Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Dalam. Show all posts
Showing posts with label Dalam. Show all posts

Monday, July 22, 2013

Selulitis, Kulit Bagian Dalam Terinfeksi

DokterSehat.com – Selulitis merupakan infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam akibat bakteri streptokokus atau stafilokokus atau bakteri lainnya. Dalam kondisi normal kulit memiliki berbagai jenis bakteri, namun kondisi kulit yang utuh menjadi penghalang yang efektif untuk mencegah masuknya bakteri dam pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Bila kulit robek, bakteri dapat masuk dan berkembangbiak sehingga menimbulkan infeksi dan peradangan.


Faktor resiko terjadinya selulitis:

Luka di kulitGigitan dan sengatan serangga, gigitan hewan, atau gigitan manusiaRiwayat diabetes dan penyakit pembuluh darah periferPemakaian obat imunosupresan atau kortikosteroidSetelah melakukan prosedur paru-paru, jantung, atau gigi

Gejala


Infeksi kerap kali ditemukan pada tungkai dan seringkali diawali dari:

Cedera ringan yang menyebabkan kerusakan kulitInfeksi jamur diantara jari-jari kakiLuka terbuka di kulit

Selulitis mengakibatkan munculnya beberapa gejala, antara lain:

Kulit tampak merahPeradangan yang terlokalisasiBengkakLicin diikuti nyeri saat ditekanKulit terasa hangat saat dirabaMuncul ruam kulit secara tiba-tiba dan berbatas tegasDapat disertai memar dan lepuhan-lepuhan kecil

Gejala lainnya adalah:

Sakit kepalaDemamMenggigilTidak enak badanNyeri otot

Pengobatan


Pengobatan yang tepat bisa mencegah penyebaran infeksi ke darah dan organ lainnya. Biasanya penderita akan diberikan penicillin atau obat jenis penicillin lain seperti cloxacillin. Bila infeksinya ringan maka bisa diberi sediaan per-oral (ditelan). Sebelum diberi sediaan per-oral biasanya pasien terlebih dahulu diberi suntikan antibiotik, bila:

Penderita sudah lanjut usiaDemam tinggiSelulitis menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya.

Bila selulitis menyerang tungkai, sebaiknya tungkai dibiarkan dalam posisi terangkat dan dikompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Sunday, July 21, 2013

Bibit Gemuk Juga Terkandung dalam Sel Sperma

Jakarta, Bukan hal yang baru bila anak-anak yang lahir dari orang tua gemuk bakal lebih besar risikonya untuk ikut-ikutan gemuk. Namun menurut penelitian terbaru, bibit gemuk itu tidak hanya menyangkut gaya hidup tetapi juga ada di sperma.

Penelitian terbaru di university of Adelaide menunjukkan bahwa orang tua, khususnya ayah, yang gemuk memiliki penanda molekular yang unik di dalam sel spermanya. Penanda inilah yang akan diwariskan pada anaknya sehingga sama-sama untuk berisiko gemuk.

Temuan ini diharapkan bisa menjadi kunci untuk mengungkap penyebab semakin banyaknya penderita obesitas atau kelebihan berat badan. Selain gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, diyakini ada faktor lain yang membuat seseorang lebih rentan gemuk.

Sebagai contoh, seseorang bisa saja tetap gemuk meski sudah rajin olahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Sebagian yang lain justru tetap kurus meski menerapkan gaya hidupnya malas-malasan dan selalu menyantap makanan manis dan berlemak.

Selama ini, risiko gemuk pada anak-anak yang lahir dari orang tua gemuk lebih banyak dikaitkan dengan kebiasaan. Misalnya orang tua yang gemuk jarang olahraga dan makanannya tidak sehat, sehingga anak-anaknya cenderung meniru dan akhirnya ikut-ikutan gemuk.

Peneliti utama dalam riset tersebut, Dr Tod Fullston mengatakan bahwa dalam kenyataannya tidak selalu demikian. Beberapa anak yang lahir dari orang tua gemuk, tetap saja susah mendapatkan tubuh ramping meski tidak meniru kebiasaan orang tuanya yang tidak sehat.

Untungnya menurut Dr Fullston, penanda molekular pada sperma para ayah yang gemuk tidak bersifat permanen. Sebelum spermanya membuahi sel telur, penanda molekular tersebut bisa diperbaiki dengan mengubah diet atau pola makan menjadi lebih sehat.

"Saran saya adalah, para pria obesitas yang hendak punya keturunan sangat bisa memperbaiki kesehatan keturunannya jika mereka melakukan sesuatu terkait berat badannya melalui diet dan olahraga," kata Dr Fullston seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (15/7/2013).

(up/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Saturday, July 13, 2013

Bahan Kimia dalam Kosmetik Dituduh Sebagai Biang Wabah Alergi di Eropa

Liverpool, Belum lama ini, para dokter di Inggris mengumumkan adanya suatu bahan kimia yang terdapat produk rumah tangga yang dicurigai bertanggung jawab atas wabah alergi kulit. Bahan tersebut digunakan sebagai pengawet dalam produk sampo, pelembab, make up, dan tisu bayi.

Senyawa yang menjadi biang keladi adalah methylisothiazolinone atau disingkat MI dan ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan ragi yang tak diinginkan. Biasanya MI dicampur dengan bahan pengawet lain yang bernama Methylchloroisothiazolinone (MCI).

Zat MI ini dulunya dianggap aman, tapi peraturan terbaru di Eropa membolehkannya untuk dimuat dalam konsentrasi yang lebih kuat dari sebelumnya. Para ilmuwan melihat ada beberapa macam produk terkenal yang mengandung MI dan banyak dijual di toko-toko.

Pakar kesehatan kulit memperingatkan bahwa paparan zat ini dalam dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya dapat menyebabkan alergi kulit yang disebut dermatitis kontak. Tandanya, kulit memerah, gatal dan melepuh.

Seperti dilansir Telegraph, Kamis (11/7/2013), para ahli mengatakan bahwa satu dari 12 orang dewasa dan satu dari 5 anak di Inggris kini mengalami eksim, dengan dermatitis kontak adalah salah satu jenisnya yang paling banyak ditemui.

"Kita berada di tengah-tengah wabah alergi terhadap bahan pengawet yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Banyak pasien kami menderita dermatitis akut dengan wajah memerah dan bengkak. Saya akan meminta industri kosmetik agar tidak menunggu undang-undang, tetapi segera mengatasi masalah sebelum situasi memburuk," kata dr John McFadden, konsultan dermatologis di St John Institute of Dermatology di London.

Ketika dicampur dengan MCI, kadar MI dalam sebuah penelitian ditemukan sebesar 4 part per million (ppm). Tapi jika digunakan sendiri tanpa dicampur, ditemukan kadarnya meningkat 25 kali lipat hingga 100 ppm. Jumlah ini masih diperbolehkan dalam peraturan Eropa yang dikeluarkan pada tahun 2005.

Para ahli mengatakan bahwa sejak terjadinya peningkatan konsentrasi MI dalam produk, terjadi peningkatan serius pada kasus dermatitis kontak, khususnya selama 2 tahun terakhir. Diyakini, peningkatan kasus ini berkaitan dengan meningkatnya kadar MI dalam produk rumah tangga.

Dalam laporan yang disajikan konferensi British Association of Dermatologists di Liverpool, para peneliti dan dokter akan meminta pembuat kebijakan mengevaluasi kembali penggunaan bahan kimia ini. European Society of Contact Dermatitis (ESCD) juga telah melayangkan surat kepada Komisi Eropa.

"Wabah baru akibat alergi dermatitis kontak akibat senyawa kimia isothiazolinones ini menyebabkan kerugian bagi warga Eropa. Perlu dilakukan tindakan segera," kata presiden ESCD Margarida Gon?alo dalam surat yang dikirim pada bulan Januari 2013 lalu.

Para ahli mengatakan bahwa kasus alergi akibat MI lebih cepat terjadi daripada alergi yang disebabkan oleh methyldibromo glutaronitrile, pengawet lain yang telah dilarang penggunaannya dalam kosmetik pada tahun 2005 lalu karena berkaitan dengan peningkatan kasus eksim.

(pah/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Saturday, June 8, 2013

Kemenkes: Perokok Remaja di Indonesia Naik 12 Kali Lipat dalam 12 Tahun

Jakarta, Merokok sudah menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat perkotaan saat ini, termasuk remaja dan anak-anak. Menurut data Kemenkes, sejak tahun 1995-2007, jumlah perokok remaja meningkat hingga 12 kali lipat.

"Sangat mengenaskan melihat data seperti ini. Generasi muda pun kini sudah mulai terpengaruh dan melakukan kebiasaan merokok," ungkap Dr Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI


Hal itu disampaikannya dalam acara seminar dan diskusi publik 'Urgensi Pelarangan Iklan Rokok dalam RUU tentang Penyiaran dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat' yang diadakan di Ruang GBHN Nusantara V, Gedung MPR-DPR, Jl Jend Gatot Subroto, Kamis (30/5/2013).


Menurut data Kemenkes, disampaikan oleh Dr Ekowati bahwa pada tahun 1995 jumlah perokok anak dan remaja berusia 10-14 tahun di Indonesia mencapai 71.126 orang. Angka ini kemudian meningkat 6 kali lipat menjadi 426.214 pada tahun 2007.


Padahal, anak dan remaja yang sudah mulai merokok saat usia dini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit-penyakit berbahaya dan mematikan.


"Anak wajib dilindungi oleh negara karena terkait dengan hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, seperti diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28B ayat 2," ujar Dr Sumarjati Arjoso, SKM, Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI, dalam acara yang sama.


Untuk itu, pemerintah memiliki peran penting untuk turut serta mengendalikan penjualan rokok, termasuk di antaranya mengendalikan iklan rokok. Sebab, 77 persen remaja berpendapat bahwa iklan rokok memberikan pengaruh yang besar untuk mencoba rokok.


Selain itu, Dr Sumarjati juga menyampaikan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua. Jika sejak kecil anak melihat salah satu orang tuanya merokok, maka saat dewasa ia cenderung akan merokok juga.


"Pengendalian rokok dalam lingkup remaja juga akan mengurangi risiko penyakit anak yang timbul akibat paparan asap rokok atau perokok pasif," imbuh Dr Ekowati.


(up/mer)




Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Friday, June 7, 2013

Cling! Dalam 50 Hari Hidung Lebih Mancung dan Wajah Lebih Kinclong

Daejeon, Korsel, Ingin punya hidung yang lebih mancung dan pipi yang lebih tirus? Tidak perlu operasi plastik untuk mendapatkannya. Sebuah klinik di Daejeon, Korea Selatan, bisa mewujudkan impian itu tanpa operasi. Hanya butuh 50 hari untuk memperbaiki penampilan Anda.

'No! Plastic Surgery! Yes! Kimbelle Therapy!' Begitulah tagline Klinik KimBelle Dermatologi. Klinik KimBelle mengklaim metode pengoreksian yang dilakukannya aman, terlebih memiliki keunggulan tidak meninggalkan bekas seperti operasi plastik.

"Ini tidak pakai operasi. Kalau operasi kan ada efek sampingnya, kalau ini tidak ada," kata dermatolog di Klinik KimBelle, Younsung Vianney Kim, M.D, PhD, di kliniknya yang berlokasi di Galleria Time World, Dunsan2-dong, Seo-gu, Daejeon, saat Daejeon Medical Famtrip dan ditulis pada Jumat (31/5/2013).

dr Kim menjelaskan dirinya tidak mengubah sama sekali bentuk wajah pasiennya, melainkan hanya mengoreksi bentuknya untuk menegaskan bentuk terbaik wajah seseorang secara alami. Caranya adalah dengan membuat jaringan baru atau mengurangi jaringan di daerah yang dianggap 'cacat'. Noda hitam di wajah, keriput, bentuk wajah yang tidak simetris, bibir yang terlalu tebal atau terlalu tipis, serta bekas luka juga bisa dikoreksi di klinik ini sehingga wajah terlihat lebih kinclong.

Laser spesial, frekuensi radio, ultrasono pneumo-SMS digunakan dalam teknik ini. dr Kim menggaris bawahi dirinya menggunakan sinthetic non-surgical dalam teknik pengoreksian yang dilakukannya.

"Tidak ada batasan umur dan jenis kelamin, aman bagi lingkungan, tidak ada luka dan tidak berbahaya," sambung dr Kim.

Menurut dia, pengoreksian ini juga tidak membutuhkan anesthesia umum dan hanya butuh waktu sekitar satu jam saja. Memang butuh waktu sekitar 50 hari untuk mendapat hasil seperti yang diinginkan, namun pasien tidak perlu datang berkali-kali ke kliniknya untuk melakukan maintenance.

"Kami berangkat dari kecantikan alami yang sudah dimiliki seseorang, bukan operasi artifisial," lanjutnya.

dr Kim menegaskan kendati pengoreksian hanya dilakukan dalam sekali kesempatan, namun hasilnya tidak akan berubah di masa depan. Artinya hidung mancung dan pipi tirus yang didapat setelah terapi tidak akan kembali ke bentuk seperti semula. Namun terapi berulang bisa saja dilakukan, dan pasien juga dapat melakukan terapi tambahan di kemudian hari jika diperlukan.

"Material dan obat yang digunakan telah disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Korean Food and Drug Administration (KFDA)," jelasnya.

Apakah benar-benar tidak ada efek sampingnya? Menurut dr Kim pasien bisa mengalami erythema, yakni kondisi kulit berupa kemerahan atau ruam. Selain itu bisa juga terjadi edema, yakni pembengkakan akibat akumulasi cairan dalam jaringan-jaringan tubuh.

Bisa juga mengalami memar atau reaksi alergi. Namun secara bertahap kondisi wajah atau bagian tubuh lain yang diterapi akan semakin membaik seperti yang diinginkan secara bertahap dalam kurun 1-3 bulan. Karena itu bagi yang mengalami keluhan mengganggu butuh pengawasan dokter lebih lanjut.

"Setelah injeksi tidak ada krim atau apapun. Yang penting jaga pola hidup, juga jangan minum alkohol dalam kurun 50 hari itu," pesan dr Kim.

"Ini bukan magic tapi science," tegasnya.

Lalu berapa biayanya? Untung mengoreksi bentuk hidung, pasien harus merogoh kocek Rp 10.000.000 hingga Rp 15.000.000. Harga yang sama dipatok untuk memperbaiki kondisi pipi dan kening. Sedangkan untuk menghilangkan lingkaran hitam di mata biayanya sedikit lebih mahal yakni Rp 20.000.000-Rp 30.000.000.

Hmm, tertarik untuk memperbaiki kondisi wajah?

(vit/up)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, June 2, 2013

Selama 15 Tahun, Pria Ini Tak Sadar Ada Pensil di Dalam Kepalanya

Jakarta, Seorang pria di Afghanistan hidup selama 15 tahun tanpa mengetahui bahwa ada sebatang pensil bersarang di kepalanya. Beruntung otaknya tidak mengalami kerusakan yang parah. Batang pensil sepanjang 10 cm tersebut kini sudah berhasil diambil oleh dokter di Jerman.

Pria berusia 24 tahun yang tak disebutkan namanya ini awalnya mengalami sakit kepala yang parah selama bertahun-tahun. Belakangan, gejalanya makin memburuk disertai pilek yang tak kunjung sembuh dan penglihatan pada salah satu matanya memburuk.

Tak tahan dengan penyakitnya, dia memutuskan untuk mencari bantuan dokter di tahun 2011 lalu. Ternyata, hasil pemindaian tomografi komputer menemukan di dalam kepala pria tersebut bersarang pensil yang melintang dari sinus ke faring, bahkan telah melukai sebagian rongga matanya.

Terang saja para dokter kaget mendapati hal ini. Ketika ditanya, pria tersebut mengaku tidak tahu menahu bagaimana bisa ada pensil yang bisa masuk ke dalam kepalanya. Namun yang dia ingat, ketika masih kanak-kanak, dia pernah pingsan dan mengalami mimisan yang parah.

Seperti dilansir Counsel and Heal, Kamis (30/5/2013), pria tersebut lalu menjalani operasi di Aachen University Hospital di Jerman untuk mengambil pensil dari dalam kepalanya. Dalam konferensi kedokteran di Essen, Jerman, profesor Frank Hoelzle dari Aachen University mengatakan bahwa kini pria tersebut sudah pulih.

Dalam presentasinya, selain menunjukkan kasus tersebut, Prof Frank juga mengatakan bahwa tidak ada efek samping yang dialami pria Afghanistan tersebut akibat operasi dan pengobatan yang dilakukan oleh timnya.

(pah/up)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Monday, May 27, 2013

Waspadai, Haid Lebih Dari Dua Kali dalam Sebulan!

DokterSehat.com – Pernahkan Anda mengalami menstruasi lebih dari dua kali dalam sebulan? Bila ini terjadi, bisa jadi Anda terkena polimenorea. Polimenorea merupakan kelainan siklus menstruasi yang menyebabkan wanita berkali-kali mengalami menstruasi dalam sebulan.


Normalnya, siklus menstruasi berlangsung selama 21-35 hari dengan waktu lama keluarnya darah selama 2-8 hari. Wanita yang mengalami polimenorea memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.


Polimenorea berbeda dengan metroragia. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu menstruasi. Pada metroragia menstruasi terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.


Polimenorea bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidakseimbangan hormon tersebut bisa menyebabkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada beberapa kondisi berikut ini:

Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertamaAdanya gangguan indung telurBeberapa tahun menjelang menopauseStres dan depresiObesitasPenurunan berat badan berlebihanAdanya gangguan makan seperti bulimia dan anorexia nervosaOlahraga berlebihan seperti atletObesitasPenggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin, antikoagulan, NSAID, dan sebagainya.

Polimenorea umunya bersifat sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi, bila gangguan ini terjadi terus menerus maka penderita harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Gangguan menstruasi ini jika dibiarkan terjadi terus maka bisa menyebabkan gangguan hemodinamik tubuh akibat keluarnya darah secara terus menerus. Selain itu, polimenorea juga bisa mengakibatkan gangguan kesuburan akibat terjadinya gangguan ovulasi yang bisa membuat wanita kesulitan mendapatkan keturunan.


Penderita polimenorea bisa melakukan terapi guna mencegah perdarahan berulang, mengontrol perdarahan, mencegah komplikasi, menjaga kesuburan, dan mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh.


Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, April 20, 2013

Hiperkalsemia, Tingginya Kalsium Dalam Darah

DokterSehat.com – Hiperkalsemia adalah suatu kondisi di mana tingkat kalsium di dalam darah berada di atas normal. Pada dasarnya kalsium dibutuhkan tulang untuk mempertahankan kepadatannya. Tak hanya itu, kalsium juga penting untuk kontraksi otot, melepaskan hormon, dan memastikan bahwa saraf dan otak berfungsi dengan baik. Namun, kadar kalsium tinggi juga dapat mengganggu proses-proses ini.


Penyebab
Penyebab utama Hiperkalsemia adalah gerakan berlebihan dalam satu atau lebih dari kelenjar paratiroid yang berfungsi mengatur kadar kalsium darah. Penyebab lain dari Hiperkalsemia  adalah  kanker, gangguan medis lainnya, beberapa obat dan penggunaan kalsium berlebihan dan suplemen vitamin D. Makanan atau minuman yang terlalu banyak kalsium atau suplemen vitamin D dari waktu ke waktu dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah hingga di atas normal.
Penyebab hiperkalsemia lainnya adalah dehidrasi, saat cairan dalam darah berkurang maka konsentrasi kalsium akan meningkat.


Saat kalsium di dalam darah menurun, tubuh akan memproduksi hormon paratiroid lebih banyak. Sebaliknya, saat kadar kalsium dalam darah meningkat, tubuh akan menghasilkan hormon lebih sedikit.


Bila tingkat kalsium dalam darah meningkat terlalu tinggi, kelenjar tiroid akan menghasilkan kalsitonin, yakni hormon yang memperlambat pelepasan kalsium dari tulang. Hal ini dapat menyebabkan hiperkalsemia , dan tubuh tidak dapat mengatasi pengaruh dari terlalu banyaknya kalsium.


Gejala
Gejala hiperkalsemia antara lain:

Mual dan muntahKehilangan nafsu makanHaus berlebihanSering buang air kecilSembelitNyeri perutKelemahan ototOtot dan nyeri sendiKebingunganLesu dan kelelahan

Biasanya orang yang lebih tua cenderung merasakan sakit dan kelemahan pada otot mereka.


Pengobatan


Jika Anda memiliki hiperkalsemia yang parah, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mengurangi kalsium ke tingkat yang aman dan untuk melindungi ginjal serta tulang. Pengobatan hiperkalsemia dapat mencakup:


1. Cairan infus untuk rehydrate


Lingkaran obat diuretik (seperti furosemide) berfungsi membantu kelebihan kalsium serta menjaga fungsi ginjal.


2. Bifosfonat intravena


Kelompok obat yang mencakup pamidronate (Aredia) dan zolendronate (Zometa), untuk mencegah kerusakan tulang


3. Kalsitonin


Hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid Anda, untuk mengurangi reabsorpsi tulang dan keropos tulang lambat.


4. Glukokortikoid (kortikosteroid)


Berfungsi membantu mengatasi banyaknya vitamin D dalam darah yang disebabkan oleh hiperkalsemia.


5. Hemodialisis atau dialisis peritonea


Untuk membuang tumpukan kotoran dan kalsium dari darah, jika ginjal rusak dan tidak dapat merespon pengobatan lain.


Setelah kalsium darah Anda kembali ke tingkat yang aman, pengobatan hiperkalsemia tergantung pada penyebab yang mendasarinya.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Sunday, March 31, 2013

Waspadai Puting Tertarik ke Dalam!

DokterSehat.com – Payudara yang masuk ke dalam merupakan hal yang biasa dikeluhkan wanita. Kondisi puting yang tidak muncul keluar tapi malah terbenam ke dalam ini disebut dengan inversi puting.


Pada dasarnya payudara wanita terbagi dalam tiga jenis. Pertama, payudara bentuk normal di mana keseluruhan puting keluar melebihi permukaan areola. Kondisi puting akan berlangsung seperti itu baik dalam keadaan normal maupun saat terangsang sacara seksual maupun akibat rangsang dingin. Kedua, puting datar dan tidak berubah bentuk meski telah dilakukan penekanan daerah areola sekitar 2 cm di luar puting (pinch test). Ketiga, payudara dengan puting tertarik ke dalam atau mencekung (inverted nipple) ketika dilakukan pinch test.


Kondisi puting jenis kedua dan ketiga tergolong tidak normal. Kedua jenis puting tersebut terbagi menjadi beberapa bentuk, seperti:


- Dimpled: Bentuk puting dimpled terlihat keluar sebagian tapi masih bisa ditarik keluar meski tidak bisa bertahan lama.


- Unilateral : Bentuk puting jenis ini hanya satu sisi payudara saja yang memiliki puting melesak ke dalam.


Inversi puting dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, berdasarkan sejauh mana puting masuk ke dalam dan kemampuan puting menanggapi rangsang.


Derajat 1


Pada derajat 1 puting mudah ditarik keluar dan kemampuan bertahannya cukup baik hanya dengan sedikit tarikan. Puting akan kembali keluar hanya dengan tekanan menggunakan jari atau mulut. Kondisi ini tidak akan mengganggu fungsi payudara.


Derajat 2


Kondisi puting yang masuk ke dalam masih dapat ditarik keluar, tapi penarikannya tidak semudah derajat 1. Puting bisa keluar dengan tekanan lembut tapi puting akan kembali mundur setelah tarikan dilepas. Kondisi ini bisa mengakibatkan beberapa masalah terutama ketika pemberian ASI dan  dampak psikologis.


Derajat 3


Kondisi puting pada derajat 3 akan terlihat sangat masuk ke dalam dan sangat sulit keluar atau menanggapi rangsang. Kondisi ini akan menyebabkan beberapa masalah bagi wanita yang sedang menyusui. Selain itu, kondisi ini juga dapat berdampak pada psikologis wanita akibat munculnya perasaan tidak menarik atau cacat.


Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) guna mengamati ada tidaknya perubahan di payudara seperti:


Perubahan bentuk payudaraKulit yang memerah dan hangatAdanya benjolan yang teraba maupun terlihatKeluarnya cairan dari puting (nanah, darah)Retraksi puting (puting masuk ke dalam)Gambaran kulit jeruk pada payudara (dimpling)Ketidakaturan penebalan jaringan payudara



Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung