Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
"TB sudah ada obatnya, pemerintah sudah memberikan layanan, dokter dan rumah sakit juga ada. Tapi tiap hari 175 orang di Indonesia meninggal karena TB," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Gufron Mukti saat ditemui di "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia, Kamis (30/5/2013).
Banyaknya korban meninggal akibat infeksi TB membuat peringkat Indonesia masih bertahan di posisi 4 dari negara-negara lain di dunia. Di Indonesia sendiri, TB menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak bersama dengan penyakit-penyakit lainnya.
"Ini penyebab kematian nomor 2 atau nomor 3 di Indonesia," lanjut Prof Gufron.
Prof Gufron mengakui, pemerintah tidak mungkin berjalan sendirian dalam mewujudkan Indonesia bebas TB. Dibutuhkan kemitraan atau partnership dengan pihak lain termasuk swasta dan masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama melawan persebaran TB.
Mengenai resistensi atau kekebalan kuman TB, Prof Gufron mengakui bahwa kasusnya masih banyak dijumpai di Indonesia. Ia mengatakan, solusi untuk mengurangi kasus MDR-TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) adala deteksi dini dan terapi secepatnya.
TB atau dikenal juga dengan singkatan TBC merupakan infeksi paru yang menular melalui droplet atau bercak dahak yang keluar saat batuk, dan tidak menular lewat alat makan. Dengan pengobatan teratur, infeksi ini bisa disembuhkan dan dicegah penularannya.
Namun karena pengobatannya berlangsung dalam jangka panjang, tidak jarang pasien merasa bosan atau putus asa lalu berhenti alias DO (drop out). Kondisi ini memicu resistensi atau kekebalan, sehingga kuman TB menjadi lebih sulit disembuhkan.
(up/mer)
DokterSehat.com – Pneumotoraks merupakan suatu kondisi di mana ruang antara dinding rongga dada dan paru-paru terisi udara, hal ini menyebabkan semua atau sebagian paru-paru menciut. Biasanya air akan memasuki ruang pleura, melalui luka pada dinding dada atau lubang di paru-paru. Kondisi ini disebut pneumotoraks.
Pneumotoraks dapat juga dibagi atas:
1. Pneumotoraks Terbuka: Gangguan pada dinding dada berupa hubungan langsung antara ruang pleura dan lingkungan atau terbentuk saluran terbuka yang dapat mengakibatkan udara bisa keluar masuk dengan bebas ke rongga pleura selama proses respirasi.
2. Pneumotoraks Tertutup: Misal terdapat robekan pada pleura viseralis dan paru atau jalan nafas atau esofagus, sehingga masuk vakum pleura karena tekanan vakum pleura negatif.
3. Pneumotoraks Valvular: Bila udara dapat masuk ke dalam paru pada proses inspirasi tetapi tidak dapat keluar paru saat proses ekspirasi. Akibat hal ini dapat terjadi peningkatan tekanan intrapleural. Karena tekanan intrapleural meningkat maka dapat terjadi tension pneumotoraks.
Penyebab Pneumotoraks:
Penyebab utama dari pneumotoraks adalah trauma pada rongga dada, seperti tulang rusuk retak, trauma akibat tembusan dari peluru, pisau, atau benda tajam lainnya dapat langsung menusuk paru-paru.
Orang kurus juga rentan terhadap pneumotoraks spontan. Faktor risiko lain termasuk merokok dan penyalahgunaan penggunaan narkoba.
Pneumotoraks spontan
Pneumotoraks terjadi tanpa cedera jelas atau trauma.Kantung berisi udara di paru-paru yang disebut “blebs” biasanya pecah dan udara bocor ke rongga pleura sehinggamenyebabkan pneumotoraks spontan. Hal ini terjadi pada orang yang bertubuh tinggi dan kurus karena bentuk paru-paru dan rongga dadanya lebih rentan terhadap cacat ini.Sesak napas dan nyeri dadaPerokok beresiko lebih besar terkena pneumotoraks spontan.Pengguna narkoba yang menghirup dalam-dalam dan tegas juga berisiko lebih besar.Pneumotoraks traumatik
Trauma langsung pada dinding dada baik dari trauma tumpul atau penetrasi bisa menyebabkan pneumotoraks.Trauma juga bisa terjadi akibat prosedur medis diagnostik atau terapeutik, seperti aspirasi jarum pada cairan dari rongga pleura, biopsi paru-paru, atau pemasangan kateter IV besar ke pembuluh darah dekat leher.Pneumotoraks terkait penyakit dapat terjadi karena kelainan pada jaringan paru-paru. Pneumotoraks sebagai komplikasi dari kondisi berikut: Asma, Fibrosis kista, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), misalnya, emfisema atau bronkitis kronis, serta Pneumocystis carinii pneumonia (PCP), infeksi oportunistik paru-paru yang sering diderita orang dengan AIDS.Gejala pneumotoraks
1. Nyeri dada yang memburuk pada pernapasan atau dengan inspirasi dalam.
2. Nyeri sering menjalar ke bahu dan atau belakang.
3. Batuk kering yang bisa terjadi karena iritasi diafragma.
4. Pembuluh darah besar di leher meninjol
5. Warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen (disebut sianosis).
6. Denyut nadi mungkin cepat dan tekanan darah menurun.
7. Muncul rasa cemas dan mungkin mengalami kesulitan berbicara.
Jika tidak diobati selama lebih dari beberapa menit, penderita akan kehilangan kesadaran, shock, bahkan menimbulkan kematian.
Pingsan umumnya terjadi ketika otak tidak menerima cukup aliran darah, walaupun ada kondisi lain yang mengakibatkan seseorang pingsan.
"Kadang-kadang pingsan juga bisa terjadi karena ada masalah jantung yang serius, misalnya masalah dengan irama atau katup jantung," ungkap Samuel Berkovic, penulis utama dan peneliti epilepsi di University of Melobourne, Australia. "Beberapa dari mereka juga dapat diwariskan walaupun jumlah kasusnya masih jarang," lanjutnya seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (18/4/2013).
Para peneliti kemudian menelusuri kondisi genetik keluarga atau yang dikenal sebagai sinkop vasovagal, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat melihat darah atau berada dalam tekanan emosi yang tinggi. Studi yang dipublikasikan dalam Neurology ini menemukan 6 keluarga sering pingsan, dari total 44 keluarga yang terlibat.
Keluarga terbesar dalam penelitian ini memiliki 30 anggota yang secara teratur sering mengalami pingsan sejak usia 8-9 tahun, sementara keluarga yang lain beranggotakan 4 hingga 14 orang dengan kondisi serupa. Para ahli kini menyelidiki apakah gen memiliki peran di balik hasil penelitian ini.
"Harapannya jika kita dapat menemukan jumlah gen yang mampu menyebabkan sinkop tersebut, maka pada kasus yang parah dapat diberikan perawatan yang lebih baik dan dapat diungkapkan bagaimana mengatasinya," ungkap Berkovic.
"Perawatan yang diberikan saat ini pada dasarnya adalah hanya menghindari dehidrasi dan menghindari berdiri terlalu cepat. Banyak orang yang memiliki sinkop berulang. Namun kadang obat yang diberikan tidak terlalu efektif, sehingga bisa kambuh lagi dan belum ada pengobatan yang lebih baik selain itu," tambahnya.
Selain genetik, obat juga terkadang dapat menimbulkan efek pingsan. Sebuah studi menemukan bahwa obat prazosin, yang umumnya diberikan untuk mengobati tekanan darah tinggi, melepaskan pembuluh darah, dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh, pada orang dengan tekanan darah normal dapat memberikan efek kompresi pembuluh darah dan menyebabkan pingsan.
Hubungan genetik di dalam keluarga mengarah kepada suatu daerah pada kromoson 15 dan para peneliti yakin ada satu gen yang benar-benar menyebabkan kondisi tersebut, namun masih dilakukan proses identifikasinya.
(vit/vit)
Adnan Suryatna Wiharta, Dr., Sp.A(K)Para peneliti di University of Augsburg di Jerman dan di University of Wisconsin-Madison penasaran apa yang membuat beberapa orang begitu menikmati film-film horor. Penelitian yang dipresentasikan dalam Annual Conference of the International Communication Association ini juga ingin melihat, apakah motivasi menonton adegan kekerasan hanya demi kesenangan semata?
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 482 orang berusia 18 - 82 tahun diminta melihat cuplikan film horor yang menampilkan berbagai tingkat kekerasan. Para peserta diminta menilai seberapa besar kemungkinan dan keinginannya menonton film dalam cuplikan dari awal sampai selesai.
Peserta juga ditanya pendapatnya mengenai seberapa sadis, provokatif dan menegangkan cuplikan film yang ditonton. Hasilnya menunjukkan bahwa kesenangan hanya sebagian dari tujuan orang menonton film horor. Orang cenderung menonton film horor jika dirasa bermanfaat dalam menghadapi situasi kehidupan nyata.
"Nampaknya penggambaran kekerasan yang dianggap bermakna dapat memupuk empati kepada para korban, kekaguman atas tindakan yang berani dan nilai moral ketika menghadapi kekerasan atau refleksi diri yang berkaitan dengan stimulus kekerasan," kata Anne Bartsch, peneliti dari University of Augsburg seperti dilansir The Guardian, Senin (1/4/2013).
Beberapa jenis film horor dan kekerasan juga menarik penonton karena dianggap menambah wawasan mengenai beberapa aspek kondisi manusia. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa para penonton sebenarnya tidak tertarik pada film horor karena unsur kekerasan di dalamnya, tapi lebih tertarik karena sensasi dan ketegangan di dalamnya.
(pah/vit)
DokterSehat.com – Pembekuan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT) umumnya terjadi pada orang yang cenderung pasif, seperti terlalu banyak duduk dan kurang olahraga. Selain itu, DVT juga rentan terjadi pada orang yang memiliki varises dan penyakit jantung.
Penggumapalan darah bisa menjadi masalah serius karena dapat mempengaruhi organ tubuh penting lainnya. Pembekuan darah akan berbahaya bila muncul gejala berikut ini:
1. Tubuh akan merasa sakit. Berolahraga tida dapat menghilangkan rasa sakit tapi malah memperparah rasa sakit.
2. Bagian tubuh akan membengkak saat ada pembuluh darah yang tersumbat.
3. Sering mengalami kram di kaki saat malam hari.
4. Perubahan warna kaki menjadi putih dan biru.
5. Daerah yang bengkak terasa panas dan hangat saat disentuh.
Untuk mencegah terjadinya DVT segera ubah kebiasaan pasif Anda menjadi lebih produktif. Berikut ini cara menghindari DVT sebagaimana dilansir dari Health:
1. Bergerak
Darah bisa menumpuk di kaki saat Anda duduk dalam waktu lama. Bila pekerjaan Anda menuntut untuk duduk dalam waktu lama, sebaiknya luangkan waktu berjalan-jalan setiap 1 atau 2 jam.
2. Hidup sehat
Segera ubah kebiasaan buruk seperti merokok atau makan berlebih agar berat badan tetap normal. Selain itu, minumlah banyak air untuk mengurangi risiko penggumpalan darah.
3. Hati-hati dengan obat-obatan tertentu
Risiko DVT juga dapat meningkat saat mengonsumsi pil kontrasepsi. DVT juga bisa diturunkan dari keluarga yang telah mengalami penyakit ini.
4. Mengetahui tanda dan gejala
DVT terkadang sulit diidentifikasi karena gejala yang ditunjukkan hampir sama dengan gangguan lain. Perhatikan bila kaki menunjukkan gejala seperti membengkak, sakit, kemerahan, mengalami perubahan warna, dan kulit terasa hangat saat dipegang. Bila gumpalan darah sudah menjalar ke paru-paru biasanya dapat menimbulkan sesak napas secara tiba-tiba
5. Lebih proaktif
Bila tubuh menunjukan gejala pembekuan darah, cedera, atau akan melakukan operasi, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Informasikan kepada ahli meida bila sedang mengonsumsi pil kontrasepsi, pernah menjalani operasi, melakukan perjalanan panjang, atau cedera dalam 8 minggu sebelumnya.