Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Friday, May 10, 2013

Tanda-Tanda Bahaya Pada Kehamilan

DokterSehat.com – Gangguan kehamilan terkadang dapat membahayakan kondisi ibu atau janin dalam kandungan. Oleh karena itu, penting sekali dilakukan pemeriksaan secara rutin agar ibu mengetahui kondisi kehamilan.


Gangguan kehamilan bisa terjadi secara mendadak dan biasanya tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Segera periksakan ke dokter jika kehamilan menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti berikut ini:


Berat badan ibu hamil tidak naik


Normalnya, selama hamil ibu akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 9-12 kg. Peningkatan berat badan akan mulai terlihat sejak kehamilan usia 4 bulan hingga menjelang persalinan.


Jika berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg pada akhir bulan keenam, maka kemungkinan pertumbuhan janin akan terganggu. Bahkan nyawa janin bisa terancam.


Tidak bertambahnya berat badan ibu mungkin disebabkan kekurangan gizi atau ibu menderita penyakit seperti malaria, batuk menahun, atau penyakit lainnya yang perlu segera diobati.


Perdarahan (bleeding)


Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan, persalinan dan nifas merupakan tanda bahaya yang bisa berakibat kematian ibu dan atau janin.


1. Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sebelum 3 bulan bisa diakibatkan oleh keguguran atau keguguran yang mengancam. Jika mengalami kondisi ini Ibu harus segera meminta pertolongan bidan atau dokter untuk menyelamatkan nyawa janin. Namun, bila janin tidak dapat diselamatkan maka ibu perlu mendapat pertolongan supaya kesehatannya terjaga.


2. Perdarahan melalui jalan lahir disertai nyeri perut bawah yang hebat, pada ibu yang terlambat haid 1-2 bulan, merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Keadaan ini bisa mengancam nyawa ibu. Oleh karena itu, ibu harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.


3. Perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan 7-9 bulan, meski hanya sedikit tapi kondisi ini merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Jika mengalami hal ini ibu harus segera diberi perawatan medis di rumah sakit.


4. Terjadinya perdarahan dalam jumlah banyak, sesaat atau sekitar 1 jam setelah melahirkan, sangat berbahaya dan sering menjadi penyebab kematian ibu. Kondisi ini bisa mengakibatkan kematian dalam waktu kurang dari 2 jam. Ibu perlu segera ditolong untuk penyelamatan jiwanya.


5. Perdarahan pada masa nifas (dalam 42 hari setelah melahirkan) yang berlangsung terus menerus, disertai bau tak sedap dan demam, juga merupakan tanda bahaya. Ibu harus segera dirawat di rumah sakit.


Bengkak tangan/wajah, pusing, dan diikuti kejang


Normal saja bila kaki atau tungkai bawah mengalami sedikit pembengkakan saat usia kehamilan menginjak 6 bulan ke atas. Tapi, kondisinya akan menjadi sangat berbahaya bila terjadi sedikit bengkak pada wajah atau tangan, terutama jika disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala (pusing).


Jika dibiarkan ibu akan mengalami kejang-kejang atau disebut dengan eklamsi. Kondisi ini sering mengakibatkan kematian pada ibu dan janin. Jika terdapat satu atau lebih gejala tersebut maka ibu harus segera mendapat pertolongan medis.


Gerakan janin berkurang atau tidak ada


Pada kondisi normal, pada usia kehamilan 4-5 bulan gerakan janin bisa dirasakan ibu untuk pertama kalinya. Seterusnya gerakan janin akan makin sering dirasakan ibu.


Janin yang sehat bergerak secara teratur. Jika gerakan janin berkurang, melemah atau tidak bergerak sama sekali dalam 12 jam, kondisi ini bisa menandai bahwa kehidupan bayi mungkin terancam.


Kelainan letak janin


Normalnya, kepala janin berada di bagian bawah rahim ibu dan menghadap ke arah punggung ibu. Menjelang persalinan, kepala bayi turun dan masuk ke rongga panggul ibu. Namun, terkadang letak janin tidak normal sampai usia kehamilan 9 bulan. Sehingga ibu harus melahirkan di rumah sakit supaya ibu dan janin bisa diselamatkan.


Kelainan letak janin antara lain :

Letak sungsang : kepala janin di bagian atas rahinLetak lintang: letak janin melintang di dalam rahim

Jika menjelang persalinan bagian tubuh janin terlihat di jalan lahir, misalnya tangan, kaki atau tali pusat, maka ibu harus segera mendapat perawatan medis di rumah sakit.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, April 20, 2013

Faktor Penyebab Pembekuan Darah Selama dan Setelah Kehamilan

DokterSehat.com – Baru- baru ini sebuah penelitian menguraikan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah pada wanita selama atau setelah kehamilan. Pada penelitian ini para ahli menganalisis data hampir 400.000 kehamilan yang terjadi antara tahun 1995 dan 2009.

Risiko pembekuan darah selama kehamilan dapat meningkat pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun, kelebihan berat badan atau obesitas, dan merokok. Komplikasi medis seperti diabetes yang sudah ada sebelumnya, varises dan penyakit inflamasi usus juga dikaitkan dengan peningkatan risiko.

Bila gumpalan darah menyebar sampai ke organ-organ vital seperti jantung, otak, atau paru-paru maka kondisi ini bisa mengancam nyawa seseorang.

Pada wanita yang baru melahirkan dan mengalami obesitas maka berisiko empat kali lipat menderita  bekuan darah. Risiko akan meningkat dua kali lebih tinggi dari normal pada ibu yang melahirkan secara sesar, kelahiran prematur, perdarahan dalam kehamilan atau sudah melahirkan tiga kali atau lebih.

Wanita yang mengalami kelahiran mati berisiko enam kali lipat mengembangkan bekuan darah yang  disebut juga tromboemboli vena (VTE).

Pemimpin studi Dr Matthew Grainge, dari Sekolah Ilmu Kesehatan mengungkapkan adanya kaitan antara kondisi bayi yang dilahirkan dan kelahiran prematur dengan pembekuan darah.

Tercatat, gumpalan darah mempengaruhi sekitar satu atau dua kehamilan tiap 1.000 kehamilan. Meskipun jarang, gumpalan darah adalah penyebab utama kematian pada ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan di negara berkembang.

Bagi wanita yang memiliki risiko lebih tinggi sebaiknya dilakukan pencegahan dengan memberikan darah heparin tipis dengan dosis harian. Peneliti berharap hasil riset ini bisa menambah informasi baru untuk dokter.

pf button both Faktor Penyebab Pembekuan Darah Selama dan Setelah Kehamilan

Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, April 14, 2013

Endometrium, Penghambat Kehamilan

DokterSehat.com – Normalnya endometrium berada pada rongga rahim, namun pada kasus endrometriosis, endometrium tumbuh di luar rahim seperti di usus, indung telur, kandung kemih, dan dalam kondisi tertentu terjadi pada seluruh daerah panggul. Meski bukan tergolong penyakit mematikan, namun Endometriosis juga tidak bisa dianggap remeh karena dapat menimbulkan sakit yang luar biasa, bahkan bisa mengganggu kesuburan wanita.


Endometriosis bisa menyebar sampai ke otak dan paru-paru sehingga pengidap Endometriosis bisa mengalami pengempisan paru-paru dan kejang tiap kali haid. Biasanya penderita Endometriosis akan mengalami sakit yang berlebihan saat haid. Selain itu, susah mendapat keturunan juga merupakan tanda umum terjadinya Endometriosis karena penyakit ini bisa merusak struktur organ reproduksi wanita dan mengurangi sistem kekebalan tubuh.


Meski tumbuh secara abnormal namun endometriosis tidak digolongkan ke dalam kanker karena ketidaknormalannya disebabkan letaknya yang berada di luar rahim wanita. Pada wanita yang tidak hamil, endrometrium akan dibuang saat hamil. Tapi, saat hamil endrometrium malah menjadi bahan makanan janin.


Endometriosis bisa mengakibatkan difungsi beberapa organ reproduksi wanita. Proses pembuahan akan mengalami kesulitan sehingga janin sulit terbentuk. Kondisi inilah yang menyebabkan penderita Endometriosis kesulitan memperoleh anak. Bila penderita mengalami kehamilan maka kemungkinan besar akan terjadi kehamilan etopik yakni kehamilan di luar kandungan.


Gejala


Endometriosis akan menunjukan tanda-tanda berikut ini:


1. Haid disertai rasa nyeri dan kejang-kejang di otot perut


2. Pinggang terasa sakit saat akan duduk


3. Rasa nyeri di bagian panggul, belakang dan samping panggul


4. Sakit perut seperti mengalami maag


5. Terasa sakit di anus dan sekitarnya ketika buang air besar


6. Vagina cenderung menebal


7. muncul bercak merah sebelum haid


8. Sakit saat berhubungan seks


9. Darah yang keluar berlebihan saat haid


Klasifikasi Endometriosis


Menurut topografinya endometriosis dapat digolongkan menjadi:


1. Endometriosis Interna, yakni endometriosis dalam miometrium yang biasa disebut Adenomiosis.


2. Endometriosis Eksterna, yakni endrometriosis di luar uterus yang biasa disebut “true endometriosis”.


Menurut letaknya endometriosis dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu :


1. Endometriosis genetalia interna, yakni endometriosis yang terletak dalam uterus.


2. Endometriosis eksterna, yakni endometriosis yang terletak di dinding belakang uterus, di bagian luar tuba dan di ovarium.


3. Endometriosis genetalia eksterna, yakni endometriosis yang terletak di pelvio peritonium dan di kavum douglas, kandung kencing, rekto sigmoid.


Pengobatan


Endometriosis bisa disembuhkan dengan obat-obatan pengatur produksi hormon bila penyakit ini disebabkan adanya gangguan hormonal. Bila endometriosis dalam bentuk kista maka penyembuhannya dengan melakukan operasi laparoskopi disertau terapi hormonal.


Setelah dilakukan operasi penderita endometriosis ringan akan memiliki peluang kehamilan. Namun, pada beberapa kasus menunjukkan wanita penderita endometriosis bisa hamil meski tidak melakukan operasi terlebih dahulu, kemudian gejala endometriosisnya bisa berkurang.


Janganlah terlalu cemas bila mengalami endometriosis. Peluang kehamilan masih terbuka lebar selama Anda menerapkan pola hidup sehat,  berpikir positif, serta melakukan terapi atau pengobatan sesuai petunjuk dokter.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Thursday, April 4, 2013

Optimalkan Otak Janin Selama Kehamilan

DokterSehat.com – Orangtua mana yang tak bangga memiliki anak yang cerdas? Pastilah setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan sehat. Untuk mewujudkannya tak cukup dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Namun, diperlukan pula usaha ibu untuk menstimulasi otak anak sejak dalam kandungan.


Salah satu cara menstimulasi otak janin adalah dengan bercerita sambil mengelus perut. Suara ibu merupakan stimulasi suara terbaik yang bermanfaat untuk merangsang otak janin maupun bayi baru lahir untuk melakukan gerakan motorik. Lalu kapan waktu yang tepat untuk menstimulasi otak anak?


Hamil 18 minggu, stimulasikan otak janin


Stimulasi otak bayi sebenarnya bisa dilakukan sejak usia kehamilan 18-20 minggu. Menurut aliran homunculus, sejak terjadi pertemuan sel telur dan sel sperma bayi sudah memiliki perkembangan psikologis dan biologis sehingga janin dalam kandungan pun sudah mulai bereaksi terhadap rangsangan dari luar.


Pada kehamilan trimester pertama janin memiliki tingkah laku spontan yang berulang atau habituasi, contohnya menghisap ibu jari atau penyesuaian janin terhadap suara luar dengan menunjukkan respon berupa gerakkan, kontraksi otot, dan perubahan denyut jantung.


Sementara menurut teori psikogenesis, pada trimester kedua otak bayi berkembang pesat. Kondisi inilah yang dapat membuat janin dapat mengingat situasi yang dilakukan ibu saat mengandung. Contonya, bayi dapat mengingat perkataan kasar yang diucapkan ibunya saat mengandung. Akibatnya, meski tidak diasuh oleh ibu kandungnya ia bisa tetap meniru kata kasar karena mengingat apa yang dilakukan ibi selama mengandungnya.


Suara ibu percepat denyut jantung janin


Sel syaraf janin dapat berkembang dengan pesat, maka jangan sampai ibu terlambat menstimulasi otak buah hati Anda. Berilah stimulasi yang membawa energi positif, hindari perasaan cepat cemas dan komentar yang kurang baik karena nantinya dapat mempengaruhi bayi setelah lahir.


Ketika bayi mendengar suara ibunya maka secara lamiah denyut jantungnya bergerak aktif. Ritme jantung akan melambat bila mendengar suara orang lain. Ketika ritme jantung aktif, bayi akan menyimpan kata-kata dari ibu dalam memorinya. Inilah yang disebut stimulasi kognitif.


Emosional janin pun sudah berkembang pada waktu yang bersamaan. Karena itu, tak heran bila saat bayi mendengar lagu klasik maka perasaannya juga akan tersentuh. Ini disebut dengan stimulasi afektif.


Sementara stimulasi fisik (motorik) dapat dirasakan bayi ketika ibu mengelus perut sehingga terjadi sentuhan janin melalui kulit ibu.


Pada usia kehamilan ke-28, janin sudah memiliki pendengaran yang sempurna sehingga ia bisa mendengar suara ibu, musik, atau klakson. Bahkan USG pun menunjukkan bayi dalam kandungan akan tersentak saat kaget mendengar suara keras atau memutar tubuh ke arah sumber cahaya.


Menstimulasi otak bayi sejak dalam kandungan tidak hanya mendidik si kecil sejak dini, namun juga memberikan ikatan batin antara ibu dan anak.



Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, March 23, 2013

Ciri-Ciri Kehamilan Yang Sehat

Doktersehat.com – Kehamilan merupakan anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap wanita. Untuk itu, kita wajib menjaga kesehatan saat hamil meski terkadang itu sulit dilakukan.


Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan saat hamil, antara lain dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Namun terkadang itu semua tidak menjamin kehamilan Anda berjalan dengan lancar. Meski begitu, Anda tidak perlu cemas berlebihan. Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan Anda dengan memeriksakan diri secara rutin ke dokter. Berikut ini merupakan ciri-ciri kehamilan yang sehat sebagaimana dilansir Magforwoman.


Berat badan konstan dan normal


Ciri pertama yang menunjukkan bahwa kehamilan Anda dalam kondisi sehat adalah berat badan tetap konstan dan meningkat secara bertahap. Sebagai acuan Anda bisa melihat bagan berat badan yang ideal. Normalnya wanita hamil bobot tubuhnya kan bertambah sekitar 12 sampai 15 kg. Selama hamil sebaiknya pemeriksaan berat badan secara rutin ke dokter kandungan.


Tekanan darah normal


Salah satu faktor terpenting yang menunjukkan kehamilan yang sehat adalah tekanan darah. Tercatat banyak kasus yang menunjukkan adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan akibat tekanan darah tinggi. Kehamilan yang sehat dapat ditandai dengan tekanan darah yang berada pada batas normal.


Kadar gula darah normal


Umumnya wanita hamil rawan terserang gangguan gestasional diabetes. Gangguan ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu dan janin. Kadar glukosa yang normal merupakan pertanda dari kondisi kehamilan yang sehat.


Sakit dan nyeri tubuh

Semakin bertambahnya usia kehamilan maka tubuh akan kerap mengalami nyeri. Kondisi ini normal terjadi pada ibu hamil karena tekanan dan beban tubuhnya makin bertambah. Maka tak heran bila banyak ibu hamil yang mengeluh sakit punggung. Namun, bila nyeri yang dirasakan sudah berlebihan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.





Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Monday, March 18, 2013

Ciri-Ciri Kehamilan Yang Sehat



Doktersehat.com – Kehamilan merupakan anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap wanita. Untuk itu, kita wajib menjaga kesehatan saat hamil meski terkadang itu sulit dilakukan.

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan saat hamil, antara lain dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Namun terkadang itu semua tidak menjamin kehamilan Anda berjalan dengan lancar. Meski begitu, Anda tidak perlu cemas berlebihan. Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan Anda dengan memeriksakan diri secara rutin ke dokter. Berikut ini merupakan ciri-ciri kehamilan yang sehat sebagaimana dilansir Magforwoman.

Berat badan konstan dan normal

Ciri pertama yang menunjukkan bahwa kehamilan Anda dalam kondisi sehat adalah berat badan tetap konstan dan meningkat secara bertahap. Sebagai acuan Anda bisa melihat bagan berat badan yang ideal. Normalnya wanita hamil bobot tubuhnya kan bertambah sekitar 12 sampai 15 kg. Selama hamil sebaiknya pemeriksaan berat badan secara rutin ke dokter kandungan.

Tekanan darah normal

Salah satu faktor terpenting yang menunjukkan kehamilan yang sehat adalah tekanan darah. Tercatat banyak kasus yang menunjukkan adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan akibat tekanan darah tinggi. Kehamilan yang sehat dapat ditandai dengan tekanan darah yang berada pada batas normal.

Kadar gula darah normal

Umumnya wanita hamil rawan terserang gangguan gestasional diabetes. Gangguan ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu dan janin. Kadar glukosa yang normal merupakan pertanda dari kondisi kehamilan yang sehat.

Sakit dan nyeri tubuh

Semakin bertambahnya usia kehamilan maka tubuh akan kerap mengalami nyeri. Kondisi ini normal terjadi pada ibu hamil karena tekanan dan beban tubuhnya makin bertambah. Maka tak heran bila banyak ibu hamil yang mengeluh sakit punggung. Namun, bila nyeri yang dirasakan sudah berlebihan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.





Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung