Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Pola hidup yang tidak sehat membuat makin banyak orang yang menderita penyakit serius. Wajar saja bila Anda merasa khawatir jikalau penyakit serius berada di dalam tubuh Anda. Namun, bila rasa khawatir yang dialami berlebihan maka bisa jadi Anda menderita hypochondriasis.
Hypochondriasis merupakan gangguan psikologis yang membuat seseorang merasa terlalu takut bila mengalami penyakit serius. Gangguan ini paling sering dialami oleh orang yang berusia antara 20 sampai 30 tahun. Beberapa penderitanya juga mengalami kegelisahan atau depresi.
Penyebab
Normal saja bila tubuh manusia mengalami berbagai gejala dan sensasi seperti kedutan, nyeri, atau batuk. Pada penderita hypochondriasis, gejala ini dianggap sebagai suatu pertanda adanya penyakit serius dalam tubuh. Bila penderita mengalami sakit kepala maka pikirannya langsung tertuju pada tumor otak. Jika batuk maka penderita akan berpikir mengalami kanker paru-paru.
Belum diketahui pasti penyebab terjadinya hypochondria. Beberapa ahli menduga bahwa penyakit hypochondria merupakan jenis gangguan obsesif-kompulsif. Beberapa penelitian menemukan adanya perlawanan alami atau respon tubuh yang kemungkinan bertanggung jawab sebagai penyebab penyakit hypochondria. Orang dengan keadaan murung sering merasa cemas. Kecemasan bisa mengakibatkan rangsangan fisiologis dalam tubuh yang mencakup peningkatan denyut jantung, pusing, mual, sesak napas, berkeringat, dan sensasi lainnya. Jika Anda memiliki penyakit hypochondria, Anda salah menafsirkan tanda-tanda dan gejala sebagai bukti lebih lanjut dari penyakit, yang meningkatkan kecemasan Anda, dan pada gilirannya, mengintensifkan gejala Anda, menciptakan lingkaran setan.
Gejala
Penderita hypochondriasis terjadi pada orang yang sehat namun begitu mengkhawatirkan gejala ringan yang timbul ditubuhnya sehingga membuat pikirannya tidak tenang dan cemas terus menerus. Hubungan pribadi dan performa kerja seringkali menderita sebagaimana orang tersebut menjadi semakin terarah dengan isu kesehatan.
Diagnosa
Diagnosa pada hypochondriasis dipastikan saat kondisi berlangsung lama setidaknya 6 bulan dan gejala-gejala orang tersebut tidak dapat dihubungkan dengan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya.
Pengobatan
Pengobatan hypochondriasis sulit dilakukan karena penderita memiliki keyakinan bahwa sesuatu dalam tubuh merupakan kesalahan serius. Kondisi ini tidak bisa ditentramkan dengan mudah. Meski demikian, sangat diperlukan adanya kepercayaan dokter yang perduli, terutama bila jadwal kunjungannya teratur.
Bila gejala-gejala tidak mereda maka bisa dilakukan terapi untuk penelitian dan pengobatan lebih lanjut. Pengobatan dengan Penghambat Reuptake serotonin, kelas antidepresan, kemungkinan efektif. Terapi cognitive-behavior bisa juga meringankan gejala-gejala.
Hasil pengamatan terhadap 46 atlet di sekolah-sekolah menunjukkan adanya indikasi paradoxical vocal fold motion disorder (PVFMD). Kondisi ini bisa dipicu oleh stres, gelisah atau pemaksaan secara fisik dan menyebabkan pita suara rusak lalu mengganggu pernapasan.
Diperkirakan 5 persen atlet mengalami gangguan ini dan bisa mempengaruhi performanya secara fisik. Tentu saja jika napas tidak lancar, suplai oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang dan kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik akan jauh berkurang.
"Tidak banyak literatur tentang PVFMD pada atlet elit, dan studi kami menunjukkan bahwa di level tinggi mereka terkondisikan untuk lebih sulit didiagnosis dan diterapi," kata Dr Brad deSilva dari Ohio State University yang melakukan penelitian ini seperti dikutip dari HealthDay, Senin (15/4/2013).
Susahnya mendiagnosis gangguan ini pada atlet salah satunya karena jarang memunculkan gejala. Contohnya saja, hanya 30 persen partisipan yang mengalami gejala seperti batu saat olahraga. Itu pun kadang disangka sebagai kekambuhan asma, bukan gangguan pita suara.
"Gejala PVFMD bisa menyerupai asma, dan sebanyak 40 persen pasien dengan asma memiliki gangguan ini. Jadi sudah umum jika atlet punya asma lalu terdiagnosis dengan benar, tetapi tidak dengan PVFMD," lanjut Dr deSilva yang mempresentasikan temuannya ini di ajang tahunan Triological Society.
Dalam penelitian itu, Dr deSilva juga mereview beberapa terapi untuk gangguan pita suara PVFMD termasuk suntik botox. Menurutnya, berbagai terapi tersebut cukup efektif bukan hanya mengatasi PVFMD tetapi juga mengurangi penggunaan obat asma inhalasi.
(up/vit)