Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Faktor. Show all posts
Showing posts with label Faktor. Show all posts

Thursday, May 16, 2013

Faktor Pemicu Kanker Payudara Pada Wanita

DokterSehat.com – Pola hidup tidak sehat serta makanan cepat saji merupakan kombinasi yang dapat  pemicu munculnya penyakit, seperti kanker payudara pada wanita.


Kedua hal tersebut bisa menyebabkan virus maupun bakteri masuk dan berkembang dalam payudara. Risiko terkena kanker akan meningkat berkali-kali bila seorang wanita memiliki gen kanker dalam tubuhnya.


Kanker payudara terjadi saat sel normal dalam jaringan payudara mengalami perubahan genetik hingga mengakibatkan sel-sel kanker berkembang tanpa kendali dan membentuk tumor.


Menurut American Cancer Society, satu dari delapan wanita akan terkena kanker payudara. Oleh karena itu, perlu diketahui sejak dini penyebab munculnya kanker agar Anda bisa mencegah lebih awal. Lalu, apa saja penyebab yang bisa memicu kanker payudara. Berikut ini beberapa penyebab yang bisa meningkatkan munculnya kanker:


Memiliki gen kanker


Perubahan genetik tertentu bisa mempengaruhi secara signifikan munculnya kanker payudara. Pada wanita gen BRCA1 dan BRCA2 sering bermutasi hingga menjadi kanker payudara. Wanita yang memiliki gen bermutasi BRCA berisiko 80 persen terkena kanker payudara.


Selain itu, gen HER2 juga berperan dalam perkembangan sel-sel kanker di payudara. Biasanya, wanita yang didiagnosa terkena kanker payudara akan ditentukan status HER2 tumor dan diputuskan hasilnya HER2-positif atau HER2-negatif. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif menderita kanker payudara, maka kondisi ini berguna untuk membantu menentukan pilihan terbaik dalam mengobati tumor.


Pemakaian pil KB


Menurut American Cancer Society dan Mayo Clinic, penggunaan pil KB bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Sementara itu, risiko kanker payudara akan secara otomatis menurun jika pemakaian pil KB dihentikan.


Obesitas


The National Cancer Institute menjelaskan jika kadar lemak dalam tubuh wanita bisa meningkatkan kadar estrogen dan risiko terkena kanker payudara. Selain itu, wanita yang mengalami menopause dan berbadan gemuk juga berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor dalam payudara.


Mengonsumsi alkohol


Penelitian yang dilakukan oleh The American Cancer Society menunjukkan jika wanita yang mengonsumsi lebih dari dua gelas minuman beralkohol tiap harinya maka lebih besar kemungkinannya mengalami kanker payudara.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, April 24, 2013

Faktor Penyebab Penyakit paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Sesak nafas disebabkan oleh keterbatasan udara ke dan dari paru dimana saluran napas menjadi menyempit. Hal  ini diacu oleh bronkitis kronis dan emfisema, yang menimbulkan penyakit paru obstruktif kronik .


Berbeda dengan asma, keterbatasan aliran udara yang buruk reversibel dan biasanya akan semakin memburuk dari waktu ke waktu.


PPOK disebabkan oleh partikel berbahaya atau gas, paling sering dari merokok tembakau, yang memicu respon inflamasi abnormal pada paru-paru. Respon inflamasi di saluran udara yang lebih besar dikenal sebagai bronkitis kronis, yang didiagnosa secara klinis ketika orang secara teratur batuk dahak. Di alveoli, respon inflamasi menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru, proses yang dikenal sebagai emphysema. Kursus alami COPD ditandai dengan tiba-tiba worsenings sesekali disebut gejala eksaserbasi akut, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi atau polusi udara.


Merokok merupakan candu bagi setiap orang terutama para kaum adam.  Hal  ini dapat menyebabkan  resiko utama untuk COPD  karena tembakau kronis.  Di Amerika Serikat, 80 sampai 90% kasus PPOK disebabkan oleh merokok. Paparan asap rokok diukur dalam paket-tahun, rata-rata jumlah rokok yang dihisap paket harian dikalikan dengan jumlah tahun merokok. Tidak semua perokok akan mengembangkan PPOK, namun perokok terus menerus memiliki setidaknya risiko 25% setelah 25 tahun. Kemungkinan mengembangkan PPOK meningkat dengan bertambahnya usia dengan meningkatnya paparan asap kumulatif.


Paparan intens dan berkepanjangan untuk debu tempat kerja ditemukan di pertambangan batubara, pertambangan emas, dan industri tekstil kapas dan bahan kimia seperti kadmium, isosianat, dan asap dari pengelasan telah terlibat dalam pengembangan obstruksi aliran udara, bahkan dalam bukan perokok. Pekerja yang merokok dan terpapar partikel dan gas bahkan lebih mungkin untuk mengembangkan PPOK. Paparan debu silika intens menyebabkan silikosis, penyakit paru restriktif berbeda dari PPOK, namun, paparan debu silika kurang intens telah dikaitkan dengan kondisi seperti PPOK. Efek polutan kerja pada paru-paru secara substansial tampaknya kurang penting dibandingkan pengaruh merokok.


Studi di banyak negara telah menemukan bahwa orang yang tinggal di kota-kota besar memiliki tingkat yang lebih tinggi dari COPD dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah pedesaan. Perkotaan polusi udara dapat menjadi faktor yang berkontribusi untuk PPOK karena dianggap memperlambat pertumbuhan normal paru-paru meskipun penelitian jangka panjang diperlukan untuk mengkonfirmasi link belum dilakukan. Di banyak negara berkembang polusi udara dalam ruangan dari asap api memasak (sering menggunakan bahan bakar biomassa seperti kayu dan kotoran hewan) adalah penyebab umum dari PPOK, terutama pada wanita.


Beberapa faktor di samping paparan asap tebal diperlukan bagi seseorang untuk mengembangkan PPOK. Faktor ini mungkin merupakan kerentanan genetik. COPD adalah lebih umum diantara saudara-saudara dari pasien-pasien PPOK yang merokok dibandingkan perokok yang tidak berhubungan. Perbedaan genetik yang membuat paru-paru beberapa orang ‘rentan terhadap efek dari asap tembakau sebagian besar tidak diketahui.


Alpha 1-antitrypsin adalah suatu kondisi genetik yang bertanggung jawab untuk sekitar 2% dari kasus PPOK. Dalam kondisi ini, tubuh tidak membuat cukup protein, alpha 1-antitripsin. Alpha 1-antitripsin melindungi paru-paru dari kerusakan yang disebabkan oleh enzim protease, seperti elastase dan tripsin, yang dapat dirilis sebagai hasil dari respon inflamasi terhadap asap tembakau.


Sebuah kecenderungan untuk penyempitan jalan napas tiba-tiba dalam respon terhadap iritasi dihirup, hyperresponsiveness bronkial, merupakan karakteristik dari asma. Banyak orang dengan PPOK juga memiliki kecenderungan ini. Pada PPOK, kehadiran hyperresponsiveness bronkial memprediksi saja lebih buruk dari penyakit.




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, April 20, 2013

Faktor Penyebab Pembekuan Darah Selama dan Setelah Kehamilan

DokterSehat.com – Baru- baru ini sebuah penelitian menguraikan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah pada wanita selama atau setelah kehamilan. Pada penelitian ini para ahli menganalisis data hampir 400.000 kehamilan yang terjadi antara tahun 1995 dan 2009.

Risiko pembekuan darah selama kehamilan dapat meningkat pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun, kelebihan berat badan atau obesitas, dan merokok. Komplikasi medis seperti diabetes yang sudah ada sebelumnya, varises dan penyakit inflamasi usus juga dikaitkan dengan peningkatan risiko.

Bila gumpalan darah menyebar sampai ke organ-organ vital seperti jantung, otak, atau paru-paru maka kondisi ini bisa mengancam nyawa seseorang.

Pada wanita yang baru melahirkan dan mengalami obesitas maka berisiko empat kali lipat menderita  bekuan darah. Risiko akan meningkat dua kali lebih tinggi dari normal pada ibu yang melahirkan secara sesar, kelahiran prematur, perdarahan dalam kehamilan atau sudah melahirkan tiga kali atau lebih.

Wanita yang mengalami kelahiran mati berisiko enam kali lipat mengembangkan bekuan darah yang  disebut juga tromboemboli vena (VTE).

Pemimpin studi Dr Matthew Grainge, dari Sekolah Ilmu Kesehatan mengungkapkan adanya kaitan antara kondisi bayi yang dilahirkan dan kelahiran prematur dengan pembekuan darah.

Tercatat, gumpalan darah mempengaruhi sekitar satu atau dua kehamilan tiap 1.000 kehamilan. Meskipun jarang, gumpalan darah adalah penyebab utama kematian pada ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan di negara berkembang.

Bagi wanita yang memiliki risiko lebih tinggi sebaiknya dilakukan pencegahan dengan memberikan darah heparin tipis dengan dosis harian. Peneliti berharap hasil riset ini bisa menambah informasi baru untuk dokter.

pf button both Faktor Penyebab Pembekuan Darah Selama dan Setelah Kehamilan

Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung

Thursday, April 18, 2013

Faktor Pendorong Perselingkuhan

DokterSehat.com – Perselingkuhan menjadi momok dalam sebuah ikatan perkawinan. Bahkan banyak kasus perceraian terjadi akibat adanya orang ketiga dalam suatu rumah tangga.


Seorang psikolog AS, Whitehead menyatakan bahwa perselingkuhan biasanya terjadi akibat rasa kecewa atau tidak puas terhadap tidak terpenuhinya harapan. Harapan yang terlalu tinggi akan kebahagiaan malah akan menjebak seseorang ke dalam lingkaran kekecewaan. Saat harapan tak sesuai dengan kenyataan maka seseorang akan memilih jalan pintas untuk mencari pasangan baru yang lebih bisa mewujudkan harapannya.


Selingkuh merupakan bentuk perilaku yang melibatkan orang lain diluar pasangan sahnya dengan memberi atau menerima perlakuan yang sepantasnya diberikan pada pasangan sah, misalnya dengan melakukan hubungan seksual.


Menurut beberapa pakar sebenarnya selingkuh tidak hanya masalah hubungan seksual saja. Ada bentuk perselingkuhan lain yang melibatkan kedua pasangan yang notabene bukan pasangan resmi, misalnya dengan mengungkapkan perasaan cinta, kissing, dan melakukan komunikasi intensif melibatkan yang perasaan.


Seorang ahli psikolog, Debbie Layton-Tholl mengungkapkan berbagai alasan yang mendorong seseorang melakukan perselingkuhan, yaitu:

Ketidakpuasan akan kehidupan pernikahanMasalah pribadi di masa laluAdanya kekosongan emosional dalam kehidupan pasanganKetidakmampuan menolak “godaan”Marah dengan pasanganMencari variasi dalam kehidupan seksualTidak mencintai pasangan lagiSeringnya berpisah dengan pasanganKecanduan alkohol dan obat-obatan

Adapun faktor penyebab terjadinya perselingkuhan, antara lain:


Faktor Internal

Adanya konflik yang tidak terselesaikan dalam pernikahan dan terus-menerus terjadi akibat adanya perbedaan latar belakang pendidikan, subkultur, kepribadian, serta pola hidup yang membuat munculnya ketidakserasian hubungan antarpasangan.Munculnya rasa kecewa akibat beberapa faktor seperti cara komunikasi yang kurang pas, kepribadian yang berbeda, dll.Ketidakpuasan dalam berhubungan seks akibat penyimpangan perilaku seksual atau disfungsi seksual.Terjadinya kesenjangan pada pasangan baik dalam hal pekerjaan atau penghasilan.

Faktor External

Pergaulan yang mendorong seseorang untuk mendapat pengakuan bahwa dirinya bukanlah suami yang takut istri.Kedekatan dengan teman di lingkungan kantor yang mungkin berawal dari curhat hingga terjadi kedekatan emosional berlanjut dengan kontak fisik intim.Adanya godaan seksual dari berbagai pihak dengan motif tertentu.

Perselingkuhan bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita bisa saja selingkuh. Sebelum memutuskan untuk berselingkuh, pikirkan kembali dampak buruk yang akan Anda peroleh. Belum tentu perselingkuhan bisa membebaskan Anda dari peliknya masalah rumah tangga.





Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung