Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label karena. Show all posts
Showing posts with label karena. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Wanita Karir Bunuh Diri karena Efek Samping Obat yang Dibeli Online

London, Sudah bertahun-tahun lamanya Anna Sargent berjuang melawan kecanduan alkohol. Hingga suatu ketika, dia mendapat informasi bahwa obat multiple sclerosis bisa digunakan untuk mengobati penyakitnya. Nahas, obat tersebut memiliki efek samping yang membuatnya memutuskan bunuh diri.

Anna yang berusia 36 tahun ini adalah wanita karier yang bekerja sebagai manajer public relation yang cukup disegani di London. Lulus dari Manchester Metropolitan University, dia sempat bekerja di BBC dan Fox Kids Eropa. Terakhir dia bekerja sebagai public relation perusahaan hukum dan properti. Tapi sebenarnya, dia sudah sering mengalami depresi sejak remaja.

Dia meminum obat yang disebut baclofen, yaitu obat penenang otot yang digunakan untuk mengobati gejala multiple sclerosis, yaitu peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa orang mengklaim obat tersebut dapat mengatasi kecanduan alkohol.

Sayangnya, obat ini memiliki efek samping parah berupa serangan panik dan gejala putus obat apabila dihentikan penggunaannya. Hal ini lah yang terjadi pada Anna. Dia sebelumnya sempat dirawat di klinik rehabilitasi Priory setelah mengalami overdosis pada tanggal 9 September 2012 lalu.

Karena mengalami serangan panik yang parah, dia dipindahkan ke Charing Cross Hospital di Hammersmith, namun menghilang pada 18 September. Tubuhnya lantas ditemukan tak bernyawa di pantai Sungai Thames sekitar 8 hari kemudian. Orang tua Anna mencurigai efek samping obat lah yang membuat puterinya sampai melakukan hal itu.

"Jelas dia harus berhenti menggunakan baclofen, tapi hal itu membuatnya mengalami gejala putus obat. Ketika dia mendengar dari konsultan bahwa efek samping baclofen akan berlangsung selama berminggu-minggu, itu membuat dia merasa lebih cemas," kata ayah Anna, David, seperti dilansir Telegraph, Rabu (10/7/2013).

Obat ini menyasar sistem saraf pusat untuk meringankan kejang, kram dan sesak otot. Penderita multiple sclerosis pada awalnya diresepkan 5 mg setiap 6 - 8 jam, lalu dosisnya meningkat menjadi 15 - 160 mg. Menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba akan menimbulkan efek samping berupa gejala putus obat, halusinasi, kebingungan, insomnia, dan kecemasan.

Pada tahun 2008, seorang spesialis jantung yang berpraktik di Paris dan juga seorang pecandu alkohol bernama dr Olivier Ameisen menulis buku berjudul 'The End of My Addiction'. Buku itu menceritakan bagaimana dia mengatasi kecanduan alkoholnya dengan meminum baclofen.

Namun para dokter lain mengatakan, memberitahu orang awam bahwa kecanduan alkohol dapat diobati dengan obat sederhana adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Baclofen hanya tersedia di Inggris untuk penderita multiple sclerosis, jadi diduga Anna mendapatkan obat ini dengan memesannya via online.

"Nona Sargent mencari lewat online dan menemukan baclofen terkenal dapat membantu mengatasi ketergantungan alkohol. Dia akhirnya mengalami overdosis baclofen dan dibawa ke tempat rehabilitasi untuk detoksifikasi sebelum akhirnya bunuh diri," kata petugas yang memeriksa penyebab kematian Anna, Dr Sean Cummings.

(pah/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Tuesday, July 16, 2013

Karena Hormon Ini, Wanita Lebih Pandai Atasi Stres Ketimbang Pria

New York, Wanita yang bekerja sekaligus mengurus rumah tangga dan anak-anak tentu merasakan stres. Tapi hal itu justru membuktikan bahwa wanita lebih bisa menanggulangi stres yang dialaminya ketimbang pria. Sekelompok peneliti dari AS pun menemukan apa penyebabnya.

Menurut peneliti ini berkat adanya hormon estrogen di dalam tubuh wanita yang ternyata dapat 'menghambat' efek negatif dari stres terhadap otak si wanita. Temuan ini pun telah dibuktikan peneliti dengan memberikan tugas kepada sejumlah tikus jantan dan betina yang mirip dengan tantangan yang biasa dialami manusia seperti frustrasi dan perasaan di bawah tekanan.

"Tikus betina tidak memperlihatkan gangguan dalam kemampuan mengenali obyek-obyek yang sebelumnya diperlihatkan kepada mereka, sedangkan tikus jantan harus berjuang keras dengan memori jangka pendek mereka," terang ketua tim peneliti, Dr. Zhen Yan, profesor di departemen fisiologi dan biofisika dari University of Buffalo, AS seperti dilansir Daily Mail, Kamis (11/7/2013).

Padahal ketidakmampuan untuk mengingat obyek-obyek yang familiar mengindikasikan adanya gangguan pada salah satu bagian otak yang mengendalikan daya ingat, pemusatan perhatian, pembuatan keputusan dan proses 'eksekutif' lainnya yang dilakukan otak.

Studi sebelumnya yang dilakukan Dr. Yan juga menemukan bahwa stres berulang-ulang mengakibatkan kerusakan bagian otak tersebut pada tikus jantan muda. Namun dalam studi terbaru ini, bagian otak tersebut pada tikus betina tetap utuh, bahkan setelah terpapar stres.

Begitu pula ketika tikus jantan dipapari hormon estrogen dengan kadar tinggi, peneliti melihat tikus-tikus ini pun terlindung dari efek tekanan atau stres.

"Saat sinyal estrogen di dalam otak tikus betina diblokir, stres memperlihatkan efek yang merugikan terhadap otak mereka. Sebaliknya ketika sinyal estrogen diaktifkan pada tikus jantan, efek negatif tersebut menjadi terhambat," ungkap Dr. Yan.

"Bahkan kami masih menemukan efek perlindungan dari estrogen pada tikus betina yang ovariumnya telah diangkat. Hal ini artinya estrogen yang diproduksi di dalam otak tersebut memang dapat melindungi dari efek merugikan yang ditimbulkan stres," tambahnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry.

(vit/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, July 14, 2013

Wanita Karier Bunuh Diri karena Efek Samping Obat yang Dibeli Online

London, Sudah bertahun-tahun lamanya Anna Sargent berjuang melawan kecanduan alkohol. Hingga suatu ketika, dia mendapat informasi bahwa obat multiple sclerosis bisa digunakan untuk mengobati penyakitnya. Nahas, obat tersebut memiliki efek samping yang membuatnya memutuskan bunuh diri.

Anna yang berusia 36 tahun ini adalah wanita karier yang bekerja sebagai manajer public relation yang cukup disegani di London. Lulus dari Manchester Metropolitan University, dia sempat bekerja di BBC dan Fox Kids Eropa. Terakhir dia bekerja sebagai public relation perusahaan hukum dan properti. Tapi sebenarnya, dia sudah sering mengalami depresi sejak remaja.

Dia meminum obat yang disebut baclofen, yaitu obat penenang otot yang digunakan untuk mengobati gejala multiple sclerosis, yaitu peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa orang mengklaim obat tersebut dapat mengatasi kecanduan alkohol.

Sayangnya, obat ini memiliki efek samping parah berupa serangan panik dan gejala putus obat apabila dihentikan penggunaannya. Hal ini lah yang terjadi pada Anna. Dia sebelumnya sempat dirawat di klinik rehabilitasi Priory setelah mengalami overdosis pada tanggal 9 September 2012 lalu.

Karena mengalami serangan panik yang parah, dia dipindahkan ke Charing Cross Hospital di Hammersmith, namun menghilang pada 18 September. Tubuhnya lantas ditemukan tak bernyawa di pantai Sungai Thames sekitar 8 hari kemudian. Orang tua Anna mencurigai efek samping obat lah yang membuat puterinya sampai melakukan hal itu.

"Jelas dia harus berhenti menggunakan baclofen, tapi hal itu membuatnya mengalami gejala putus obat. Ketika dia mendengar dari konsultan bahwa efek samping baclofen akan berlangsung selama berminggu-minggu, itu membuat dia merasa lebih cemas," kata ayah Anna, David, seperti dilansir Telegraph, Rabu (10/7/2013).

Obat ini menyasar sistem saraf pusat untuk meringankan kejang, kram dan sesak otot. Penderita multiple sclerosis pada awalnya diresepkan 5 mg setiap 6 - 8 jam, lalu dosisnya meningkat menjadi 15 - 160 mg. Menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba akan menimbulkan efek samping berupa gejala putus obat, halusinasi, kebingungan, insomnia, dan kecemasan.

Pada tahun 2008, seorang spesialis jantung yang berpraktik di Paris dan juga seorang pecandu alkohol bernama dr Olivier Ameisen menulis buku berjudul 'The End of My Addiction'. Buku itu menceritakan bagaimana dia mengatasi kecanduan alkoholnya dengan meminum baclofen.

Namun para dokter lain mengatakan, memberitahu orang awam bahwa kecanduan alkohol dapat diobati dengan obat sederhana adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Baclofen hanya tersedia di Inggris untuk penderita multiple sclerosis, jadi diduga Anna mendapatkan obat ini dengan memesannya via online.

"Nona Sargent mencari lewat online dan menemukan baclofen terkenal dapat membantu mengatasi ketergantungan alkohol. Dia akhirnya mengalami overdosis baclofen dan dibawa ke tempat rehabilitasi untuk detoksifikasi sebelum akhirnya bunuh diri," kata petugas yang memeriksa penyebab kematian Anna, Dr Sean Cummings.

(pah/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, June 9, 2013

Kemenkes: Tiap Hari 175 Orang di Indonesia Meninggal karena TB

Jakarta, Memberantas Tuberculosis (TB) atau dikenal juga dengan singkatan TBC tampaknya bukan perkara mudah bagi Kementerian Kesehatan. Meski sudah ada obatnya, korban tewas akibat penyakit ini masih terbilang tinggi.

"TB sudah ada obatnya, pemerintah sudah memberikan layanan, dokter dan rumah sakit juga ada. Tapi tiap hari 175 orang di Indonesia meninggal karena TB," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Gufron Mukti saat ditemui di "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia, Kamis (30/5/2013).

Banyaknya korban meninggal akibat infeksi TB membuat peringkat Indonesia masih bertahan di posisi 4 dari negara-negara lain di dunia. Di Indonesia sendiri, TB menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak bersama dengan penyakit-penyakit lainnya.

"Ini penyebab kematian nomor 2 atau nomor 3 di Indonesia," lanjut Prof Gufron.

Prof Gufron mengakui, pemerintah tidak mungkin berjalan sendirian dalam mewujudkan Indonesia bebas TB. Dibutuhkan kemitraan atau partnership dengan pihak lain termasuk swasta dan masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama melawan persebaran TB.

Mengenai resistensi atau kekebalan kuman TB, Prof Gufron mengakui bahwa kasusnya masih banyak dijumpai di Indonesia. Ia mengatakan, solusi untuk mengurangi kasus MDR-TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) adala deteksi dini dan terapi secepatnya.

TB atau dikenal juga dengan singkatan TBC merupakan infeksi paru yang menular melalui droplet atau bercak dahak yang keluar saat batuk, dan tidak menular lewat alat makan. Dengan pengobatan teratur, infeksi ini bisa disembuhkan dan dicegah penularannya.

Namun karena pengobatannya berlangsung dalam jangka panjang, tidak jarang pasien merasa bosan atau putus asa lalu berhenti alias DO (drop out). Kondisi ini memicu resistensi atau kekebalan, sehingga kuman TB menjadi lebih sulit disembuhkan.

(up/mer)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Monday, June 3, 2013

Karena Rokok, Jumlah Pasien Kanker Paru Bersaing dengan TBC

Jakarta, Dulu, penyakit paru-paru yang paling diwaspadai dan membuat nama Indonesia dikenal dunia adalah tuberkulosis (TBC). Namun dengan adanya peningkatan jumlah perokok, kasus TBC dan kanker paru kini saling bersaing untuk merebut perhatian.

"Di Indonesia, di RSUP Persahabatan, memang angka kanker paru meningkat pesat dalam waktu 10 tahun ini. Jika dulu angka TB (tuberkolusis) banyak, sekarang mulai bersaing dengan kanker paru," kata Dr. Sita Andarini, SpP(k), PhD, spesialis paru di RSUP Persahabatan kepada detikHealth, Kamis (30/5/2013).


Indonesia memang tercatat sebagai negara penyumbang kasus TBC nomor 4 di dunia setelah India, China dan Afrika Selatan. Diperkirakan ada 430 ribu kasus TBC baru dan 169 orang di antaranya meninggal setiap hari.


Dr Sita yang juga bertugas sebagai staf pengajar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI ini menjelaskan, pada pasien kanker paru, angka kematiannya terhitung tinggi. Penyebabnya karena pasien baru datang ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut, yaitu stadium III-B hingga IV.


"Pada pasien kanker paru dengan stadium III-B sampai stadium IV, itu sudah stadium lanjut, umumnya pasien hanya bisa bertahan 3 - 6 bulan. Kalau stadium I dan II masih bisa diatasi," terang dr Sita.


Peningkatan pasien kanker paru ini tak lepas dari peningkatan jumlah perokok. Data WHO tahun 2008 menyebutkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia menduduki peringkat 3 terbanyak di dunia setelah China dan India. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sebanyak 67,4 persen laki-laki dan 4,5 persen perempuan Indonesia adalah perokok aktif.


Jika dihitung, diperkirakan ada sekitar 61,4 juta perokok aktif di Indonesia. Di satu sisi, sekitar 97 juta warga Indonesia yang tak merokok terpaksa ikut berisiko terkena penyakit karena menghirup asap rokok. Pada anak-anak, yang terpapar asap rokok jumlahnya sekitar 43 juta. Sebanyak 11,4 juta di antaranya masih berusia 0 - 4 tahun.


Yang menyedihkan, peningkatan jumlah perokok justru banyak dijumpai pada remaja dan anak-anak. Di antara anak-anak berusia 10 - 14 tahun, terdapat peningkatan jumlah perokok hingga 6 kali lipat dari tahun 1995 hingga 2007. Jika yang merokok di tahun 1995 ada 71.126 anak, maka di tahun 2007 jumlahnya melonjak jadi 426.214 anak.


Akibatnya, diperkirakan ada lebih dari 200.000 orang yang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok, tak terkecuali kanker paru. Penyakit ini tak hanya mengganggu kesehatan, namun juga finansial. Di tahun 2010, beban ekonomi makro akibat penggunaan tembakau mencapai Rp 245,41 Trilyun.


"Untuk kanker sendiri, angka pasien dengan kanker paru dalam 10 tahun ini meningkat 5 kali lipat," pungkas dr Sita.


(pah/up)




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Tuesday, May 14, 2013

Stres karena Pekerjaan & Gaya Hidup Tak Sehat Bisa Berujung Kematian

Jakarta, Telah lama diketahui jika stres atau tekanan akibat pekerjaan sanggup memberikan risiko penyakit jantung bagi para pekerja. Apalagi kadang para pekerja ini tak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk mencegahnya disamping rutinitas kerja yang tak ada hentinya. Sebuah studi baru pun menemukan jika hal ini dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat.

Kesimpulan ini diperoleh setelah tim peneliti menganalisis data lebih dari 102.000 pria dan wanita berusia 17-70 tahun di UK, Perancis, Belgia, Swedia dan Finlandia. Gaya hidup setiap partisipan digolongkan dalam tiga kategori: sehat, cukup sehat atau tidak sehat, berdasarkan faktor-faktor risiko seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktif tidaknya melakukan aktivitas fisik dan tingkat obesitas.


Dalam hal ini partisipan yang dikatakan mempunyai gaya hidup sehat diketahui tidak memiliki faktor risiko apapun, sedangkan partisipan yang gaya hidupnya cukup sehat hanya memiliki satu faktor risiko. Namun partisipan dengan dua faktor risiko atau lebih dikualifikasikan mempunyai gaya hidup yang tak sehat.


Menurut studi yang baru saja dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal ini, 16 persen partisipan dilaporkan mengalami stres akibat pekerjaan. 10 Tahun kemudian, peneliti menemukan angka kejadian penyakit arteri koroner mencapai 18,4 per 1.000 orang yang mengalami stres karena pekerjaan dan 14,7 per 1.000 orang yang tak merasakan tekanan pekerjaan.


Sedangkan angka kejadian penyakit jantung pada orang yang memiliki gaya hidup tak sehat hampir mencapai 31 per 1.000 orang dibandingkan pada orang yang gaya hidupnya sehat yang hanya 12 per 1.000 orang. Tapi ketika gaya hidup dan pekerjaan digabungkan, angka kejadian penyakit jantungnya meningkat menjadi 31,2 per 1.000 orang pada partisipan yang mengalami stres akibat pekerjaan dan memiliki gaya hidup tak sehat, padahal pada partisipan yang mengaku stres karena pekerjaan namun mempunyai gaya hidup sehat jumlahnya hanya 15 per 1.000 orang.


"Jelas jika risiko penyakit arteri koroner paling tinggi terlihat di antara partisipan yang dilaporkan mengalami tekanan pekerjaan dan gaya hidupnya tak sehat, sedangkan partisipan yang tertekan dengan pekerjaannya tapi gaya hidupnya sehat hanya berisiko separuh," tandas Dr. Mika Kivimaki dari departemen epidemiologi dan kesehatan publik, University College London, Inggris.


"Dengan kata lain studi ini memperlihatkan bahwa gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko penyakit arteri koroner secara substansial pada orang-orang yang tertekan dengan pekerjaannya," tambahnya seperti dilansir Health.com, Selasa (14/5/2013).


Peneliti pun menyimpulkan jika kondisi ini tak semata dapat diselesaikan dengan konseling untuk mengatasi stres. Para dokter juga diminta untuk lebih memperhatikan faktor risiko dari gaya hidup pada pasien yang mengaku stres karena tekanan pekerjaan.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Monday, May 13, 2013

30% Pria Rentan Cari Hobi dan Istri Baru karena Krisis Paruh Baya

Jakarta, Di kota-kota besar, pemandangan pria-pria berusia 40 - 50 tahunan yang menyibukkan diri dengan hobi yang aneh lazim ditemui. Penelitian menemukan bahwa para pria tersebut mengalami krisis paruh baya. Tak hanya mencari hobi baru, mereka juga rentan mencari istri baru.

Sebuah survei yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa 30 persen pria mengalami perubahan perilaku ketika usianya beranjak tua. Perubahan tersebut secara kasat mata dapat diamati dengan mulai menekuni hobi unik seperti membeli mobil sport, motor gede, pernak-pernik hingga mencari istri baru.


Survei yang dilakukan oleh situs fashion dan gaya hidup pria, socked.co.uk, ini menemukan bahwa kebanyakan pria mengaku melalui krisis paruh baya dalam upayanya untuk merebut kembali masa mudanya. Ketika ditanya apa yang memicu perubahan tersebut, para pria memberikan jawaban yang beragam.


Jawaban yang paling banyak diberikan adalah karena kematian seorang teman, anggota keluarga atau kolega, perceraian dan anak-anak yang sudah tumbuh dewasa lalu meninggalkan rumah. Beberapa pria lainnya menjawab bahwa setelah cicilan rumah terlunasi, mereka tiba-tiba merasakan pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya.


Sebagai akibatnya, yang terisisa di benak para pria ini adalah keinginan untuk menyenangkan diri sendiri. Bahkan ada salah seorang responden yang mengaku meninggalkan segalanya untuk mengikuti tur reuni band favoritnya di tahun 80-an. Tapi ada juga yang menjawab mencurahkan tenaganya untuk kegiatan kemanusiaan.


Di balik gemerlap tawa dan petualangan tersebut, ternyata ada juga sisi sedih yang diakibatkan krisis paruh baya. Sekitar 10 persen dari 1.500 orang pria yang disurvei mengaku menderita depresi ketika harus berdamai dengan kematian.


"Survei ini membuka mata, apa yang terlihat menyenangkan dan hal-hal aneh yang dilakukan pria tua untuk menghidupkan kembali masa mudanya juga menunjukkan kepada kita sisi lain mata uang, yaitu depresi dan ketakutan akan masa depan," kata Mark Hall dari Socked.co.uk seperti dilansir Daily Mail, Kamis (9/5/2013).


Kenyataan sedih ini jarang diketahui dan menunjukkan betapa sulitnya bagi sebagian pria untuk menghadapi kenyataan bahwa mereka mulai tua. Untungnya, dua pertiga peserta survei mengaku tidak pernah melalui krisis tersebut dan sudah merasa sangat senang dengan kehidupannya.


Adapun beberapa hal yang paling banyak diburu pria yang mengalami krisis paruh baya adalah sebagai berikut:
- Mobil sport
- Sepeda motor
- Liburan
- Pakaian baru
- Istri baru
- Tiket konser
- Tato
- Operasi plastik


Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Sunday, May 12, 2013

3 Wanita Ini Meninggal karena Organ Donor Terinfeksi Virus Langka

Melbourne , Baru-baru ini dikabarkan tiga wanita asal Australia meninggal dunia satu bulan setelah menerima organ donor dari seorang pria. Ternyata kematian itu akibat serangan virus langka yang disebarkan oleh tikus.

Karen Wilkinson (44), Carmelina Sirianni (63) dan Gurpal Sandhu (64) sama-sama menerima donor organ dari seorang pria bernama Jovo Vranjesevic. Namun ketiganya meninggal dunia dengan jarak masing-masing enam hari dan hanya sebulan pasca transplantasi.


Vranjesevic sendiri meninggal dunia akibat stroke 12 hari setelah kembali ke Melbourne, Australia. Sebelumnya pria berusia 57 tahun itu sempat tinggal di rumah saudaranya di Serbia selama tiga bulan pada tahun 2006. Usut punya usut, ternyata ketika tinggal di Serbia, pria ini terserang lymphocytic choriomeningitis, sebuah infeksi akibat virus yang disebarkan oleh tikus rumahan kendati ia tidak meninggal karenanya.


Salah satu perwakilan dari tim koroner, Audrey Jamieson mengungkapkan ketiga wanita ini juga mengalami komplikasi yang serupa dengan Vranjesevic beberapa hari pasca prosedur transplantasi yang mereka jalani pada tahun 2007 dan kesemuanya terbukti meninggal dunia akibat virus tersebut.


Dari pemeriksaan intensif barulah diketahui jika keluarga Vranjesevic tidak dimintai keterangan oleh tim dokter terkait isu kesehatan yang (mungkin) dimiliki oleh pria ini sebelum memutuskan untuk mendonasikan organ-organnya.


Keterkaitan antara empat kasus kematian itu pun terungkap setelah dilakukan autopsi atas jenazah Carmelina Sirianni. "Penemuan virus LMCV ini terjadi pada bulan yang sama setelah kematian ketiga resipien," kata Jamieson seperti dilansir Telegraph, Kamis (9/5/2013).


"Hingga ditemukannya virus itu, saya sepakat jika strain virus ini tak pernah ditemukan pada manusia, dengan demikian tak dapat diidentifikasi ketika dilakukan pengambilan organ hingga transplantasi oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Virus LMCV ini dapat dikatakan jenis arenavirus (virus yang biasanya menginfeksi tikus) baru dan belum pernah terlihat sebelumnya," tambahnya.


Dari kasus ini Jamieson mengatakan kematian ketiganya sangatlah tragis namun tak dapat diramalkan. Itulah mengapa menurut Jamieson, prosedur screening sebelum menjalankan transplantasi organ dianggap sangat perlu. Jamieson juga meminta ditingkatkannya komunikasi antara para dokter, staf rumah sakit dan keluarga pasien.


"Tapi bukan berarti saya bermaksud mencegah orang-orang untuk mendonorkan organnya mengingat angka donor organ di Australia terbilang rendah dibanding negara-negara lainnya," tandas Jamieson.


Pasangan Wilkinson, Rae Moran mengaku ia menerima hasil temuan tersebut dan mengatakan kecelakaan yang terjadi saat transplantasi ini memang 'tak dapat diramalkan'.


"Saya kira risiko terulangnya kejadian seperti ini sangatlah kecil dan sebaliknya program transplantasi ini sendiri benar-benar bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya. Saya masih harus berterima kasih karena saya tahu keluarga pendonor tentu juga menghadapi keputusan yang sulit di waktu yang sama ketika ayah dan suami mereka meninggal dunia," pungkas Moran.


 


Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Friday, April 26, 2013

Patah Tulang Karena Kecelakaan? Ini yang Harus Dilakukan

Jakarta, Di kota-kota besar yang dipadati kendaraan, peristiwa kecelakaan lalu lintas bisa dibilang terjadi hampir setiap hari. Salah satu cedera yang sering terjadi akibat kecelakaan adalah patah tulang. Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan hati-hati.
Patah tulang sendiri terdiri dari berbagai jenis. Penanganannya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera yang dialami. Saat menemui korban kecelakaan dan ingin menolong, perlu diketahui beberapa hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar cedera tidak bertambah parah.

"Tanda-tanda patah tulang itu adalah lihat bentuk dan letak bagian tubuhnya. Jika ada yang keluar atau bergeser tidak pada tempatnya, maka dapat dipastikan ia mengalami patah tulang," kata dr Firdaus Saleh SpB, SpU (K), spesialis bedah urologi dari RS Pelni ketika dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).

Dr Firdaus menuturkan, yang pertama perlu dilakukan kepada korban patah tulang adalah memposisikan korban agar kondisi tulangnya yang patah kembali normal. Setelah mengalami kecelakaan, korban biasanya mengalami nyeri yang hebat sampai mengalami kondisi syok, jadi apabila tulangnya dinormalkan, ia tidak akan merasakan nyeri.

Walau begitu, cara ini sebaiknya hanya dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Untuk masyarakat awam yang tidak tahu cara menangani pasien patah tulang, sebaiknya korban tidak diotak-atik sebab tindakan yang dilakukan justru bisa membuat kondisi korban bertambah parah.

Setelah mengetahui kemungkinan patah tulang, korban sebaiknya dipindahkan ke tempat yang aman. Proses ini membutuhkan kehati-hatian sebab memindahkan tubuh korban berisiko bisa menggeser posisi luka. Dr Firdaus menyarankan untuk tidak memindahkan korban kecelakaan sendirian.

"Cara aman pindahkan korban adalah angkat dalam posisi anatomis, yaitu telentang dengan kedua lengan di samping secara bersama-sama oleh minimal 4 orang perlahan-lahan dan serentak. Jangan ada bagian tubuh yang terjuntai," jelas dr Firdaus.




Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, April 10, 2013

Gadis Ini Hampir Buta Karena Lensa Kontak

Jakarta, Pemakaian lensa kontak saat ini sudah tidak asing lagi. Selain lebih praktis dari penggunaan kacamata, Anda juga dapat memilih warna dan motif yang disukai. Namun, sayangnya karena penggunaan lensa kontak Ashley Hyde hampir saja kehilangan penglihatannya.

Seperti dikutip pada Dailymail, Jumat (29/3/2013) parasit telah berkembang biak pada lensa kontaknya dan mulai memakan kornea matanya. Gadis berusia 18 tahun ini harus mejalani prosedur pengeboran ke dalam matanya untuk mengambil parasit tersebut.


Pengeboran yang juga bertujuan untuk mengikis parasit tersebut sekaligus juga melihat apakah masih ada sisa radang pada mata kiri Ashley.


Setelah diperiksa, dokter menemukan Ashley menderita infeksi acanthamoeba. Acanthamoeba adalah parasit mikroskopis yang ditemukan di air dan tanah yang dapat menyebar melalui penggunaan lensa kontak, luka, atau luka kulit. Bisa juga dengan cara terhirup ke dalam paru-paru.


Sesudah melewati proses pengeboran, Ashley akhirnya harus mendapatkan pengobatan berbulan-bulan. Dr Adam Clarin, seorang dokter Optometric, mengatakan pengguna lensa kontak harus mengganti lensa yang digunakan secara rutin.


"Tidak ada yang lebih aman atau sehat daripada mengganti lensa kontak setiap hari dan dimulai dengan yang baru pada hari berikutnya," kata dr Adam.


Dokter Adam juga menjelaskan bahwa setiap hari banyak orang yang datang padanya mengeluh dampak dari penggunaan lensa kontak. Beberapa dampak dari lensa kontak yang dikeluhkan terkait dengan infeksi, komplikasi, dan maag.




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Monday, April 8, 2013

Punggung Terasa Nyeri Karena Sering Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

Pertanyaan Konsultasi


Dear Dokter


Sebut saja nama saya Ibu Anu,  saat ini punggung saya akhir-akhir ini terasa nyeri pada saat beraktifitas. Tetapi saya tidak pernah terjatuh maupun cedera sebelumnya. Hal ini terus terasa sepanjang dua minggu ini.


Sekarang saya bekerja di suatu departemen store X yang mengharuskan saya menggunakan sepatu hak tinggi setiap harinya.  Apakah hal tersebut berhubungan dok ? Apa yang harus saya lakukan?  Terimakasih


Jawaban Konsultasi


Salam Sehat ibu Anu icon smile Punggung Terasa Nyeri Karena Sering Menggunakan Sepatu Hak Tinggi


Terimakasih sudah bertanya di DokterSehat.com ini, sepatu hak tinggi memang sekarang umum dan banyak digunakan oleh wanita dengan alasan Fashion dan tidak jarang digunakan setiap hari. Tetapi sebetulnya sepatu hak tinggi tidak baik apabila digunakan setiap hari secara non-stop.


Wanita harus tahu efek samping yang ditimbulkan pada tubuh. Efek sampingnya cukup bervariasi tetapi menurut penelitian wanita muda yang mengenakan sepatu hak tinggi selama 40 jam per minggu atau lebih, tanpa disadari perlahan-lahan dapat menyebabkan cedera dan cacat tubuh.

Postur tubuh yang baik adalah penting karena berhubungan dengan sumsum tulang belakang yang merupakan bagian penting dari tubuh manusia. Ini berfungsi menjaga keseimbangan serta mendukung dan membantu untuk mempertahankan postur tubuh tegak lurus dan begitu juga punggung bagian bawah, bertindak sebagai pusat tubuh dan membantu Anda untuk berdiri dan berjalan normal.  Penggunaan sepatu hak tinggi mengganggu postur normal yang membuat tubuh agak melengkung.Penggunaan sepatu bertumit tinggi menempatkan kaki Anda dalam posisi menunjuk ke bawah sehingga menempatkan lebih banyak tekanan pada kaki depan. Efeknya akan memaksa Anda untuk menyesuaikan seluruh tubuh untuk menjaga keseimbangan. Bagian bawah tubuh membungkuk karena posisi kaki menunjuk ke bawah. Oleh karena itu, bagian atas perlu bersandar ke belakang untuk membuat Anda seimbang.  Ini bukan sikap normal tubuh Anda.

Seperti disebutkan sebelumnya, sepatu hak tinggi mempengaruhi berat tubuh bagian belakang.  Hal ini menyebabkan tulang lumbar (pinggang) merata.  Tubuh dipaksa untuk bersandar ke depan, membuat otot-otot pinggul bekerja lebih dari biasanya saat aktif berjalan.  Hal ini dapat menyebabkan pemendekan otot flexor muscles (terletak di bagian atas paha) menyebabkan kontraktur (mendatarkan tulang belakang).


Tetapi memang betul tidak  setiap orang tidak menderita sakit punggung. Hal ini hanya terjadi pada beberapa wanita yang sudah menampilkan tanda-tanda masalah pada bagian punggung dan lainnya.


Jadi kembali pada ibu Anu, saran saya coba untuk memeriksakan diri secara langsung ke dokter untuk dilihat apakah memang betul itu positif karena penggunaan sepatu hak tinggi. Apabila betul , saran saya untuk mengurangi bahkan menghindari sepatu hak tinggi. Coba minta dispensasi dari pihak kantor, mereka pasti mau mengerti apabila disertai surat dari dokter.  Anda juga biasanya akan diberikan obat penghilang rasa nyeri dan obat anti inflamasi non steroid serta menjalani fisioterapi, untuk obat akan kembali tergantung masing-masing dokter tempat anda memeriksakan karena akan disesuaikan dengan kebutuhan anda.


Semoga informasi ini berguna


Salam



Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, March 27, 2013

Indonesia Rugi USD 6,3 Miliar Tiap Tahun karena Sanitasi yang Buruk

Subang, Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia yang berkaitan erat dengan kesehatan dan membawa dampak pada ekonomi. Sayangnya, sanitasi buruk masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Akibatnya, Indonesia mengalami kerugian ekonomi hingga USD 6,3 miliar tiap tahunnya.

Populasi penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta jiwa, yang 100 juta diantaranya belum memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Bahkan 63 juta orang Indonesia masih buang air besar (BAB) sembarangan. Sanitasi yang buruk ini memiliki dampak sangat besar pada kesehatan, salah satunya menjadi penyebab menularkan penyakit tifus dan diare.

Menurut laporan Economic Impact of Sanitation in Indonesia, sanitasi buruk menjadi penyumbang bagi meningkatnya penyakit diare, dimana anak-anak menjadi korban terbanyak, bahkan lebih banyak dari masalah gizi buruk pada balita. Penyakit-penyakit akibat sanitasi buruk berhubungan langsung dengan lebih dari 40.000 kematian pada balita di Indonesia setiap tahunnya.

Selain konsekuensi kesehatan, sanitasi buruk ternyata juga berdampak pada ekonomi. Studi dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 2,4 persen dari keseluruhan Gross Domestic Product (GDP) atau sekitar USD 6,3 miliar tiap tahun karena sanitasi dan higienitas yang buruk dan kurangnya akses air bersih.
"Karena sanitasi yang buruk, Indonesia kehilangan USD 6,3 miliar setiap tahun," jelas Yosa Yuliarsa, Spesialis Komunikasi Kawasan Asia Timur, Water and Sanitation Program (WSP) The World Bank, saat berbincang dengan detikHealth, disela-sela acara kunjungan 'Hari Air Sedunia 2013' di Subang, Jawa Barat, Rabu (20/3/2013).

Menurut Yosa, kerugian ini dihitung dari keseluruhan aspek, mulai dari beban pencemaran air, besarnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan akibat penyakit berkaitan dengan sanitasi yang buruk, beban penyakit, beban pencemaran air, beban kenyamanan lain, absen di sekolah atau tempat kerja dan penurunan pemasukan di tempat wisata.

Sanitasi yang buruk juga akan menambah biaya untuk pengolahan air bersih. Perlu diketahui, air limbah yang tidak diolah menghasilkan 6 juta ton kotoran manusia per tahun yang dibuang dan berkontribusi terhadap polusi ke badan air, sehingga biaya pengolahan air bersih semakin mahal.

Setiap tambahan konsentrasi pencemaran BOD (biochemical oxygen demand/kebutuhan oksigen biologis yang merupakan parameter kualitas air) sebesar 1 mg/liter pada sungai, meningkatkan biaya produksi air minum sekitar Rp 9,17/meter kubik.

"Artinya menyebabkan kenaikan biaya produksi PDAM sekitar 25% dari rata-rata tarif air nasional," papar Yosa.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung