Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Hampir serupa dengan kondisi di Amerika, Meksiko dinobatkan sebagai negara dengan penduduk paling gemuk di dunia karena pola makan yang didominasi minuman bersoda dan fast food yang dijual murah. Selain mengonsumsi fast food impor dari Amerika, hampir setiap hari masyarakat Meksiko juga memakan fast food tradisional mereka, seperti taco, tamale dan quesadillas yang berkalori tinggi.
WHO melaporkan 70 persen orang dewasa Meksiko mengalami kelebihan berat badan dan sepertiga di antaranya mengalami obesitas. Epidemi ini pun tampak paling menonjol pada penduduk miskin dan generasi muda. Bahkan banyak di antaranya yang juga mengalami kekurangan gizi akibat pola makan yang buruk.
Ironisnya, kondisi ini juga dibarengi dengan tingginya angka kurang gizi dan kelaparan diantara penduduk Meksiko, terutama yang kondisi ekonominya menengah ke bawah.
Dua tahun lalu United Nations Food and Agricultural Organization (FAO) pun telah mengumumkan bahwa penambahan berat badan nasional di Meksiko telah mencapai level darurat, tapi pemerintah negara ini terbukti kesulitan menanggulangi masalah ini.
Hal ini sebagian karena krisis tersebut terjadi begitu cepat. Padahal pada tahun 1989, orang dewasa Meksiko yang mengalami masalah berat badan jumlahnya tak lebih dari 10 persen. Kondisi ini jelas berbeda dengan yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.
Usut punya usut, beberapa studi menemukan bahwa orang-orang Meksiko mengonsumsi lebih banyak makanan olahan dibanding tahun-tahun sebelumnya dan konsumsi gandum utuh maupun sayur-sayurannya makin lama makin menurun.
Dan terbukti tahun ini untuk pertama kalinya Meksiko selangkah lebih 'maju' daripada negara tetangganya, Amerika Serikat dengan tingkat obesitas penduduknya yang mencapai 32,8 persen, sedangkan di Amerika tercatat tingkat obesitas penduduknya sebesar 31,8 persen. Demikian dikutip dari Daily Mail, Rabu (10/7/2013).
Namun Meksiko hanya memuncaki daftar negara dengan penduduk tergemuk di dunia diantara negara-negara yang padat populasinya. Pasalnya bila dibandingkan dengan sebuah negara kecil di Lautan Pasifik yaitu Samoa, baik Meksiko maupun Amerika sama sekali tak ada apa-apanya.
Negara kepulauan kecil itu resmi dinobatkan WHO sebagai negara dengan orang-orang paling gemuk di dunia, dimana tingkat obesitas penduduknya mencapai 95 persen.
Ini dia 20 besar negara tergemuk di dunia versi WHO:
1. Meksiko - 32,8 persen
2. Amerika Serikat - 31,8 persen
3. Syria - 31,6 persen
4. Venezuela dan Libya - 30,8 persen
5. Trinidad dan Tobago - 30,0 persen
6. Vanuatu - 29,8 persen
7. Irak dan Argentina - 29,4 persen
8. Turki - 29,3 persen
9. Chile - 29,1 persen
10. Republik Ceko - 28,7 persen
11. Lebanon - 28,2 persen
12. Selandia Baru dan Slovenia - 27,0 persen
13. El Salvador - 26,9 persen
14. Malta - 26,6 persen
15. Panama dan Antigua - 25,8 persen
16. Israel - 25,5 persen
17. Australia dan St. Vincent - 25,1 persen
18. Dominika - 25,0 persen
19. Inggris dan Rusia - 24,9 persen
20. Hungaria - 24,8 persen.
(vit/vit)
Senyawa yang menjadi biang keladi adalah methylisothiazolinone atau disingkat MI dan ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan ragi yang tak diinginkan. Biasanya MI dicampur dengan bahan pengawet lain yang bernama Methylchloroisothiazolinone (MCI).
Zat MI ini dulunya dianggap aman, tapi peraturan terbaru di Eropa membolehkannya untuk dimuat dalam konsentrasi yang lebih kuat dari sebelumnya. Para ilmuwan melihat ada beberapa macam produk terkenal yang mengandung MI dan banyak dijual di toko-toko.
Pakar kesehatan kulit memperingatkan bahwa paparan zat ini dalam dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya dapat menyebabkan alergi kulit yang disebut dermatitis kontak. Tandanya, kulit memerah, gatal dan melepuh.
Seperti dilansir Telegraph, Kamis (11/7/2013), para ahli mengatakan bahwa satu dari 12 orang dewasa dan satu dari 5 anak di Inggris kini mengalami eksim, dengan dermatitis kontak adalah salah satu jenisnya yang paling banyak ditemui.
"Kita berada di tengah-tengah wabah alergi terhadap bahan pengawet yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Banyak pasien kami menderita dermatitis akut dengan wajah memerah dan bengkak. Saya akan meminta industri kosmetik agar tidak menunggu undang-undang, tetapi segera mengatasi masalah sebelum situasi memburuk," kata dr John McFadden, konsultan dermatologis di St John Institute of Dermatology di London.
Ketika dicampur dengan MCI, kadar MI dalam sebuah penelitian ditemukan sebesar 4 part per million (ppm). Tapi jika digunakan sendiri tanpa dicampur, ditemukan kadarnya meningkat 25 kali lipat hingga 100 ppm. Jumlah ini masih diperbolehkan dalam peraturan Eropa yang dikeluarkan pada tahun 2005.
Para ahli mengatakan bahwa sejak terjadinya peningkatan konsentrasi MI dalam produk, terjadi peningkatan serius pada kasus dermatitis kontak, khususnya selama 2 tahun terakhir. Diyakini, peningkatan kasus ini berkaitan dengan meningkatnya kadar MI dalam produk rumah tangga.
Dalam laporan yang disajikan konferensi British Association of Dermatologists di Liverpool, para peneliti dan dokter akan meminta pembuat kebijakan mengevaluasi kembali penggunaan bahan kimia ini. European Society of Contact Dermatitis (ESCD) juga telah melayangkan surat kepada Komisi Eropa.
"Wabah baru akibat alergi dermatitis kontak akibat senyawa kimia isothiazolinones ini menyebabkan kerugian bagi warga Eropa. Perlu dilakukan tindakan segera," kata presiden ESCD Margarida Gon?alo dalam surat yang dikirim pada bulan Januari 2013 lalu.
Para ahli mengatakan bahwa kasus alergi akibat MI lebih cepat terjadi daripada alergi yang disebabkan oleh methyldibromo glutaronitrile, pengawet lain yang telah dilarang penggunaannya dalam kosmetik pada tahun 2005 lalu karena berkaitan dengan peningkatan kasus eksim.
(pah/vit)