Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
"Yang paling peru diingat, selalu mengendarai motor maupun mobil dalam keadaan kesadaran penuh," pesan Dr Firdaus Saleh SpB(K), dokter bedah dari RS Pelni Jakarta saat dihubungi detikHealth, Jumat (24/4/2013).
Selain itu, Dr Firnaus juga menyampaikan beberapa pesan lain sebagai berikut:
- Jangan habis mabuk-mabukan
- Jangan berkendara saat sedang sakit
- Gunakan pelindung, seperti helm berstandar SNI
- Kendalikan emosi
"Seringkali orang yang sedang marah atau sedih akan mengendarai kendaraannya dengan asal, sehingga berisiko kecelakaan,"
- Jangan gunakan gadget selama berkendara
"Sekalipun hanya mengangkat telepon, akan mengalihkan fokus," kata
Dr Firdaus menambahkan, kondisi lingkungan kadang-kadang juga berpengaruh pada keselamatan berkendara. Faktor lain seperti jalanan yang sepi juga memicu seseorang memacu kecepatan alias ngebut.
"Biasanya korban sebelumnya akan merasa jalanan sepi sehingga ngebut, padahal bisa-bisa ada kendaraan lain yang lewat sehingga ia kaget dan rem mendadak," katanya.
Sebelumnya, Dr Firdaus mengatakan bahwa benturan keras di kepala merupakan cedera yang paling mematikan saat terjadi kecelakaan jalan raya. Cedera lain yang mematikan adalah perdarahan dan patahan tulang rusuk yang menusuk organ dalam seperti jantung dan paru-paru.
"Geger otak dibagi 3 tingkatan dilihat dari tingkat kesadarannya pada 2 jam pertama. Geger otak ringan, sedang, berat," kata dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, dokter spesialis saraf dari RS Medistra, saat dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).
Gegar otak dikatakan ringan bila gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk. Dikatakan gegar otak sedang bila masih sadar tetapi merasa pusing, sedangkan gegar otak berat bisa menyebabkan korban mengalami kondisi koma.
"Pingsan, sadar, lalu pingsan lagi. Kalau sudah seperti ini akan sangat berbahaya," kata dr Rimawati yang juga menekuni bidang kesehatan tidur.
Gejala lain yang bisa mengindikasikan adanya gegar otak pada korban kecelakaan jalan raya menurut dr Rimawati antara lain sebagai berikut:
1. Tidak sadarkan diri
2. Mual muntah
3. pingsan
4. Sakit kepala hebat
5. Separuh badan jadi lumpuh seperti stroke
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menolong korban kecelakaan yang mengalami gegar otak?
"Harus langsung dipinggirkan saat di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kasih airway, breathing, and circulation (ABC) yang baik pada korban. Kasih jalan nafas yang baik. Dicek denyut jantungnya masih ada apa tidak, kalau dipindahkan hati-hati dengan tulang di daerah leher dan tulang belakang karena biasanya ada terjadi patah tulang," jelas dr Rimawati.
"Pertama pasti panggil ambulans, atau jika rumah sakit dekat bisa juga langsung dibawa ke rumah sakit," kata Dr Firdaus Saleh SpB(K), dokter bedah dari RS Pelni Jakarta saat dihubungi detikHealth, Jumat (24/4/2013).
Jika lokasi rumah sakit cukup jauh dari tempat kejadian, Dr Firdaus yang juga berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo menyarankan untuk melihat kondisi korban. Sesudah itu, posisi korban dikembalikan ke posisi anatomis, yaitu telentang dengan posisi lengan di samping tubuh.
Langkah berikutnya adalah memeriksa jalan napas korban, apakah tersendat atau tidak. Bila tersendat, lancarkan dengan cara sedikit mengankat dagu atau mendongakkan kepalanya. Namun sebelumnya, pastikan dulu apakah lehernya aman untuk digerakkan.
Tidak kalah pentingnya, periksa ada tidaknya perdarahan pada tubuh korban. Jika ada, tutup lukanya agar darah tidak terus menerus keluar. Setelah itu semua dilakukan, barulah korban bisa dipindahkan ke kendaraan lalu diangkut ke rumah sakit terdekat.
"Yang penting posisikan tubuhnya selalu dalam posisi anatomis, sebab jika posisi tubuhnya tidak anatomis maka kondisi dalam tubuhnya bisa terus mengalami luka," pesan Dr Firdaus.
Kebanyakan korban kecelakaan lalu lintas meninggal akibat benturan keras di kepala. Penyebab lainnya adalah perdarahan di berbagai organ tubuh, serta patahnya tulang rusuk yang menusuk organ dalam seperti jantung dan paru-paru.
"Cedera yang paling mematikan saat kecelakaan umumnya adalah benturan yang hebat di bagian kepala," kata Dr Firdaus Saleh SpB(K), dokter bedah dari RS Pelni Jakarta saat dihubungi detikHealth, Jumat (24/4/2013).
Menurut Dr Firdaus, otak merupakan pusat pengaturan seluruh sistem di tubuh. Jika terjadi benturan yang sangat hebat di kepala yang mengakibatkan darah keluar cukup banyak, maka otak akan kekurangan nutrisi dari darah dan kehilangan fungsinya.
Karena sangat fatal, umumnya cedera akibat benturan di kepala akan membutuhkan penanganan dalam waktu yang sangat cepat. Jika benturannya parah dan darah yang keluar banyak, pasien akan syok dan tidak sadarkan diri.
Bukan cuma perdarahan di otak, segala jenis perdarahan di bagian tubuh yang lain juga bisa menyebabkan kematian. Dr Muki Partono, SpOT, spesialis orthopedi dari RS Puri Indah mengatakan bahwa perdarahan di bagian manapun bisa menyebabkan syok dan hilangnya kesadaran. Bila tidak segera ditutup dan digantikan, maka akan tubuh tidak bisa mentolerir kekurangan darah tersebut.
"Selain di kepala, perdarahan di dada dan perut juga berisiko menimbulkan kematian. Misalnya korban mengalami benturan hebat di bagian dada, kemudian tulang rusuknya patah dan menusuk paru-paru atau jantung, maka dipastikan korban akan sesak napas," kata Dr Muki.
Menurutnya, sesak napas ini yerjadi akibat paru-paru terisi oleh darah. Jika paru-paru sudah penuh oleh darah, maka harus segera dilakukan tindakan oleh tim medis. Jika terlambat sedikit saja, ini bisa menimbulkan kematian, bahkan seketika itu juga di tempat kejadian.