Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts

Sunday, May 5, 2013

Saran Dokter untuk Menghindari Kecelakaan di Jalan

Jakarta, Kecelakaan lalu lintas di jalan raya sering terjadi karena kesehatan seseorang tidak sedang dalam kondisi terbaik. Para dokter pun memberikan saran untuk menghindari kecelakaan, yakni dengan cara menjaga kesehatan fisik dan mental.

"Yang paling peru diingat, selalu mengendarai motor maupun mobil dalam keadaan kesadaran penuh," pesan Dr Firdaus Saleh SpB(K), dokter bedah dari RS Pelni Jakarta saat dihubungi detikHealth, Jumat (24/4/2013).


Selain itu, Dr Firnaus juga menyampaikan beberapa pesan lain sebagai berikut:


- Jangan habis mabuk-mabukan
- Jangan berkendara saat sedang sakit
- Gunakan pelindung, seperti helm berstandar SNI


- Kendalikan emosi
"Seringkali orang yang sedang marah atau sedih akan mengendarai kendaraannya dengan asal, sehingga berisiko kecelakaan,"


- Jangan gunakan gadget selama berkendara
"Sekalipun hanya mengangkat telepon, akan mengalihkan fokus," kata


Dr Firdaus menambahkan, kondisi lingkungan kadang-kadang juga berpengaruh pada keselamatan berkendara. Faktor lain seperti jalanan yang sepi juga memicu seseorang memacu kecepatan alias ngebut.


"Biasanya korban sebelumnya akan merasa jalanan sepi sehingga ngebut, padahal bisa-bisa ada kendaraan lain yang lewat sehingga ia kaget dan rem mendadak," katanya.


Sebelumnya, Dr Firdaus mengatakan bahwa benturan keras di kepala merupakan cedera yang paling mematikan saat terjadi kecelakaan jalan raya. Cedera lain yang mematikan adalah perdarahan dan patahan tulang rusuk yang menusuk organ dalam seperti jantung dan paru-paru.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Tanda-tanda Korban Kecelakaan Alami Gegar Otak

Jakarta, Salah satu cedera yang sering dialami korban kecelakaan lalu lintas adalah gegar otak yang dipicu oleh benturan di kepala. Gejalanya sangat beragam dan sangat tergantung oleh tingkatannya. Kenali, agar tidak salah mengambil tindakan.

"Geger otak dibagi 3 tingkatan dilihat dari tingkat kesadarannya pada 2 jam pertama. Geger otak ringan, sedang, berat," kata dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, dokter spesialis saraf dari RS Medistra, saat dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).


Gegar otak dikatakan ringan bila gejala yang muncul dalam 2 jam pertama hanya berupa mengantuk. Dikatakan gegar otak sedang bila masih sadar tetapi merasa pusing, sedangkan gegar otak berat bisa menyebabkan korban mengalami kondisi koma.


"Pingsan, sadar, lalu pingsan lagi. Kalau sudah seperti ini akan sangat berbahaya," kata dr Rimawati yang juga menekuni bidang kesehatan tidur.


Gejala lain yang bisa mengindikasikan adanya gegar otak pada korban kecelakaan jalan raya menurut dr Rimawati antara lain sebagai berikut:


1. Tidak sadarkan diri
2. Mual muntah
3. pingsan
4. Sakit kepala hebat
5. Separuh badan jadi lumpuh seperti stroke


Lalu apa yang harus dilakukan untuk menolong korban kecelakaan yang mengalami gegar otak?


"Harus langsung dipinggirkan saat di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kasih airway, breathing, and circulation (ABC) yang baik pada korban. Kasih jalan nafas yang baik. Dicek denyut jantungnya masih ada apa tidak, kalau dipindahkan hati-hati dengan tulang di daerah leher dan tulang belakang karena biasanya ada terjadi patah tulang," jelas dr Rimawati.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, May 4, 2013

Catat, Tindakan Ini Bisa Menyelamatkan Korban Kecelakaan

Jakarta, Banyak orang langsung panik dan sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan saat menemukan korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Akibatnya korban terlambat mendapat pertolongan oleh petugas medis dan akhirnya meninggal dunia.

"Pertama pasti panggil ambulans, atau jika rumah sakit dekat bisa juga langsung dibawa ke rumah sakit," kata Dr Firdaus Saleh SpB(K), dokter bedah dari RS Pelni Jakarta saat dihubungi detikHealth, Jumat (24/4/2013).


Jika lokasi rumah sakit cukup jauh dari tempat kejadian, Dr Firdaus yang juga berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo menyarankan untuk melihat kondisi korban. Sesudah itu, posisi korban dikembalikan ke posisi anatomis, yaitu telentang dengan posisi lengan di samping tubuh.


Langkah berikutnya adalah memeriksa jalan napas korban, apakah tersendat atau tidak. Bila tersendat, lancarkan dengan cara sedikit mengankat dagu atau mendongakkan kepalanya. Namun sebelumnya, pastikan dulu apakah lehernya aman untuk digerakkan.


Tidak kalah pentingnya, periksa ada tidaknya perdarahan pada tubuh korban. Jika ada, tutup lukanya agar darah tidak terus menerus keluar. Setelah itu semua dilakukan, barulah korban bisa dipindahkan ke kendaraan lalu diangkut ke rumah sakit terdekat.


"Yang penting posisikan tubuhnya selalu dalam posisi anatomis, sebab jika posisi tubuhnya tidak anatomis maka kondisi dalam tubuhnya bisa terus mengalami luka," pesan Dr Firdaus.


Kebanyakan korban kecelakaan lalu lintas meninggal akibat benturan keras di kepala. Penyebab lainnya adalah perdarahan di berbagai organ tubuh, serta patahnya tulang rusuk yang menusuk organ dalam seperti jantung dan paru-paru.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Benturan di Kepala, Cedera Paling Mematikan Saat Kecelakaan

Jakarta, Kecelakaan lalu lintas bisa memicu dampak yang sangat fatal yakni kematian. Dari berbagai jenis cedera yang mungkin terjadi, benturan keras di kepala dinilai sebagai cedera yang paling mematikan karena berdampak langsung pada fungsi otak.

"Cedera yang paling mematikan saat kecelakaan umumnya adalah benturan yang hebat di bagian kepala," kata Dr Firdaus Saleh SpB(K), dokter bedah dari RS Pelni Jakarta saat dihubungi detikHealth, Jumat (24/4/2013).


Menurut Dr Firdaus, otak merupakan pusat pengaturan seluruh sistem di tubuh. Jika terjadi benturan yang sangat hebat di kepala yang mengakibatkan darah keluar cukup banyak, maka otak akan kekurangan nutrisi dari darah dan kehilangan fungsinya.


Karena sangat fatal, umumnya cedera akibat benturan di kepala akan membutuhkan penanganan dalam waktu yang sangat cepat. Jika benturannya parah dan darah yang keluar banyak, pasien akan syok dan tidak sadarkan diri.


Bukan cuma perdarahan di otak, segala jenis perdarahan di bagian tubuh yang lain juga bisa menyebabkan kematian. Dr Muki Partono, SpOT, spesialis orthopedi dari RS Puri Indah mengatakan bahwa perdarahan di bagian manapun bisa menyebabkan syok dan hilangnya kesadaran. Bila tidak segera ditutup dan digantikan, maka akan tubuh tidak bisa mentolerir kekurangan darah tersebut.


"Selain di kepala, perdarahan di dada dan perut juga berisiko menimbulkan kematian. Misalnya korban mengalami benturan hebat di bagian dada, kemudian tulang rusuknya patah dan menusuk paru-paru atau jantung, maka dipastikan korban akan sesak napas," kata Dr Muki.


Menurutnya, sesak napas ini yerjadi akibat paru-paru terisi oleh darah. Jika paru-paru sudah penuh oleh darah, maka harus segera dilakukan tindakan oleh tim medis. Jika terlambat sedikit saja, ini bisa menimbulkan kematian, bahkan seketika itu juga di tempat kejadian.





Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Friday, April 26, 2013

Awas, Kondisi Ini Meningkatkan Risiko Kecelakaan di Jalan

Jakarta - Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Umumnya, kecelakaan terjadi saat seseorang tidak dalam keadaan fit baik secara fisik maupun mental. Beberapa kondisi kesehatan sangat mempengaruhi risiko tersebut.
"Penyebab kecelakaan itu banyak, mengantuk, under substance influence, SMS-an, emosi bisa," kata dr Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT, ahli kesehatan tidur dari RS Medistra, saat dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).
Kondisi-kondisi yang meningkatkan risiko kecelakaan antara lain sebagai berikut.


1. Mengantuk

Tingkat kewaspadaan seseorang akan berkurang sangat signifikan dalam keadaan mengantuk. Refles untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan tentu akan berkurang dalam kondisi seperti ini. Sangat tidak disarankan berkendara saat mengantuk, baik karena kelelahan ataupun efek samping obat.

2. Under substance influence

Beberapa kecelakaan maut di Jakarta diawali oleh penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya, termasuk di bawah pengaruh alkohol. Bahan-bahan terlarang itu bisa menyebabkan halusinasi, menurunnya kewaspadaan dan refles untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga selama berkendara.

3. Penggunaan ponsel

Seseorang bisa kehilangan konsentrasi saat berkendara jika sibuk memainkan telepon seluler atau ponsel. Jangankan mengetik SMS, sekedar telepon pun bisa membuat seseorang kehilangan fokus. Dalam beberapa kasus, telepon dengan menggunakan bebas genggam pun masih bisa membuat seseorang nyasar dari tujuan utamanya, saking tidak fokusnya.



4. Emosi

"Kalau emosi dan tidak bisa ditahan biasanya kan jadi tidak fokus akhirnya refleknya menjadi lambat untuk menghindari kalau tiba-tiba ada yang menyelip atau menyebrang. Kalau menyetir tetapi sedang depresi atau berfikir juga bisa menjadi penyebabnya karena jadi merusak konsentrasi," kata dr Rimawati yang juga seorang dokter spesialis saraf.

5. Serangan jantung

Tidak heran jika berbagai risiko serangan jantung seperti hipertensi dijuluki sebagai silent killer, sebab tidak ada gejala hingga tiba-tiba menyebabkan kematian. Kecelakaan di jalan raya bisa juga disebabkan oleh serangan jantung yang risikonya tidak pernah disadari sebelumnya. Itulah pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.





Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung

Patah Tulang Karena Kecelakaan? Ini yang Harus Dilakukan

Jakarta, Di kota-kota besar yang dipadati kendaraan, peristiwa kecelakaan lalu lintas bisa dibilang terjadi hampir setiap hari. Salah satu cedera yang sering terjadi akibat kecelakaan adalah patah tulang. Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan hati-hati.
Patah tulang sendiri terdiri dari berbagai jenis. Penanganannya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera yang dialami. Saat menemui korban kecelakaan dan ingin menolong, perlu diketahui beberapa hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar cedera tidak bertambah parah.

"Tanda-tanda patah tulang itu adalah lihat bentuk dan letak bagian tubuhnya. Jika ada yang keluar atau bergeser tidak pada tempatnya, maka dapat dipastikan ia mengalami patah tulang," kata dr Firdaus Saleh SpB, SpU (K), spesialis bedah urologi dari RS Pelni ketika dihubungi detikHealth, Jumat (26/4/2013).

Dr Firdaus menuturkan, yang pertama perlu dilakukan kepada korban patah tulang adalah memposisikan korban agar kondisi tulangnya yang patah kembali normal. Setelah mengalami kecelakaan, korban biasanya mengalami nyeri yang hebat sampai mengalami kondisi syok, jadi apabila tulangnya dinormalkan, ia tidak akan merasakan nyeri.

Walau begitu, cara ini sebaiknya hanya dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Untuk masyarakat awam yang tidak tahu cara menangani pasien patah tulang, sebaiknya korban tidak diotak-atik sebab tindakan yang dilakukan justru bisa membuat kondisi korban bertambah parah.

Setelah mengetahui kemungkinan patah tulang, korban sebaiknya dipindahkan ke tempat yang aman. Proses ini membutuhkan kehati-hatian sebab memindahkan tubuh korban berisiko bisa menggeser posisi luka. Dr Firdaus menyarankan untuk tidak memindahkan korban kecelakaan sendirian.

"Cara aman pindahkan korban adalah angkat dalam posisi anatomis, yaitu telentang dengan kedua lengan di samping secara bersama-sama oleh minimal 4 orang perlahan-lahan dan serentak. Jangan ada bagian tubuh yang terjuntai," jelas dr Firdaus.




Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung