhadap kesehatan dan kadar aktivitas pada orang dewasa tua," pungkas Warmoth.






Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Jangan Takut Tes Darah, Ini 5 Manfaat Sehatnya

Jakarta, Takut pada jarum suntik seringkali membuat orang menghindari tes darah. Baru membayangkan jarumnya saja rasanya sudah linu, apalagi haru menjalani tes darah.

Tetapi, tes darah rutin memiliki banyak keuntungan lho. Dikutip dari Boldsky, Kamis (18/4/2013), ini dia beberapa alasan mengapa tes darah perlu Anda lakukan:


1. Untuk Menghitung Darah


Dengan menghitung total darah akan membantu Anda mengetahui semua statistik vital tubuh Anda. Jumlah hemoglobin dapat menginformasikan apakah Anda mengalami anemia. Sedangkan, jumlah trombosit akan menggambarkan apakah terjadi pembekuan darah. Dan jumlah sel darah putih akan memberitahu apakah terdapat infeksi dalam tubuh Anda.


2.Mencegah Infeksi


Jika Anda memiliki infeksi seperti hepatitis atau sifilis, dapat dideteksi hanya dengan tes darah rutin. Ini adalah penyakit yang tidak menunjukkan gejala lahiriah.


3. Mendeteksi HIV


Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat ditemukan hanya dengan menjalani tes darah rutin. Untuk beberapa orang ini akan sangat menolong. Jika diketahui lebih cepat maka masalah ini akan dapat ditangani dengan benar.


4. Mengontrol Gula Darah


Diabetes agak sulit dideteksi karena gejalanya yang umum. Namun, tes darah rutin dapat memberitahu Anda jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi.


5. Mengontrol Kelenjar Gondok


Ternyata banyak anak muda yang menderita gangguan tiroid atau kelenjar gondok. Ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Sehingga, dengan melakukan tes darah rutin gejala tiroid dapat dideteksi lebih awal.


Selain itu, dengan melakukan tes darah rutin sel kanker dalam tubuh dapat terdeteksi. Jika jumlah hemoglobin abnormal rendah atau sel darah putih terlalu tinggi, ini bisa jadi menunjukkan karsinoma atau pertumbuhan kanker dalam tubuh Anda.


Tes darah secara berkala ternyata sangat banyak manfaatnya. Sudahkah Anda melakukannya?





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, April 17, 2013

Jangan Lakukan Diet Berbahaya ini!

DokterSehat.com – Ada berbagai jenis diet yang dipercaya dapat menurunkan berat badan, namun tidak semua jenis diet baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa jenis diet yang tidak dianjurkan untuk Anda coba:


Diet Sup


Saat menjalankan diet ini Anda hanya mengonsumsi sup. Pada zamannya diet sup yang paling populer adalah sup kubis. Setiap hari Anda hanya akan mengonsumsi sup. Diet ini mungkin terkesan sehat. Namun, nyatanya tidak. Tubuh memerlukan nutrisi lain untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Diet ini memang akan mengurangi jumlah kalori, tapi kemungkinan berat badan Anda akan naik kembali sangatlah tinggi.


Diet Jus Jeruk


Dalam diet ini Anda boleh makan apa saja tanpa ada batasan. Makanan yang kaya lemak dan protein bisa Anda santap sepuasnya. Namun, setelah itu Anda diwajibkan mengonsumsi 64 ons jeruk tiap hari. Sayangnya, diet seperti ini tidak terbukti mengurangi berat badan.


Diet Makanan Bayi


Saat menjalankan diet ini Anda diharuskan mengonsumsi makanan bayi sebanyak 14 botol setiap hari. Dalam diet ini Anda diperbolehkan makan malam. Perlu diketahui bahwa makanan bayi rendah kalori dan memilki gizi syang terlalu sedikit untuk orang dewasa.


Ketogenic Enteral Nutrition Diet (KEN Diet)


Diet ini dijalankan dengan mengonsumsi makanan yang sudah dicairkan melalui hidung. Diet jenis ini mengharuskan seseorang untuk selalu berhubungan dengan pompa portable dan tas cairan selama 10 hari. KEN Diet berisiko menyebabkan penyakit kronis.


Alcorexia or Drunkorexia Diet


Diet ini dapat menghindarkan seseorang dari kalori selama satu minggu penuh, kemudian diperbolehkan meminum alkohol di hari ketujuh. Alkohol digunakan untuk menimbun kalori dalam tubuh untuk minggu berikutnya. Diet ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan keracunan alkohol atau bahkan resiko kematian.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Thursday, March 28, 2013

Jangan Terlalu Stres Kalau Tak Ingin Kena Alzheimer

Jakarta, Saat stres, sistem kekebalan seseorang akan menurun. Itulah mengapa jika seseorang mengalami stres, apalagi jika stresnya kronis, maka ia akan mudah terserang penyakit seperti sakit jantung, kanker dan demensia. Kendati begitu hingga kini tak ada pakar yang tahu bagaimana mekanismenya hingga stres dapat memunculkan sakit jantung dan kanker.

Namun peneliti asal Swedia, Sara K. Bengtsson dari Ume University mengklaim menemukan jawaban mengapa stres kronis berkontribusi terhadap perkembangan penyakit Alzheimer atau bentuk paling umum dari demensia alias pikun.

Menurutnya hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar steroid stres di otak selama periode stres yang mempunyai kekuatan untuk menghambat aktivitas otak secara umum.

Bengtsson melihat adanya peningkatan salah satu jenis steroid otak bernama allopregnanolon secara kronis itu ternyata dapat mempercepat perkembangan penyakit Alzheimer pada dua tikus percobaan. Bahkan tikus yang kadar steroid stresnya dinaikkan memperlihatkan adanya gangguan daya ingat dan kemampuan pembelajaran dini di awal perkembangan penyakit, padahal secara normal gejala-gejala itu takkan muncul.
Setelah mengalami periode dimana kadar allopregnanolonnya meningkat secara kronis, otak tikus percobaan juga diketahui memiliki kadar beta-amyloid yang tinggi. Beta-amyloid adalah protein yang membentuk plak diantara sel-sel saraf di dalam otak penderita Alzheimer.

Studi yang dilakukan Bengtsson pun menunjukkan kadar beta-amyloid yang tinggi juga dikaitkan dengan disfungsi sinapsis otak (sambungan sel saraf pada otak).

Studi ini dirasa penting mengingat adanya fakta bahwa jumlah penderita penyakit Alzheimer ini semakin bertambah dari tahun ke tahun tapi penyebabnya tak banyak dipahami. Padahal lebih dari lima juta orang Amerika mengidap Alzheimer dan menurut Alzheimer's Association, satu dari 8 lansia Amerika hidup dengan penyakit ini. Bahkan prevalensi penyakit ini diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu 30 tahun ke depan.

Meski masih membutuhkan studi lebih lanjut, pakar lain pun menanggapi studi ini dengan memberikan penekanan tentang pentingnya gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko demensia.
"Ancaman terbesar dalam hidup kita adalah gaya hidup kita sendiri. Jika Anda tak grusa-grusu dan mempraktikkan sejumlah teknik relaksasi, maka hal itu akan berdampak terhadap kondisi kesehatan Anda," tutur pakar stres, Dr. Kathleen Hall seperti dilansir huffingtonpost, Rabu (20/3/2013).

Hall pun merekomendasikan agar para lansia melakukan latihan fisik, latihan otak, meditasi serta memperluas jejaring sosial untuk mencegah stres dan menciptakan gaya hidup yang lebih tenang.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung