Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Makan. Show all posts
Showing posts with label Makan. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

Gen yang Satu Ini Bikin Nafsu Makan Meningkat

Jakarta, Obesitas atau kegemukan tak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup sehat atau pola diet. Gen pun turut andil di dalamnya. Para ilmuwan mengungkapkan bagaimana gen berhubungan dengan obesitas di mana gen tersebut meningkatkan nafsu makan seseorang.

Sebuah variasi umum dalam gen FTO mempengaruhi satu dari enam penduduk yang membuat mereka 70 persen cenderung lebih gemuk. Meskipun sampai sekarang para ahli tidak tahu penyebabnya.

Melalui serangkaian tes, penelitian yang diketuai ilmuwan dari Inggris ini menemukan bahwa variasi gen pada orang gemuk tidak hanya membuat kadar ghrelin atau 'hormon lapar' lebih tinggi dalam darah, tapi juga meningkatkan kepekaan terhadap bahan kimia dalam otak mereka.

"Ini serangan ganda," kata ketua peneliti, Rachel Batterham dari University College London, seperti dilansir Fox News, Rabu (17/7/2013). Penemuan ini berdasarkan studi sampel darah orang-orang setelah makan lalu dikombinasikan dengan pencitraan resonansi magnetik dari otak para peserta.

Studi berbasis sel ini melihat produksi ghrelin pada tingkat molekul. Batterham mengatakan studinya bisa memberi wawasan baru terutama untuk pengobatan obesitas. Hal ini disebabkan beberapa obat eksperimental yang dikenal bisa menekan ghrelin sangat efektif jika ditargetkan pada pasien risiko obesitas yang memiliki variasi gen FTO.

Penelitian ini sudah diterbitkan di Journal of Clinical Investigation pada Senin (15/7) lalu. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa ghrelin bisa dikurangi dengan diet tinggi protein.

Steve Bloom dari Imperial College London yang tidak terlibat dalam studi itu mengatakan bahwa gen FTO hanya menjelaskan sebagian kecil dari epidemi obesitas. Tapi, penelitian itu merupakan langkah penting guna mengungkap faktor lain penyebab obesitas.

Prevalensi obesitas meningkat di seluruh dunia dengan jumlah yang mengkhawatirkan, baik di negara maju maupun berkembang. Obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes, jantung, dan beberapa jenis kanker.

Menurut data WHO, pada tahun 2011 setidaknya 2,8 juta orang dewasa meninggal tiap tahun akibat kelebihan berat badan dan lebih dari 40 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kelebihan berat badan.

(vit/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Tuesday, April 9, 2013

Tiap Makan 7 Gram Serat, Risiko Stroke Turun 7 Persen

Jakarta, Makin banyak penelitian membuktikan, serat yang ada dalam sayur dan buah-buahan bisa mencegah berbagai masalah kesehatan. Stroke misalnya, risikonya turun 7 persen tiap kali mengonsumsi 7 gram serat. Jangan ragu-ragu, ayo makan sayur!

Para ilmuwan di Inggris membuktikan hal itu dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke. Penelitian yang dilakukan selama 20 tahun itu memperkuat hasil-hasil penelitian sebelumnya tentang manfaat serat dalam diet sehari-hari.


Temuan ini penting mengingat pada masa kini makin banyak orang makan sayur dan buah. Mudah dan praktisnya mengakses junk food atau makanan sampah yang nutrisinya rendah membuat orang-orang tidak mau repot memasak sayur atau sekedar membeli buah.


Meski membuktikan bahwa tiap 7 gram serat bisa menurunkan risiko stroke hingga 7 persen, tentunya anjuran para ahli tidak cukup hanya 7 gram serat setiap hari. Kebutuhan serat pada manusia jauh lebih besar karena serat juga penting untuk sistem pencernaan.


"Total asupan serat dalam diet harus mencapai 25-30 gram sehari dari makanan, tapi rata-rata orang Amerika Serikat hanya memenuhi setengah dari jumlah tersebut," ungkap Victoria Burley dari University of Leeds yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Healthday, Sabtu (30/3/2013).


Anjuran tersebut tidak sulit untuk dipebuhi mengingat sumber serat dalam makanan sehari-hari cukup beragam dan mudah didapat. Sebagai contoh, avocado mengandung 13 gram serat tiap buah, kacang-kacangan mengandung 16 gram serat tiap cup dan bahkan popcorn mengandung 4 gram serat tiap 3 cup.


Dalam kaitannya dengan stroke, serat bisa membantu hati dalam mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Serat-serat yang tidak larut juga akan menghambat penyerapan sejumlah sari makanan, termasuk kolesterol sehingga kolesterol yang masuk ke dalam tubuh bisa lebih dibatasi.



Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung

Saturday, April 6, 2013

Cara Efektif Mengontrol Nafsu Makan

DokterSehat.com – Menahan lapar demi mendapatkan tubuh ideal malah akan menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Rasa lapar memang sangat menyiksa bila Anda sedang melakukan diet ketat. Tapi, membiarkan tubuh dalam kondisi lapar sepanjang hari tentu bukan pilihan bijak. Untuk menyiasatinya Anda bisa mengontrol nafsu makan dengan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

1. Lebih banyak lemak
Makanan yang memiliki lemak sehat ternyata juga bisa menurunkan berat badan. Menurut para ahli kandungan lemak baik seperti asam oleic akan membantu usus halus menghasilkan oleoylethanolamide yakni zat yang dapat mempengaruhi sistem saraf dengan mengirimkan pesan ke otak bahwa perut sudah kenyang. Sehingga perut akan merasa kenyang lebih lama. Sumber lemak baik ini bisa ditemukan dalam alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun murni.

2. Porsi kecil
Memotong-motong makanan dalam porsi kecil dapat menimbulkan kepuasan yang lebih besar ketimbang makan dalam porsi besar walaupun jumlah kalorinya sama.

3. Sarapan
Sarapan akan mencegah Anda untuk mengonsumsi lebih banyak makanan manis atau minuman bersoda yang dapat menimbulkan obesitas. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang jarang sarapan akan cenderung lebih gemuk.

4. Makan perlahan
Makan dengan tergesa-gesa dapat menghambat produksi hormon yang berhubungan dengan rasa kenyang sehingga orang akan lebih cepat merasa lapar.

5. Konsumsi makanan manis seminggu sekali
Dalam tubuh terdapat hormon leptin yang berfungsi menekan nafsu makan dan memberi pesan rasa kenyang. Untuk mengoptimalkan kinerja leptin sebaiknya kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Meski begitu, Anda masih bisa mengonsumsi makanan manis seminggu sekali sebagai hadiah atas upaya “puasa” makanan manis setiap hari.

6. Perbanyak serat
Serat menjadi senjata utam untuk membantu menurunkan berat badan. Selain itu,  serat juga bermanfaat untuk menghentikan peningkatan glukosa secara tiba-tiba.

7. Olahraga 15 menit setiap hari
Berolahraga selama 15 menit mampu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Meningkatkan sinyal leptin, dan menurunkan insulin. Selain itu, olahraga juga dapat membantu membakar lemak dan membentuk otot.

8. Makanlah sambil duduk
Saat berdiri tidak disarankan untuk memasukkan apapun ke mulut. Kenapa? Karena orang akan cenderung makan lebih banyak dan cepat saat sedang berdiri atau berjalan. Akibatnya, Anda akan terus makan tanpa menyadari berapa banyak kalori yang sudah masuk.

9. Asupan protein
Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang harus ada dalam menu diet Anda karena berguna untuk memperlambat proses pencernaan dan menekan peningkatan insulin.



Sumber Dokter Sehat



Alat Kesehatan Bandung