Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
DokterSehat.com – Gangguan kehamilan terkadang dapat membahayakan kondisi ibu atau janin dalam kandungan. Oleh karena itu, penting sekali dilakukan pemeriksaan secara rutin agar ibu mengetahui kondisi kehamilan.
Gangguan kehamilan bisa terjadi secara mendadak dan biasanya tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Segera periksakan ke dokter jika kehamilan menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti berikut ini:
Berat badan ibu hamil tidak naik
Normalnya, selama hamil ibu akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 9-12 kg. Peningkatan berat badan akan mulai terlihat sejak kehamilan usia 4 bulan hingga menjelang persalinan.
Jika berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg pada akhir bulan keenam, maka kemungkinan pertumbuhan janin akan terganggu. Bahkan nyawa janin bisa terancam.
Tidak bertambahnya berat badan ibu mungkin disebabkan kekurangan gizi atau ibu menderita penyakit seperti malaria, batuk menahun, atau penyakit lainnya yang perlu segera diobati.
Perdarahan (bleeding)
Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan, persalinan dan nifas merupakan tanda bahaya yang bisa berakibat kematian ibu dan atau janin.
1. Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sebelum 3 bulan bisa diakibatkan oleh keguguran atau keguguran yang mengancam. Jika mengalami kondisi ini Ibu harus segera meminta pertolongan bidan atau dokter untuk menyelamatkan nyawa janin. Namun, bila janin tidak dapat diselamatkan maka ibu perlu mendapat pertolongan supaya kesehatannya terjaga.
2. Perdarahan melalui jalan lahir disertai nyeri perut bawah yang hebat, pada ibu yang terlambat haid 1-2 bulan, merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Keadaan ini bisa mengancam nyawa ibu. Oleh karena itu, ibu harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
3. Perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan 7-9 bulan, meski hanya sedikit tapi kondisi ini merupakan ancaman bagi ibu dan janin. Jika mengalami hal ini ibu harus segera diberi perawatan medis di rumah sakit.
4. Terjadinya perdarahan dalam jumlah banyak, sesaat atau sekitar 1 jam setelah melahirkan, sangat berbahaya dan sering menjadi penyebab kematian ibu. Kondisi ini bisa mengakibatkan kematian dalam waktu kurang dari 2 jam. Ibu perlu segera ditolong untuk penyelamatan jiwanya.
5. Perdarahan pada masa nifas (dalam 42 hari setelah melahirkan) yang berlangsung terus menerus, disertai bau tak sedap dan demam, juga merupakan tanda bahaya. Ibu harus segera dirawat di rumah sakit.
Bengkak tangan/wajah, pusing, dan diikuti kejang
Normal saja bila kaki atau tungkai bawah mengalami sedikit pembengkakan saat usia kehamilan menginjak 6 bulan ke atas. Tapi, kondisinya akan menjadi sangat berbahaya bila terjadi sedikit bengkak pada wajah atau tangan, terutama jika disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala (pusing).
Jika dibiarkan ibu akan mengalami kejang-kejang atau disebut dengan eklamsi. Kondisi ini sering mengakibatkan kematian pada ibu dan janin. Jika terdapat satu atau lebih gejala tersebut maka ibu harus segera mendapat pertolongan medis.
Gerakan janin berkurang atau tidak ada
Pada kondisi normal, pada usia kehamilan 4-5 bulan gerakan janin bisa dirasakan ibu untuk pertama kalinya. Seterusnya gerakan janin akan makin sering dirasakan ibu.
Janin yang sehat bergerak secara teratur. Jika gerakan janin berkurang, melemah atau tidak bergerak sama sekali dalam 12 jam, kondisi ini bisa menandai bahwa kehidupan bayi mungkin terancam.
Kelainan letak janin
Normalnya, kepala janin berada di bagian bawah rahim ibu dan menghadap ke arah punggung ibu. Menjelang persalinan, kepala bayi turun dan masuk ke rongga panggul ibu. Namun, terkadang letak janin tidak normal sampai usia kehamilan 9 bulan. Sehingga ibu harus melahirkan di rumah sakit supaya ibu dan janin bisa diselamatkan.
Kelainan letak janin antara lain :
Letak sungsang : kepala janin di bagian atas rahinLetak lintang: letak janin melintang di dalam rahimJika menjelang persalinan bagian tubuh janin terlihat di jalan lahir, misalnya tangan, kaki atau tali pusat, maka ibu harus segera mendapat perawatan medis di rumah sakit.
"Geger otak dibagi 3 tingkatan dilihat dari tingkat kesadarannya pada 2 jam pertama. Geger otak ringan, sedang, berat," kata dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, dokter spesialis saraf dari RS Medistra, saat dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).
Gegar otak dikatakan ringan bila gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk. Dikatakan gegar otak sedang bila masih sadar tetapi merasa pusing, sedangkan gegar otak berat bisa menyebabkan korban mengalami kondisi koma.
"Pingsan, sadar, lalu pingsan lagi. Kalau sudah seperti ini akan sangat berbahaya," kata dr Rimawati yang juga menekuni bidang kesehatan tidur.
Gejala lain yang bisa mengindikasikan adanya gegar otak pada korban kecelakaan jalan raya menurut dr Rimawati antara lain sebagai berikut:
1. Tidak sadarkan diri
2. Mual muntah
3. pingsan
4. Sakit kepala hebat
5. Separuh badan jadi lumpuh seperti stroke
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menolong korban kecelakaan yang mengalami gegar otak?
"Harus langsung dipinggirkan saat di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kasih airway, breathing, and circulation (ABC) yang baik pada korban. Kasih jalan nafas yang baik. Dicek denyut jantungnya masih ada apa tidak, kalau dipindahkan hati-hati dengan tulang di daerah leher dan tulang belakang karena biasanya ada terjadi patah tulang," jelas dr Rimawati.