Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Friday, July 12, 2013

Saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat untuk Olahraga?

Jakarta, Puasa seringkali dijadikan alasan bagi seseorang untuk tidak berolahraga. Padahal, olahraga ringan sebenarnya masih bisa dilakukan saat menjalani puasa. Bahkan jika rutin melakukan olahraga, tubuh akan semakin bugar dan mengurangi efek lemas. Lantas kapan waktu yang paling tepat untuk berolahraga saat sedang puasa?

"Saya ingin menegaskan, puasa itu bukan alasan untuk tidak olahraga. Kalau mau tetap bugar saat berpuasa ya seharusnya tetap melakukan olahraga. Lakukan saja yang ringan, tidak perlu yang berat-berat," ungkap dokter kesehatan olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/7/2013).

Yang penting untuk diingat adalah intensitas olahraga, tujuan dilakukan olahraga, dan faktor kemampuan dari orang tersebut. Jika terlalu memaksakan, dikhawatirkan ia malah akan mengalami dehidrasi dan kesulitan untuk meneruskan puasanya.

Menurut dr Michael, ada 3 tahapan waktu terbaik untuk melakukan olahraga saat bulan Ramadan sesuai dengan tujuannya, antara lain:

Tujuan 1: Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh

"Untuk tujuan ini, sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah sahur. Mengapa pagi hari? Sebab saat pagi hari biasanya suhu masih segar, sehingga tidak akan menimbulkan haus berlebihan," tutur dr Michael.

Komposisi olahraga pagi ini adalah latihan kardio 70 persen dan latihan angkat beban 30 persen. Contoh latihan kardio yang bisa dilakukan antara lain jogging, jalan cepat, dan bersepeda selama lebih kurang 30 menit. Sementara latihan angkat beban yang bisa dilakukan misalnya push up dan sit up. Latihan pagi ini juga bisa dilakukan bersama dengan olahraga, sehingga selain sehat juga bisa mempererat hubungan antara anggota keluarga.

Tujuan 2: Mempertahankan kekuatan otot

"Sedangkan untuk tujuan ini, sebaiknya dilakukan pada sore hari, yaitu lebih kurang 1,5-2 jam sebelum berbuka puasa. Lakukan olahraga dengan komposisi latihan kardio 50 persen dan latihan angkat beban 50 persen," ujar dr Michael.

Contoh latihan kardio misalnya sprint, sedangkan latihan angkat beban dengan menggunakan alat yang biasa ada di gym. Jika setelah melakukan latihan ini dirasakan lelah dan haus, tidak perlu khawatir karena dilakukan menjelang waktunya berbuka puasa.

Tujuan 3: Meningkatkan kekuatan dan kemampuan otot

"Tujuan ketiga ini tingkatannya lebih tinggi lagi, sebab tujuan utamanya adalah meningkatkan kekuatan otot, tidak hanya mempertahankannya," terang dr Michael.

Karena latihan ini dirasakan cukup berat, disarankan untuk melakukan latihan pada malam hari setelah ibadah salat tarawih. Lelah dan haus pada waktu ini tidak akan terlalu berpengaruh karena orang tersebut masih bisa langsung minum seperti saat latihan biasa.

Komposisi latihan pada waktu ini adalah latihan kardio 30 persen dan latihan angkat beban 70 persen. Untuk latihan ini biasanya lebih dilakukan secara individual. Jika dirasakan mempengaruhi pola tidur, maka setelah latihan biasakan untuk minum cukup air, glukosa, dan elektrolit. Seluruh elemen ini bisa didapat dari cairan isotonik dan air kelapa murni.

(vit/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Mengisi Waktu Jelang Buka Puasa dengan Olahraga Ala Cindy Herin

Jakarta, Menjaga kebugaran penting dilakukan agar tidak mudah sakit selama menjalankan ibadah puasa. Hal itu diakui oleh Putri Wirausaha Kreatif 2013, Cindy Herin Adisa Handatary (21) yang mengaku hobi berenang. Baginya, olahraga bisa dijadikan alternatif kegiatan untuk mengisi waktu jelang buka puasa.

Cindy memang lebih suka olahraga menjelang berbuka puasa. Bagi Cindy, olahraga tak cuma untuk menjaga kesehatan tetapi juga bisa menjadi pengisi waktu sambil menunggu saatnya buka puasa. Lalu apa jenis olahraganya?

"Paling jogging saja sih, atau olahraga ringan lainnya. Paling skipping," kata Cindy saat ditemui di Kantor Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Jl Imam Bonjol Jakarta Pusat, dan ditulis pada Kamis (11/7/2013).

Cindy yang tengah menempuh pendidikan S2 di Sekolah Bisnis Manajemen MBA ITB tidak merasa takut kelelahan lalu batal puasanya. "Skipping, mungkin capek kalau lama. Tapi kalau cuma setengah jam, itu pun waktunya udah mau buka puasa, ya sekalian capek, sambil nunggu sebentar lagi buka," terang Cindy.

Di hari-hari biasa, Cindy selalu menyempatkan diri berolahraga minimal seminggu 2 kali. Selain hobi berenang, ia juga senang jogging dan sering melakukannya bersama teman-temannya. Apakah saat puasa masih sering berenang?

"Kalau renang ya nggak mungkinlah ya, nanti malah nggak sengaja keminum airnya," ucap dia.

(up/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Tuesday, June 4, 2013

Perusahaan Non-Rokok Sponsori Olahraga? Menpora: Mengapa Tidak?

Jakarta, Selama ini banyak kegiatan olahraga di Indonesia yang menggantungkan diri pada sponsor industri rokok. Soal kemungkinan sponsor non-rokok, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengatakan mungkin saja.

Roy Suryo menyampaikan hal itu dalam acara Danone Nations Cup yang bertempat di The Ritz Carlton Hotel Jakarta dan ditulis pada Jumat, (31/5/2013). Roy mengatakan bahwa mengapa tidak untuk didukung perusahaan selain rokok.

"Ini bagus sekali. Saya selalu support seperti perusahaan Danone, selain itu ada perusahaan kertas Sinar Dunia juga," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa sudah ada beberapa pertandingan olah rahga yang tidak disponsori oleh rokok seperti di Jawa Tengah Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah turut serta, selain itu perusahaan makanan ringan pun telah mengambil bagian.

"Saya berharap lebih banyak lagi masuk sponsor lain," katanya.

Memang menurutnya tidak mudah untuk melakukan hal tersebut. Oleh karenanya saat ini pria berkumis ini sedang gencar-gencarnya mengajak perusahaan telekomunikasi untuk bergabung.

"Saya juga sudah mulai mengajak bicara perusahaan-perusahaan telekomunikasi. Memang tidak bisa di-cut langsung untuk perusahaan yang kurang baik untuk kesehatan," tuturnya.

Jadi, memang tidak ada yang tidak mungkin. Asalkan satu persatu perusahaan non-rokok masuk dan turut bergabung untuk mensponsori setiap pertandingan olahraga di Indonesia.

(up/up)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Monday, April 15, 2013

Olahraga Berat Bisa Membahayakan Jantung

DokterSehat.com – Maraknya kasus serangan jantung ketika berolahraga patut menjadi perhatian para pecinta olahraga. Sudden death akibat serangan jantung kerap terjadi pada pria usia 35 sampai 40 tahun yang melakukan olahraga berat dengan stres tinggi seperti futsal, sepak bola, bulu tangkis, tenis, dan angkat besi. Wanita di atas usia 55 tahun atau sudah mengalami menopause juga memiliki risiko yang sama.

Penyebab

Terjadinya serangan jantung saat berolahraga sebenarnya disebabkan kelelahan yang tidak dirasakan. Padahal kelelahan bisa menimbulkan kerusakan pada jantung dan berisiko menyebabkan stroke bahkan kematian mendadak.

Serangan jantung bisa terjadi ketika kelelahan. Pada saat tubuh dalam kondisi kelelahan detak jantung akan melebihi detak normalnya. Munculnya gangguan jantung saat melakukan latihan berat disebabkan oleh penyakit arteri koroner yang terlalu sempit untuk memasok darah ekstra. Kandungan oksigen dan nutrisi dalam darah ekstra diperlukan otot selama latihan berat.

Otot jantung akan menjadi lemah atau tidak mampu melakukan impuls listrik dengan benar saat tubuh dalam kondisi kelelahan. Lama kelamaan kondisi ini bisa merusak bagian dari otot jantung atau mengakibatkan serangan jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

Kematian mendadak mungkin tidak terlalu berisiko pada seseorang yang memiliki jantung normal dengan irama jantung tak menentu baik selama atau setelah latihan berat. Tapi, risiko kematian akan meningkat pada seseorang yang menderita penyakit jantung koroner dengan detak jantung tidak teratur baik selama atau setelah latihan.

Sebaiknya orang yang memiliki gangguan jantung menyadari kondisi tubuh yang sudah kelelahan. Biasanya Anda akan mengalami sesak napas bila berolahraga terlalu keras. Irama jantung abnormal bisa menyebabkan pusing, mual, keringat ekstrim, dan muntah. Kelelahan mungkin juga akan disertai dengan nyeri punggung, dagu, dada, dan lengan.

Pencegahan

Penyakit jantung dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Gaya hidup yang baik dapat menekan risiko terjadinya serangan jantung dan mempercepat proses pemulihan.

Penerapan pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara:

Memilah asupan makananMengontrol berat badanMenghindari kebiasaan merokokTidak mengonsumsi alkoholMelakukan olahraga sesuai anjuran dokter. Berenang selama 30 menit dipercaya ampuh memulihkan kondisi jantung.



Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Friday, April 12, 2013

Malas Olahraga Itu Genetis, Terlalu Semangat Bisa Saja Masokis

Jakarta, Bagi sebagian orang, olahraga itu membosankan dan pastinya melelahkan. Namun bagi sebagian yang lain, rasa letih dan pegal-pegal saat olahraga justru menjadi bagian paling 'nagih'. Tak heran ada yang menyebutnya sebagai masokisme.

Beda-beda anggapan seseorang tentang olahraga rupanya tidak ditentukan oleh malas atau rajinnya orang tersebut. Menurut penelitian, 50 persen dari anggapan semacam itu dipengaruhi oleh genetis sehingga tidak bisa begitu saja diartikan malas atau rajin.

Prof Panteleimon Ekkekakis dari Iowa State University mengatakan, seseorang yang begitu menikmati sensasi pegal-pegal dan sakit seluruh tubuh saat olahraga bisa dikatakan sebagai masokis. Beberapa atlet elit termasuk dalam kategori ini karena semakin keras olahraga justru merasa makin menikmati.

"Segera setelah seseorang bangkit mengambil beberapa langkah, mereka mencapai ambang batas. Orang-orang tersebut akan melakukan apapun untuk membuat dirinya lebih baik dan menghindari yang lebih buruk. Maka dari itu, mereka berhenti," jelas Prof Ekkekakis seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (1/4/2013).

Normalnya, orang justru akan mengalami reaksi negatif ketika memaksakan kemampuan fisiknya hingga mendekati ambang batas. Kebanyakan orang hanya mampu memaksakan diri hingga 60 persen dari kapasitas fisik maksimalnya sebelum akhirnya menyerah lalu berhenti olahraga.

Namun pada atlet-atlet yang dikatakan masuk kategori masokis, kapasitas fisik maksimal masih bisa dipaksakan hingga 80 persen. Sebaliknya pada sebagian orang yang mudah menyerah saat olahraga, kapasitas tersebut hanya bisa dipaksa sampai 35 persen.

Perbedaan itu menurut Prof Ekkekakis, sekali lagi lebih banyak dipengaruhi oleh genetis. Oleh karenanya, orang yang mudah lelah dan kehilangan semangat saat olahraga tidak bisa begitu saja dikatakan malas. Begitu juga yang terlalu bersemangat, semua dipengaruhi oleh genetis.

(up/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung