Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Makanan tertentu bisa menjadi penyebab sembelit karena menyebabkan gerakan usus tersendat atau menjadi tidak teratur. Agar tak diganggu dengan urusan toilet ini, ada baiknya mengurangi atau menghindari makanan penyebab sembelit.
Berikut beberapa makanan yang dapat menyebabkan sembelit, seperti dilansir Boldsky, Kamis (11/7/2013):
1. Es Krim
Es krim hampir nihil serat sehingga tidak dapat membantu mengatur pergerakan usus Anda. Plus, semua kandungan gula dan susu dalam es krim dapat bertindak sebagai pengikat yang mengeraskan tinja.
2. Daging Merah
Daging merah sulit dicerna dan memiliki banyak zat besi. Besi adalah zat yang membuat pengerasan tinja, membuatnya berwarna gelap dan hitam. Itu sebabnya, daging merah tidak baik untuk orang rentan terhadap sembelit meskipun kaya serat.
3. Makanan Beku
Makanan beku menghemat waktu dan energi tetapi menyebabkan banyak masalah kesehatan. Jenis makanan ini memiliki serat yang sangat rendah dan banyak pengawet yang dapat mengganggu gerakan usus.
4. Pisang
Pisang adalah 'pengikat' klasik. Makanan ini dapat memadatkan kotoran dan dengan demikian makan terlalu banyak pisang dapat menyebabkan sembelit.
5. Cookies
Cookies merupakan makanan yang rendah serat dan cairan. Seperti diketahui, serat dan cairan adalah dua hal yang diperlukan untuk mendapatkan gerakan usus yang teratur. Plus, cookies terkadang mengandung soda yang mengacaukan sistem pencernaan Anda.
(mer/vit)
Senyawa yang menjadi biang keladi adalah methylisothiazolinone atau disingkat MI dan ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan ragi yang tak diinginkan. Biasanya MI dicampur dengan bahan pengawet lain yang bernama Methylchloroisothiazolinone (MCI).
Zat MI ini dulunya dianggap aman, tapi peraturan terbaru di Eropa membolehkannya untuk dimuat dalam konsentrasi yang lebih kuat dari sebelumnya. Para ilmuwan melihat ada beberapa macam produk terkenal yang mengandung MI dan banyak dijual di toko-toko.
Pakar kesehatan kulit memperingatkan bahwa paparan zat ini dalam dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya dapat menyebabkan alergi kulit yang disebut dermatitis kontak. Tandanya, kulit memerah, gatal dan melepuh.
Seperti dilansir Telegraph, Kamis (11/7/2013), para ahli mengatakan bahwa satu dari 12 orang dewasa dan satu dari 5 anak di Inggris kini mengalami eksim, dengan dermatitis kontak adalah salah satu jenisnya yang paling banyak ditemui.
"Kita berada di tengah-tengah wabah alergi terhadap bahan pengawet yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Banyak pasien kami menderita dermatitis akut dengan wajah memerah dan bengkak. Saya akan meminta industri kosmetik agar tidak menunggu undang-undang, tetapi segera mengatasi masalah sebelum situasi memburuk," kata dr John McFadden, konsultan dermatologis di St John Institute of Dermatology di London.
Ketika dicampur dengan MCI, kadar MI dalam sebuah penelitian ditemukan sebesar 4 part per million (ppm). Tapi jika digunakan sendiri tanpa dicampur, ditemukan kadarnya meningkat 25 kali lipat hingga 100 ppm. Jumlah ini masih diperbolehkan dalam peraturan Eropa yang dikeluarkan pada tahun 2005.
Para ahli mengatakan bahwa sejak terjadinya peningkatan konsentrasi MI dalam produk, terjadi peningkatan serius pada kasus dermatitis kontak, khususnya selama 2 tahun terakhir. Diyakini, peningkatan kasus ini berkaitan dengan meningkatnya kadar MI dalam produk rumah tangga.
Dalam laporan yang disajikan konferensi British Association of Dermatologists di Liverpool, para peneliti dan dokter akan meminta pembuat kebijakan mengevaluasi kembali penggunaan bahan kimia ini. European Society of Contact Dermatitis (ESCD) juga telah melayangkan surat kepada Komisi Eropa.
"Wabah baru akibat alergi dermatitis kontak akibat senyawa kimia isothiazolinones ini menyebabkan kerugian bagi warga Eropa. Perlu dilakukan tindakan segera," kata presiden ESCD Margarida Gon?alo dalam surat yang dikirim pada bulan Januari 2013 lalu.
Para ahli mengatakan bahwa kasus alergi akibat MI lebih cepat terjadi daripada alergi yang disebabkan oleh methyldibromo glutaronitrile, pengawet lain yang telah dilarang penggunaannya dalam kosmetik pada tahun 2005 lalu karena berkaitan dengan peningkatan kasus eksim.
(pah/vit)