Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Menyusui. Show all posts
Showing posts with label Menyusui. Show all posts

Friday, April 26, 2013

Asal Dilakukan dengan Tepat, Menyusui Bisa Jadi Alat KB Efektif

Jakarta, Selama berabad-abad, memberi ASI kepada anak diyakini bisa menjadi alat KB. Hal ini membuat banyak para pasangan yang hanya bergantung pada kegiatan ini sebagai pencegah kehamilan. Namun nyatanya banyak yang gagal dengan 'alat kontrasepsi' ini. Hmm, padahal jika dilakukan dengan benar menyusui bisa menjadi alat KB yang efektif.

The British Pregnancy Advisory Service menyampaikan jumlah kehamilan tidak direncanakan saat ini mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh ibu muda yang hanya bergantung pada menyusui untuk mencegah kehamilan kembali.

Dikutip dari Mirror, Senin (15/4/2013), Lactational Amenorrhea Method (LAM) memang dipercaya bisa mendukung penggunaan kontrasepsi 'alami' seperti menghindari seks selama masa subur dalam periode menstruasi.

LAM dikutip dari breastfeedingbasics.org, merupakan metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif, tanpa pemberian makanan tambahan lainnya. Meskipun dipercaya dapat menekan kesuburan, namun LAM hanya bekerja secara efektif bila usia bayi kurang dari 6 bulan, periode menstruasi belum kembali, dan seorang ibu menyusui bayinya secara eksklusif, siang dan malam.

Menyusui secara eksklusif berarti diberikan minimal 6 kali dalam 24 jam. Jika ingin sistem LAM bekerja secara efektif, hindari memberi jeda lebih dari 4 jam selama siang hari dan 6 jam saat malam. Jangan pula memberikan minuman atau makanan lain pada bayi Anda.

Dengan LAM, payudara perlu menyediakan kebutuhan menyusui bayi. Hal ini akan merangsang hormon yang menekan ovulasi. Pada saat menyusui, hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Semakin sering menyusui, maka kadar prolaktin meningkat dan hormon gonadotrophin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi kadar estrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.

Setelah seorang perempuan berhenti memberikan ASI eksklusif, maka kegiatan ini menjadi kurang aktif sebagai metode kontrasepsi. Jadi ketika bayi mulai berusia lebih dari 6 pekan dan diberikan makanan tambahan, bahkan jika menstruasi Anda belum kembali, Anda tetap akan bisa hamil. Untuk lebih amannya, gunakanlah alat kontrasepsi lain.

Jadi meskipun menyusii bisa menjadi alat kontrasepsi alami, namun jangan semata-mata bergantung kepada kegiatan ini. Tetap gunakan kondom selama 6 pekan setelah melahirkan, baru setelah itu dilakukan pemeriksaan untuk menggunakan alat kontrasepsi lainnya.

(vit/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Friday, March 29, 2013

Ibu Sedang Alergi, Bolehkah Menyusui?

Jakarta, Menyusui adalah saat yang paling membahagiakan bagi ibu setelah masa persalinan. Dengan menyusui ibu dan bayi akan merasakan kontak batin secara langsung. Menyusui pun memiliki dampak yang baik bagi perkembangan imun dalam tubuh bayi.

Pemberian ASI eksklusif diketahui dapat mencegah alergi pada anak. Tetapi bagaimana jika alergi dialami oleh ibu yang menyusui, bolehkah tetap menyusui bayinya? "Tidak perlu cemas, ibu yang menyusui tetap bisa menyusui selagi mengonsumsi obat anti alergi. Tidak ada pantangan tersendiri ketika ibu mengalami alergi, justru ibu harus terus makan karena memerlukan banyak asupan nutrisi untuk diberikan pada bayinya," terang dr Zakiudin Munasir SpA(K) yang juga Kepala Divisi dan Konsultan Allery-Imunology Departemen Anak RSCM.

Hal itu disampaikan dia dalam press briefing 'Pencegahan Alergi Primer dan Dampak Ekonomi' di Sanur Room Gran Melia Hotel Kuningan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dan ditulis pada Rabu (20/3/2013).

Obat alergi adalah obat yang dikonsumsi dalam jangka waktu pendek sehingga aman untuk bayin. Justru yang tidak boleh dilakukan adalah memberikan pantangan-pantangan sebab ini akan mengurangi nutrisi ASI untuk bayi.

dr Zaki menyarankan aagar ibu hamil berkonsultasi terkait alergi yang dialaminya sebelum melahirkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah alergi terjadi atau kekambuhan saat ibu memberikan ASI pada bayinya. Selain itu sebisa mungkin ibu hamil dan menyusui menghindari paparan asap rokok.

"Ketika ibu memiliki alergi sudah membuat anak memiliki tingkat risiko tinggi mengidap alergi. Jika terkena asap rokok maka akan mengganggu kondisi plasenta ibu, hal ini disebabkan oleh zat di dalam rokok yang masuk dan mengganggu kondisi kesehatan bayi sehingga dapat meningkatkan risiko alergi. Dampak yang paling parah adalah bayi lahir prematur karena plasenta akan matang sebelum waktunya," papar dr Zaki.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung