Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Tak sedikit pasangan yang mengaku enggan menggunakan kondom saat bercinta. Seks menjadi kurang nyaman menjadi alasan terbanyak mengapa banyak pasangan yang mulai meningglakan kondom. Padahal, selain mencegah kehamilan dan penularan infeksi seksual, kondom juga dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di vagina.
Pada penelitian di China diketahui bahwa wanita yang aktif secara seksual dan menggunakan kondom mempunyai koloni bakteri baik yang lebih banyak di vaginanya, ketimbang wanita yang memakai metode kontrasepsi lainnya.
Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada laktobasilus yaitujenis bakteri yang mendominasi flora alami di vagina kebanyakan wanita. Asam laktat dan hidrogen perioksida yang diproduksi mikroba ini dapat meningkatkan keasaman (pH) vagina hingga berkisar 4.5, setara dengan tingkat keasaman bir atau jus tomat.
Tingkat keasaman tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Terlalu banyak bakteri jahat dapat mengakibatkan rasa gatal, keputihan, dan infeksi. Adanya laktobasilus juga mampu mencegah vaginosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri di vagina sehingga mengakibatkan cairan di vagina berlebih dan berbau tidak sedap. Bahkan bakteri baik juga mampu mengurangi risiko penularan HIV.
Penelitian yang dilakukan di Beijing Friendship Hospital melibatkan 164 wanita yang sudah menikah dan berusia 18-45 tahun. Seluruh responden merupakan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil.
Sekitar 57 orang menggunakan IUD (spiral), 72 responden memilih kondom, dan 35 memiliki metode KB “kalender” atau tidak melakukan hubungan seksual saat sedang subur.
Dari hasil riset diketahui ternyata jumlah laktobasilus pada wanita yang memakai kondom paling tinggi ketimbang dengan kelompok kotrasepsi lainnya.
Perlu diketahui bahwa, hubungan seksual dapat mengganggu keseimbangan ekosistem vagina, terutama disebabkan oleh cairan mani (kadar pH sekitar 7-8) bercampur dengan cairan vagina.
Dengan menggunakan kondom maka bisa mencegah terjadinya pencampuran cairan mani dan cairan vagina sehingga tingkat keseimbangan bakteri di vagina tetap terjaga.
Meski demikian, para peneliti menjelaskan bahwa kondom bukanlah metode kontrasepsi terbaik untuk mencegah kehamilan. Tingkat kegagalan kondom sekitar 15 persen, sementara IUD memiliki tingkat kegagalan 0,6-0,8 persen pada tahun pertama dan semakin lama semakin efektif.
Klinik 'udara terbuka' milik Hakim Ghyas menawarkan perawatan untuk ratusan pasien setiap harinya. Pasien yang datang terlebih dulu harus berdiri di bawah sinar matahari selama setengah jam untuk membuat aliran darah menjadi lebih mudah.
Kemudian pasien yang masih berdiri tegak, diikat dari pinggang hingga kaki dengan menggunakan seutas tali dan sayatan dibuat dengan silet, yang diklaim dapat mengeluarkan darah kotor sekaligus penyakit dari dalam tubuh. Terapi ini disebut dengan bloodletting.
"Teknik ini dapat menyembuhkan banyak bentuk penyakit radang sendi, penyakit jantung dan bahwa kanker darah tahap awal. Saya tidak meminta bayaran untuk perawatan pasien karena kebanyakan mereka tengah sakit dan miskin," ujar Hakim Ghyas (79) pada CNN, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/7/2013).
Sebaliknya, untuk dapat menghasilkan uang guna melanjutkan hidup, Ghyas bergantung pada salah satu anaknya yang memiliki usaha toko. Sementara anak-anaknya yang lain mengikuti jejak sang ayah dengan membantu melayani 'terapi' bloodletting.
'Pengobatan' yang disebut bloodletting atau mirip dengan bekam merupakan pengobatan kuno yang pertama kali disebutkan dalam teks medis bahasa Yunani kuno dan Sansekerta ribuan tahun yang lalu. Tindakan ini melibatkan perdarahan yang dikontrol, dalam upaya membersihkan tubuh dari 'darah tercemar'. Teknik ini meniru proses pada menstruasi wanita.
Para dokter Yunani kuno Hippocrates percaya bahwa menstruasi difungsikan untuk 'membersihkan perempuan dari hal-hal buruk'. Premis dasar dari terapi ini, darah kotor dianggap sebagai akar penyebab dari semua penyakit: 'Jika Anda membersihkan tubuh dari darah yang buruk, Anda menghasilkan darah baru dan pada gilirannya memulihkan kesehatan Anda'.
(mer/vit)