Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Ada berbagai jenis diet yang dipercaya dapat menurunkan berat badan, namun tidak semua jenis diet baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa jenis diet yang tidak dianjurkan untuk Anda coba:
Diet Sup
Saat menjalankan diet ini Anda hanya mengonsumsi sup. Pada zamannya diet sup yang paling populer adalah sup kubis. Setiap hari Anda hanya akan mengonsumsi sup. Diet ini mungkin terkesan sehat. Namun, nyatanya tidak. Tubuh memerlukan nutrisi lain untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Diet ini memang akan mengurangi jumlah kalori, tapi kemungkinan berat badan Anda akan naik kembali sangatlah tinggi.
Diet Jus Jeruk
Dalam diet ini Anda boleh makan apa saja tanpa ada batasan. Makanan yang kaya lemak dan protein bisa Anda santap sepuasnya. Namun, setelah itu Anda diwajibkan mengonsumsi 64 ons jeruk tiap hari. Sayangnya, diet seperti ini tidak terbukti mengurangi berat badan.
Diet Makanan Bayi
Saat menjalankan diet ini Anda diharuskan mengonsumsi makanan bayi sebanyak 14 botol setiap hari. Dalam diet ini Anda diperbolehkan makan malam. Perlu diketahui bahwa makanan bayi rendah kalori dan memilki gizi syang terlalu sedikit untuk orang dewasa.
Ketogenic Enteral Nutrition Diet (KEN Diet)
Diet ini dijalankan dengan mengonsumsi makanan yang sudah dicairkan melalui hidung. Diet jenis ini mengharuskan seseorang untuk selalu berhubungan dengan pompa portable dan tas cairan selama 10 hari. KEN Diet berisiko menyebabkan penyakit kronis.
Alcorexia or Drunkorexia Diet
Diet ini dapat menghindarkan seseorang dari kalori selama satu minggu penuh, kemudian diperbolehkan meminum alkohol di hari ketujuh. Alkohol digunakan untuk menimbun kalori dalam tubuh untuk minggu berikutnya. Diet ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan keracunan alkohol atau bahkan resiko kematian.
"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.
Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.
"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.
"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).
Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues. Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak
Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.
"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.
Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.
"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.
"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).
Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues. Ingin Pernikahan Awet? Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga Bersama Anak
Kunci pernikahan yang langgeng bukanlah semata kontak fisik maupun saling pengertian, tapi juga harus dibuktikan dengan hal lain. Salah satunya dikemukakan sebuah studi baru yang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama pasangan akan membuat hubungan langgeng, apalagi dibarengi dengan menghabiskan quality time bersama anak.
"Tak peduli siapa melakukan tugas apa tapi seberapa puas pasangan dengan pembagian tugas tersebut. Dari situ kami menemukan ketika para istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama suaminya, mereka akan merasa lebih puas dengan pembagian tugas rumah tangga tersebut," tandas ketua peneliti Erin Holmes dari Brigham Young University.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti gabungan dari University of Missouri dan Utah State University mempelajari cara yang dilakukan 160 pasangan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk mengurus anak agar diketahui apakah hal itu berkontribusi terhadap kualitas pernikahan mereka.
Menariknya, peneliti menemukan bahwa faktor yang paling signifikan adalah apakah si ayah menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya atau tidak.
"Bagi wanita, ayah yang memiliki hubungan baik dengan anak-anaknya artinya akan mempunyai hubungan yang lebih baik juga dengan pasangannya," kata Holmes.
"Bahkan dengan aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama anak setiap malam atau mengajak anak ngobrol tentang kegiatan mereka di sekolah hari ini benar-benar akan mendorong hubungan yang baik dengan istri," timpal peneliti lain Adam Galovan seperti dilansir dari nydailynews, Kamis (28/3/2013).
Studi lain yang dilakukan Holmes juga menunjukkan bahwa pasangan suami istri akan mengalami penambahan pekerjaan rumah tangga dengan hadirnya anak. Biasanya suami akan mendapatkan pekerjaan rumah tangga dua kali lebih banyak dan istri lima kali lebih banyak dari sebelumnya.
Padahal pembagian tugas yang tidak adil itu dapat menyebabkan sejumlah ketegangan dalam hubungan, untuk itu Holmes menyarankan agar pasangan meluangkan waktu agar keduanya dapat duduk bersama dan membagi pekerjaan rumah tangga secara adil, tak peduli siapa melakukan apa. "...dan ayah harus sadar ketika mereka mampu menguatkan ikatan dengan anak-anaknya maka semua orang akan bahagia," tutupnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Family Issues.
(vit/vit)
Konsultasi Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG)
Bag. Obgin RSCM Jl. P. DIponegoro 71 Jakarta Pusat Tel:021-31934009
Konsultasi Spesialis Saraf (SpS)
Bag. Saraf RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar 90245 Tel:510675-9