Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Kurang. Show all posts
Showing posts with label Kurang. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

Gizi Kurang dan Kematian Ibu-Balita Masih Jadi Masalah di Indramayu

Indramayu, Bukan cuma persoalan HIV-AIDS yang masih sangat tinggi, Kabupaten Indramayu Jawa Barat juga memiliki berbagai persoalan terkait kesehatan ibu dan anak. Misalnya adalah banyaknya kasus gizi kurang yang berpotensi menjadi gizi buruk dan tingginya angka kematian ibu dan anak.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menunjukkan 1 bayi atau balita meninggal setiap harinya di wilayah ini. Sementara untuk angka kematian ibu, diperkirakan 4 sampai 5 ibu di Kabupaten Indramayu meninggal tiap bulan.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dr Dedi Rohendi, MARS, angka ini sebenarnya sudah membaik dibanding tahun sebelumnya. Angka kematian bayi misalnya, pada tahun 2011 tercatat 350 kasus tiap 100.000 kelahiran sedangkan tahun 2012 turun menjadi 259 kasus.

Angka kematian ibu juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika di tahun 2011 angkanya 58 kasus tiap 100.000 kelahiran, tahun 2012 menjadi 40 kasus tiap 100.000 kelahiran.

Sebelumnya, Indramayu memiliki rekor buruk terkait kesehatan ibu dan anak. Ankga kematian ibu pada tahun 2011 menempati urutan ke-4 terbanyak di Jawa Barat setelah Kabupaten Cianjur, Bogor dan Bandung. Angka kematian bayi dan balita tahun 2011 menempati urutan kedua terbesar di Jawa Barat setelah Kabuaten Tasikmalaya.

Masalah lain yang masih dihadapi Kabupaten Indramayu terkait kesehatan ibu dan anak adalah gizi kurang dan gizi buruk. Saat ini tercatat ada 813 balita di Indramayu dengan berat badan sangat kurang dan memiliki potensi untuk menjadi gizi buruk.

"813 Itu gizi kurang, bukan gizi buruk. Gizi buruk juga ada, 38 kasus gizi buruk tetapi sudah ditangani," kata Dr Dedi dalam temu media dalam rangka media tour Kementerian Kesehatan di Kantor Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan ditulis pada Selasa (21/5/2013).

(up/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, May 12, 2013

Jika KB Sukses, Jumlah Bayi Kurang Gizi di Aceh Berkurang Separuh

Banda Aceh, Masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih menjadi tanggungan pemerintah yang harus segera dituntaskan. Salah satu masalah yang belum terselesaikan adalah tingginya angka stunting atau hambatan pertumbuhan pada anak-anak. Untuk mengatasinya, program KB digadang-gadang bisa membantu.

"Stunting atau orang kerdil, bayi lahir pendek, itu jumlahnya 36 persen lho di Aceh. Tapi dengan KB, itu separuh akan hilang," kata dr Muhammad Tri Tjahjadi, MPH, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta badan Kependudukan dam Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Hal tersebut disampaikan Tri dalam acara peluncuran Pesona AMOR yang diselenggarakan BKKBN di pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Rabu (8/5/2013). Tri menjelaskan bahwa penyebabnya karena KB membuat jarak kelahiran anak menjadi 5 tahun sehingga memberikan kesempatan bagi bayi untuk tumbuh, baik fisik maupun otaknya.

Stunting atau hambatan pertumbuhan pada anak-anak merupakan indikasi kurangnya gizi. Sampai saat ini, angka stunting di Indonesia terbilang tinggi dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara, yaitu sekitar 35 persen.

Selain dapat membantu menekan angka stunting, Tri menjelaskan bahwa program KB sebenarnya juga sesuai dengan hukum Islam, yaitu menyusui sampai 2 tahun. Artinya orang tua harus memberi jarak pada kelahiran anak-anaknya minimal sampai bayinya berhenti disusui.

"Pak Gubernur (Aceh) sudah memerintahkan kasih susu pada ibu bayinya. Di Aceh kita tegaskan KB bukan untuk membatasi, tapi menjarangkan dan meningkatkan kualitasnya. Ini luar biasa dan programnya 10 tahun NEM anak SD harus naik," tegas Tri.

Terkait dengan adanya beberapa masyarakat Aceh yang kurang mendukung kontrasepsi, Tri menjelaskan hal itu terjadi karena kontrasepsi masih diartikan secara sempit. Dia menegaskan yang harus dibangun adalah anggapan bahwa setiap pasangan harus membangun keluarga sejahtera.

(pah/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Monday, March 25, 2013

Studi: Kurang Tidur Akibat Tangis Anak Picu Perceraian

Jakarta, Kurang tidur bukan hanya tidak sehat tapi juga membuat mood tidak baik keesokan harinya. Penyebab kurang tidur pun beraneka ragam, salah satunya karena tangisan anak. Bahkan kurang tidur karena tangisan anak dituding bisa memicu perceraian.

Penelitian menunjukkan sepertiga orang tua bercerai akibat kurang tidur di malam hari karena tangisan anaknya. Padahal dari penelitian diketahui orang tua hanya tidur 2 jam lebih sedikit dari jumlah jam tidur sehat yang direkomendasikan, yakni 8 jam.


Namun menurut para ahli, orang dewasa membutuhkan setidaknya 5 jam untuk tidur tanpa terganggu agar mampu berkonsentrasi dengan baik keesokan harinya. Demikian dikutip dari Daily Mail, Selasa (19/3/2013).


30 Persen dari 2.000 orang tua yang disurvei menyebut perceraian ataupun tinggal terpisah dengan pasangan disebabkan kurangnya waktu tidur di malam hari atau terganggunya tidur di malam hari. Hal ini terjadi karena anaknya menangis.


Sementara itu 11 persen orang mengatakan pura-pura tidur saat anaknya terbangun dan menangis sehingga pasangannyalah yang menenangkan si anak. Sedangkan 11 persen lainnya menutup pintu untuk mengurangi kebisingan, dan 9 orang malah menghidupkan televisi.


Satu dari 20 orang yang disurvei menyebut dirinya sangat lelah dan bahkan kerap tertidur saat mengemudi akibat kurangnya waktu tidur di malam hari. Studi ini digelar oleh Channel 4 dalam rangka memberikan saran untuk kegiatan menelepon di tayangan Bedtime Live pukul 20.


"Saya lihat orang-orang yang punya anak memiliki masalah tidur kronis, dan mereka akan mengatakan hal-hal seperti menidurkan anak adalah yang menyebalkan," tutur Tanya Byron yang muncul dalam show tersebut.


Menurut Byron, dari perspektif klinis ditemukan bahwa orang yang kurang tidur umumnya bukan karena menghadapi masalah yang baru-baru ini dihadapi. "Kesulitan tingkah laku, masalah keluarga, soal konsentrasi dan belajar, merupakan masalah umum penyebab sulit tidur," terangnya.


Berdasar penelitian yang dilakukan ilmuwan AS, tidur malam yang baik bisa meningkatkan hubungan suatu pasangan. Hanya dengan tidur malam berkualitas, suatu pasangan akan berkurang egoisnya. Bahkan para akademisi dari University of Berkeley, California, mengungkapkan bahwa pasangan yang tidurnya baik akan bersikap lebih sopan satu sama lain.




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung