Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Alat Kesehatan Bandung Menyediakan Informasi Seputar Alat Kesehatan Kota Bandung
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.
Untuk informasi lanjut,
hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.
Senyawa yang menjadi biang keladi adalah methylisothiazolinone atau disingkat MI dan ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan ragi yang tak diinginkan. Biasanya MI dicampur dengan bahan pengawet lain yang bernama Methylchloroisothiazolinone (MCI).
Zat MI ini dulunya dianggap aman, tapi peraturan terbaru di Eropa membolehkannya untuk dimuat dalam konsentrasi yang lebih kuat dari sebelumnya. Para ilmuwan melihat ada beberapa macam produk terkenal yang mengandung MI dan banyak dijual di toko-toko.
Pakar kesehatan kulit memperingatkan bahwa paparan zat ini dalam dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya dapat menyebabkan alergi kulit yang disebut dermatitis kontak. Tandanya, kulit memerah, gatal dan melepuh.
Seperti dilansir Telegraph, Kamis (11/7/2013), para ahli mengatakan bahwa satu dari 12 orang dewasa dan satu dari 5 anak di Inggris kini mengalami eksim, dengan dermatitis kontak adalah salah satu jenisnya yang paling banyak ditemui.
"Kita berada di tengah-tengah wabah alergi terhadap bahan pengawet yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Banyak pasien kami menderita dermatitis akut dengan wajah memerah dan bengkak. Saya akan meminta industri kosmetik agar tidak menunggu undang-undang, tetapi segera mengatasi masalah sebelum situasi memburuk," kata dr John McFadden, konsultan dermatologis di St John Institute of Dermatology di London.
Ketika dicampur dengan MCI, kadar MI dalam sebuah penelitian ditemukan sebesar 4 part per million (ppm). Tapi jika digunakan sendiri tanpa dicampur, ditemukan kadarnya meningkat 25 kali lipat hingga 100 ppm. Jumlah ini masih diperbolehkan dalam peraturan Eropa yang dikeluarkan pada tahun 2005.
Para ahli mengatakan bahwa sejak terjadinya peningkatan konsentrasi MI dalam produk, terjadi peningkatan serius pada kasus dermatitis kontak, khususnya selama 2 tahun terakhir. Diyakini, peningkatan kasus ini berkaitan dengan meningkatnya kadar MI dalam produk rumah tangga.
Dalam laporan yang disajikan konferensi British Association of Dermatologists di Liverpool, para peneliti dan dokter akan meminta pembuat kebijakan mengevaluasi kembali penggunaan bahan kimia ini. European Society of Contact Dermatitis (ESCD) juga telah melayangkan surat kepada Komisi Eropa.
"Wabah baru akibat alergi dermatitis kontak akibat senyawa kimia isothiazolinones ini menyebabkan kerugian bagi warga Eropa. Perlu dilakukan tindakan segera," kata presiden ESCD Margarida Gon?alo dalam surat yang dikirim pada bulan Januari 2013 lalu.
Para ahli mengatakan bahwa kasus alergi akibat MI lebih cepat terjadi daripada alergi yang disebabkan oleh methyldibromo glutaronitrile, pengawet lain yang telah dilarang penggunaannya dalam kosmetik pada tahun 2005 lalu karena berkaitan dengan peningkatan kasus eksim.
(pah/vit)
DokterSehat.com – Umumnya alergi disebabkan oleh makanan, debu, atau bulu binatang. Tapi apa jadinya bila ternyata Anda mempunyai alergi terhadap sperma. Tentu saja kondisi ini bisa mengganggu aktivitas seksual Anda dan pasangan.
Penyebab
Pada dasarnya penyebab alergi bukanlah sel sperma melainkan plasma atau cairan pengangkut sperma. Alergi bisa dipicu akibat abstinence atau tidak berhubungan seks selama beberapa waktu, misalnya selama hamil atau setelah melahirkan. Ketika hubungan seks kembali dimulai alergi bisa muncul begitu saja meski Anda tidak memiliki riwayat alergi sebelumnya.
Setiap individu memiliki gejala yang bervariasi, lamanya pun berbeda-beda, ada yang hanya mengalami selama 20 menit tapi sering juga dijumpai hingga lebih dari sehari.
Gejala
Wanita yang mengalami alergi sperma akan menunjukkan gejala yang mirip dengan infeksi vagina. Gejala alergi sperma umumnya berupa:
Rasa terbakar di vaginaVagina membengkakWarna kemerahan pada kulit yang terkena spermaJika alergi dibiarkan begitu saja maka dapat memicu reaksi alergi yang cukup parah seperti anafilaksis. Anafilaksis bisa terjadi pada orang yang memiliki alergi dan terpapar sperma. Reaksi anafilaksis bisa ditandai dengan munculnya gejala berupa pembengkakan yang tidak biasa, gatal-gatal pada kulit, serta lemah. Selain itu, bisa juga mengalami penurunan tekanan darah dan kesulitan bernapas yang parah. Bahkan bisa mengancam nyawa.
Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya alergi saat berhubungan intim Anda bisa melakukan cara yang paling sederhana dengan menggunakan kondom selama berhubungan seks. Penggunaan kondom bisa mencegah sperma langsung menempel di kulit Anda. cara ini bisa membantu menghilangkan risiko terkena gejla reaksi alergi. Hanya saja, jika ingin merencakan punya anak maka harus melalui pembuahan berbantu agar tidak alergi saat kondom dilepas.
Meski kerap tidak terdiagnosis, sebenarnya dokter bisa mengatasinya dengan mudah. Dokter akan memisahkan berbagai komponen penyusun plasma sperma kemudian dilakukan tes untuk menentukan komponen mana yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Setelah ditemukan dokter akan melakukan desensitisasi pada penderita.
"Alergi mata bisa menjadi semakin buruk akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Sebab suhu yang semakin hangat bisa menyebabkan penyebaran serbuk sari semakin banyak jumlahnya," ungkap Kirstin D. Carel, MD, profesor National Jewish Health in Denver, Colo, seperti dikutip dari Health News Digest, Jumat (10/5/2013).
Ada beberapa cara untuk menjaga kondisi mata. Menurut Carel, jika Anda sudah menjaga kondisi hidung agar tidak timbul alergi, maka kemungkinan besar Anda tidak akan terkena alergi pada mata.
Selain itu, bisa juga menggunakan obat tetes mata untuk membantu meringankan gejala alergi. Obat tetes mata ini dalam pemilihan jenisnya bisa dilakukan dengan berdiskusi dengan dokter, agar tidak menimbulkan efek samping terhadap kesehatan mata.
"Saya juga sarankan untuk menjaga kebersihan rumah dan selalu menutup jendela mobil saat sedang mengendarainya," lanjut Carel.
Alergi pada mata seringkali membatasi pengidapnya. Mereka tidak lagi bisa bebas menikmati aktivitas sehari-hari seperti sekolah dan bekerja. Selain itu, alergi ini juga mempengaruhi penampilan mereka.
Untuk memastikan apakah Anda mengidap alergi pada mata atau tidak, segera periksa ke dokter jika sudah mengalami gejala seperti mata gatal, berair, dan merah dalam jangka waktu yang cukup sering.
"Bagi penderita alergi pada mata, iritasi akibat penggunaan lensa kontak bisa sangat mungkin terjadi. Direkomendasikan untuk menggunakan lensa kontak harian jika memang sangat diperlukan," ujar Paul Karpecki, OD, FAAO, seorang dokter mata.
Mengganti lensa kontak yang bersih setiap harinya bisa meminimalisasi penumpukan iritasi akibat pemakaian lensa kontak secara berulang.
DokterSehat.com – Memelihara hewan berbulu tidak menjadi masalah bila Anda tidak memiliki alergi. Bagi sebagian orang bulu binatang bisa menjadi pemicu timbulnya alergi. Kebanyakan hewan berbulu yang dapat memicu alergi adalah kucing, anjing, kuda, dan tikus. Selain itu, hewan pertanian, laboratorium, atau kebun binatang juga bisa menimbulkan alergi pada sebagian orang.
Sampai saat ini belum diketahui pasti binatang kucing atau anjing tertentu yang bisa mengakibatkan alergi. Sebaliknya tidak ada jenis anjing atau kucing yang tidak bisa menyebabkan alergi. Bahkan hewan berbulu pendek pun bisa menyebabkan alergi.
Tanda dan gejala
Saat melakukan kontak dengan bulu hewan peliharaan atau benda yang mengandung alergen dari hewan maka tubuh penderita alergi akan menunjukkan gejala berikut ini:
Bersin atau hidung buntuBatuk, Mengi atau AsmaGatal dan ruam kemerahanMata gatal dan berairHay fever (rinitis alergi musiman)Diagnosis
Untuk memastikan Anda alergi terhadap hewan peliharaan atau tidak maka harus dilakukan pengujian darah pasien. Biasanya pasien akan dijauhkan dari hewan peliharaan untuk memastikan gejala bisa hilang atau tetap dialami selama berjauhan dengan hewan tersebut.
Untuk mendiagnosa alergi akibat hewan peliharaan, sebaiknya perhatikan kedua hal berikut ini:
Asma kambuh bila terkena alergen kucing atau hewan peliharaan lainnya.Reaksi alergi terhadap tes kulit atau tes darah yang disebut RAST (test radioallergosorbent). Untuk memastikan diagnosis tersebut benar, dokter akan melihat apa yang terjadi ketika kucing ditambahkan kemudian dikeluarkan dari lingkungan pasien beberapa kali.Penanganan
Bila Anda mempunyai gejala alergi terhadap hewan peliharaan, sebaiknya hindari hal-hal yang dapat memicu munculnya alergi, caranya:
Hindari binatang peliharaan yang dapat menimbulkan gejala alergi. Jangan memeluk atau mencium hewan peliharaan yang dapat menimbulkan alergi.Konsumsi antihistamin untuk meringankan gejala, namun obat ibi tidak baik bila digunakan dalam jangka panjang.Suntikan alergi atau immunotherapy. Suntikan alergi terbukti efektif mengobati dalam jangka panjang.Hindari hewan peliharaan dari jangkauan mebel berlapis kain. Beberapa perabot seperti dinding, kayu dan lantai harus sebersih mungkin. Jika perlu bersihkan dinding, kayu dan lantai secara teratur.
DokterSehat.com – Alergi matahari adalah istilah untuk menggambarkan kondisi kulit yang gatal dan memerah saat terpapar sinar matahari. Alergi matahari juga dikenal sebagai keracunan berjemur. Seseorang bisa menderita alergi ini bila keluarganya memiliki riwayat alergi matahari, sementara pemicu lainnya adalah beberapa jenis obat atau paparan kulit tanaman seperti jeruk nipis atau ubi liar.
Alergi matahari ringan bisa sembuh tanpa pengobatan. Sementara dalam kasus yang lebih parah mungkin diperlukan krim steroid atau pil. Penderita alergi matahari parah mungkin perlu mencegah kambuhnya alergi dengan menggunakan pakaian pelindung sinar matahari.
Gejala
Kondisi kulit penderita alergi matahari dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Berikut ini gejala umum yang ditunjukkan pada kulit penderita alergi matahari:
KemerahanGatal atau nyeriBenjolan kecilPengerasan kulit atau perdarahanLecet atau gatal-gatalBiasanya kulit akan menunjukkan gejala tersebut bila terkena sinar matahari dan berlangsung dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah kulit terpapar sinar matahari. Bila gejala yang ditunjukkan lebih parah maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Penyebab
Faktor keturunan mampu meningkatkan risiko memiliki alergi matahari. Namun, ada juga beberapa pemicu alergi sinar matahari, seperti :
Obat-obat tertentuBahan kimiaKondisi medis dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahariFaktor risiko
Siapapun dapat memiliki alergi matahari, tapi alergi matahari tertentu yang paling umum terjadi pada orang dari latar belakang ras tertentu. Misalnya, jenis yang paling umum dari alergi matahari (letusan cahaya polimorfik) kebanyakan terjadi di Kaukasia. Penduduk asli Amerika paling umum mengalami alergi matahari yang lebih parah.
Beberapa gejala alergi kulit dipicu ketika kulit Anda terkena zat tertentu lalu terpapar sinar matahari. Beberapa zat tertentu yang dapat memicu alergi adalah wewangian, desinfektan, dan bahan kimia tertentu bahkan yang terkandung dalam tabir surya.
Beberapa obat dapat membuat kulit lebih cepat terbakar seperti antibiotik tetrasiklin, obat berbasis sulfa, dan penghilang rasa sakit seperti ketoprofen.
Memiliki dermatitis atopik atau jenis lain dari dermatitis meningkatkan risiko mengalami alergi berjemur.
Memiliki kerabat dengan alergi berjemur. Anda lebih mungkin untuk memiliki alergi matahari jika Anda memiliki saudara atau orangtua dengan alergi sinar matahari.
Perawatan dan Pengobatan
Pengobatan yang diberikan tergantung pada jenis alergi matahari yang diderita seseorang. Pada kasus ringan, hanya menghindari sinar matahari selama beberapa hari mungkin cukup untuk mengatasi tanda-tanda dan gejala.
Obat-obatan
Krim yang mengandung kortikosteroid bisa digunakan untuk reaksi alergi pada kulit yang parah, dokter mungkin memberi resep pil kortikosteroid, seperti prednison.
Malaria obat hydroxychloroquine (Plaquenil) dapat meringankan gejala dari beberapa jenis alergi matahari.
Terapi
Jika Anda memiliki alergi matahari yang parah, dokter mungkin menyarankan secara bertahap untuk digunakan sinar matahari setiap musim semi. Dalam fototerapi, lampu khusus digunakan sebagai sinar ultraviolet pada area tubuh yang sering terkena sinar matahari. Terapi ini biasanya dilakukan beberapa kali seminggu selama beberapa minggu.
