Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Bunuh. Show all posts
Showing posts with label Bunuh. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Wanita Karir Bunuh Diri karena Efek Samping Obat yang Dibeli Online

London, Sudah bertahun-tahun lamanya Anna Sargent berjuang melawan kecanduan alkohol. Hingga suatu ketika, dia mendapat informasi bahwa obat multiple sclerosis bisa digunakan untuk mengobati penyakitnya. Nahas, obat tersebut memiliki efek samping yang membuatnya memutuskan bunuh diri.

Anna yang berusia 36 tahun ini adalah wanita karier yang bekerja sebagai manajer public relation yang cukup disegani di London. Lulus dari Manchester Metropolitan University, dia sempat bekerja di BBC dan Fox Kids Eropa. Terakhir dia bekerja sebagai public relation perusahaan hukum dan properti. Tapi sebenarnya, dia sudah sering mengalami depresi sejak remaja.

Dia meminum obat yang disebut baclofen, yaitu obat penenang otot yang digunakan untuk mengobati gejala multiple sclerosis, yaitu peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa orang mengklaim obat tersebut dapat mengatasi kecanduan alkohol.

Sayangnya, obat ini memiliki efek samping parah berupa serangan panik dan gejala putus obat apabila dihentikan penggunaannya. Hal ini lah yang terjadi pada Anna. Dia sebelumnya sempat dirawat di klinik rehabilitasi Priory setelah mengalami overdosis pada tanggal 9 September 2012 lalu.

Karena mengalami serangan panik yang parah, dia dipindahkan ke Charing Cross Hospital di Hammersmith, namun menghilang pada 18 September. Tubuhnya lantas ditemukan tak bernyawa di pantai Sungai Thames sekitar 8 hari kemudian. Orang tua Anna mencurigai efek samping obat lah yang membuat puterinya sampai melakukan hal itu.

"Jelas dia harus berhenti menggunakan baclofen, tapi hal itu membuatnya mengalami gejala putus obat. Ketika dia mendengar dari konsultan bahwa efek samping baclofen akan berlangsung selama berminggu-minggu, itu membuat dia merasa lebih cemas," kata ayah Anna, David, seperti dilansir Telegraph, Rabu (10/7/2013).

Obat ini menyasar sistem saraf pusat untuk meringankan kejang, kram dan sesak otot. Penderita multiple sclerosis pada awalnya diresepkan 5 mg setiap 6 - 8 jam, lalu dosisnya meningkat menjadi 15 - 160 mg. Menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba akan menimbulkan efek samping berupa gejala putus obat, halusinasi, kebingungan, insomnia, dan kecemasan.

Pada tahun 2008, seorang spesialis jantung yang berpraktik di Paris dan juga seorang pecandu alkohol bernama dr Olivier Ameisen menulis buku berjudul 'The End of My Addiction'. Buku itu menceritakan bagaimana dia mengatasi kecanduan alkoholnya dengan meminum baclofen.

Namun para dokter lain mengatakan, memberitahu orang awam bahwa kecanduan alkohol dapat diobati dengan obat sederhana adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Baclofen hanya tersedia di Inggris untuk penderita multiple sclerosis, jadi diduga Anna mendapatkan obat ini dengan memesannya via online.

"Nona Sargent mencari lewat online dan menemukan baclofen terkenal dapat membantu mengatasi ketergantungan alkohol. Dia akhirnya mengalami overdosis baclofen dan dibawa ke tempat rehabilitasi untuk detoksifikasi sebelum akhirnya bunuh diri," kata petugas yang memeriksa penyebab kematian Anna, Dr Sean Cummings.

(pah/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Sunday, July 14, 2013

Wanita Karier Bunuh Diri karena Efek Samping Obat yang Dibeli Online

London, Sudah bertahun-tahun lamanya Anna Sargent berjuang melawan kecanduan alkohol. Hingga suatu ketika, dia mendapat informasi bahwa obat multiple sclerosis bisa digunakan untuk mengobati penyakitnya. Nahas, obat tersebut memiliki efek samping yang membuatnya memutuskan bunuh diri.

Anna yang berusia 36 tahun ini adalah wanita karier yang bekerja sebagai manajer public relation yang cukup disegani di London. Lulus dari Manchester Metropolitan University, dia sempat bekerja di BBC dan Fox Kids Eropa. Terakhir dia bekerja sebagai public relation perusahaan hukum dan properti. Tapi sebenarnya, dia sudah sering mengalami depresi sejak remaja.

Dia meminum obat yang disebut baclofen, yaitu obat penenang otot yang digunakan untuk mengobati gejala multiple sclerosis, yaitu peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa orang mengklaim obat tersebut dapat mengatasi kecanduan alkohol.

Sayangnya, obat ini memiliki efek samping parah berupa serangan panik dan gejala putus obat apabila dihentikan penggunaannya. Hal ini lah yang terjadi pada Anna. Dia sebelumnya sempat dirawat di klinik rehabilitasi Priory setelah mengalami overdosis pada tanggal 9 September 2012 lalu.

Karena mengalami serangan panik yang parah, dia dipindahkan ke Charing Cross Hospital di Hammersmith, namun menghilang pada 18 September. Tubuhnya lantas ditemukan tak bernyawa di pantai Sungai Thames sekitar 8 hari kemudian. Orang tua Anna mencurigai efek samping obat lah yang membuat puterinya sampai melakukan hal itu.

"Jelas dia harus berhenti menggunakan baclofen, tapi hal itu membuatnya mengalami gejala putus obat. Ketika dia mendengar dari konsultan bahwa efek samping baclofen akan berlangsung selama berminggu-minggu, itu membuat dia merasa lebih cemas," kata ayah Anna, David, seperti dilansir Telegraph, Rabu (10/7/2013).

Obat ini menyasar sistem saraf pusat untuk meringankan kejang, kram dan sesak otot. Penderita multiple sclerosis pada awalnya diresepkan 5 mg setiap 6 - 8 jam, lalu dosisnya meningkat menjadi 15 - 160 mg. Menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba akan menimbulkan efek samping berupa gejala putus obat, halusinasi, kebingungan, insomnia, dan kecemasan.

Pada tahun 2008, seorang spesialis jantung yang berpraktik di Paris dan juga seorang pecandu alkohol bernama dr Olivier Ameisen menulis buku berjudul 'The End of My Addiction'. Buku itu menceritakan bagaimana dia mengatasi kecanduan alkoholnya dengan meminum baclofen.

Namun para dokter lain mengatakan, memberitahu orang awam bahwa kecanduan alkohol dapat diobati dengan obat sederhana adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Baclofen hanya tersedia di Inggris untuk penderita multiple sclerosis, jadi diduga Anna mendapatkan obat ini dengan memesannya via online.

"Nona Sargent mencari lewat online dan menemukan baclofen terkenal dapat membantu mengatasi ketergantungan alkohol. Dia akhirnya mengalami overdosis baclofen dan dibawa ke tempat rehabilitasi untuk detoksifikasi sebelum akhirnya bunuh diri," kata petugas yang memeriksa penyebab kematian Anna, Dr Sean Cummings.

(pah/vit)



Sumber Detik



Alat Kesehatan Bandung

Friday, March 29, 2013

Penyandang Epilepsi Lebih Berisiko Mengalami Depresi Hingga Bunuh Diri

Jakarta, Penyebab utama epilepsi belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Epilepsi bisa terjadi kepada siapa saja dan tidak memandang usia. Sayangnya gangguan ini masih mendapat stigma buruk di mata masyarakat. Akibatnya, banyak ditemui kasus penyandang epilepsi yang lantas mengalami depresi.

"Depresi pada epilepsi tercatat cukup tinggi, yaitu sekitar 30 - 50 persen. Jika epilepsi terkontrol dengan baik, maka peluang hidup tanpa serangan akan semakin meningkat sehingga risiko depresi semakin kecil," kata dr Suryo Dharmono, SpKJ(K), spesialis psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dalam diskusi media bertema 'World Purple Day 2013: Mari Peduli Epilepsi' yang diselenggarakan Abott di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (20/3/2013), dr Suryo menjelaskan bahwa tinginya risiko depresi ini disebabkan karena stigma yang masih melekat mengenai epilepsi, baik stigma dari diri sendiri maupun dari lingkungan.

Dr Suryo menceritakan bahwa beberapa pasien yang datang kepadanya ada yang baru mengalami epilepsi ketika berusia 20 tahun, bahkan ada yang berusia 65 tahun. Karena muncul tanpa sebab yang jelas dan tiba-tiba, penyakit ini sering membuat pasiennya menjadi depresi, bahkan ada yang berpikir untuk bunuh diri.
"Penyandang epilepsi 5 - 10 kali lipat berpeluang bunuh diri dibanding populasi umum. Pada pasien epilepsi yang menyerang lobus temporalis dan lobus frontalis, bisa berisiko 5 kali lipat dibanding penyandang epilepsi umum," ujar dr Suryo.

Penyakit ini sebenarnya bisa disembuhkan dan pasien tidak harus menjalani pengobatan seumur hidup. Oleh karena itu, dr Suryo menyarankan bahwa penting sekali dilakukan destigmatisasi dan membangun persepsi positif terhadap penyandang epilepsi.

Salah satunya adalah dengan membentuk komunitas kelompok bantu diri penyandang epilepsi. Dalam kelompok ini, penyandang epilepsi bisa secara bebas dan terbuka berbagi pengalaman sehingga dapat meningkatkan motivasi untuk hidup mandiri.


Sumber Detik


Alat Kesehatan Bandung