Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Supply Alkes, Supplier Alkes Terlengkap dengan harga bersaing

Kami menyediakan supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, elektrik engineering terlengkap dengan harga sangat bersaing. Hubungi kami email:alkesritel@yahoo.com untuk informasi lanjut.

Penyedia Alat Kesehatan Terlengkap

Kami penyedia jasa supply alat kesehatan, peralatan laboratorium, medical, mechanical, elektrical, environmental engineering terlengkap dan terpercaya. Kami melayani penjualan retail dan pemesanan khusus.

Untuk informasi lanjut, hubungi kami di
no telp -,
email: alkesritel@yahoo.com
website: alkesritel.blogspot.com.

Showing posts with label Retina. Show all posts
Showing posts with label Retina. Show all posts

Tuesday, May 28, 2013

Retinoblastoma, Kanker di Retina

DokterSehat.com – Retinoblastoma merupakan kanker di retina, yakni daerah mata bagian belakang yang peka terhadap cahaya. Kanker ini umumnya menyerang anak yang berusia kurang dari 5 tahun.


Penyebab


Kanker di retina ini disebabkan tidak adanya gen penekan tumor yang bersifat genetik. Sekitar 10% penderita retinoblastoma memiliki saudara yang juga menderita retinoblastoma dan mendapatkan gennya dari orang tua.


Jenis kanker ini bisa menyerang salah satu ataupun kedua mata dan bisa menyebar sampai ke kantung mata dan otak melalui saraf penglihatan.


Gejala


Penderita retinoblastoma bisanya akan mengalami gejal berikut ini:

Mata julingPupil berwarna putihNyeri dan mata merahIris di kedua mata berwarna tidak samaGangguan penglihatanBisa menimbulkan kebutaan

Diagnosa


Diagnosa akan ditegakkan setelah dilakukan pemeriksaan berikut ini:

CT scan kepalaPemeriksaan mata dengan kondisi pupil melebarUsg mata (ekoensefalogram kepala dan mata)Pemeriksaan sumsum tulangPemeriksaan cairan serebrospinal

Pengobatan


Pengobatan yang dilakukan tergantung dengan ukuran dan lokasi tumor. Tumor yang masih kecil bisa diobati dengan bedah laser. Sementara tumor yang sudah menyebar ke luar mata akan dilakukan terapi penyinaran dan kemoterapi.


Bila pengobatan tidak berpengaruh terhadap kanker maka kemungkinan perlu dilakukan tindakan pengangkatan. Bila kanker hanya menyerang satu mata maka keseluruhan bola mata diangkat bersamaan dengan sebagian nervus optikus.


Bila kanker menyerang kedua mata maka akan dilakukan teknik bedah mikro khusus untuk menghancurkan atau mengangkat tumor agar kedua mata tidak perlu diangkat. Atau salah satu mata diangkat dan pada mata yang lainnya dilakukan terapi penyinaran atau bedah mikro untuk mengendalikan tumor.


Setelah dilakukan pengobatan usahakan untuk memeriksakan mata setiap 2-4 bulan. Bila kanker kembali kambuh maka kemoterapi bisa diulang.


Pencegahan


Jika memiliki keluarga dengan riwayat retinoblastoma, sebaiknya segera lakukan konsultasi genetik untuk membantu meramalkan resiko terjadinya retinoblastoma pada keturunannya




Sumber Dokter Sehat




Alat Kesehatan Bandung

Wednesday, May 15, 2013

Hati-hati, Cahaya LED Sebabkan Kerusakan Permanen Retina Mata

Jakarta, Belakangan makin banyak produk elektronik yang menggunakan teknologi LED seperti televisi, monitor komputer atau ponsel layar sentuh karena dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk menghemat listrik. Tapi tak banyak yang tahu jika teknologi penyimpan energi ini justru berbahaya bagi mata.

Seorang peneliti dari Complutense University, Madrid, Spanyol melaporkan bahwa paparan cahaya LED dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata manusia.


"Pasalnya cahaya dari LED (light-emitting diodes) berasal dari spektrum cahaya berwarna biru dan ungu yang energinya tinggi namun gelombangnya pendek," kata si peneliti, Dr. Celia S?nchez-Ramos.


"Jika terpapar cahaya ini secara terus-menerus, entah itu dari monitor komputer, ponsel, layar televisi hingga cahaya lampu dalam atau luar ruangan maka cahaya ini sanggup merusak retina mata manusia," tambahnya.


Menurut S?nchez-Ramos, masalah akan bertambah lebih buruk karena manusia terus terpapar perangkat-perangkat elektronik ini dan anak-anak telah menggunakannya sejak usianya masih dini, baik di sekolah maupun di rumah.


"Manusia modern membuka mata mereka sekitar 6.000 jam dalam setahun dan terus terpapar cahaya buatan tersebut pada sebagian besar waktunya. Padahal mata tidak dirancang untuk menatap langsung ke cahaya, tapi didesain untuk melihat sesuatu dengan bantuan cahaya," terang S?nchez-Ramos seperti dilansir Livescience, Selasa (14/5/2013).


Komentar tersebut didasarkan pada studi yang dilakukannya bersama rekan-rekannya pada tahun 2012 dan dipublikasikan dalam jurnal Photochemistry and Photobiology. Singkatnya, studi itu menemukan bahwa radiasi LED dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada sel-sel epitel pigmen retina.


Untuk itu, S?nchez-Ramos menyarankan agar orang-orang mengenakan kacamata yang dilengkapi UV filter dan banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A agar retina terlindung dari kerusakan.


 


Sumber Detik




Alat Kesehatan Bandung